NovelToon NovelToon
Si Imut Milik Ketua Mafia

Si Imut Milik Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Mafia / Cinta Murni / Berbaikan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Caca, gadis kecil ceria, berteman dengan Rafi tanpa tahu bahwa dia adalah putra kepala mafia Bara Pratama. Meskipun dunia mafia penuh bahaya dan banyak orang melarangnya, persahabatan mereka tumbuh kuat hingga menjadi cinta. Bersama, mereka berjuang mengubah organisasi mafia menjadi usaha hukum yang bermanfaat bagi masyarakat, menghadapi musuh dan masa lalu kelam untuk membangun masa depan bahagia bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BANTUAN YANG TIDAK DIHARAPKAN

Hari setelah masalah di sekolah terselesaikan, aku datang ke rumah baru ku untuk membersihkannya sedikit.

Namun saat aku sampai di sana, aku menemukan seorang wanita tua yang sedang duduk di tangga depan rumah dengan wajah yang sangat lesu.

“Bu, apa yang terjadi? Apakah kamu sedang tidak enak badan?” tanyaku dengan cepat mendekat padanya.

Wanita tua itu melihatku dengan mata yang berkaca-kaca. “Maaf ya, nak. Aku hanya sedikit capek dan ingin duduk sebentar. Rumah ini sangat cantik. Apakah ini rumahmu?”

“Iya, Bu. Silakan masuk saja kalau ingin istirahat dan minum air putih,” ajakkuku dengan senyum hangat.

Setelah dia masuk dan istirahat sebentar, wanita tua itu mulai bercerita. Namanya Bu Siti dan dia tinggal di rumah kecil di ujung kampung.

Suaminya baru saja meninggal dan dia kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup karena tidak punya pekerjaan dan anak-anak yang bisa membantu.

“Aku bahkan tidak punya uang untuk membayar sewa rumah,” ujarnya dengan suara penuh kesedihan. “Aku khawatir akan menjadi tunawisma jika tidak bisa membayarnya akhir bulan ini.”

Aku merasa sangat prihatin mendengarnya. Aku ingin membantu tapi tidak tahu bagaimana caranya.

Saat itu Rafi datang dengan membawa makanan yang dibelinya untuk kita makan bersama. Dia langsung merasa prihatin saat melihat kondisi Bu Siti.

“Tenang saja, Bu Siti,” ujar Rafi dengan suara lembut. “Kita akan menemukan cara untuk membantumu.”

Keesokan paginya, Rafi mengajak aku untuk menemui Pak Bara di kantornya. Kantor itu terletak di pusat kampung dan menjadi pusat kegiatan usaha mereka yang baru. Pak Bara langsung menerima kita dengan senyum ramah.

“Apa yang bisa saya bantu, anak-anak?” tanyanya dengan suara hangat.

Kita memberitahukan tentang kondisi Bu Siti dan keinginan kita untuk membantunya. Pak Bara berpikir sebentar kemudian tersenyum.

“Itu ide yang bagus jika kita membantu orang-orang yang membutuhkan di kampung,” ujarnya. “Kita bisa membuat program bantuan khusus untuk mereka yang sedang kesulitan. Bu Siti bisa menjadi salah satu orang pertama yang kita bantu.”

Pak Bara kemudian menghubungi beberapa orang yang bekerja dengannya dan merencanakan program bantuan tersebut.

Mereka akan memberikan pekerjaan bagi orang-orang yang mampu bekerja dan memberikan bantuan finansial bagi mereka yang tidak bisa bekerja karena usia atau kondisi kesehatan.

“Saya juga punya ide,” ujar Rafi dengan mata berbinar. “Kita bisa menggunakan sebagian ruangan di rumah baru Caca sebagai tempat untuk mengumpulkan barang-barang bekas yang masih layak pakai dan makanan untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan.”

Aku merasa sangat senang mendengarnya. “Itu ide yang hebat, Rafi! Rumah itu memang seharusnya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.”

Dalam beberapa hari, berita tentang program bantuan yang akan dibuat oleh keluarga Rafi menyebar cepat di kampung.

Banyak orang yang ingin membantu, baik dengan memberikan barang-barang maupun dengan menjadi sukarelawan. Bahkan teman-temanku dari sekolah juga ingin ikut membantu ketika mereka mendengarnya.

Pada hari Sabtu, kita semua berkumpul di rumah baru ku untuk mengumpulkan dan mengatur barang-barang yang telah dikumpulkan. Bu Siti juga datang untuk membantu meskipun kondisinya masih belum terlalu baik.

“Saya tidak bisa hanya menerima bantuan tanpa memberikan sesuatu yang balas,” ujarnya dengan senyum lembut saat sedang mengatur pakaian bekas yang masih layak pakai.

Saat kita sedang sibuk bekerja, tiba-tiba beberapa orang yang dulu pernah menjadi anggota kelompok mafia lama datang dengan membawa beberapa barang dan uang tunai. Aku merasa sedikit takut tapi Rafi tetap tenang.

“Kami mendengar tentang program bantuan ini,” ujar salah satu pria itu dengan suara sopan. “Kami ingin membantu juga. Kami sudah menyesal dengan apa yang kami lakukan di masa lalu dan ingin membuat perbaikan dengan membantu orang lain.”

Pak Bara yang juga datang untuk membantu langsung mendekat dan memberikan tangan untuk bersalaman dengannya. “Sangat baik jika kalian ingin berubah menjadi yang lebih baik. Kami sangat menyambut bantuan kalian.”

Aku merasa sangat lega dan bahagia melihatnya. Orang-orang yang dulu pernah menjadi musuh sekarang ingin membantu bersama-sama. Ini adalah bukti bahwa keluarga Rafi benar-benar telah berubah dan membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Setelah semua barang teratur dengan baik, kita mulai mendistribusikannya kepada orang-orang yang membutuhkan di kampung.

Bu Siti sangat bahagia ketika diberitahu bahwa dia akan mendapatkan pekerjaan sebagai penjaga toko kecil yang akan dibuka oleh keluarga Rafi dan tidak perlu lagi khawatir tentang sewa rumah.

“Terima kasih banyak untuk bantuan kalian semua,” ujarnya dengan air mata bahagia mengalir di pipinya. “Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padaku tanpa bantuan kalian.”

Kita semua merasa sangat senang melihat senyum di wajahnya. Bantuannya tidak hanya membantu Bu Siti tapi juga membawa kebahagiaan bagi kita semua. Rafi kemudian melihatku dengan senyum lebar.

“Ini adalah salah satu hal terindah yang pernah kita lakukan bersama, Caca,” ujarnya dengan suara penuh emosi. “Kita telah membuktikan bahwa kita bisa membawa perubahan baik bagi orang lain.”

Aku mengangguk dengan senyum. “Ya, Rafi. Dan ini baru permulaan saja. Kita akan terus membantu orang lain dan membuat kampung ini menjadi tempat yang lebih baik untuk tinggal.”

Malam itu, kita semua berkumpul di rumah Rafi untuk makan malam bersama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!