NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Pengakuan

"Permisi."

Dengan badan gemetaran Liana mengetuk pintu kamar 305 di hotel Permai. Antara yakin dan tidak kalau Reynan benar-benar penghuni kamar tersebut. Sebenarnya ia ingin pergi setelah tahu kamar yang hendak ditujunya, tapi di sisi lain ia teringat penjelasan Reynan mengenai surat kontrak yang sudah disepakatinya.

Beberapa kali Liana mengetuk pintu namun tidak mendapati jawaban. Akhirnya ia putuskan untuk membukanya. Ternyata pintu tidak dikunci dan ia berhasil masuk ke dalamnya. Di lihatnya tak didapati keberadaan siapapun di dalam kamar tersebut. Reynan juga tidak ada di tempat. Perlahan ia berjalan ke arah nakas, di situ ia terkejut ketika melihat salah satu barang miliknya masih berada di sana.

"Ini bukannya jepit rambutku? Ternyata masih ada di sini. Aku ingat, rambutku berantakan ketika aku pergi dari sini. Aku meninggalkan jepit rambutku yang dibelikan oleh ayah."

Liana mengambil jepit itu dengan tangan gemetaran. Air matanya lolos tak terbendung lagi.

"Ayah, dulu kau yang paling peduli padaku. Kau yang membawaku pulang dan memberikan kasih sayangmu, tapi kau pula yang mengusirku. Ayah..., aku tahu kau kecewa padaku. Tapi kenapa harus mengusirku, ayah! Bukannya kita masih bisa bicara baik-baik."

Sejak kecil Liana memang sangat dekat dengan Chandra, karena hanya Chandra lah yang selalu memperhatikannya, sangat berbeda dengan Sarah, dia bahkan tidak pernah bersikap adil kepadanya. Sayangnya ia tidak pernah tahu kalau keluarga yang dimilikinya kala itu tidak memiliki hubungan kekerabatan dengannya.

"Nona Liana, kau sudah ada di sini rupanya?"

Refleks Liana menoleh dan membalikkan badannya saat mendapati keberadaan Reynan yang sudah berdiri di belakangnya. Buru-buru Liana mengusap air matanya, ia tidak ingin Reynan mengetahui kegelisahannya.

"Ah..., bapak ngagetin aja. Maaf saya sudah masuk ke kamar ini tanpa sepengetahuan dari bapak. Tadi saya sudah berkali-kali mengetuknya, namun tidak ada jawaban, akhirnya saya masuk saja ke sini, dan anda tidak ada di sini, pak."

Liana buru-buru menunduk saat Reynan menatapnya begitu intens. "Itu kenapa wajahmu sembab? Habis nangis kah?"

Reynan menaruh sekantung kresek berisi makanan dari luar. Dia meletakkannya di atas nakas.

"T—tidak, pak! Saya tadi kelilipan," alibinya.

Reynan terkekeh. "Ternyata hotel ini kurang terawat hingga membuat nona Liana kelilipan. Apa perlu dibantu untuk mengambil debunya?"

Liana gugup. "T—tidak perlu pak, ini tadi sudah agak baikan." Berdua saja di kamar hotel membuatnya panas dingin. Ia berharap Reynan bukanlah pria brengs3k yang suka mempermainkan wanita.

"Nona, apa yang ada di tanganmu itu? Coba perlihatkan padaku!"

Semakin gugup saja saat Reynan semakin mendekat padanya. "I—ini jepit rambut pak, bukan barang berharga," bantahnya dengan berakhir menggigit bibirnya.

Satu alis Reynan terangkat. "Bukan barang berharga? Kalau memang bukan barang berharga lalu kenapa kamu genggam? Ayo tunjukkan padaku!"

Tak ingin membuat pria itu mencurigainya, ia pun terpaksa menunjukkan jepit rambut itu. "Ini pak, ini jepit rambut milik saya."

"Loh, bukannya jepit rambut ini ada di nakas? Kenapa kamu bilang ini milik kamu? Bisa dijelaskan padaku?"

Reynan sengaja menguji kesabarannya, dia ingin tahu sejauh mana wanita itu mempertahankan untuk menutupi masa lalunya.

"Ini beneran jepit rambut milik saya pak, memang benar jepit ini ada di sini karena dulu saya meninggalkannya. Ini pemberian dari ayah angkat saya. Saya ambil kembali apa yang menjadi milik saya."

"Berarti saya juga bisa berpikir seperti itu. Saya akan mengambil kembali apa yang pernah saya miliki. Kamu bilang tadi meninggalkan jepit rambut itu di kamar ini, itu berarti kamu dulu pernah menempati kamar ini. Apa benar begitu nona Liana?"

Liana menunduk terdiam. Haruskah ia berkata jujur bahwa ia pernah melakukan hubungan terlarang di dalam kamar itu? Apakah Reynan bakalan tersinggung kalau ia menceritakan masa lalunya?

"Nona Liana, apa kamu mendengar saya?"

Liana tersentak dan menoleh kepada Reynan. "Ah..., i—iya Pak," jawab Liana gugup.

"Iya apa coba?"

"Iya saya pernah menginap di kamar ini, dan saya meninggalkan jepit rambut saya di sini."

Reynan mencebikkan bibirnya dengan manggut-manggut. "Kapan terakhir kalinya kamu menginap di sini? Sebulan, setahun, atau~~

"Sekitar enam tahun yang lalu pak," jawab Liana. "Saya menginap di sini bukan karena keinginan saya sendiri, tapi saya dijebak oleh seseorang, dan saya nggak tahu siapa yang sudah menjebak saya."

Liana tak peduli kalaupun Reynan ilfeel padanya. Semakin Reynan mendesak untuk memberinya penjelasan semakin ia tak bisa menghindar. Ia tak bisa berbohong, apapun yang dikatakannya murni dari hati nuraninya.

"Dan kamu berakhir tidur dengan seorang pria?"

Liana mengangguk dengan wajah tertunduk. Begitu malunya dia bicara blak-blakan di depan bosnya.

"Apa kamu tahu siapa pria yang sudah menidurimu?"

Liana menggeleng. "Saya tidak tahu pak. Saat saya sadar saya langsung pergi, dan saat itu dia nggak ada di tempat tidur, mungkin ada di kamar mandi."

Liana mengumpat dalam hati. Kenapa Reynan begitu ingin mengetahui kepribadiannya. Bahkan ia sudah ilfeel dengan dirinya sendiri.

"Selama ini sudah berapa kali kamu melakukannya? Maksudnya selain pria itu apakah ada orang lain?"

Liana mengepalkan tangannya dengan menatapnya kesal. "Maaf pak, apa ini bagian dari pekerjaan saya? Kenapa bapak begitu ingin tahu kepribadian saya!"

"Jelas saya ingin tahu banyak tentang kehidupan kamu sebelumnya. Memangnya kamu nggak baca isi dari perjanjian kontrak yang sudah kamu tandatangani kemarin. Di situ tertera kamu harus siap bercerita mengenai apapun termasuk kehidupanmu. Saya tidak ingin adanya kebohongan diantara kita. Jadi~~

Dengan tegas Liana menjawabnya. "Baik, saya akan katakan semuanya. Selama ini saya hanya melakukannya satu kali saja, tidak ada pria lain setelah itu. Gara-gara kejadian itu saya diusir oleh keluarga yang saya miliki. Gara-gara kejadian itu saya harus menanggung malu memiliki anak tanpa status yang jelas. Sekarang anda sudah puas dengan jawaban saya pak?" Liana dengan berapi-api mengungkapkan kejengkelannya. "Kalau tidak ada hal penting yang ingin dibahas, lebih baik saya pulang. Saya sudah meninggalkan anak-anak saya. Mereka masih kecil, saya merasa berdosa karena tidak bisa menjaganya dengan baik."

Reynan tersenyum gemas melihat kemarahan wanita itu. Baru kali ini ia mendapati wanita yang tegas dan juga keras kepala. Mungkin sebagian besar wanita memiliki sifat keras kepala, tapi ia merasa Liana begitu berbeda dengan wanita lain yang pernah ditemuinya.

"Semakin marah kamu semakin cantik nona." Reynan memberinya pujian, namun tak diterima baik oleh Liana.

"Sudahlah pak! Nggak perlu memuji saya. Anda sudah membuat saya emosi."

Reynan manggut-manggut. "Oh..., begitu rupanya. Oke..., kalau begitu saya minta maaf. Saya sengaja memintamu untuk datang ke sini karena ada hal penting yang ingin saya jelaskan sama kamu."

Alis Liana tertaut. "Hal penting apa pak?" tanya Liana dengan menatapnya datar tanpa ekspresi.

"Sebenarnya pria yang tidur bersamamu waktu itu adalah saya. Saya sudah menyelidikinya, dan kamulah wanita yang selama ini saya cari."

1
Evi Lusiana
reinan bosmu itu,ayah dr anak²mu ana
tia
dobel up thor
tia
udah gk sabar siapa ayah dari si kembar
tia
lanjut thor jgn digantung 🤭
tia
lanjut thor
Ika Dw: oke...
total 1 replies
tia
ada kemungkinan liana tidur dgn rey,,, semangat thor
tia
lanjut thor
Ika Dw: siap👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!