Su Ran terbangun ketika mendengar suara melengking keras dan tangan kasar yang mengguncangnya..
Heh~ Apakah ini layanan Apartemennya, kenapa begitu kasar pijatannya?
Lalu, kenapa kedap suaranya sangat jelek?
Begitu sadar, ia ternyata masuk kesebuah era dinasti Ping yang tidak tercatat dibuku sejarah manapun.
Hee.. ingin menantangku soal bertani? dan menjual barang?
Jangan panggil aku Su 'si marketer andalan' jika tidak bisa mendapat untung apapun!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubun ntib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. menolong pemuda tampan
Su Ran baru saja hendak mengeluarkan ketapel ketika ia menemukan .... tubuh manusia? Kegembiraan saat menemukan berbagai macam buah liar segera tenggelam ketika ia melihat pemandangan ini.
Dengan hati – hati Su Rab mendekat. Jantungnya berdegup kencang tetapi rasa penasarannya yang tinggi ternyata terbawa pada zaman ini.
“ Hei, kau sudah mati apa belum?” Su Ran menendang pelan kaki ‘manusia’ itu.
Tiba – tiba manusia itu terbatuk bahkan memuncratkan seteguk darah yang warnanya ... hitam. Setelah itu kembali tidak bergerak.
Su Ran mengernyitkan keningnya. Darah hitam bukankah menandakan jika orang ini keracunan?
Su Ran memang tidak tahu tentang pengobatan, tetapi teman dekatnya, A Feng adalah orang yang serba bisa dan juga cerewet.
Ia suka membahas obat – obatan bahkan memaksa Su Ran membaca ensiklopedia Obat – obatan dan tanaman herbal. Juga masih bercerita tentang akupuntur, keracunan dan yang lainnya.
“ Kau sungguh beruntung bertemu denganku,” dengan dahi yang masih berkerut, Su Ran mengambil cangkir kecil dari ruang ajaibnya. Menuangkan air lingquan yang ia buat bekal tadi. Sedikit, mungkin hanya 5 tetes lalu dicampurkan dengan air biasa.
Heh, bukannya pelit, tetapi ini perdana Su Ran menggunakan air ajaib untuk ‘menyembuhkan’ orang.
Jika sembuh baguslah kalau mati? Su Ran tidak akan mau bertanggung jawab!
Su Ran sedikit mengangkat kepala orang tersebut, menyandarkan pada pangkuannya. Tidak berpikir tentang batasan pria dan wanita, ini menyangkut nyawa!
Pertama kali yang dilakukan Su Ran setelah memangku adalah menyibakkan rambut panjang ‘orang’ tersebut.
Seketika ia terpukau. Garis wajah yang begitu tajam. alis tebal melengkung bak sayap elang. Hidung mancung, bibir merah Cherry dan kulit yang putih. Singkat kata, sangat tampan!
Su Ran terpana tetapi juga langsung tersadar, ia menepuk keningnya dan menggelengkan kepalanya pelan. Bisa – bisanya ia sempat tergoda, ck ck ck.
Su Ran menuangkan dengan hati – hati air campuran itu. Sedikit demi sedikit dan sangat berhati – hati agar tidak tersedak apalagi dimuntahkan kembali.
“ Aku hanya bisa membantumu sampai disini. Memang baru pertama aku coba untuk manusia, tetapi aku yakin air ini pasti berhasil,” gumam Su Ran samar – samar.
Su Ran mengembalikan posisi orang tersebut seperti pertama kali bertemu. Bukan kejam, tetapi lebih ke menyamarkan. Ia juga memberikan kantong bordir yang berisi tanaman herbal untuk menolak serangga, ular dan nyamuk.
Tanpa menoleh lagi, Su Ran segera meninggalkan tempat itu. Niat hati ingin menjelajah hutan pegunungan langsung ia urungkan. Besok – besok masih bisa!
Tanpa sepengetahuan Su Ran, Pria yang ia tolong tadi sempat terbangun.
Bei Chen samar – samar melihat sosok gadis muda yang dengan tidak punya sopan santun memangku kepalanya.
Gadis yang ia perkirakan berusia 15 – 16an tahun itu bahkan mencekokinya, seorang jenderal yang dikenal menakutkan seantero dinasti Ping dengan secangkir air yang entah hanya perasaannya rasanya begitu manis?
Tatapan mata Bei Chen tertuju pada leher gadis tersebut. Mesum? Bukan bukan, lebih tepatnya benda yang menggantung di leher gadis tersebut.
Bukankah itu adalah liontin legendaris keluarga SU di ibukota? Yang hanya diberikan kepada calon tunangannya saat ia masih kecil?
Jangan tanya Bei Chen dari mana. Mendiang ibu permaisurinya yang selalu menekankan dirinya untuk melindungi sang pemilik liontin yang bahkan masih berada dalam kandungan.
Bahkan ibunya sengaja meminta salinan gambar liontin dari sahabatnya, ibu dari Su Ran yang asli untuk disimpan oleh Bei Chen.
‘ Ingat, istrimu hanya boleh pemilik dari liontin ini, jangan ganjen jadi pria!’ peringatan atau lebih tepatnya ultimatum sudah jatuh dari ibundanya. Sayang sekali, sang tunangan kecilnya hilang dan ia pun juga terkena racun hingga kakinya lumpuh.
Siapa yang tahu jika ia menemukan jejak liontin ini di pegunungan yang sangat jauh dari ibukota. Apakah gadis itu adalah tunangannya yang hilang?
Sayang sekali, tubuhnya lemah. Bei Chen sedikit heran, sebenarnya apa yang dikhawatirkan faksi pangeran kedua terhadapnya? Dirinya bukan lagi jenderal agung kekaisaran PING kenapa masih saja diburu!
Ditengah pikirannya yang mengembara sampai entah mana, Bei Chen kembali pusing dan ingatan terakhirnya adalah saat Su Ran bilang jika ini percobaan pertamanya menyembuhkan orang.
Dalam kegelapan menuju pingsan, Bei Chen terkekeh geli. Ia, jenderal yang ditakuti tak lebih sebagai kelinci percobaan di tangan gadis ini.
Tunggu saja....
Su Ran sama sekali tidak tahu jika dirinya sudah dijadikan oleh target dari pria yang ia tolong. Di Perjalanan pulang dari hutan, ia secara tidak sengaja ‘bertemu’ dengan menemukan Ginseng tua berusia seabad, Bahkan sudah membentuk manusia.
‘ Benar – Benar tidak rugi mendengarkan ocehan A Feng. Dengan ini aku tidak harus sembunyi – sembunyi mengeluarkan sumber dayaku dari ruang ajaib.
Su Ran juga menemukan beberapa sayuran liar. Ia berencana untuk mengeluarkan benih cabe, ubi, juga jagung dengan dalih ‘ menemukan’ di hutan pedalaman.
Dengan ini ia bisa menanamnya tanpa rasa bersalah. Siapa yang akan mengejar kebenaran dari gadis manis seperti dirinya?
Dengan riang gembira, ia melangkahkan kaki pulang. Menyapa beberapa penduduk desa yang akrab dengannya dan langsung melanjutkan perjalanan pulangnya.
“ Bukankah gadis Fen Sangat menyedihkan?”
“ Stttt... Gadis Fen siapa? Sekarang ia disebut gadis Su,”
“ Ya ya ya. Gadis Su. Entah apa yang dipikirkan olehnya sehingga ia nekat untuk membuang marganya,”
“ Bukankah itu sudah jelas? Semua itu akibat dari pemaksaan keluarga FEN tua!”
“ Menurutmu, nyonya tua Fen sangat tidak masuk akal, bukan?”
“ Bagaimana tidak? Dia jelas tahu jika selama masa hidupnya, Fen Hou begitu berbakti. Meskipun ia tahu jika mendiang ibunya tidak pernah disukai oleh nyonya tua Fen,”
“ Benar. Orang tua di keluarga bercerita jika semenjak muda nyonya tua Fen memaksakan diri untuk masuk kedalam keluarga Fen?”
“ Hah? Bagaimana maksudmu?”
“ Apa lagi? Dia menggunakan tipu muslihat untuk masuk menjadi istri dari laofen,”
“ Ck ck ck, aku sama sekali tidak menyangka. Fen Hao b\=sudah begitu berbakti, tidak hanya membangunkan rumah bata yang hanya dimiliki oleh kepala desa dan kini anak angkatnya juga disuruh menyerahkan rumah peninggalan ayahnya,”
“ Sssstttt. Pelankan suaramu. Jangan sampai terdengar oleh keluarga FEN,”
Su Ran kembali tidak tahu jika perjalanannya pulang sudah menimbulkan belas kasihan lainnya. Ia sampai di depan pagarnya dan mendapati Chen Rui berdiri tegak sambil mengibaskan topi capil ke wajahnya.
“ Kemana saja kau? Aku menunggumu hampir setengah Jam,” meskipun penuh dengan ketidakpuasan, Chen Rui tetap menggandeng lengan Su Ran dengan manja.
“ Kenapa? Ada apa kau menungguku? Aku pergi ke gunung untuk mencoba mencari peruntungan,” jawab Su Ran sambil tersenyum manis. Ia merogoh lengan bajunya dan mengeluarkan kunci gerbang yang sebenarnya disembunyikan di ruang ajaibnya.
“ Waah. Jangan bilang kau bisa berburu?” seru Chen Rui penuh kekaguman.
“ Mendiang ayah mengajari aku. Meskipun tidak dikatakan hebat, aku tetap bisa memburu ayam liar,”