NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta & Obsesi Sang Mafia

Terbelenggu Cinta & Obsesi Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Obsesi / Persaingan Mafia
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lea

Kehadiran Jay Van O’Connor adalah noda yang tak pernah bisa diterima Zavier Van O’Connor.

Jay si anak haram Jackman Van O’Connor, bukan hanya bukti pengkhianatan sang ayah, tetapi juga ancaman nyata bagi posisi dan kendali yang selama ini Zavier inginkan. Warisan dan tahta.

Sejak awal, Zavier berusaha melenyapkan Jay.
Dengan cara halus maupun kejam, dengan kekuasaan, uang, dan strategi.

Zavier harus melenyapkan sang adik bukan karena tanpa alasan, setiap melihat Jay, Zavier seperti melihat sosok sang ayah ada dalam diri adiknya. Jay benar-benar mirip seperti Jackman.

Hingga suatu hari, Zavier menemukan celah Jay.

Anna Barthley, seorang gadis sederhana yang hidupnya dipenuhi pekerjaan paruh waktu, berjuang melunasi hutang orang tuanya, dan tak pernah bersentuhan dengan dunia kelam keluarga O’Connor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 20

Sambil menunggu Jay, Anna menuangkan air es ke dalam gelas dan meneguknya perlahan, mencoba mendinginkan kegugupannya.

Rasa penasaran membawanya berkeliling. Ia heran, apartemen ini luas dengan banyak ruangan.

“Kenapa pria itu harus tidur di sofa? Sepertinya ada beberapa kamar juga. Lalu, yang paling aneh, kenapa kami harus mandi secara bergantian di kamar utama? Sepertinya ada beberapa kamar mandi?”

Tanpa sengaja, jemari Anna menyentuh sebuah miniatur kuda kecil di rak buku.

Klik.

Sebuah panel dinding bergeser pelan, menyingkap sebuah ruangan remang-remang yang tersembunyi.

Cahaya lampu merah temaram menyambutnya.

Anna melangkah masuk dengan jantung berdebar kencang. Langkahnya terhenti. Dunianya seolah runtuh saat itu juga.

Ratusan foto dirinya terpampang di seluruh dinding. Kakinya mendadak lemas, pergelangan tangannya kehilangan tenaga hingga gelas di genggamannya merosot jatuh.

PYAARR!

Suara pecahan gelas itu bergema tajam di ruangan yang kedap suara, namun detak jantung Anna jauh lebih bising. Ia merasa seolah oksigen di ruangan itu mendadak menguap.

Pecahan kaca berserakan, namun Anna tidak peduli. Ia mendekat ke dinding itu dengan napas tersengal. Itu bukan sekadar foto biasa. Itu adalah rekaman setiap detiknya.

Rumah, tempat kerja, jalanan yang ia lalui setiap hari, bahkan kamar tidurnya.

Di deretan monitor CCTV, ia melihat dirinya sendiri dalam berbagai sudut. Kamar mandi, ruang makan, semuanya.

Pria yang baru saja menawarinya perlindungan itu, ternyata adalah pria yang selama ini mengurung hidupnya dalam pengawasan yang mengerikan.

Anna menelan ludahnya yang mendadak kering.

Pandangannya kabur, mendadak kepalanya terasa pusing, ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Anna kembali mencoba untuk fokus.

Setiap inci dinding itu adalah dirinya.

Anna yang sedang tertawa di cafe, di club hotel, di minimarket. Anna yang sedang tertidur di kamarnya dengan rambut berantakan, bahkan Anna yang sedang melamun di halte bus saat hujan. Ribuan fragmen hidupnya dicuri dan ditempel di sini sebagai koleksi.

“Kau menyukainya?”

Suara berat itu muncul dari kegelapan pintu yang terbuka membuat Anna tersentak.

Jay berdiri di sana, rambutnya masih basah, butiran air jatuh dari ujung rambutnya ke bahu yang kokoh.

Ia hanya mengenakan celana panjang hitam, tanpa atasan, memamerkan otot perut yang keras yang tampak mengancam di bawah cahaya remang kemerahan.

Anna mundur hingga punggungnya menabrak meja monitor yang dingin.

“Kau... kau bilang hanya lewat, kau berpura-pura menanyakan namaku! Kau menguntitku? Selama ini apa kau menguntitku!”

Jay melangkah maju. Pelan. Terukur. Seperti predator yang tidak perlu terburu-buru karena mangsanya sudah terpojok.

“Menguntit adalah kata yang kasar, Anna,” bisik Jay.

Ia kini berdiri tepat di depan Anna, mengurung tubuh mungil wanita itu di antara kedua lengannya yang bertumpu pada meja.

“Aku menyebutnya... Menjaga.”

“Menjaga?” Suara Anna bergetar, matanya memanas karena amarah dan ketakutan yang bercampur aduk.

“Kau melihatku tidur! Kau melihatku di dalam rumahku sendiri! Ini gila! Aku bahkan tidak mengenalmu! Kau sakit!”

Jay tidak membantah. Ia justru mendekatkan wajahnya, menghirup aroma sabun dari ceruk leher Anna, sabun miliknya yang kini melekat di kulit wanita itu.

“Mungkin aku memang sakit,” gumam Jay, suaranya serak dan berbahaya.

“Tapi sejak pertama kali aku melihatmu, aku tahu tidak ada pria lain yang boleh melihat apa yang aku lihat sekarang. Tidak seorang pun boleh. Hanya aku.”

Jari kasar Jay menyentuh dagu Anna, memaksanya mendongak.

“Sekarang kau tahu rahasia di balik dinding ini,” Jay menatap bibir Anna yang gemetar dengan intensitas yang menghanguskan.

“Dan kau tahu aturannya, bukan? Jika kau sudah masuk ke sarang serigala, kau tidak akan pernah bisa keluar dengan cara yang sama.”

Anna merasa kakinya benar-benar lumpuh. Napas Jay yang hangat menerpa kulitnya, menciptakan sensasi terbakar yang aneh di dadanya. Ia benci betapa dominannya pria ini, namun ia juga benci karena sebagian kecil dari dirinya merasa., terlindungi di bawah tatapan obsesif itu.

“Apa yang akan kau lakukan padaku?” tanya Anna nyaris tak terdengar.

Jay menyeringai tipis, sebuah ekspresi yang tampak sangat tampan sekaligus mengerikan di bawah lampu remang ruangan itu.

“Tergantung seberapa patuh kau malam ini.”

Anna menelan ludah, seluruh tubuhnya menegang di bawah tatapan Jay. Cahaya merah yang menguar dari dinding-dinding penuh fotonya seolah melukis siluet mereka berdua, menciptakan aura yang menyesakkan sekaligus memabukkan.

“Patuh?” tanya Anna, suaranya bergetar.

“Aku tidak akan patuh pada orang gila sepertimu.”

Seringai Jay semakin dalam, namun matanya tetap tajam, membara.

“Oh, kau akan patuh, Anna. Atau setidaknya, kau akan belajar bagaimana rasanya diatur.”

Tangan Jay yang basah dan dingin dari sisa mandinya bergerak cepat. Jari-jarinya melingkari pergelangan tangan Anna, menariknya pelan namun tegas hingga tubuh Anna membentur dada bidang Jay yang telanjang. Anna bisa merasakan detak jantung Jay yang kuat berpacu di bawah kulitnya. Atau mungkin itu detak jantungnya sendiri yang menggila.

“Kau ada di wilayahku. Ini rumahku,” bisik Jay, bibirnya begitu dekat dengan telinga Anna hingga napas hangatnya menggelitik indera wanita itu. “Dan di rumah ini, aku adalah raja. Kau adalah... tamu istimewaku.”

Anna mencoba mendorong dadanya, namun Jay bahkan tidak bergeming. Cengkeraman di pergelangan tangannya semakin mengerat, namun tidak sampai menyakitkan. Lebih seperti peringatan.

“Lepaskan aku!” desis Anna, matanya menatap tajam ke mata Jay, berusaha menunjukkan keberanian yang sebenarnya tidak ia rasakan.

Jay tidak menjawab, hanya tersenyum tipis.

Mata gelapnya turun ke bibir Anna, bibir yang sedikit bengkak karena gigitan kecemasan. Tanpa peringatan, ia menundukkan kepalanya.

Anna membeku. Ia bisa merasakan napas Jay yang berat di atas bibirnya. Otaknya berteriak untuk melawan, untuk menolak, namun tubuhnya seolah terpaku di tempat. Sebuah tarikan magnet aneh mengunci dirinya pada pria ini.

“Kau berani sekali ada di sini, di bawah kausku,” bisik Jay, suaranya kini terdengar begitu dekat, nyaris menyatu dengan bibir Anna.

”Membuatku gila.”

Kemudian, bibirnya menyentuh milik Anna.

Bukan ciuman yang lembut atau romantis. Itu adalah ciuman yang mengklaim, menuntut, penuh dengan obsesi yang telah lama terpendam.

Bibir Jay yang lembut namun tegas bergerak, menekan bibir Anna yang awalnya tertutup rapat. Ada sedikit rasa mint dari pasta gigi, bercampur dengan aroma tubuh Jay yang maskulin.

Anna merasakan sensasi aneh menjalar di seluruh tubuhnya. Ketakutan masih ada, namun ada sesuatu yang lain, sebuah percikan api, sebuah gairah terlarang yang mulai menyala di dalam dirinya, melawan kehendak. Ia mencoba menolak, memutar wajahnya, namun Jay memegang rahangnya dengan lembut tapi tak terbantahkan, memaksanya untuk tetap di tempat.

Lidah Jay meluncur, meminta akses. Sebuah bisikan di alam bawah sadar Anna menyuruhnya untuk menutup diri, namun entah mengapa, bibirnya sedikit terbuka.

Begitu akses diberikan, Jay mendominasi. Ciuman itu semakin dalam, semakin intens, menghisap setiap udara dari paru-paru Anna.

Tangannya yang lain naik, melingkari pinggang Anna, menarik tubuh mungil itu semakin rapat hingga tak ada lagi celah di antara mereka.

Anna merasakan sensasi pening. Kakinya semakin lemas, namun entah mengapa ia kini berpegangan pada bahu Jay, mencengkeram kulit telanjang pria itu.

Panas dari tubuh Jay merambat ke dalam kaus putih yang ia kenakan, memanaskan kulitnya hingga ia merasa terbakar dari dalam.

Ciuman Jay adalah sebuah badai, menghanyutkan akal sehatnya, memaksanya untuk menyerah pada kekuatan yang tak bisa ia lawan.

Saat Jay akhirnya menarik diri, hanya beberapa milimeter, Anna terengah-engah. Bibirnya terasa bengkak dan perih, namun juga anehnya, mendamba.

Mata Jay masih gelap, menatap Anna dengan tatapan yang nyaris memuja.

“Nah…” bisik Jay, ibu jarinya membelai bibir Anna yang basah.

“Itu baru permulaan dari 'patuh' yang kumaksud.”

Bersambung

1
thabita
upp y
esuhartn
upp
@emak aisyah
tidak tau lagi mau berkata apa,di tunggu pertempurannya Thor pastikan Jay tak terkalahkan
wiwied
next
@emak aisyah
ya ampun,bang NEWBE update bersamaan tapi kenapa aku lebih milih Jay,Jay aku padamu 😍😍
daniez
upp
daniez
ok
@emak aisyah
keren,tidak ada kata selain keren,KEREN KALI THOR semangat di tunggu updatenya 🙏
@emak aisyah
cas cis cus pokoknya gas torr
@emak aisyah
satu kesalan satu ciuman bikin kesalahan trs aahhh🤣🤣
@emak aisyah
lah jadi kacau,kasihan Anna nggk tau apa² jadi sasaran semua orang gerak cepat Jay simpan jangn sampai ada yang menyentuhnya
@emak aisyah
nggk bisa nafas aku bacanya
@emak aisyah
masuk babak menegangkan,apakah Jay masih diam saja saat di tindas zavier
@emak aisyah
blm terjadi tapi aku udah kasihan Ama Anna
@emak aisyah
lah kirain tak sama,ternyata sama² psikopat
@emak aisyah
ko bisa orng berbahaya kaya Jay bisa kuat diam saja di siksa😔😔
@emak aisyah
keren tidak salah kalian author terbaik semangat thor💪💪
@emak aisyah
halo kakak author salam kenal saya fans NEWBEE HK mau ikut nimbrung di sini🙏🙏
eva nindia
makasih up nya thor...
adu domba zavier brhasil nih...
untung jay segera datang....
eva nindia
baguss kluar ajaa jay,,, bangun dinasti baru mu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!