NovelToon NovelToon
Sweet After Divorce

Sweet After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:194.6k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Mereka pikir, bercerai adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri pernikahan yang terasa jauh dan hambar tanpa rasa. Namun siapa menyangka, Jika setelah pahit perceraian justru terbitlah madunya pernikahan... rasa rindu yang berkepanjangan, kehilangan, rasa saling membutuhkan, dan manisnya cinta?

Sweet after divorce...manis setelah berpisah.

"Setelah berpisah, kamu jadi terlihat menawan dimataku."

"Setelah berpisah, kamu jadi manis terhadapku."

"Mau rujuk?"
.
.
.
Cover by Pinterest and Canva

Dear pembaca, bijaklah memilih bacaan. Jika hanya ingin mampir dan tidak berniat membaca sampai akhir, maka jangan berani membuka ya 🤗 kecuali kalau sudah tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Pantry room

Yahya meminta seorang office boy masuk demi membawa minum air mineral ke ruang rapat.

Desti, gadis itu khusyuk menyimak dan sesekali mencatat di iPad nya, ia mengacungkan pen ke arah layar lalu bertanya sesekali, dan Yahya menjawabnya dengan konsisten.

Begitupun dengan Anye yang konsentrasinya tak terganggu oleh bunyi perut laparnya.

Namun siapa sangka, rapat yang ia bayangkan hanya akan memakan waktu sejam saja itu justru bisa lebih lama. Hingga akhirnya ia meminta pada Yahya untuk rehat sejenak membahas tentang Kemang regency dan waktu untuknya masuk ke pantry.

Ganesha

Ia refleks memegang dan menahan Anye yang mendadak oleng di lift.

Anye, meskipun ia memoleskan make up di wajahnya, tapi tetap saja raut lemas dan pucat tak bisa menipunya. Ia sangat tau bagaimana wajah Anye ketika sedang lapar, mengerang, menangis, tersenyum, tertawa dan menthe sah di bawah kuasanya. Jika ada manusia yang tau Anyelir selain ibu maka Ganesha lah orangnya.

Akhirnya tanpa malu, Anye mengeluarkan kotak makan berisi umbi-umbian kukus, kenapa ia bisa tau? Sebab kotak makan yang dibawa Anye cukup bening menerawang isinya.

Ganesha sedikit meringis melihat itu, apa yang sedang dilakukan Anyelir? Diet? Mempertahankan proporsi tubuhnya atau----sebegitunya setelah perceraian mereka. Ia sangat tau, jika wanita ini menyukai sesuatu yang manisnya sampai mahteh/ machtig. Ia juga begitu menyukai sesuatu yang berlemak seperti baso dan gorengan.

Apakah kini, ia sedang menyukai atau mencoba membuat seseorang tertarik padanya.

Anye berjalan bersama Desti meninggalkannya dan Yahya keluar dari ruang rapat, dan masuk ke pantry yang ada di lantai 13.

Yahya menghela nafasnya dan *yeahh*! Duduk santai menjatuhkan punggungnya di sandaran kursi, "ngga mau kasih waktu buat Anye makan? 3 menit misalkan?" kekeh Yahya mencibir Ganesha, yang ia pun sebenarnya tak tega saat menelfon Desti satu jam sebelum rapat berlangsung jika bukan karena sepupu Fir'aun ini.

"Anye lagi deket sama laki-laki, Ya?" tanya Ganesha yang langsung dihadiahi gidikan Yahya, pertanyaannya itu sungguh di luar konteks, "mana gue tau, Nesh. Lagian sah-sah aja kan? Lo sama dia udah bukan siapa-siapa lagi....masa iddahnya juga udah beres. Nah, Lo....ngga mau cari ganti, atau justru..." Yahya menyunggingkan senyumnya.

Tak tanggung-tanggung, Yahya memainkan alisnya saat Ganesha berkata, "engga lah. Lo liat muka gue gimana reaksinya waktu ketemu Anye? Ada perubahan, atau keliatan canggung, gugup?"

Yahya menarik alisnya, lalu menggeleng, *engga masih kaya tembok mesjid*.

"Mau Anye deket sama siapapun itu haknya, gue cuma nanya doang, laki-lakinya kaya apa...sampe bikin Anye bela-belain diet." Jelas Ganesha.

Sejenak, untuk sejenak saja Desti bisa meregangkan otot-ototnya, dimana tadi---ia berasa seperti sedang belajar dengan guru killer, vibesnya itu sama persis saat ia berhadapan dengan klien macam Ganesha. Dituntut untuk tenang, damai dan sempurna, gerak dikit pas rapat, auto dibacok kayanya.

Ia mencomot ubi dari kotak makan milik Anye, sementara atasannya itu tengah mengaduk teh yang tersedia di rak dekat dengan dispenser dan pantry kecil.

Pantry ini lebih seperti ruang dapur dan istirahat kecil untuk para karyawan kantor. Ada beberapa pilihan minuman instan, mulai dari kopi hitam, kopi susu, teh, krimer, teh tarik dan teh beraroma.

Anye tersenyum saat menemukan pack dengan kantong-kantong teh celup beraromakan chamomile, is her favorite tea. Jika sedang mengunjungi kantor ini, tepatnya mengunjungi Ganesha, ia selalu meminta office boy untuk membuatkan itu.

"Tumben kukusan bu, mau ngikutin orang-orang yang lagi viral sekarang, ya?" kekeh Desti. Ada jagung, kentang, ubi, wortel, singkong dan kacang tanah di dalamnya.

Anye duduk membawa cangkir dengan aroma yang menguar lembut menenangkan itu, "engga. Lagi suka aja, lebih ringan. Praktis dibawa kemana-mana buat aku yang sibuk belakangan ini. Lebih suka rasanya juga ketimbang nasi."

Desti mengangguk, "biasanya ibu lebih seneng yang manis banget sampe mahteh."

"Takut diabet Des, umur segini mesti udah jaga-jaga kesehatan, sejak kecil malahan harusnya."

Desti kembali mengangguk-angguk sambil menyeruput kopi susu miliknya. Namun, ketenangan itu tak bisa lebih lama lagi ketika suara ketukan pantofel kian terdengar dekat ke arah pantry.

Ceklek!

Desti sampai tersedak, uhuk! Dua orang nyatanya turut bergabung dengan mereka.

"Gabung lah, nunggu tamu rapat ternyata bikin pengen ngopi juga." Yahya berkata, dan mulai mendekati pantry, sementara Ganesha, menggeser kursi dan duduk begitu saja tanpa harus repot-repot meminta ijin pada penghuni sebelumnya.

Anye mendadak seret mengunyah ubi miliknya, dan ia dorong dengan teh chamomile di depannya itu.

"Saya ngga harus ijin dulu kan, buat duduk disini?" tanya Ganesha menyadari perubahan air muka dan gelagat Anye.

Dengan jelas Ganesh melihat gelengan Anye, "ini kan pantry kantor pak Ganesha. Ini juga kursi punya pak Ganesha, meja, gelas, teko punya pak Ganesha." jelas Anye dengan pembawaan tenang setenang air danau.

Cuma mbok ya enyah gitu loh dari hadapan saya!!!! Umpat Anye lagi dalam hati.

Ganesha mengangguk setuju, "benar, saya setuju."

Desti, sikap gadis itu justru diluar nalar dan membuat Anye merana sekarang, "Bu...Bu...kebelet. Ijin ke air."

Ngga bisakah kamu pipis di botol, Des?

"Iya." Jawab Anye. Dan Yahya, ia justru pergi setelah meninggalkan Ganesha dengan secangkir kopinya.

Membuat Anye semakin dilanda kecanggungan yang hakiki, ngga pengen angkat kaki kah dia bareng asistennya?

Sepeninggal Yahya, Ganesha menyeruput kopinya, "Abang ngga ikut Yahya?" tanya Anye memergoki Ganesha yang sejak tadi memperhatikan kotak bekalnya.

Ganesha menggeleng, "ngapain kepala ngikutin ekornya." Jawabnya, benar juga sih!

"Sarapan?" matanya jelas menunjuk ke arah kotak bekal, memang....Ganesha tidak pernah menahan isi hatinya, jadi kulit wajahnya terlihat jarang memiliki jerawat karena lelaki ini tak pernah menahan-nahan apa yang menjadi isi hati.

"Ah, iya. Tadi aku ngga sempet sarapan di rumah. Jadi dibawa kesini..."

Ganesha tersenyum tipis, kini wajahnya itu lebih melunak dan hangat tidak seperti tadi, saat mereka berada dalam konteks pekerjaan, profesionalitas dan orang lain.

Mendadak semakin canggung dengan senyum tipis itu, Anye lantas mencari topik pembicaraan lain sembari mendorong kotak bekalnya, "aku ngga mau dikira sombong ngga nawarin tuan rumah...Abang sudah sarapan?"

Dan jangan kira kalau Ganesha akan seangkuh itu untuk tidak mengambil, sebab...ia sudah mengambil sepotong singkong kukus disana dan memakannya.

"Kamu lagi nyindir saya?"

Anye menggeleng, "oh engga. Tapi kalo Abang tersindir ya mam poss aja." jawabnya gemas juga jika tak mengumpat.

Ganesha kembali tersenyum, khusyuk mengunyah dan menyeruput kopi, ia lantas memandang Anye yang kentara betul memalingkan wajah sejak tadi, bahkan Anye seperti enggan melihat ke arahnya.

"Tumben kukusan, sudah ganti makanan favorit?" tanya Ganesha.

Anye kini mau membalas tatapan Ganesha, "lagi suka. Lagi fomo juga buat hidup sehat. Meskipun aku kadang suka masih lapar sih, porsi segini cuma nyangkut di tenggorokan, cuma tahan 2 jam." Jawabnya, kemudian tatapan Anye terarah pada kopi hitam milik Ganesha, "ngga pake krimer?"

Ganesha menggeleng, "kayanya Yahya lupa." Dan ia tak mau repot-repot mengaduk kembali kopinya bersama krimer yang ketinggalan itu.

Ada gerakan mengejutkan yang Anye ambil, sebab kini ia telah beranjak, mengambil cangkir yang masih terisi hampir penuh kopi milik Ganesha dan menaruh itu di meja pantry, meraih dan menyobek bungkusan krimer sachet, mengaduk kopi Ganesha lalu menyajikannya kembali di depan Ganesha.

"Abang punya asam lambung, krimer itu bisa bikin penyerapan kafein lebih halus di lambung." Lirihnya memandang lurus ke arah cangkir kopi Ganesha, kembali menyesap teh di cangkirnya dengan anteng.

.

.

.

.

1
Nia nurhayati
astogehhhh benarkah ibas pelaku nya??
Iccha Risa
licik juga nih org, memanfaatkan keadaan buat berita bohong. ga sadar sama umur, ya ampun mas Ibas ngancurin diri sendir itu mah...
dahlah mw nyemangatin bang Ganesh buat berjuang ngeyakinin Anye bahwa dia tuh pantas dan mw merubah sifat jeleknya buat Anye... moga Anye nerima
Miko Celsy exs mika saja
tetep aja ada bau2nya ngelawak lo wa🤭🤭
Dewi
apakah Ibas thor 😲
Denok 82
ya Allah nggk nyangka ya ibas....
stnk
SELAMAT BERJUANG NESH...💪💪💪🔥🔥😍
Muhammad Hasby
sya suka smua karya othor...🥰🥰
Nur Wakidah
waduh2 , , , gimana Anye gk pingsan kah ntar klo tau Mas Ibas yg bikin skandal 🤣🤣🤣
Turwaty suketi
si kibas kibas gak jelas
cinta di tolak fitnah bertindak
Nia nurhayati
selamat berkacau ria deh elo nesss gimana rasa nya elo di tinggalin orang teekasih juga calon baby mu pasti mewek kejeerr loo neshh
Miko Celsy exs mika saja
ayo saatnya km berjuang nesh,cr smpai ke lobng semut smpai ketemu
mama_im
jalan mu salah mas ibas. pasti semua kecewa 😤😤
Miko Celsy exs mika saja
js penasaran siapa dalangnya
Miko Celsy exs mika saja
pokoknya mah klo ada powernya mah aman,,,,
Zayyin Arini Riza
Ibas terlalu naif.... salah cari musuh...
Miko Celsy exs mika saja
lm telat datang nesh
stnk
cinta di tolak fitnah bertindak...😄
Tuty Ismail
salah pilih lawan kamu Baskoro.....yang ada justru kamu yang hancur sekarang......
isni afif
🥰🥰😘😍😘😘🥰🥰..
isni afif
lanjut...teh...selamat berjuang ganesh....🤗🤗🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!