Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penyelidikan permaisuri
Mereka semua akhirnya bubar, Riana sedang Duduk di dalam kamarnya sambil berpikir sejenak
"Siapa ya.. Sialnya aku malah dikurung disini, apa mau mereka sih?" Gumam riana dengan kesal "Padahal aku Ingin mencoba memecahkan"
Riana tertawa kecil "Siapa tahu aku bisa memecahkan nya, hehe"
"Kalau begitu.. Nanti malam saja deh, Untung aku tahu dimana Permaisuri di obati"
.
Malam pun tiba, Riana sedang Mempersiapkan diri nya. Memakai Jubah hitamnya, bersiap pergi
"Nah, Ayo kita mulai penyelidikan ini
.
.
setelah rintangan-rintangan yang dilalui riana, akhirnya ia bisa keluar dari istana tapi lewat belakang istana. Walaupun belakang istana tapi penjagaan disitu di extra kan ketat untuk menjaga agar pembunuh misterius itu tidak datang lagi
Riana Pun berdiri di atas Pagar istana, Ia melihat cahaya bulan dan memanggil Cursed
"Ah.. Akhirnya aku ada pekerjaan" Gumam cursed
Riana pun Turun dari pagar istana itu dengan melompat "aku belum mengenal jalan desa ini, Jadi bantulah"
"Yee, jalan doang nih?" tanya Cursed lagi
"Iyalah, Nanti jika aku memakaimu Kau masih menjadi kekuatan penyembuh" Ucap riana sambil berjalan di dekat luar pagar Istana
"Ya ya, ayo"
Mereka pun berlari ke Tempat dimana Permaisuri di obati
Setelah sampai di tempatnya, tempat itu sangat kumuh. Tak ada tanda tanda benda benda Seperti obat, atau semacamnya
"Tempat apa ini.. Hey cursed"
"Ha?"
"Apa ini beneran tempatnya? macam bukan tempat untuk berobat.." gumam Riana sambil memperhatikan Tempatnya
"ini bukan tempatnya, Ayo jalan lurus lagi" ucap cursed dengan Nada malas
riana menatap cursed dengan curiga "Jangan sekali sekali menipuku, Makhluk aneh"
"Hey!? maksudmu?!"
"Tidak, Ayo lanjut"
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, melewati Hutan namun tidak terlalu jauh dari desa "Jalan nya aneh sekali untuk perobatan permaisuri"
"Entah, jangan salahkan aku karena bukan aku yang menyuruh nya berobat disini" Ucap cursed
"Haha, aku paham" Gumam riana sambil tersenyum
Mereka pun Berjalan lagi dan akhirnya menemukan tempatnya
"Akhirnya"
Riana pun berlari ke tempat itu lalu mengetuk pintu "Permisi"
Tuk tuk
"Hm? Tidak ada orang kali ya?" Gumam cursed sambil melihat sekeliling
"Eh iya juga ya" Riana pun mencoba membuka pintu "Terkunci"
"Berikan aku sebuah jarum, seharusnya bisa untuk membuka pintu seperti ini" Gumam riana
Cursed pun menghela nafas "Memang ya, orang orang Modern yang licik" cursed pun memberikan nya
Riana pun menyeringai sambil Memasukkan jarum itu "Jika tidak licik, Tidak akan berjalan hidupmu~"
Ckluk ckluk ckluk
Pintu pun terbuka
"Nah, cursed. Masuk lah lagi"
Cursed pun Menghilang
Riana pun membuka pintu perlahan lalu masuk ke dalam ruangan itu, ia melihat Permaisuri yang sedang tergeletak di kasur
Riana penasaran, kenapa dia tidak di tutupi kain? Padahal kan sudah mati ...
Ketika riana berjalan mendekat, tiba tiba ada orang yang berjubah putih datang
Riana terkejut lalu mundur "Kau lagi? Kenapa kau selalu mengganggu ku sih? Fans ya?"
Orang itu hanya diam, dan Orang itu pun mengeluarkan kekuatannya
Shringgg
Riana tersentak, Melihat bola Cahaya putih yang menyerangnya. Seperti Kejadian di Bawah tanah di hari yang lalu
Riana menghindar dan terus menerus, Serangan yang diberikan orang itu bertubi tubi yang membuat Riana harus mundur "sial .."
Ketika riana mundur, Orang itu langsung membuat Permaisuri menghilang. Ia terkejut "Hey! Kau mau membawa Permaisuri kemana!?"
Orang yang berjubah putih itu mengeluarkan Pedang lalu menyerang Riana
Riana terkejut, tidak bisa menghindar. Ia pun melindungi dirinya dengan menyilangkan Kedua tangannya
Ctangg!!
"pelindung?" Gumam orang itu, sambil mencoba memaksa Pedangnya untuk menghancurkan Pelindung berwarna ungu
Riana pun membuka matanya, Melihat ada pelindung lalu menyeringai "makasih, Cursed" Gumamnya dalam hati
Riana pun mengeluarkan pedang dari cursed lalu membalasnya lagi
Orang itu terpental, menghantam dinding kayu itu
Riana pun mundur lalu keluar dari rumah aneh itu
Orang itu cepat sadar, Ia langsung mengejar Riana
Riana berlari, Memunculkan Pedang asli "Cursed, apa kau bisa membuat ku terbang? Sepertinya Kita di jebak"
"Terbang? Bisa"
Riana pun mengangguk lalu melompat, Dan ia pun terbang pergi. Orang itu sedikit terkejut melihat riana yang bisa terbang dan dia pun ikut terbang mengejar Riana
Riana melihat ke belakang "Sial.. Dia mengejar" gumamnya dalam hati
Riana dan Orang berjubah putih itu berlarian di atas terangnya sinar bulan
"Aku harus lari kemana.?" Gumamnya sambil berpikir keras
Tiba tiba orang itu berteleportasi di depan riana yang membuat riana terkejut "Apa yang-"
Ctangg!
Riana menangkis serangan Bola cahaya itu dengan pedangnya
Kenapa dia terus mengincar ku dari awal?
Orang itu mulai mendekat ke arah riana, Mengayunkan pedang
Riana menangkisnya lalu mencoba membalas serangannya
Mereka Pun Bertarung di udara, pedang besi yang terus terusan bertemu
Ctangg!!
Ctangg!!!
Riana menahan Tangkisan itu dengan sekuat tenaga
Sial.. Aku tidak bisa menahan serangannya lagi
ia pun melepaskan Pertahanannya dengan tiba tiba yang membuat orang berjubah putih itu hampir jatuh
riana dengan cepat terbang lagi, mencari tempat yang aman
dimana aku harus bersembunyi?
Orang itu Mengejar Riana lagi yang membuat riana panik, tiba tiba ia mendapatkan ide untuk Pergi ke Istana
Riana pun terbang ke arah istana, namun orang itu masih mengejar nya
Ketika sudah melihat Istana dari kejauhan, ia merasa terselamatkan karena Pas sekali didepannya adalah kamarnya
Riana terus mempercepatkan penerbangannya ke Istana, orang itu semakin mendekat
Riana dengan cepat melepaskan Jubah nya untuk siap siap menembus jendela kamarnya
KLENGGG
jendela pecah akibat riana tembus, ia Mendarat ke dalam kamarnya melihat jubahnya yang tadi ia pakai sebagai pelindung serpihan kaca
"Akhirnya.."
Tiba tiba tanpa diduga orang itu Masuk
Riana terkejut "Apa-"
Orang itu menyerang Riana dengan pedang, Riana menghindar lagi namun kini pedang itu Terkena lengan Riana
Riana merintih perlahan, darah nya mulai menetes dan orang itu meyerang Nya lagi. Ia mengayunkan pedangnya dan Riana akhirnya terpaksa Menghindar dan Menghantam Tengkuk orang itu
Brukk
riana terengah engah, menjauh perlahan. Dan tiba tiba Perajurit pun masuk "tuan putri!"
Riana terkejut akan kedatangan Perajurit, ia memegang lengannya unuk menahan aliran darah
Orang yang berjubah putih itu Kabur
"Hey!! Jangan kabur!" Teriak Perajurit itu
"E-eh.. Jubah.." Gumam riana, jubah riana malah tersangkut di Kaki Orang itu
Ah, Jubah terakhirku.. Huhu
"tuan putri.. Anda tidak apa apa?"
Riana menggelengkan kepalanya "tidak apa apa, hanya luka kecil"
"Tapi Lengan anda-"
"Riana!" Teriak zane dengan panik
Riana terdiam dengan kedatangan zane "Zane?"
zane pun berlari ke Riana dengan panik "Tidak.. Kau terluka.."
Riana terkejut dengan kepanikan zane, namun ia hanya menganggap itu biasa
"Apa yang terjadi denganmu?.." Tanya zane sambil mengusap darah yang ada di tangan riana
"Ah.."
Apa aku harus berbohong? Harus banget..
"tadi sepertinya ada yang ingin Membunuhku" Jawab riana
Zane terkejut, wajahnya mulai menunjukkan kekesalan "Siapa yang berani menyentuhmu.."
Riana hanya diam sambil menatap Zane, ia perlahan membuka tangannya yang tadi menutup aliran darah lengannya.
tiba tiba zane memeluk Riana dengan kekhawatiran yang sepertinya.. Besar "Maafkan aku.. Andai aku tepat waktu.."
Riana terkejut dengan pelukan zane, Ia pun tersenyum canggung "tidak apa apa, ini bukan salahmu"
"Siapa yang menyelamatkan mu?" Tanya zane sambil menatap riana dengan intens
Riana sedikit canggung akan Tatapan itu, karena tidak mungkin ia mengatakan bahwa dia menyelamatkan dirinya sendiri, kan?
"ehm.., Perajurit itu" Tunjuk riana
Perajurit itu sedikit terkejut "Apa?"
Riana pun memberi kode untuk diam dan ikuti saja
Zane pun menoleh ke Perajurit itu "Apa benar?"
Perajurit itu pun mengangguk "Y-ya, Tuan.."
"Terima kasih, Aku akan memberimu gaji tambahan" Ucap zane
"Eh.. Terima kasih.." Ucapnya dengan enggan karena itu tipuan
"Gaji? Apa Itu Perajurit mu?" Tanya riana
Zane mengangguk "Ya, dia Perajurit ku. Sekarang biarkan aku mengobati mu"
"Tapi-"
"Tidak ada tapi, biarkan aku berjasa untukmu juga" Ucapnya sambil mendorong Riana untuk duduk di tepi ranjangnya
"A-ah.. Oke.."
Padahal Aku ada kekuatan penyembuh
Zane pun mengambil obat, sekalian menyuruh Perajurit nya untuk mencari pelayan yang belum tidur agar bisa membersihkan kekacauan ini
Ketika zane mengobati lengan riana, Tiba tiba Derek datang "nona riana!"
Riana dan zane pun menoleh "Eh, hai?"
Derek pun terdiam ketika melihat zane yang sedang mengobati Riana "Apa yang terjadi.."