NovelToon NovelToon
Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Selamat datang kembali, Pembaca Setia!

Terima kasih karena telah melangkah sejauh ini bersama Aulia. Jika kamu ada di sini, artinya kamu telah menjadi saksi bisu betapa perihnya luka yang ia simpan selama lima tahun, dan betapa kuatnya ia saat mencoba berdiri di atas kakinya sendiri di buku pertama.

Di "Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2", perjalanan ini akan menjadi lebih menantang. Kita akan menyaksikan bagaimana Aulia mengubah rasa sakitnya menjadi kekuatan, bagaimana rahasia kelam masa lalu mulai terkuak satu per satu, dan ke mana arah hatinya akan berlabuh.

Terima kasih telah setia menanti dan mendukung karya ini. Mari kita lanjutkan perjuangan Aulia sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senjata Makan Tuan

Meli sedang berada di titik nadir keputusasaannya. Setelah melihat Rizki yang mulai goyah karena bayang-bayang Aulia, ia memutuskan untuk menggunakan cara paling kotor dalam kamusnya. Di dalam kamarnya yang remang-remang, ia menuangkan serbuk obat perangsang dosis tinggi ke dalam segelas anggur merah yang pekat. Harapannya hanya satu: malam ini ia bisa mengandung anak Rizki untuk mengunci statusnya di keluarga Laksmana selamanya.

Namun, saat Meli sedang berfantasi tentang masa depannya sebagai nyonya besar, pintu kamar terbuka dengan kasar. Pamela masuk tanpa mengetuk pintu, membawa kegaduhan seperti biasanya.

"Kak Meli, kau sedang minum anggur mahal tanpa mengajakku?" tanya Pamela dengan kepolosan yang ceroboh.

Sebelum Meli sempat bereaksi atau mengeluarkan kata peringatan, Pamela sudah menyambar gelas di atas meja dan meneguk habis isinya hingga tetes terakhir.

Meli membeku, seluruh tubuhnya gemetar hebat. Jika sesuatu terjadi pada Pamela—putri bungsu kesayangan sekaligus permata hati Violeta—maka tamatlah riwayatnya. Ia berusaha menarik Pamela untuk segera keluar dan mencari cara untuk memuntahkan cairan itu, namun rencananya terhalang oleh kedatangan Violeta yang secara mendadak datang menjemput putrinya untuk kembali ke kediaman utama.

Di depan Violeta, Meli terpaksa bersandiwara tenang meski jantungnya berdegup kencang hingga terasa sesak. Ia terpaksa melepas Pamela masuk ke dalam mobil. Meli menyadari bahwa ia telah menciptakan bencana besar: Pamela akan segera merasakan efek obat itu di bawah pengawasan ketat ibunya sendiri di rumah utama.

Begitu mobil Violeta menghilang, Meli tidak sedikit pun memikirkan keselamatan Pamela. Fokus utamanya hanyalah menyelamatkan diri sendiri. Ia meremas bungkus obat kosong itu dan menyembunyikannya, sadar bahwa jika Violeta tahu dia adalah penyebab Pamela kehilangan kendali, maka tidak akan ada lagi tempat baginya di Keluarga Laksmana.

Di sisi lain, Aulia yang baru saja terlelap dengan perasaan damai setelah merayakan kesuksesan riset robotikanya, dikejutkan oleh getaran ponsel yang terus-menerus di atas nakas. Dengan mata yang masih berat karena kantuk, ia meraih ponselnya.

Sebuah nama muncul di layar: Pamela Laksmana.

Aulia mengernyitkan dahi. Mengingat hubungan mereka yang tidak pernah akur dan caci maki Pamela beberapa jam lalu di taman hiburan, panggilan di jam yang sangat tidak wajar ini adalah sebuah anomali.

Aulia sempat ragu untuk mengangkatnya, namun sebuah firasat buruk mendorong jarinya untuk menekan tombol hijau. Begitu sambungan terhubung, tidak ada suara ejekan atau teriakan sombong yang ia dengar. Yang terdengar hanyalah suara napas yang terengah-engah, tidak beraturan, dan rintihan samar yang penuh kebingungan.

"Aulia... Kak Aulia... tolong... panas... tubuhku... aku tidak tahu..." suara Pamela terdengar sangat parau, seolah-olah kesadarannya sedang berada di ambang jurang yang dalam.

Tubuh Aulia seketika tegak. Ia menyadari ada sesuatu yang sangat salah. Pamela, yang biasanya memanggilnya dengan sebutan merendahkan, kini menyebutnya "Kak" dengan suara penuh permohonan. Apakah ini adalah efek dari perbuatan Meli yang tidak ia ketahui, ataukah Pamela sedang terjebak dalam bahaya besar yang hanya bisa ia ceritakan pada Aulia di saat-saat terakhir kesadarannya?

Kebodohan Pamela dan kelicikan Meli kini kembali menyeret Aulia ke dalam pusaran masalah Keluarga Laksmana, tepat saat ia baru saja ingin melangkah pergi.

Bagaimana Aulia akan bereaksi? Apakah ia akan mengabaikan panggilan itu sebagai bentuk balas dendam, ataukah insting kemanusiaannya akan membawa Aulia kembali ke rumah yang paling ia hindari untuk menyelamatkan nyawa adik ipar yang selalu menghinanya?

1
Sweet Girl
Klo kalian saling mendukung, Khan keren ya...
Sweet Girl
Telat...
Sweet Girl
Menyayat hati.
Sweet Girl
Hhaaaa Gantle kali kau Mavin...👍
Sweet Girl
Sak bahagiane persepsi mu terhadap Aulia, Van...
Sweet Girl
Semoga kamu bisa menyelesaikan semua proyek mu dan bisa operasi, Aulia.
Sweet Girl
Bwahahaha kapok Lu.... ngerasa Ndak kamu...
Sweet Girl
Mantap...👍
Sweet Girl
Sengkuni mulai beraksi.
Sweet Girl
Harus menyadari lho Tor...
Sweet Girl
Enak aja Hak Melati di klaim Aulia.
emang apa prestasinya Melati, Ken...
Sweet Girl
Bwahahaha tau Ndak pintunya... klo Ndak tau tak anter... tak gandeng sampai pintu.
Sweet Girl
Tor... bikin mereka yg akan menghancurkan Aulia, gagal semua ya...
kasihan tau Aulia... udah capek capek mikir, mau di sabotase.
Sweet Girl
Jangan percaya sama mereka Aulia, kamu harus tetep pantau tuuu pergerakan Jin iprit sama Henry.
Sweet Girl
Oooaaalah baru mudeng ini si Jin iprit Khan adik tiri nya Aulia ya...
weeeesss angel... angel...
Sweet Girl
Semoga kopinya ada Sianidanya🤣
Sweet Girl
Yo mbok wes toh Tor... penderitaannya Aulia...
Sampek kurang turu lhooo sangking mau menunjukkan keberhasilan dr tantangan Henry.
Sweet Girl
semangat aja dalam memperbaiki SDM, Aulia.
Ndak usah mikirin hal hal yg bikin kita jatuh.
Sweet Girl
Buruk Hatinya.
Sweet Girl
Bagaimana ceritanya Tor... kok Violetta sampai Ndak tau klo Pamela habis minum obat perangsang.
padahal tadi yang jemput Pamela di rumah Rizki Khan Violetta.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!