NovelToon NovelToon
Istri Bawel Ustadz Galak

Istri Bawel Ustadz Galak

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Gadis Bar-bar×Ustadz galak+Benci jadi Cinta+Cinta Manis,Komedi Romantis】Karakter Utama Namira Salsabila (Mira) Gadis mungil berusia 18 tahun yang baru saja menanggalkan seragam SMA-nya ini adalah definisi nyata dari kata "unik". Mira dikenal karena sifatnya yang sangat cerewet dan "bawel", namun di balik rentetan bicaranya, ia memiliki hati yang luar biasa penyayang, terutama jika sudah berhadapan dengan anak kecil. Secara fisik, Mira memiliki pesona baby face yang menggemaskan: Wajah & Kulit: Kulitnya putih bersih dengan wajah yang cenderung baby blues (sangat imut dan awet muda). Mata & Alis: Bulu matanya lentik alami layaknya memakai maskara, dipadukan dengan alis tebal yang konon katanya melambangkan sifat boros dalam keuangan—sebuah mitos yang ternyata menjadi kenyataan dalam gaya hidupnya. Hidung & Bibir: Memiliki bentuk bibir yang khas ("bibir terbalik") dan hidung yang proporsional (tidak mancung namun tidak pesek), menambah kesan imut pada wajahnya. Postur Tubuh: Tubuhnya san.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23

"Eh, aku nggak cerewet ya, Mas! Aku ini namanya tegas, komunikatif, dan ekspresif!" protes Namira sambil berjalan cepat keluar kelas, masih sempat-sempatnya melirik galak ke arah Maya si stalker dan tumpukan bunga mawar yang menggunung itu.

Begitu sampai di gerbang, motor gede Ayyan sudah terparkir gagah. Ayyan bersandar di motornya dengan tangan bersedekap, kacamata hitamnya terpasang, membuat aura "Gus Mahal"-nya memancar kuat.

"Tegas atau cerewet, bedanya tipis kalau volumenya sampai terdengar ke parkiran," goda Ayyan sambil menyerahkan helm kepada Namira.

Namira memakai helmnya dengan gerakan kasar karena masih kesal. "Habisnya aku kesel, Mas! Itu stalker foto-fotoin kita diem-diem, terus ada lagi orang kurang kerjaan kirim 100 buket bunga. Dikira aku kuburan apa dikasih mawar segitu banyak? Mending uangnya buat beli kuota atau bayar UKT!"

Ayyan terkekeh, lalu menghidupkan mesin motornya yang menderu. "Sudah, naik. Jangan marah-marah terus, nanti cantiknya hilang, followers-mu turun jadi 99 juta."

Namira naik ke jok belakang dan langsung memeluk pinggang Ayyan dengan sangat erat, seolah ingin menunjukkan pada semua mahasiswi yang menonton kalau pria ini adalah miliknya.

Di tengah jalan, sambil motor melaju kencang, Namira berteriak melawan angin, "Mas! Tadi kartu ucapannya bilang Mas banyak saingannya! Mas takut nggak?!"

Ayyan melirik dari spion, sudut bibirnya terangkat. "Kenapa harus takut? Saingan saya cuma orang yang kirim bunga. Sedangkan saya? Saya yang punya orangnya, yang punya cintanya, dan yang punya kunci kamar kamu. Jadi siapa yang menang?"

"IHHH MAS AYYAN! BISA BANGET!" Namira mencubit pinggang Ayyan gemas, membuat motor itu sedikit oleng karena Ayyan tertawa.

"Eh, pelan-pelan Namira! Bahaya!"

"Biarin! Habisnya Mas gombalnya kelas berat! Oh iya Mas, nanti kita mampir beli seblak ya? Aku butuh asupan pedas biar emosi aku stabil lagi!"

"Seblak lagi? Kemarin baru makan. Nanti perutmu sakit lagi, lalu saya lagi yang kena omel Umi karena dianggap nggak bisa jaga istri," protes Ayyan, tapi tangannya tetap mengarahkan motor menuju kedai seblak langganan Namira.

"Plisss Mas... seblak level 5 aja! Janji setelah itu aku rajin baca kitab Jurumiyah tanpa ngeluh!"

"Dua bab?" tawar Ayyan.

"Satu setengah bab!" tawar balik Namira dengan wajah galaknya.

"Deal."

****

Warung seblak itu mendadak hening begitu suara knalpot motor gede Ayyan berhenti tepat di depannya. Namira turun dengan gaya slay, membuka helm dan mengibaskan hijabnya, sementara Ayyan menyusul di belakang dengan langkah tenang namun tetap terlihat seperti bodyguard kelas atas.

"Bang! Seblak level 5 satu, kerupuknya banyakin, pakai ceker sama tulang ya! Jangan pakai lama, saya lagi mode senggol bacok nih!" seru Namira langsung menuju meja pojok.

Ayyan hanya bisa mengelus dada. "Namira, suaranya... Jangan kayak di hutan. Saya pesan air putih saja, Bang."

Baru saja Namira mau menyuap seblaknya yang merah membara itu, tiba-tiba tiga orang remaja perempuan di meja sebelah bisik-bisik heboh.

"Eh, itu kan Ning Namira! Yang 100 juta followers!"

"Sumpah, itu Gus Ayyan aslinya ganteng parah! Wajahnya kayak diedit pakai filter, padahal real!"

Satu dari mereka memberanikan diri mendekat sambil membawa HP. "N-ning Namira... Gus Ayyan... boleh minta foto bareng nggak buat konten TikTok aku?"

Namira yang tadinya mau galak karena lapar, mendadak berubah mode influencer ramah. Ia langsung nyengir lebar. "Oh, boleh dong! Sini-sini!"

Namira langsung mengatur pose. Ia berdiri di tengah, merangkul fansnya, lalu menarik lengan baju Ayyan agar mendekat. Ayyan hanya berdiri kaku dengan wajah datar andalannya.

"Mas, senyum dikit dong! Jangan kayak mau eksekusi orang!" bisik Namira tajam.

Ayyan akhirnya terpaksa memberikan senyum tipis—sangat tipis sampai hampir tidak kelihatan. Cekrek!

"Makasih banyak Ning! Gus!" teriak mereka girang sambil lari kegirangan.

Namira kembali duduk dan lanjut makan seblak dengan lahap. "Tuh kan Mas, jadi artis itu berat. Mau makan seblak aja harus ready kamera."

"Makanya, lain kali kalau mau makan begini, kita pesan antar saja ke pesantren," sahut Ayyan sambil memperhatikan Namira yang bibirnya mulai memerah kepedasan.

"Enggak seru kalau nggak makan di tempat, Mas!" Namira menyeka keringat di dahinya. "Oh iya, Mas. Tadi aku kepikiran, siapa ya yang kirim bunga itu? Masa iya dia nggak tahu kalau aku istrinya Gus paling hits se-Jawa Timur?"

"Mungkin dia orang baru yang tidak mengikuti berita. Atau mungkin..." Ayyan menggantung kalimatnya, matanya menatap ke arah jalan raya, "...dia sengaja ingin memancing saya."

Namira langsung berhenti mengunyah ceker. Mata galaknya menyipit. "Mancing Mas? Emang Mas ikan apa dipancing? Kalau dia berani muncul di depan aku, bakal aku siram pakai kuah seblak level 5 ini, beneran!"

Ayyan terkekeh melihat wajah istrinya yang belepotan bumbu seblak tapi tetap terlihat sangar. Ia mengambil tisu, lalu dengan lembut mengusap sudut bibir Namira.

"Sudah, jangan dipikirkan. Makan yang banyak, setelah ini kita pulang. Abah tadi kirim pesan, katanya ada

tamu penting di ndalem yang mau ketemu kita."

"Tamu penting? Siapa Mas? Menteri? Apa produser film yang mau ajak kita main film 'Ayat-Ayat Seblak'?"

"Bukan. Katanya ada anak pengusaha besar yang mau donasi ke pesantren, tapi dia minta bertemu langsung dengan kamu dan saya."

1
Ayumarhumah
Hay ... aku sudah mampir tetap semangat ya 💪💪💪
Rina Casper: iya makasih ya kakk sudah mampir🤭 semoga suka dengan novelnya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!