NovelToon NovelToon
JALAN MENUJU KEABADIAN

JALAN MENUJU KEABADIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu hanyalah seorang anak petani fana dari Desa Qinghe. Hidupnya sederhana membantu di ladang, membaca buku-buku tua, dan memendam mimpi yang dianggap mustahil: menjadi kultivator, manusia yang menentang langit dan mencapai keabadian.
Ketika ia bertanya polos tentang kultivator, ayahnya hanya menegur jalan itu bukan untuk orang seperti mereka.
Namun takdir tidak pernah meminta izin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH.6

Matahari menggantung tinggi di atas Hutan Kayu Hitam, jalan utama yang menghubungkan desa-desa pinggiran dengan Kota Batu. Jalanan tanah itu sepi dan berdebu, diapit oleh pepohonan rimbun yang akarnya menonjol keluar seperti ular raksasa.

Shen Yu berjalan dengan langkah waspada. Sudah setengah hari ia meninggalkan Desa Qinghe. Peta tua di tangannya menunjukkan bahwa Kota Batu masih dua hari perjalanan lagi dengan berjalan kaki.

Namun, bukan jarak yang membuatnya gelisah. Sejak satu jam lalu, telinganya yang tajam menangkap suara ranting patah yang tidak wajar di sisi jalan. Ada yang mengikutinya.

"Keluar," ucap Shen Yu, berhenti melangkah. Tangannya perlahan meraba gagang parang di pinggangnya.

Semak-semak bergoyang. Tiga orang pria bertubuh kekar dengan wajah tertutup kain kusam melompat keluar, mengepung Shen Yu. Mereka memegang golok berkarat dan gada kayu berduri.

Bandit jalanan.

"Hoho, telinga bocah ini tajam juga," kekeh bandit yang paling besar, pemimpin mereka. Matanya menatap bungkusan di punggung Shen Yu dengan lapar. "Dengar, Nak. Tinggalkan tas dan parangmu. Kami akan membiarkanmu lewat dengan satu tangan patah. Bagaimana?"

Jantung Shen Yu berdegup kencang. Ini bukan monster tanpa akal seperti Kelelawar Mata Darah. Ini manusia.

"Aku tidak punya apa-apa untuk kalian," jawab Shen Yu dingin. Ia menyalurkan Qi tipis ke kedua kakinya, bersiap untuk lari atau bertarung.

"Salah jawaban!" bentak pemimpin bandit itu. Ia memberi isyarat, dan satu anak buahnya maju, mengayunkan gada kayu ke arah kepala Shen Yu.

Dulu, Shen Yu pasti sudah mati ketakutan. Tapi sekarang, gerakan bandit itu terlihat... lambat. Penuh celah.

Shen Yu menunduk sedikit, menghindari gada itu dengan mudah. Tanpa berpikir panjang, ia memajukan langkahnya, tinju kanannya yang dialiri sedikit Qi menghantam perut si bandit.

Buk!

Suara hantaman itu terdengar mengerikan, seperti palu menghantam karung basah.

Bandit itu tidak sempat berteriak. Matanya melotot, buih putih keluar dari mulutnya, dan tubuhnya terpental dua meter ke belakang sebelum jatuh pingsan atau mati.

Keheningan menyelimuti jalan setapak itu.

Shen Yu menatap tangannya sendiri dengan gemetar. Aku... sekuat ini? Ia tidak bermaksud membunuh, tapi tenaga Qi Tingkat 1 ternyata fatal bagi manusia biasa tanpa perlindungan.

Dua bandit lainnya mundur selangkah, wajah mereka pucat di balik masker. "Dia... dia Kultivator!" teriak salah satunya dengan suara tercekat.

Namun, pemimpin bandit itu menggertakkan gigi. "Jangan bodoh! Dia cuma bocah yang belajar bela diri sedikit! Lihat, dia tidak punya pedang terbang! Serang bersama!"

Mereka berdua menerjang maju dengan putus asa.

Shen Yu menarik parangnya. Kilatan besi beradu. Kali ini, Shen Yu tidak menahan diri. Insting bertahan hidup mengambil alih. Ia menangkis golok pemimpin bandit, lalu menendang lututnya hingga terdengar bunyi retakan tulang yang ngilu.

Krak!

"ARGHHH!" Pemimpin bandit itu jatuh berguling, memegangi kakinya yang bengkok aneh.

Bandit terakhir menjatuhkan senjatanya dan lari tunggang langgang ke dalam hutan, meninggalkan temannya yang meraung kesakitan.

Shen Yu berdiri di atas pemimpin bandit yang kini merengek minta ampun. Napas Shen Yu memburu. Parangnya terangkat tinggi. Ada dorongan gelap di dadanya sebuah bisikan dingin untuk mengakhiri nyawa sampah ini agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Dunia ini kejam. Bunuh atau dibunuh.

Tangan Shen Yu gemetar. Ia menatap leher bandit itu.

"Cukup."

Suara santai dan jernih terdengar dari atas pohon di sisi jalan.

Shen Yu tersentak, parangnya berhenti di udara. Ia mendongak. Di dahan pohon besar, duduk seorang pemuda seusianya, mengenakan jubah sutra biru muda yang bersih terlalu bersih untuk hutan berdebu ini. Pemuda itu sedang mengipasi dirinya dengan kipas lipat bergambar bangau.

"Teknikmu kasar, penuh celah, dan kau terlalu banyak berpikir," ujar pemuda itu sambil melompat turun. Gerakannya seringan kapas, mendarat tanpa suara.

Pemuda itu berjalan mendekati bandit yang terluka, lalu menepuk titik saraf di leher bandit itu dengan ujung kipasnya. Bandit itu langsung pingsan seketika.

"Membunuh manusia fana tidak akan menaikkan tingkat kultivasimu, Saudara. Itu hanya akan mengotori hatimu dengan Karma buruk," kata pemuda itu sambil tersenyum ramah, menampilkan deretan gigi putih.

Shen Yu mundur selangkah, waspada. Ia tidak merasakan kehadiran pemuda ini sama sekali sebelumnya. Itu artinya, pemuda ini jauh lebih kuat darinya.

"Siapa kau?" tanya Shen Yu kaku.

"Ah, maafkan ketidaksopananku," pemuda itu melipat kipasnya dan membungkuk hormat gaya bangsawan. "Namaku Jin Bo. Pengembara sepertimu, sedang menuju Kota Batu untuk Ujian Masuk Sekte."

Jin Bo menatap Shen Yu dengan mata sipit yang jenaka. "Dilihat dari pakaianmu dan cara bertarungmu yang... barbar, kau pasti Kultivator Liar (Rogue Cultivator) yang baru saja sadar akan Qi, benar?"

Shen Yu ragu sejenak, lalu mengangguk pelan. "Namaku Shen Yu."

"Shen Yu. Nama yang bagus," Jin Bo mengangguk-angguk. "Kau beruntung bertemu denganku. Jika kau masuk ke Kota Batu dengan membawa uang perak dan tembaga seperti yang ada di tasmu itu, kau hanya akan ditertawakan."

"Apa maksudmu?" Shen Yu mengernyit.

Jin Bo tertawa kecil. Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah batu kecil seukuran kuku jari, bersinar redup dengan cahaya putih susu.

"Di dunia kita, ini adalah uang. Batu Roh (Spirit Stone). Uang perakmu hanya laku untuk membeli bakpao atau menyewa penginapan kelas rendah. Untuk membeli pil, senjata, atau teknik, kau butuh ini."

Mata Shen Yu terbelalak melihat batu itu. Ia bisa merasakan energi murni memancar darinya, jauh lebih padat daripada Qi di udara.

"Aku... tidak punya itu," aku Shen Yu jujur.

"Tentu saja tidak," Jin Bo menepuk bahu Shen Yu akrab, seolah mereka sudah berteman lama. "Tapi tenang saja. Aku, Jin Bo, berasal dari Keluarga Pedagang Jin yang kaya raya. Aku butuh teman perjalanan yang kuat untuk mengangkut barang maksudku, teman mengobrol! Sebagai gantinya, aku akan memberitahumu semua yang perlu kau tahu tentang ujian sekte."

Shen Yu menatap pemuda perlente ini. Intuisinya mengatakan Jin Bo cerewet dan sedikit licik, tapi tidak jahat. Dan saat ini, informasi jauh lebih berharga daripada emas.

"Baiklah," kata Shen Yu, menyarungkan parangnya. "Mohon bimbingannya, Saudara Jin."

"Bagus!" seru Jin Bo senang. Ia menunjuk ke arah jalan. "Ayo cepat! Jika kita beruntung, kita bisa sampai di gerbang kota sebelum matahari terbenam besok. Aku dengar ada Rumah Lelang yang sedang memamerkan pedang terbang tingkat rendah malam ini!"

Shen Yu melangkah di samping Jin Bo, meninggalkan bandit-bandit yang pingsan di belakang. Ia menyadari satu hal: dunianya telah benar-benar berubah. Ia bukan lagi anak petani yang khawatir soal panen padi, melainkan seorang kultivator pemula yang melangkah menuju badai yang lebih besar.

1
Salsa Cuy
👍🏻🙏🏻
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👍🏻👍🏻👍🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️5️⃣5️⃣5️⃣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😈👿😈Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡🤬😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👻👻👻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄🙄🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🥹🥹🥹Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!