"Di dunia yang dibangun di atas emas dan darah, cinta adalah kelemahan yang mematikan."
Kenzo Matsuda adalah kesempurnaan yang dingin—seorang diktator korporat yang tidak mengenal ampun. Namun, satu malam penuh kegilaan di bawah pengaruh alkohol dan bayang-bayang masa lalu mengubah segalanya. Ia melakukan dosa tak termaafkan kepada Hana Sato, putri dari wanita yang pernah menghancurkan hatinya.
Hana, yang selama ini hidup dalam kehampaan emosi keluarga Aishi, kini membawa pewaris takhta Matsuda di rahimnya. Ia terjebak dalam sangkar emas milik pria yang paling ia benci. Namun, saat dinasti lama mencoba meruntuhkan mereka, Hana menyadari bahwa ia bukan sekadar tawanan. Ia adalah pemangsa yang sedang menunggu waktu untuk merebut mahkota.
Antara dendam yang membara dan hasrat yang terlarang, mampukah mereka bersatu demi bayi yang akan mengguncang dunia? Ataukah mahkota duri ini akan menghancurkan mereka sebelum fajar dinasti baru menyingsing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JulinMeow20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20: PERANG DUA PUTRI
Malam di Kediaman Utama Matsuda di Tokyo tidak pernah sedingin ini. Salju turun dengan lebat di luar, namun di dalam ruang perjamuan yang dilapisi emas dan kayu mahoni, suasana jauh lebih membeku. Shizuka Matsuda, istri sah Kenzo yang dikenal karena keanggunannya yang dingin, duduk di kepala meja. Di sampingnya adalah Rencho, putra kedua Kenzo yang ambisius, yang selalu mengincar celah dalam kepemimpinan kakaknya.
Miyu Matsuda duduk di seberang mereka, matanya merah karena amarah yang tak tertahankan. Di ujung meja yang lain, Kenzo Matsuda duduk dengan tenang, sementara di sampingnya—di tempat yang seharusnya tidak ia tempati—duduk Hana Sato.
"Kenzo," suara Shizuka memecah keheningan, tajam seperti pecahan kaca. "Aku bisa mentoleransi banyak hal. Aku mentoleransi absensimu, rahasiamu, bahkan rumor tentang selir-selirmu. Tapi membawa wanita ini ke meja makan keluarga kita? Ini adalah penghinaan yang melampaui batas."
Rencho menyeringai, menyesap anggur merahnya. "Bukan hanya itu, Kakak Ipar. Miyu mengatakan ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar perselingkuhan. Ada 'aset' baru yang kau sembunyikan di Kyoto, bukan begitu, Kakak?"
❤️❤️❤️
Kenzo meletakkan alat makannya dengan bunyi denting logam yang final. Ia menatap Shizuka, wanita yang ia nikahi demi aliansi politik, lalu menatap Hana, wanita yang ia miliki melalui tragedi namun kini ia cintai dengan sisa kemanusiaannya.
"Cukup dengan sindiran ini," ucap Kenzo tegas. "Hana bukan tamu. Dia adalah bagian dari masa depan Matsuda Corp. Dan ya, Rencho, ada seorang putra. Namanya Renji Matsuda. Dia adalah darah dagingku, pewaris sah yang membawa garis keturunan murni dari dua keluarga paling kuat: Matsuda dan Sato."
Shizuka berdiri dengan sentakan keras hingga kursinya terjatuh. "Seorang putra?! Kau mengkhianati pernikahan kita, mengkhianati Miyu, demi seorang anak haram dari keluarga pembunuh?"
Miyu ikut berdiri, menunjuk Hana dengan jari yang gemetar. "Lihat dia, Ibu! Dia duduk di sana seolah dia sudah memenangkan segalanya! Hana Sato adalah monster yang tidak punya emosi! Dia menggunakan tubuhnya untuk menjerat Ayah!"
❤️❤️❤️
Hana Sato perlahan berdiri. Ia tidak mengenakan gaun mewah; ia mengenakan setelan hitam yang sederhana namun mematikan. Ia menatap Miyu dan Shizuka dengan pandangan yang membuat bulu kuduk mereka berdiri—pandangan kosong namun tajam milik seorang predator.
"Istri sah yang terluka dan putri yang terbuang," bisik Hana, suaranya sangat tenang di tengah badai emosi. "Kalian bicara tentang pengkhianatan seolah kalian adalah korban. Tapi di dunia ini, legitimasi tidak ditentukan oleh kertas pernikahan atau gelar 'putri mahkota'. Legitimasi ditentukan oleh siapa yang memiliki pewaris laki-laki terkuat."
Hana berjalan memutari meja, mendekati Shizuka. "Renji bukan anak haram. Dia adalah solusi. Miyu terlalu lemah, terlalu terobsesi dengan citra. Saikou membutuhkan taring, dan Renji memiliki taring itu sejak dia bernapas."
"Tutup mulutmu, jalang!" Shizuka hendak melayangkan tamparan, namun tangannya ditangkap di udara oleh Kenzo yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Hana.
❤️❤️❤️
"Jangan pernah menyentuhnya, Shizuka," desis Kenzo, matanya memancarkan otoritas mutlak. "Mulai malam ini, struktur kekuasaan berubah. Miyu, posisimu sebagai ahli waris tunggal resmi dicabut. Kau akan dipindahkan ke divisi cabang di Eropa. Seluruh hak suksesi utama akan beralih kepada Renji Saikou saat dia mencapai usia dewasa."
Rencho tertawa terbahak-bahak, namun ada nada ngeri dalam tawanya. "Kau gila, Kakak! Dewan direksi akan mengamuk! Kau menggeser putri kandungmu yang sudah kau persiapkan puluhan tahun demi bayi dari Hana Sato?"
"Dewan akan patuh padaku," jawab Kenzo. "Dan jika mereka tidak patuh, Hana dan ibunya, Rena, telah memastikan bahwa ada cara lain untuk meyakinkan mereka."
Miyu jatuh berlutut, air mata akhirnya pecah. "Ayah... bagaimana kau bisa sekejam ini padaku? Aku adalah anakmu yang sempurna! Aku melakukan semua yang kau minta!"
"Kesempurnaanmu membosankan, Miyu," sahut Kenzo tanpa belas kasihan. "Renji memiliki api yang tidak kau miliki. Dia adalah predator, dan di dunia korporat yang kejam ini, hanya predator yang bisa bertahan hidup."
❤️❤️❤️
Shizuka menatap suaminya dengan kebencian yang murni. "Kau pikir aku akan membiarkan ini? Aku akan menggugatmu, aku akan menghancurkan nama Matsuda!"
"Silakan coba, Shizuka," tantang Hana sambil menyunggingkan senyum tipis. "Tapi ingat, setiap rahasia gelap yang kau simpan tentang penggelapan dana keluargamu sudah ada di tanganku. Jika kau bergerak satu langkah untuk melawan Renji, aku akan memastikan kau berakhir di penjara sebelum matahari terbit."
Shizuka terkesiap, wajahnya menjadi pucat pasi. Ia menyadari bahwa ia tidak hanya berhadapan dengan suaminya, tapi dengan duet maut antara Matsuda dan Sato.
Rencho, melihat arah angin telah berubah, segera menyesuaikan diri. "Yah... jika keputusannya sudah bulat, kurasa aku harus mulai bersulang untuk keponakan laki-laki baruku. Selamat, Hana. Kau benar-benar luar biasa."
❤️❤️❤️
Miyu berdiri, menghapus air matanya dengan kasar. Tatapannya kini tidak lagi penuh kesedihan, melainkan kegilaan yang mirip dengan Hana. "Kalian pikir kalian menang? Ayah, kau pikir kau bisa menggantiku begitu saja? Aku tahu setiap inci dari perusahaan ini. Aku akan menghancurkannya dari dalam sebelum Renji sempat belajar merangkak."
Miyu menatap Hana untuk terakhir kalinya. "Nikmatilah kemenanganmu, Hana. Tapi ingat, mahkota yang kau curi dariku adalah Mahkota Duri. Dan aku akan memastikan duri itu menusuk jantungmu."
Miyu keluar dari ruangan dengan langkah tegas, diikuti oleh Shizuka yang hancur. Kenzo menghela napas panjang, sementara Hana menyandarkan kepalanya di bahu Kenzo.
"Kau melakukan hal yang benar, Kenzo," bisik Hana.
"Aku tahu," jawab Kenzo sambil memeluk Hana erat. "Tapi perang ini baru saja dimulai. Kita telah menciptakan monster baru dalam diri Miyu."
Di luar, badai salju semakin mengamuk, menyelimuti Tokyo dalam kegelapan yang pekat. Dinasti Matsuda telah pecah, dan dari retakannya, lahir sebuah era baru yang dibangun di atas darah, pengkhianatan, dan ambisi yang tak bertepi.
BERSAMBUNG...