NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:696
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Perdebatan Bubur di Pinggir Jalan

​Apartemen Kiara dan Dino jauh dari kata mewah. Hanya ada satu ruang tengah yang merangkap ruang tamu, penuh dengan tumpukan lensa kamera Dino dan kotak-kotak sparepart jam tangan milik Kiara. Ryuga Soobin berdiri di tengah ruangan, tampak seperti alien yang salah mendarat dengan jas mahalnya yang kini ternoda debu dan oli motor.

​"Ini... tempat tinggal manusia?" tanya Ryuga, menatap ragu sofa tua yang ditutupi selimut bergambar karakter anime milik Dino.

​"Bukan, Pak. Ini markas Avengers cabang Bekasi," sahut Dino sambil membanting kardus komputernya ke meja. "Duduk saja dulu. Jangan khawatir, sofa itu tidak menggigit, paling cuma bikin sakit punggung."

​Ryuga menghela nafas, melepas jasnya dan menyampirkan nya di kursi plastik yang tampak rapuh. Kiara memperhatikannya dari dapur kecil, merasa ada yang aneh melihat sang CEO "Kulkas" berada di zona pribadinya.

​Pukul 02.30 WIB

​Perut Ryuga berbunyi nyaring. Suara itu begitu keras hingga Dino yang sedang sibuk menghubungkan kabel monitor langsung menoleh.

​"Wah, ternyata perut CEO juga bisa demo ya?" Dino tertawa. "Ki, tidak ada makanan di kulkas. Semua isinya cuma sisa bumbu dapur dan film kamera."

​Kiara melirik Ryuga. "Di bawah ada tukang bubur yang buka sampai pagi. Mau?"

​Ryuga mengerutkan kening. "Lagi? Kita baru saja makan bubur siang tadi."

​"Ini bubur malam, Pak. Atmosfernya beda," canda Kiara sambil menyambar jaketnya.

​Pinggir Jalan – 02.45 WIB

​Mereka bertiga duduk di bangku plastik panjang di bawah lampu jalan yang remang-remang. Mang Dadang yang kebetulan sedang mangkal di sana menyambut dengan ramah.

​"Eh, Neng Kiara! Bawa teman lagi? Wah, yang ini lebih ganteng dari yang kemarin," puji Mang Dadang.

​Ryuga hanya mengangguk kaku. "Satu porsi. Jangan diaduk."

​"Lah, Pak!" Dino memotong. "Bubur itu filosofinya persatuan. Harus diaduk supaya bumbu kuning, kerupuk, dan kacangnya menyatu dengan sempurna. Kalau tidak diaduk, itu namanya makan nasi lembek hambar!"

​"Bubur yang diaduk adalah bentuk kekacauan visual," balas Ryuga dengan nada serius seolah sedang membahas merger perusahaan. "Setiap bahan harus memiliki ruangnya sendiri agar kita bisa menikmati teksturnya secara individu."

​"Debat yang sangat intelek," gumam Kiara sambil mulai mengaduk buburnya dengan brutal di depan mata Ryuga. "Lihat, Pak. Ini namanya efisiensi rasa."

​Ryuga menatap mangkuk Kiara dengan ekspresi ngeri yang sangat lucu. Di tengah perdebatan konyol itu, Ryuga sejenak lupa bahwa ia sedang diburu oleh pembunuh bayaran pamannya sendiri. Ada rasa hangat yang menjalar di hatinya rasa yang tidak pernah ia dapatkan di ruang makan mansionnya yang sunyi.

Masa Lalu yang Menyelinap

​Saat Dino sedang asyik menambah sate usus ke mangkuknya, perhatian Ryuga teralih pada sebuah jam tangan tua yang melingkar di pergelangan tangan Mang Dadang. Jam itu sudah sangat kusam, tapi Ryuga mengenalinya.

​"Mang, jam itu... dari mana?" tanya Ryuga pelan.

​"Oh, ini? Pemberian orang baik sepuluh tahun lalu, Pak. Katanya dia kecelakaan di dekat sini, saya yang bantu panggil warga. Sebelum dibawa ambulans, dia titip ini," jawab Mang Dadang santai.

​Jantung Ryuga berdegup kencang. Ia menatap Kiara, dan Kiara pun menyadari sesuatu. Sepuluh tahun lalu adalah tahun kecelakaan orang tua Ryuga. Lokasi ini... ternyata sangat dekat dengan titik kejadian.

​"Mang, apa orang itu sempat bicara sesuatu?" Kiara mengejar dengan nada waspada.

​Mang Dadang menggaruk kepalanya. "Dia cuma bilang… 'Jangan biarkan naga itu tidur' atau apa ya? Ah, sudah tua, saya lupa-lupa ingat."

​Jangan biarkan naga itu tidur. Dewangga secara harfiah berarti naga.

​Kembali ke Apartemen – 04.00 WIB

​Dino sudah tertidur pulas di lantai dengan bantal tumpukan majalah, meninggalkan Ryuga dan Kiara di ruang tengah yang hanya diterangi lampu meja.

​Ryuga duduk di lantai, bersandar pada sofa, sementara Kiara duduk di dekatnya sambil memegang microchip yang mereka selamatkan. Aroma sandalwood yang biasanya kuat kini mulai memudar, digantikan oleh aroma bubur pinggir jalan dan kelelahan yang nyata.

​"Pak Ryuga," panggil Kiara lirih. "Jika konspirasi ini ternyata melibatkan lebih banyak orang daripada paman Anda... apa Anda siap?"

​Ryuga menoleh. Dalam remang cahaya, tatapannya lembut. Ia meraih tangan Kiara, bukan untuk mengambil chip itu, tapi sekadar merasakan kehangatan manusia di tengah dunia yang dingin.

​"Selama kau ada di sampingku untuk memperbaiki 'jam' yang rusak ini," bisik Ryuga, "aku siap menghadapi apa pun."

​Kiara terdiam, merasakan ibu jari Ryuga mengusap punggung tangannya perlahan. Adegan ini terasa semakin membara, membuat udara di apartemen sempit itu terasa jauh lebih panas dari seharusnya.

Antara Kebenaran dan Kantuk

​Keheningan di apartemen kecil itu terasa begitu intim setelah pengakuan terselubung Ryuga. Tangan mereka masih bertaut, sebuah kontras yang nyata: tangan Ryuga yang besar dan kokoh melawan tangan Kiara yang ramping namun penuh kapalan kecil akibat hobi restorasi jamnya.

​"Anda harus tidur, Pak Ryuga," bisik Kiara, mencoba memecah ketegangan yang membuat dadanya sesak. "Besok Dino akan mulai membedah isi microchip itu. Kita butuh otak Anda dalam kondisi seratus persen."

​Ryuga menatap sofa bed butut milik Dino dengan pandangan ngeri yang kembali muncul. "Aku tidak yakin bisa memejamkan mata di atas benda yang berbunyi 'cit-cit' setiap kali aku bernafas."

​Kiara tertawa kecil—suara renyah yang membuat Ryuga terpaku sejenak. "Kalau begitu, pakai tempat tidur saya. Saya akan tidur di sini bersama Dino."

​"Tidak." Ryuga menarik tangan Kiara sedikit lebih dekat. "Tetaplah di sini. Ceritakan padaku tentang ayahmu."

​Kiara tertegun. Jarang sekali Ryuga ingin tahu tentang sisi personal orang lain. Ia pun menyandarkan punggungnya ke sofa, duduk di lantai bersisian dengan Ryuga. "Ayahku dulu seorang ahli logistik di Dewangga Group. Dia orang yang paling jujur yang pernah kukenal. Tapi sepuluh tahun lalu, dia dituduh menggelapkan dana darurat perusahaan tepat di malam kecelakaan orang tuamu. Dia menghilang setelah itu... atau mungkin 'dihilangkan'."

​Ryuga mempererat genggamannya. "Itulah sebabnya kamu belajar bela diri? Dan masuk ke perusahaan ku?"

​"Aku ingin membersihkan namanya, Pak. Dan aku tahu, satu-satunya jalan adalah melalui Anda."

​Ryuga menatap langit-langit apartemen yang sedikit berjamur. "Kita mencari jawaban yang sama, Kiara. Hanya dari sudut yang berbeda."

​✨✨✨✨

​Tiba-tiba, Dino yang sedang tidur di lantai mengigau dengan suara nyaring.

​"Tidak... Mang Dadang... jangan tambahkan kecap sebanyak itu... bubur ku jadi hitam seperti masa depan jomblo..." Dino meracau sambil menendang-nendang udara, hampir mengenai kaki Ryuga.

​Ryuga refleks menarik kakinya. "Temanmu ini benar-benar sebuah anomali."

​"Dia adalah 'keluarga' yang kupunya, Pak. Meskipun dia agak... unik," Kiara tersenyum maklum.

​Pukul 05.00 WIB

​Fajar mulai mengintip dari balik tirai tipis. Ryuga akhirnya menyerah pada rasa kantuknya. Ia tertidur dengan posisi duduk di lantai, kepalanya tanpa sadar terkulai ke bahu Kiara.

​Kiara membeku. Ia bisa merasakan nafas teratur Ryuga di lehernya, aroma cat minyak yang masih tersisa di jas pria itu kini bercampur dengan aroma fajar yang dingin. Ia seharusnya memindahkan kepala Ryuga, tapi ia justru perlahan menyandarkan kepalanya sendiri di atas kepala Ryuga.

​Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, Ryuga Soobin Dewangga tidur tanpa mimpi buruk. Dan untuk pertama kalinya, Kiara merasa misinya bukan lagi sekadar soal balas dendam, tapi soal melindungi pria yang tertidur di bahunya ini.

​Slow burn itu kini telah mencapai tahap di mana mereka tidak perlu bicara untuk saling mengerti. Namun, kedamaian itu segera terusik.

​Sret...

​Sebuah amplop coklat tipis di selipkan melalui celah bawah pintu apartemen. Kiara yang waspada langsung membuka matanya. Ia melepaskan diri dari Ryuga dengan sangat hati-hati agar tidak membangunkannya, lalu merangkak menuju pintu.

​Di dalam amplop itu hanya ada satu benda: sebuah foto lama yang sudah menguning. Foto itu memperlihatkan ayah Kiara dan ayah Ryuga sedang bersalaman di depan sebuah jam besar yang identik dengan jam yang diperbaiki Kiara.

​Di balik foto itu tertulis pesan singkat dengan tinta merah:

"Waktu tidak menyembuhkan, ia hanya menyembunyikan."

​Kiara menatap foto itu dengan tangan gemetar. Konspirasi ini jauh lebih dalam daripada yang mereka duga.

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!