Indira, gadis muda keturunan Tionghoa dan Indonesia. dia sudah dari kecil ikut dengan sang ibu, karena ayahnya sudah meninggal
Indira, melanjutkan perusahaan otomotif milik sang Ayah, tapi saat dia akan kembali ke Indonesia. dia mengalami kecelakaan pesawat...
Penasaran dengan cerita nya Yuk ikuti terus Cerita ini. akan banyak menguras tenaga dan emosi, siapkan kata-kata yang indah saat Indira Gandhi masuk ketubuh perempuan muda yang ditinggal oleh orang tua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Six
Moci pun mengangguk setuju, dia memberikan tanda terima kasih pada Xiao Xie. Xiao Xie yang mendapat hadiah pun tersenyum, Xiao Lin tersenyum melihat adik ya bahagia
"Seperti aku besok harus segera melatih kedua adiku? aku tak tahu bila nanti orang yang tak terima dengan ku mengincar kedua adikku" Gumam Xiao Lin
"Yang Mulia, kenapa anda tidak mengajarkan kedua adik anda berkultivasi? mereka masih bisa anda pupuk agar memiliki kekuatan, apa lagi anda bisa meneteskan darah anda ke kening mereka" ucap Moci
"Eh... mereka bisa berkultivasi?" tanya Xiao Lin
"Tentu bisa.... asal anda memupuk mereka berdua, di tambah anda bisa memberikan darah alami anda pada mereka, satu tetes saja mereka bisa membuka meridian mereka Yang Mulia" ucap Momo
"Baiklah... sekarang aku akan kembali dengan tubuh awal ini, aku tak ingin orang-orang curiga saat aku keluar dari hutan ini, mereka mengira Dewi yang tersesat" ucap Xiao Lin. Momo dan Moci memutar mata malasnya, mereka berpikir ternyata Ratu semesta nya itu memiliki pikiran yang narsis
"Eh... itu ngapain kalian memutar mata malas seperti itu? kalian tidak lihat aku begitu mulus cantik dan bersinar? kalau tiba-tiba aku keluar dari hutan ini, terus mereka menuduh ku Dewi yang tersesat di dunia bagaimana?" tanya Xiao Lin
Momo hanya bisa menggaruk kepalanya, yang tiba-tiba gatal. dia tak bisa berkata-kata lagi dengan kepercayaan diri Ratu mereka, sedangkan kedua adik Xiao Lin terkekeh geli mendengar ucapan sang jie jie
Xiao Lin menatap kesal pada kedua hewan Kontrak nya itu, dia pun langsung memasukkan barang-barang yang tadinya dia bawa. dia akan kembali ke tempat babi yang dia tinggal, Xiao Lin juga berharap Jebakan nya itu berhasil mendapatkan burung pagar atau ayam hutan
Dan benar saat mereka sampai, disana sudah terdapat lima Ekor ayam hutan dan empat burung pagar yang terikat di Jebakan Xiao Lin. dan kedua adiknya dengan gembira memasukkan ayam dan burung pagar itu ke keranjang yang ada tutup nya
"Anak-anak manis diam dan duduk dengan baik ya... agar tidak mommy sembelih sekarang juga, lumayan ini untuk kita ternak ayam dan burung? kan bisa kita punya perternakan sendiri" ucap Xiao Lin. Xiao Nam juga mengganguk setuju
"Iya jie jie kita bisa memiliki perternakan hewan.... apa lagi nanti akan banyak orang yang tinggal dihutan ini" ucap Xiao Nam
"Ayo... kita harus cepat jual babi ini juga, Xie'er bawa Momo dan Moci kembali ke gubuk, biar Jie jie pergi dengan Gege mu. nanti jie jie akan membeli kan tanghulu untuk mu" ucap Xiao Lin
"Baitlah jie jie... Xie'el atan tembali" ucap Xiao Xie
"Momo atau kau Moci, apa kalian berdua bisa membuat kediaman mewah?" ucap Xiao Lin
"Hamba yang bisa membuat kediaman mewah" ucap Moci
"Bagus... aku akan kirim gambaran rumah mewah ke dalam pikiran mu, kamu tinggal buat sesuai keinginan ku ya" ucapan Xiao Lin
"Baik Yang Mulia" jawab Moci. akhirnya mereka pun berpisah ditengah jalan, Xiao Lin akan berjalan lurus untuk ke arah pasar
Xiao Lin juga sudah kembali ke tubuhnya, walau terlihat lemah tapi dia dengan mudah mengangkat tubuh babi gemuk yang tadi dia bunuh
Xiao Lin dan Xiao Nam berjalan menuju penjualan daging, banyak yang melihat mereka berdua. karena orang-orang belum pernah melihat mereka berdua
"Siapa mereka berdua? aku belum pernah melihat mereka?" tanya para pengunjung pasar
"Aku tidak tahu... kau bertanya pada ku? lalu aku bertanya pada siapa?" tanya teman di sebelah nya
Xiao Lin tidak menggubris tatapan semua orang, dia langsung mendekati tempat pengejual daging
BUG
Tubuh babi itu di letakkan di atas meja penjualan. yang tadinya penjual sedang menatap Xiao Lin, dia tersadar
"Apa kau ingin menjual nya kepada ku gadis muda?" tanya penjualan daging
"Tentu paman... aku baru berburu di hutan tadi, berapa kau sanggup membayar nya? kalau murah aku akan menjual ke pedagang lain" ucap Xiao Lin
"Eh... jangan gadis muda, aku akan membelinya seharga tiga koin emas, bagaimana kau setuju?" tanya paman penjagal daging
"Ehhh, kok tiga tambah lah... orang berburu nya sekuat tenaga loh itu, masa di hargai tiga koin emas? paman botak jangan menipu gadis manis seperti ku" ucap Xiao Lin. Xiao Nam terkejut saat mendengar ucapan sang jie jie, biasanya jie jie nya itu tak seberani itu pada orang luar
"Demi Dewa nak... aku tak menipu mu, kalau aku menipu mu, aku berani tersambar petir" ucap paman penjagal daging
"Loh? kok ngga ada petir? hais... berarti paman botak ini tak berbohong? baiklah kalau dia jujur" gumam hati Xiao Lin
"Karena petirnya tidak ada, baik lah paman silahkan bayar" ucap Xiao Lin. paman tersebut melongo, jadi gadis muda ini menunggu dia tersambar petir, bukan kah gadis ini begitu tega
Xiao Lin pun segera masuk ke dalam kelinik kuno di dekat pasar tersebut, rencana nya dia ingin menjual beberapa Pil yang tersimpan di ruang Qi nya
"Tolong hiks... tolong, tolong putraku" ucap seseorang yang baru tiba di kelinik kuno itu. Xiao Lin melihat seorang anak laki-laki yang kejang dan mulut nya mengeluarkan busa
"Maaf nyonya kami tidak bisa menolong mu.... kau harus membayar biaya nya terlebih dahulu" ucap seorang wanita yang tidak tahu malu
"Tolong selamatkan putra ku dulu.... aku akan membayar nya tenaga medis, aku pasti membayarnya" ucap ibu sang anak
"Tidak bisa.... Anda harus membayar biaya pendaftaran terlebih dahulu ka" ucapnya terpotong saat di dorong oleh seseorang
"Ini rumah sakit... bukan tempat pajak, dasar tidak berguna" ucap pedas Xiao Lin. dia pun mengeluarkan Susu dalam tasnya dan dia pun menyalurkan elemen cahaya
Susu yang sudah diberikan pengobatan itu pun langsung Xiao Lin masukkan kedalam mulut anak lelaki yang masih kejang
Anak kecil itu keracunan jamur yang baru bibinya masak, mereka tidak tahu jamur yang mereka masak kali ini beracun. setelah memaksa agar susu yang dia ambil itu masuk kedalam mulutnya bocah itu, seketika bila dapat satu menit anak itu tak kejang
Xiao Lin pun memeriksa nadi anak itu. detak jantung nya yang tadi berdetak begitu kencang. pun mulai setabil
"Ya dewa putra ku hiks... hiks... terima kasih gadis muda, kau luar biasa. terima kasih sekali lagi terima kasih" ucap wanita itu sambil membungkuk
"Sama-sama nyonya saya hanya membantu mengeluarkan racun itu.... kalau berkenang, bisa membawa air hangat" ucap lembut Xiao Lin
"Siapa kau?
TBC