NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Reinkarnasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: emmarisma

Queenza Celeste tidak pernah menyangka suami yang selama ini dia cintai, tega menduakan cintanya. Di detik terakhir hidupnya dia baru sadar jika selama ini Xavier hanya memanfaatkan dirinya saja untuk menghancurkan keluarganya. Saat Queenza terbangun kembali, dia memutuskan untuk membalas semuanya.

Bagaimana kisah selengkapnya? Simak kisahnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Proposal Kerja Sama

Pagi itu, di perusahaan Celestial corporation, tengah diadakan rapat darurat. Blake sudah mengirim pesan di grup direksi sebelumnya. Namun, meski begitu tetap saja ada yang terlambat menghadiri rapat. Siapa lagi jika bukan Xavier.

"Apa kamu tidak membaca pesan di grup?" Blake bertanya dengan nada suara dingin. Xavier menegang. Dia memang tidak membuka pesan grup karena semalam dia sangat antusias bercinta dengan Mia.

Semua orang berkumpul dan menatap Xavier dengan ekspresi bermacam-macam. Sebagian dewan tidak menyukai Xavier karena Xavier masuk ke perusahaan dengan mengandalkan koneksi dari putri keluarga Celeste. Selebihnya semua pekerjaan yang dia tangani hasilnya tidak pernah beres.

Melihat keterlambatannya kali ini, Orang-orang sudah bisa menebak jika Xavier akan memakai alasan istrinya lagi sebagai tameng. Mereka di ruangan itu tidak ada yang tahu tentang kabar Queen yang kerampokan.

"Karena kamu terlambat, aku akan menyerahkan kerja sama dari grup Lewis untuk kamu tangani. Kali ini aku tidak mau mendengar kegagalan apapun darimu. Jika kamu gagal maka siap siap saja, aku akan menendangmu dari perusahaan ini," ujar Blake.

Semua dewan direksi awalnya merasa jika kerja sama ini terlalu rentan untuk diterima. Karena mereka sangat tahu seperti apa Grup Lewis dalam menangani sebuah proyek dan sekarang, Atasan mereka secara langsung menunjuk adik iparnya yang tidak kompeten untuk menangani masalah ini? Apakah Celestial corporation akan bisa bertahan dibawah tekanan grup Lewis?"

"Tuan Blake. Apakah tidak sebaiknya kita pikirkan matang-matang siapa yang akan mengurus kerja sama ini? Seperti yang kita tahu, grup Lewis sangat mementingkan kesempurnaan. Jika proyek kerjasama ini diserahkan pada orang yang tidak kompeten, saya khawatir grup Lewis akan menekan perusahaan kita."

"Itu akan menjadi tanggung jawab tuan Xavier. Anda tidak perlu cemas. Justru dengan adanya tanggung jawab proyek kerja sama ini, saya yakin Tuan Xavier tidak akan sembarangan dalam bertindak," jawab Blake dengan santai.

Sementara itu Xavier sudah berkeringat dingin saat membuka proposal kerja sama itu. Jika berhasil perusahaan akan menghasilkan milyaran juta dollar. Namun, jika gagal mereka akan menderita kerugian ratusan juta. Meski ini proyek yang menggiurkan, tetapi siapa yang akan mau menanggung kerugian itu?

"Ka_kakak ipar, i_ini aku rasa aku tidak sanggup."

"Kalau kamu merasa tidak mampu, sebaiknya kamu keluar dari perusahaan ini dan kembalikan saham adikku."

Xavier langsung terdiam dengan wajah pucat, sepertinya memang dia tidak diberi jalan untuk mundur. Akhirnya Xavier menerima semua itu dengan berat hati.

Usai rapat itu, Xavier masuk ke ruangannya, dia membanting proposal itu di meja. Mia mendekatinya dengan langkah gemulai yang dibuat buat.

Mia bekerja sebagai asisten Xavier dan itu juga atas persetujuan Queen. Di situlah celah itu digunakan oleh pasangan itu untuk menipu Queen setiap waktu.

Akan tetapi, selama ini Xavier selalu berhasil meyakinkan Queen, jika setiap dia keluar kota dia tidak akan mengajak Mia ikut bersamanya, agar Queen tidak memiliki pikiran buruk terhadapnya. Padahal yang sebenarnya terjadi, Xavier tidak benar-benar pergi ke luar kota. Dia justru asik memadu kasih dengan Mia di apartemennya dan memilih menghianati Queen.

"Ada apa? Kenapa kamu marah?"

"Dia menyerahkan proyek kerja sama dari grup Lewis padaku. Memang jika kerja sama itu berhasil, perusahaan akan untung milyaran dollar, tetapi jika ada kegagalan, kerugiannya mencapai ratusan juta dollar. Aku khawatir pihak grup Lewis tidak mudah untuk dihadapi. Blake sengaja menargetkanku kali ini."

Mia tersenyum, dia mengusap bahu Xavier, "Kenapa kamu tidak menghubungi Queen, minta dia bicara pada kakaknya. Aku yakin, kamu pasti bisa meyakinkan wanita bodoh itu."

Mia tampak sangat percaya diri, karena sebelum sebelumnya, Queen selalu mudah dibujuk oleh Xavier hanya dengan sebuah rayuan. Dia pikir kali ini pun pasti akan sama. Xavier seperti mendapat pencerahan, dia mengambil ponselnya dan mulai menelepon Queen.

Awalnya wajah Xavier masih tampak penuh harap. Namun, setelah mencoba menghubungi beberapa kali, ekspresinya berubah mendung.

"Ah, sial! Wanita ja*ang itu tidak mengangkat panggilanku."

"Bersabarlah. Sebaiknya nanti kamu datangi dia dan bujuk dia. Bawakan dia hadiah kesukaannya. Dia selalu luluh padamu, tidak mungkin dia akan mengabaikan kamu, kan?"

Xavier mengangguk. Dia menarik pinggang Mia dan menciumnya dalam dalam, seolah sedang ingin menyalurkan emosinya. Mia dengan senang hati mengikuti permainan Xavier. Mereka tidak tahu, jika di ruangan itu telah dipasangi kamera tersembunyi oleh Blake.

Saat ini Blake menatap layar laptopnya dengan kemarahan yang memuncak. Tangannya mengepal dengan kuat, pantas saja adiknya yang dulu selalu bersikap lemah lembut, kini bahkan tidak takut menyakiti dirinya sendiri hingga sedemikian rupa.

Mungkin karena dia telah melihat sendiri kelakuan dari dua pasangan menjijikkan ini. Blake tahu betul betapa sakitnya dihianati oleh orang yang paling dia cintai. Karena dia pernah merasakannya saat Queen membela pria ini mati-matian dan memilih melawannya. Ini lebih sakit dari pada luka di tubuhnya.

Sudut mata Blake memerah. Dia rasanya ingin membunuh kedua orang tidak tahu malu itu. Dia menutup laptopnya dan Blake segera meninggalkan perusahaan. Hanya satu tempat yang ingin ia datangi yaitu kediaman keluarga Lewis di mana Queen berada sekarang.

Sementara itu, di kediaman keluarga Lewis, Queen duduk dengan elegan sembari menikmati sarapannya di taman. Di sampingnya ada dua pengasuh yang sedang mengawasi baby Ellara dan Sofia. Kedua bayi itu dijemur di bawah sinar matahari. Sejak Queen meny*sui Ellara, dia sudah menganggap gadis kecil ini sebagai putrinya, dia seperti sedang merawat dua bayi kembar.

Tuan tua Lewis datang dengan ekspresi wajah senang. Dia puas melihat Queen begitu perhatian kepada cucunya. Kakek Lewis lalu menyentuh pipi Sofia yang sedang terlelap.

"Baru beberapa hari, Ellara dan Sofia terlihat tumbuh dengan baik. Kamu benar-benar luar biasa, nyonya Queen."

"Anda terlalu berlebihan memuji, Kek."

"Ku dengar Sofia ini anak hasil inseminasi?"

"Ya, anda benar, Kakek. Saat itu aku begitu menginginkan seorang anak, tetapi suamiku selalu sibuk. Makanya aku hanya meminta dia memeras sel telurnya dan aku melakukan inseminasi."

Ya, Awalnya aku berpikir jika laki-laki itu benar-benar sibuk, tidak tahunya dia sibuk memadu kasih dengan wanita lain.

"Dulu Bryan juga membekukan sel telurnya, kata dokter waktu itu, dengan sikap Bryan yang selalu menghindari wanita, sebaiknya menyimpan sel telur terbaiknya di bank sp*rma. Kamu melakukan inseminasi di rumah sakit mana?"

"Aku melakukannya di rumah sakit pusat, Kek."

"Ah, itu rumah sakit yang sama di mana Bryan menyimpan bibit terbaiknya."

Queen tersenyum. Dia baru tahu mengenai hal ini. Dulu dia tidak terlalu memperhatikan berita dari kalangan pebisnis. Queen terlalu sibuk berusaha menjadi istri yang sempurna, tidak tahunya dia justru malah berakhir dengan penghianatan.

Mobil Blake baru saja memasuki halaman mansion keluarga Lewis, ketika mobil Bryan juga berhenti tepat di depan.

Bryan melihat ke arah mobil Blake. Saat melihat Blake keluar dari mobilnya, Bryan pun berjalan ke arahnya. Kedua pria itu berjabat tangan.

"Apa yang membawa anda kemari, tuan Celeste?"

"Panggil saja saya Blake. Saya ke sini karena ingin melihat adik saya dan juga keponakan."

"Kalau begitu mari silahkan masuk." Bryan memberi isyarat mempersilahkan.

Blake berjalan bersama Bryan. Kedua pria dengan tinggi yang hampir sama yakni 187 itu, terlihat seperti saudara.

Keduanya sangat tampan dengan alis mata yang tajam dan hidung yang mancung. Bryan memiliki warna mata hijau sedangkan Blake memiliki warna mata coklat terang.

Saat mereka mendengar suara tawa Queen di taman. Mereka pun bergegas berbelok ke arah taman. Di sana ada Queen dan saudara Bryan yang lain.

"Kenapa kalian tidak bekerja dan malah berkumpul di sini?" Suara tegas Bryan, membuat ketiga saudaranya berbalik dengan kaku, ekspresi mereka jelas terlihat takut.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hihh udah gedeg rasanya sama pasangan ular ini/Hammer/
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cpt hmpaskn mokondo tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
💪💪💪💪💪💪moga lncr semua
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kebtln cincin ny sm bryan.. apakh....??
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat... Semoga rencana kalian berjalan dengan baik
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cieee ada yg udah nggak sabar nunggu status jandanya Queen ini mah🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh ngaca woii, ngaca/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Berasa kek anak kembar, jangan² benar lagi kalo mereka dari bibit cebong yg sama😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cihh bilang saja kamu sibuk dengan j4l4ng itu kan😏
Apthiana Devi
cerita nya selalu bagus2
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next ahhh🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mcm ank kmbr mog xan tmbh mnjd ank yg baik slig pengrtian
🇦 🇵 🇷 🇾👎
menjijikn x gy kau tu
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo status Queen sudah jelas, coba minta Bryan untuk menikahinya, kek😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat Queen
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next kk
Dewi kunti
dinikahkan sama bpknya ellara saja😄😄😄😄
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!