NovelToon NovelToon
Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / CEO / Teen School/College / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

​"Aku membelimu seharga 10 miliar. Jadi, jangan harap bisa melarikan diri dariku, bahkan ke sekolah sekalipun."
​Gwen (18 tahun) hanyalah siswi SMA tingkat akhir yang bercita-cita kuliah seni. Namun, dunianya runtuh saat ayahnya kabur meninggalkan hutang judi sebesar 10 miliar kepada keluarga terkaya di kota itu.
​Xavier Aradhana (29 tahun), CEO dingin yang dijuluki 'Iblis Bertangan Dingin', memberikan penawaran gila: Hutang lunas, asalkan Gwen bersedia menjadi istri rahasianya.
​Bagi Xavier, Gwen hanyalah "alat" untuk memenuhi syarat warisan kakeknya. Namun bagi Gwen, ini adalah penjara berlapis emas. Ia harus menjalani kehidupan ganda: menjadi siswi lugu yang memakai seragam di pagi hari, dan menjadi istri dari pria paling berkuasa di malam hari.
​Sanggupkah Gwen menyembunyikan statusnya saat Xavier mulai menunjukkan obsesi yang tak masuk akal? Dan apa yang terjadi saat cinta mulai tumbuh di tengah kontrak yang dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Malam Pertama di Rumah Mewah

Suara yang sangat dalam itu terus terngiang di telinga Gwenola saat mobil mewah yang membawanya berhenti di depan sebuah gerbang besi raksasa. Ia menatap nanar ke arah bangunan megah yang berdiri kokoh di balik taman yang tertata sangat rapi dan diterangi lampu kuning keemasan. Rumah itu nampak begitu indah namun terasa sangat mencekam, seolah sedang bersiap untuk mengurung jiwa Gwenola di dalamnya selamanya.

Xavier turun dari mobil dengan gerakan yang sangat tangkas lalu membukakan pintu untuk gadis yang nampak sangat ragu itu. Ia mencengkeram lengan Gwenola dengan kekuatan yang tidak bisa dilawan, memaksanya untuk melangkah menyusuri lorong panjang berlantai marmer. Cahaya lampu gantung kristal yang berkilauan di langit-langit justru membuat Gwenola merasa semakin kecil dan tidak berdaya.

"Mulai detik ini, tempat ini adalah dunia barumu dan kau tidak diizinkan keluar tanpa seizinku," perintah Xavier dengan nada bicara yang sangat dingin.

Gwenola hanya bisa menunduk sambil meremas tali tas sekolahnya yang sudah mulai usang dan nampak sangat tidak serasi di rumah itu. Ia melihat beberapa pelayan berpakaian rapi berdiri berbaris dan menundukkan kepala saat Xavier melintas di hadapan mereka semua. Suasana di dalam rumah mewah itu begitu sunyi, hanya ada suara langkah kaki mereka yang menggema secara berulang-ulang di setiap sudut ruangan.

"Aku merasa seperti orang asing yang sedang tersesat di dalam sebuah istana yang sangat dingin," bisik Gwenola dengan suara yang bergetar hebat.

Xavier berhenti melangkah lalu membalikkan tubuhnya sehingga wajah mereka berada dalam jarak yang sangat dekat dan penuh tekanan. Ia mengusap pipi Gwenola yang masih menyisakan bekas air mata dengan jemari tangannya yang terasa sangat kasar dan dingin. Ada kilatan kepuasan yang muncul di balik manik matanya saat melihat rona ketakutan yang terpancar jelas dari wajah istrinya itu.

"Kau bukan orang asing, kau adalah nyonya di rumah ini sekaligus tawanan pribadiku yang paling berharga," balas Xavier sambil memberikan sebuah kunci berwarna perak.

Ia menunjuk ke sebuah pintu besar di lantai dua yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran yang sangat rumit dan nampak sangat tua. Gwenola menerima kunci itu dengan tangan yang gemetar, menyadari bahwa di balik pintu itulah ia akan menghabiskan malam pertamanya sebagai seorang istri rahasia. Langkah kakinya terasa sangat berat saat ia mulai menaiki anak tangga satu demi satu di bawah pengawasan tajam dari pimpinan perusahaan itu.

"Apakah kau tidak akan memberikan sedikit saja ruang bagiku untuk bernapas dengan tenang?" tanya Gwenola sambil menoleh ke arah Xavier dari tangga.

Pria itu hanya menyilangkan kedua tangannya di depan dada, menunjukkan sosok yang sangat dominan dan tidak tersentuh oleh rasa iba sedikit pun. Ia menatap Gwenola dari bawah dengan pandangan yang sangat posesif, seolah sedang memastikan bahwa aset berharganya itu tidak akan melarikan diri. Keangkuhan yang terpancar dari seluruh tubuh Xavier membuat Gwenola menyadari bahwa hidupnya kini benar-benar telah dikendalikan oleh tangan besi.

"Bernapaslah sesukamu di dalam kamar itu, karena besok pagi aturan baruku akan mulai berlaku secara mutlak," sahut Xavier sebelum mematikan lampu ruang tengah.

Gwenola terburu-buru masuk ke dalam kamarnya dan segera mengunci pintu dari dalam dengan perasaan cemas yang sangat memuncak di dalam dadanya. Ia bersandar di balik pintu sambil berusaha mengatur napasnya yang terengah-engah karena rasa takut yang belum juga hilang sejak tadi. Kamar itu sangat luas dan mewah, namun bagi Gwenola, tempat itu tidak lebih dari sebuah penjara bawah tanah yang dibalut dengan kain sutra.

Ia meletakkan tas sekolahnya di atas ranjang yang sangat besar lalu berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke arah jalanan kota. Di sana, ia melihat kilatan lampu kota yang sangat jauh, tempat di mana teman-teman sekolahnya mungkin sedang tidur dengan nyenyak tanpa beban apa pun. Air matanya kembali jatuh membasahi seragam sekolah yang masih ia kenakan, meratapi nasibnya yang berubah hanya karena hutang yang ditinggalkan oleh ayahnya.

"Ayah, mengapa kau tega menjual masa depanku kepada pria yang nampak sangat membenciku ini?" isak Gwenola sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pelan dari balik pintu yang membuat jantung Gwenola seolah melompat keluar dari tempatnya secara mendadak. Ia menatap ke arah gagang pintu yang bergerak-gerak pelan, seolah ada seseorang yang sedang mencoba masuk ke dalam ruang pribadinya itu. Rasa takut yang amat sangat mendalam kembali menyelimuti jiwanya saat ia mendengar suara berat Xavier memanggil namanya dari luar kamar.

"Buka pintunya sekarang juga karena aku belum selesai memberikan instruksi untuk besok pagi," perintah Xavier dengan nada yang mengandung kemarahan yang tertahan.

Gwenola mematung di tempatnya, bimbang antara mengikuti perintah suaminya atau tetap bersembunyi di dalam kamarnya yang sangat sunyi dan dingin tersebut. Ia tahu bahwa melawan perintah Xavier hanya akan membawa masalah yang jauh lebih besar bagi keselamatan dirinya serta kesehatan ibunya. Dengan perlahan, ia berjalan mendekati pintu dan memutar kunci perak itu dengan gerakan yang sangat kaku dan penuh dengan keraguan.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!