NovelToon NovelToon
Puteri Sampah Yang Berubah

Puteri Sampah Yang Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Mei Lin yang seorang agen mata mata terpaksa harus bunuh diri ketika tertangkap oleh Wang Yu, seorang Jenderal polisi negara x.

Namun , bukan nya mati, Mei Lin justru terperangkap ke dalam tubuh milik Bai Hua. Bai Hua adalah gadis lemah yang membutuhkan kursi roda untuk berjalan. Ia diejek oleh seluruh keluarga nya karena menjadi sampah. Bai Hua juga harus menikah dengan Pangeran Idiot!

Bagaimana jika jiwa Mei Lin yang mengambil alih tubuh Bai Hua untuk menikah dengan Pangeran itu? Dan bagaimana jika jiwa pangeran itu juga telah dirasuki entitas dari abad 21?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 : Berhasil

​Aula Keagungan kini benar-benar menjadi neraka yang mencekam. Gas pemicu yang dilemparkan Permaisuri membuat racun Lian-Xin di tubuh Wan Long dan Bai Hua bekerja sepuluh kali lebih cepat. Rasa sakitnya bukan lagi seperti jantung yang diremas, tetapi sudah seolah-olah organ dalam mereka sedang dipasung oleh es dan api secara bersamaan. Saraf mereka menegang, dan setiap denyut jantung terasa seperti ledakan kecil yang menghancurkan kesadaran.

​Permaisuri tertawa gila, rambutnya acak-acakan saat ia menerjang maju dengan belati perak di tangan. "Mati! Mati kalian berdua bersama rahasia ini! Jika takhta ini bukan milik anakku, maka takkan ada yang boleh memilikinya!" teriaknya dengan histeris yang memuncak.

​Wan Long, yang sudah berada di ambang batas kesadarannya, menggerakkan kakinya yang terasa seberat timah. Dengan insting murni seorang prajurit elit, ia menangkap pergelangan tangan Permaisuri tepat beberapa senti dari leher Bai Hua. "Jangan... sentuh... istriku," desis Wan Long dengan suara yang keluar dari celah giginya yang berdarah. Dengan satu hentakan kasar yang menyisakan tenaga terakhirnya, Wan Long mematahkan pergelangan tangan wanita itu dan menendangnya hingga tersungkur ke arah pasukan Jenderal Zhao. "Tangkap wanita ini!" perintah Jenderal Zhao yang baru saja kembali bersama Tabib Tua.

​Wan Long langsung ambruk ke pelukan Bai Hua. Keduanya kini terbaring di atas karpet merah yang bersimbah darah. Wajah mereka pucat pasi, napas mereka pendek-pendek dan mulai sinkron dalam irama yang semakin melambat, tanda bahwa racun sudah mencapai fase "pembekuan" akhir. Tabib Tua segera berlutut di samping mereka dengan wajah yang sangat serius. "Nona Muda, Pangeran... penawar yang asli memerlukan satu hal yang sangat berisiko. Racun Lian-Xin mengikat dua jiwa melalui darah. Untuk memutusnya, darah kalian harus dicampur dalam satu wadah perak, lalu kalian harus saling menusukkan jarum penawar ke jantung masing-masing secara bersamaan."

​Jenderal Zhao tertegun mendengar penjelasan itu. "Apa? Itu bisa membunuh mereka jika meleset sedikit saja!" Namun, Tabib Tua menggeleng mantap, "Jika waktunya meleset satu detik saja, salah satu atau keduanya akan mati seketika karena ketidakseimbangan energi racun."

​Bai Hua menatap Wan Long. Di tengah rasa sakit yang menghancurkan, ia melihat mata pria itu. Tidak ada ketakutan di sana, hanya ada tekad yang sama dengan yang ia lihat di lantai 45 gedung apartemen masa depan mereka sebelum reinkarnasi ini. "Wang Yu," bisik Bai Hua dengan bibir gemetar. "Kau siap melakukan misi terakhir kita? Menembus maut untuk satu kali lagi?"

​Wan Long tersenyum lemah, darah menetes dari sudut bibirnya, namun sorot matanya tetap tajam. "Selama ini... aku selalu mengejarmu untuk menangkapmu. Kali ini... mari kita bebaskan satu sama lain dari ikatan ini."

​Tabib Tua segera menyiapkan dua jarum panjang yang telah direndam ekstrak Teratai Merah murni. Wan Long dan Bai Hua diposisikan duduk saling berhadapan, tangan mereka saling menggenggam kuat di tengah sebagai penyeimbang jarak. Jenderal Zhao memerintahkan prajurit mematikan obor agar suasana menjadi sunyi, hanya menyisakan cahaya bulan perak yang masuk dari atap aula yang hancur.

​"Dalam hitungan ketiga," bisik Tabib Tua dengan napas tertahan. "Satu... dua..."

​Jleb!

​Tanpa menunggu hitungan ketiga, seolah-olah mereka memiliki satu frekuensi pikiran yang sama, Wan Long dan Bai Hua menusukkan jarum itu ke dada satu sama lain secara sinkron. Keheningan yang mematikan menyelimuti aula selama beberapa detik yang terasa seperti selamanya. Tiba-tiba, keduanya memuntahkan darah hitam pekat secara bersamaan ke wadah perak di bawah mereka. Tubuh mereka mengejang hebat, mata mereka membelalak, lalu mendadak semuanya menjadi sangat lemas.

​"Nona Muda! Pangeran!" Choi dan Bibi Pong(yang berlari tergesa kesana) berteriak histeris, ingin berlari mendekat namun ditahan oleh Jenderal Zhao. Tabib Tua dengan cepat memeriksa denyut nadi di leher keduanya. Suasana menjadi sunyi senyap, sampai akhirnya sang Tabib menghembuskan napas lega yang panjang hingga bahunya turun. "Kutukannya... sudah putus. Racunnya sudah keluar. Mereka berhasil."

​Wan Long perlahan membuka matanya. Hal pertama yang ia rasakan bukan lagi rasa sakit yang mencekik, melainkan rasa ringan yang luar biasa. Ia menatap Bai Hua yang juga sedang membuka mata dengan bingung. Wan Long mencoba menjauhkan tangannya secara perlahan, lima meter, sepuluh meter, hingga ia berdiri di ujung ruangan. Tidak ada rasa sakit. Mereka benar-benar bebas.

***

​Saat matahari mulai terbit di ufuk timur, menyinari puing-puing Aula Keagungan, Jenderal Zhao berdiri di depan gerbang dan berteriak kepada seluruh pasukan dan rakyat yang berkumpul: "Kaisar palsu telah mati! Pengkhianat telah ditangkap! Hormat kepada Pangeran Wan Long, pewaris sah takhta naga!"

​Namun, di tengah sorak-sorai kemenangan itu, Wan Long melihat ke arah Wan Jin yang sedang digiring oleh prajurit dalam rantai besi. Mata Wan Jin tidak menunjukkan penyesalan, melainkan dendam yang sangat dalam yang membara. Ia membisikkan sesuatu yang dingin saat melewati Wan Long. "Ini belum berakhir, Kakak. Kau mungkin mendapatkan takhta ini, tapi Suku Utara sudah dalam perjalanan. Kau akan memerintah di atas tumpukan abu."

​***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih

1
Pa Muhsid
buka puasa gak usah beli kolak udah ada yang manis😍😍😍 wangyu dan meilin
Pa Muhsid
bbc berlapis ok👍
mimief
wkwkwkwkwkwk
definisi sebel tapi rindu
benci tapi butuh🤣🤣
Roti Bakar
lanjutttt kpn upp?
mimief
gimana?
ya elah mati aja ga mau ngalah lu bang
ok Leh yuk lah bareng "🫣🤣
Pa Muhsid
cinta sejati😘😘😘❤❤❤ berbungkus benci (benar "cinta)
Dede Dedeh
rame... pisan lanjut thor
Pa Muhsid
visual nya mana tor
mimief
wah...seru
jadi bayangin visual merekanya bertarung
SusanTee
lnjutt
mimief
bukan??🤣🤣🤣
anak kan cuman niru orang tuannya yaa
jgn salahin kalau jadi anak durhaka
tih punya orang tua durhaka
mimief
iy..ya
mang disini pada ngeluh masalah retensinya
banyak othor yg juga akhirnya nyerah dan banyak pindah ke berbagai platform 🥹🥹.
semangat ya Thor...
aku mah dukung aja
karena terkadang penghargaan itu ga butuh cuman pengakuan,tapi cuan yg menentukan 🤣🤣
ANWi/Berly Re: hehe iya kak, susah susah gampang sistem retensi ini. bikin bingung😭😭😭😭
total 1 replies
mimief
senjata makan tuan ya gaes .
lu pikir bisa mengendalikan seluruh permainan
hei..masa depan itu lebih menakutkan dr yg dilihat
dimana ga ada binatang buas di hutan belantara
tapi manusia yg punya nafsu buas di antara hutan sesungguhnya.
beginilah realita di masa depan.
sahabat pena
ga punya kak
sahabat pena: siap kak. semangat up nya
total 2 replies
Roti Bakar
ah aku paham! Jd si kaisar biarin para anjing saling tarung gitu yahh??? (permaisuri-wanjin-meteri bai vs bai hua-wan long) trs dia tinggal leyeh leyeh 🤭
Roti Bakar
oh wan jin , dia kn anak permaisuri yah?? brarti dia disitu atas printah permaisuri dong
Pa Muhsid
👍👍👍🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️💪
Pa Muhsid
👍👍👍🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
mimief
Waduuuh...
sebenarnya siapa yg jebak siapa.🫣
hayooo kau berhadapan dengan polisi dan mata mata dr masa depan lu bang
siap siap aja yaa
Roti Bakar
ini kpn up nya????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!