NovelToon NovelToon
DETERMINED

DETERMINED

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Anak Genius / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Murid Genius
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: amuntuyu

"Di antara dinginnya sebuah pelindung dan hangatnya sebuah tawa, ada hati yang bertekad untuk tidak lagi hancur." - Meira tidak pernah percaya bahwa tragedi yang merenggut nyawa Papanya hanyalah kecelakaan biasa. Didorong oleh rasa kehilangan yang amat dalam dan teka-teki hilangnya sang Mama tanpa jejak, Meira berangkat menuju Lampung dengan satu tekad bulat, menguak tabir gelap yang selama ini menutupi sejarah keluarganya. Namun, menginjakkan kaki di SMA Trisakti ternyata menjadi awal dari perjalanan yang jauh lebih berbahaya dari yang ia bayangkan. Jalannya tidak mudah. Meira harus berhadapan dengan tembok tinggi yang dibangun oleh rahasia yang terkubur dalam, hingga trauma yang nyaris membuatnya menyerah di setiap langkah. Setelah satu demi satu rahasia terbongkar, Meira pikir perjuangannya telah usai. Namun, kebenaran itu justru membawa badai baru. Ia kembali dihadapkan pada persoalan hati yang pelik. Antara rasa bersalah, janji masa lalu, dan jarak. Kini, Meira harus membuat keputusan tersulit dalam hidupnya. Bukan lagi tentang siapa yang bersalah atau siapa yang benar, melainkan tentang siapa yang berhak menjadi tempatnya bersandar selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amuntuyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga

Bel istirahat berbunyi memecah kesunyian dari setiap sudut ruangan di sekolah. Beberapa siswa mulai berhamburan keluar dari dalam kelas. Keriuhan mulai terasa di setiap sudut ruangan termasuk kantin sekolah, tempat persinggahan paling favorit untuk makan atau sekedar berkumpul bercanda ria dengan teman-teman. Begitupun dengan Abil dan kedua temannya, Haris dan Ilham.

"Eh, Ham, menurut lo yang gampang di deketin siapa?" Haris membuka suara, memecah keheningan di meja pojok kantin yang sejak tadi terasa canggung.

"Maksud lo gampang apanya? Deketin siapa?" jawab Ilham balik bertanya, cowok itu baru saja menyendokkan siomay nya ke dalam mulut.

"Murid baru tadi. Kata gue sih, si Ayara itu anaknya cheerful dan friendly abis, gampang buat akrabnya. Tapi gue juga agak penasaran sama si Meira. Dia karakternya bertolak belakang banget sama Ayara." jelas Haris sambil mengaduk bakso di hadapannya.

"Gue sih pilih Meira." Ilham menyahut pelan, matanya tidak fokus pada siomay, melainkan pada pintu kantin seolah menunggu seseorang muncul. "Tapi bukan karena gampang dideketin, Ris. Justru karena dia familiar."

Abil yang sejak tadi diam, tiba-tiba meletakkan sendoknya dengan denting yang cukup keras di atas piring. "Gak usah bahas hal yang gak ada sangkut pautnya, Ham."

"Ya lo liat sendiri tadi, Bil." Ilham mengecilkan suaranya, condong ke arah meja. "Mata cokelat itu, lesung pipinya. Dia mirip banget sama—"

"Ham." Abil segera memotong ucapan Ilham dan memberikan tatapan tajam ke arah cowok itu, membuatnya langsung mengatupkan bibirnya cepat, tidak melanjutkan kalimatnya.

Haris yang awalnya cuma mau bahas soal cewek cantik, jadi bingung sendiri. "Kalian kenapa, sih? Kenapa jadi pada aneh gini cuma gara-gara kedatangan murid baru? Lo juga, Bil. Gak biasanya lo sensi begini. Gara-gara mantan lo itu?"

Belum sempat Abil menjawab, suasana kantin mendadak senyap. Di ambang pintu, Rey masuk dengan tangan di saku celana, wajahnya tetap datar namun auranya seolah membekukan sekitar. Tak jauh di belakangnya, Meira dan Ayara tampak ragu-ragu mencari tempat duduk.

Haris menyikut lengan Abil dengan semangat ketika melihat kedua gadis itu berjalan ke arah mereka. "Wuih, pucuk dicinta ulam pun tiba. Murid baru kita ke sini, Bil, Ham!"

Meira dan Ayara berhenti tepat di depan meja mereka. Ayara memberikan senyum lebarnya yang paling menawan, sementara Meira hanya berdiri dengan canggung di sampingnya, memeluk nampan makanannya dengan sedikit erat.

"Hai.. Boleh gabung gak? Kursi di tempat lain penuh banget nih." ujar Ayara tanpa basa-basi.

Haris langsung menggeser duduknya. "Boleh banget. Silahkan tuan putri, duduk aja."

Ayara langsung menarik kursi tepat di depan Abil, membuat cowok itu terpaksa mendongak. Sedangkan Meira duduk di samping Ayara, yang kebetulan berhadapan dengan Ilham. Keheningan sesaat menyelimuti meja itu, namun Ayara bukanlah tipe orang yang betah dalam diam.

"Lo Abil, kan? Masih inget gue gak?" ucap Ayara memecah keheningan. Matanya menatap Abil tanpa ragu, terang-terangan menunjukkan ketertarikannya. "Gue yang waktu itu ikutan olimpiade bahasa inggris. Duduknya sampingan sama lo. Kita belum sempet kenalan waktu itu, tapi gue tau nama lo dan masih inget muka lo. Kenalin gue Ayara."

Abil menatap tangan Ayara sejenak, lalu beralih ke wajah gadis itu. Ada sedikit keraguan di matanya, namun ia akhirnya menyambut uluran tangan itu singkat. "Abil."

Cowok itu tampak mengingat kembali pada momen saat dirinya mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris di Jakarta tiga tahun lalu saat ia masih menjadi siswa kelas dua SMP. Ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Ayara, partner acaknya saat Olimpiade itu.

"Itu beneran lo kan?" Ayara kembali mengajukan pertanyaan yang langsung mendapat anggukan dari Abil.

"Loh, jadi kalian udah saling kenal? Kok lo gak cerita sih, Bil?" Haris ikut bertanya. Tatapannya menatap Ayara dan Abil bergantian.

Abil hanya mengangkat bahu singkat, tampak tidak terlalu berminat memperpanjang pembahasan tentang masa lalu. "Cuma partner olimpiade." jawabnya datar.

"Partner olimpiade tapi mukanya membekas banget ya di hati Ayara?" goda Haris sambil terbahak, yang langsung dihadiahi pelototan oleh Abil.

Ayara sedikit memajukan tubuhnya, menopang dagu dengan kedua tangan sementara matanya tidak lepas dari wajah Abil. "Gue sengaja pindah ke sini salah satunya karena lo, lho. Gue penasaran, sesusah apa sih luluhin hati lo."

Haris tersedak baksonya sendiri mendengar pengakuan blak-blakan itu. "Gila, ini sih bukan PDKT lagi, ini mah deklarasi cinta!" serunya sambil tertawa heboh. "Bil, jantung aman, Bil?"

Abil hanya berdehem pelan, wajahnya tetap datar namun telinganya perlahan mulai memerah. Ia mengalihkan pandangan ke arah piring siomay-nya yang belum habis, berusaha keras menghindari binar mata Ayara yang terlalu terang.

"Makan aja dulu." sahut Abil singkat, suaranya sedikit lebih berat dari biasanya.

"Galak banget sih." canda Ayara sambil tertawa kecil, lalu beralih menyenggol lengan Meira. "Tuh kan, Mei. Apa gue bilang, cowok kalem kayak Abil ini tantangannya beda."

Meira hanya tersenyum kaku, merasa tidak enak dengan situasi yang diciptakan sahabatnya. Ia kemudian melirik ke arah depan, tepat di mana Ilham duduk. Cowok itu sejak tadi tidak ikut tertawa. Ilham justru menatap Meira dengan tatapan yang sangat dalam campuran antara rindu, rasa bersalah dan ketakutan yang tertahan.

"Meira..." Ilham menggumamkan nama itu pelan, seolah sedang mencicipi suara yang sudah lama tidak ia dengar. "Nama yang cantik. Pas sama orangnya."

"Makasih." jawab Meira canggung. Ia merasa ada yang aneh dengan cara Ilham menatapnya. Bukan seperti cowok yang naksir pada pandangan pertama, tapi lebih seperti seseorang yang sedang melihat potongan masa lalu yang hilang.

Suasana di meja itu mendadak jadi sangat kontras, Ayara yang begitu riuh menggoda Abil dan Meira yang terjebak dalam keheningan intimidatif bersama Ilham dan Haris.

Sementara itu, Rey yang duduk di meja yang tak jauh dari mereka hanya memperhatikan dengan tangan terkepal. Ia tidak menyentuh makanannya sedikit pun. Matanya terus tertuju pada Meira, terutama saat gadis itu menunjukkan lesung pipinya ketika tersenyum kaku.

...\~\~\~...

1
Zanahhan226
ups, penuh misteri sekali ini..
listia_putu
ceritanya bagus kok, udah melewati 10 bab yg aku baca. tp kenapa pembacanya sedikit??? heran....
Zanahhan226
menarik dan misterius..
Zanahhan226
halo, aku mampir, Kak..
semangat, ya..
kita saling dukung ya..
🥰🥰
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
anggita
mampir ng👍like aja☝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!