NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:54.4k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Karina rela melepaskan identitas dan membuang kemewahan yang dimilikinya sebagai putri tunggal keluarga Wijaya hanya untuk bersama Agus, ia jatuh cinta pada Agus karena kebaikan dan kejujurannya.

Pernikahannya tampak begitu sempurna dan bahagia, hingga Agus pun sudah menjadi pria sukses berkat dukungan dan bantuan Karina. Sayangnya dengan kesuksesannya, Agus justru terlena dan mengkhianati pernikahan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun itu.

Bagaimana kisah selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada pernikahan Karina dan Agus? Apa yang akan dilakukan Karina?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sah!

Tangisan Karina pecah dalam dekapan Faisal, sebuah tangisan yang bukan lagi karena kepedihan, melainkan pelepasan atas segala sesak yang ia simpan sendirian. Faisal membiarkan mantelnya basah oleh air mata wanita itu, tangannya mengusap punggung Karina dengan ritme yang menenangkan, seolah sedang menyusun kembali kepingan jiwa Karina yang sempat hancur.

​Tiba-tiba, suara derap langkah di atas salju terdengar mendekat. Ella dan Aisha tidak tahan lagi untuk tetap menjadi penonton dari jauh, mereka berlari menghambur ke arah beranda dan menerobos masuk ke dalam momen intim tersebut.

​"Mama!" seru Aisha sambil memeluk pinggang ibunya, sementara Ella berdiri di samping Faisal dengan senyum lebar yang menghiasi wajah dewasanya.

​"Terima kasih, Om Faisal. Terima kasih sudah membuat Mama tersenyum lagi," ucap Ella tulus.

​Faisal melepaskan pelukannya dari Karina, namun tetap merangkul bahu wanita itu, ia menatap kedua putri Karina dengan pandangan yang penuh tanggung jawab.

"Om yang harus berterima kasih pada kalian karena sudah mengizinkan Om masuk ke dalam keluarga kecil kalian. Mulai sekarang, kalian tidak perlu khawatir lagi, kita akan menghadapi dunia bersama-sama," ucap Faisal.

​Aisha mendongak menatap Faisal dan matanya masih berkaca-kaca, "Jadi, kami boleh memanggil Om dengan sebutan Papa?" tanya Aisha.

​Pertanyaan polos itu membuat Faisal tertegun sejenak, tenggorokannya terasa tercekat oleh emosi yang membuncah dan ia melirik Karina yang hanya mengangguk pelan dengan senyum haru.

​"Itu adalah kehormatan terbesar bagi Om... maksudnya Papa," jawab Faisal dengan suara yang bergetar.

​Malam itu, di bawah langit Interlaken yang bertabur bintang, mereka makan malam bersama di dalam vila yang hangat oleh nyala api dari perapian. Tidak ada lagi pembicaraan soal saham, pengadilan atau pengkhianatan. Mereka sibuk merencanakan masa depan, tentang sekolah Ella yang ingin mengambil jurusan desain di London, tentang hobi baru Aisha dan tentang bagaimana mereka akan menata kembali kediaman Wijaya di Jakarta agar tidak lagi memiliki aura kelam masa lalu.

Setelah dua minggu menghabiskan waktu di Swiss, mereka akhirnya kembali ke Jakarta. Namun, kepulangan kali ini terasa sangat berbeda. Tidak ada lagi ketakutan yang membayangi langkah Karina, saat kakinya menginjakkan kaki di lobi bandara, ia berjalan dengan dagu tegak dan menggandeng kedua putrinya, dengan Faisal yang berjalan kokoh di sisi kanannya.

###

Dua bulan kemudian, Jakarta menjadi saksi dari sebuah perayaan yang jauh berbeda dari hiruk-pikuk pesta korporat biasanya. Di sebuah masjid megah yang dibangun oleh mendiang Baskoro Wijaya, suasana terasa begitu khidmat dan tenang.

​Karina duduk di samping Faisal di depan penghulu, ia mengenakan kebaya putih mutiara dengan kerudung transparan yang senada, terlihat sangat anggun dan bersahaja. Wajahnya yang dulu sering kusam karena kelelahan, kini tampak bersinar, sebuah kecantikan yang muncul dari ketenangan batin.

​Faisal begitu tampan dengan setelan jas hitam dan peci, tampak begitu gagah. Tangannya yang menjabat tangan wali hakim tidak sedikit pun gemetar dan dengan satu tarikan napas, ia mengucapkan kalimat ijab kabul dengan lantang dan tegas.

​"Saya terima nikah dan kawinnya Karina Wijaya binti Baskoro Wijaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"

​"Sah!" seru para saksi dan tamu undangan hampir bersamaan.

​Air mata Karina jatuh seketika saat ia menengadahkan tangan untuk berdoa. Kali ini, air mata itu adalah bentuk syukur yang paling dalam. Setelah dua puluh tahun tersesat dalam labirin penderitaan, akhirnya menemukan jalan pulang melalui pria yang tak pernah berhenti mendoakannya.

​Setelah prosesi akad selesai, Karina mencium tangan Faisal, sebuah simbol kepatuhan yang kali ini didasari oleh rasa hormat dan cinta yang tulus, bukan ketakutan seperti dulu. Faisal kemudian mengecup kening Karina cukup lama, seolah sedang menyalurkan seluruh janji perlindungan yang selama ini ia simpan di dalam diam.

​Resepsi diadakan secara terbatas di taman kediaman Wijaya yang kini sudah direnovasi total, taman mawar itu kembali mekar, harumnya menyatu dengan aroma melati yang menghiasi dekorasi pelaminan.

​Paman Andri berdiri di antara para tamu dengan mata yang berkaca-kaca, "Baskoro, lihatlah putrimu. Dia akhirnya menemukan suami yang tepat," gumamnya pelan sambil menatap langit.

​Di tengah acara, Ella dan Aisha yang mengenakan gaun seragam berwarna champagne naik ke atas pelaminan. Mereka tidak lagi canggung, Aisha langsung memeluk Faisal.

"Selamat ya, Pa. Sekarang Papa sudah resmi jadi Papanya Aisha," ucap Aisha.

"Iya, sayang," ucap Faisal yang tersenyum hangat pada Aisha.

"Selamat ya, Mas. Kamu sudah resmi menjadi suami dan juga menjadi Ayah," bisik Karina.

"Padahal aku belum pernah berhubungan dengan siapapun, tapi aku sudah menjadi ayah, keren ya aku," bisik Faisal.

Karina yang mendengarnya pun tiba-tiba merasa bersalah, Faisal belum pernah berhubungan dengan siapapun justru mendapatkan istri yang sudah punya anak.

Faisal yang mengerti isi pikiran Karina pun segera merapatkan tubuhnya dengan Karina lalu mengecup bibir wanita pujaannya itu.

Kecupan lembut di bibir itu hanya berlangsung beberapa detik, namun sanggup menghentikan aliran darah di wajah Karina yang kini memerah sempurna. Di tengah riuhnya taman yang dipenuhi tamu undangan terbatas, Faisal seolah ingin menegaskan pada dunia dan pada Karina bahwa ia tidak pernah merasa rugi sedikit pun.

"Jangan pernah berpikir yang tidak-tidak, sayang," bisik Faisal dan bibirnya masih sangat dekat dengan telinga istrinya.

"Bagi pria yang mencintaimu, mendapatkanmu beserta Ella dan Aisha adalah seperti memenangkan lotre yang tidak akan pernah bisa ditukar dengan emas mana pun di dunia ini, kalian adalah paket lengkap kebahagiaanku," lanjutnya.

​Karina tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Faisal, "Kamu selalu tahu cara membuatku merasa berharga, Mas," bisik Karina.

"Tentu saja," jawab Faisal.

Malam pun kian larut, hiruk-pikuk resepsi di taman kediaman Wijaya perlahan mereda hingga menyisakan kesunyian yang menenangkan. Faisal membimbing Karina masuk ke dalam kamar utama yang telah didekorasi ulang dengan sentuhan warna putih dan emas, aroma bunga lili dan melati menyerbak memenuhi ruangan, menciptakan atmosfer yang begitu sakral.

​Faisal menutup pintu kamar dengan perlahan, mengunci dunia luar di balik daun pintu kayu jati tersebut. Untuk pertama kalinya, mereka benar-benar hanya berdua, bukan sebagai rekan bisnis atau pengacara dan klien, melainkan sebagai sepasang suami istri yang sah.

​"Kenapa diam saja, sayang?" tanya Faisal lembut dan mendekat, jemarinya bergerak perlahan membuka kerudung transparan yang masih tersampir di kepala Karina.

​Karina menunduk, sedikit gugup. "Aku... aku hanya merasa ini seperti mimpi, Mas. Takut jika besok aku bangun dan ternyata aku masih berada di dapur rumah yang lama," ucap Karina.

Faisal meraih dagu Karina, mengangkatnya hingga mata mereka bertemu. "Mulai detik ini, setiap pagi kamu akan bangun di sampingku. Tidak akan ada lagi ketakutan, tidak akan ada lagi rasa sakit. Hanya ada aku," bisiknya dengan suara yang serak dan penuh kerinduan.

​Faisal membantu Karina membuka perhiasannya satu per satu, gerakannya begitu hati-hati dan saat jemari Faisal menyentuh kulit leher Karina untuk melepas kalung mutiaranya, Karina merasakan desiran hangat yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Sentuhan Faisal begitu berbeda, penuh penghormatan dan kasih sayang yang mendalam.

​"Mas..." bisik Karina saat napas Faisal mulai menyapu lembut di tengkuknya.

​"Aku sudah menanti momen ini selama dua puluh tahun, Karina. Menahan diri untuk tidak menyentuhmu, hanya bisa mendoakanmu dari kejauhan," gumam Faisal dan membalikkan tubuh Karina, menatap wajah istrinya dengan pemujaan yang murni.

"Malam ini, biarkan aku membuktikan bahwa kamu adalah satu-satunya wanita yang bertahta di hatiku," lanjutnya.

​Faisal mengecup kening Karina lama lalu turun ke kelopak mata dan pipinya, sebelum akhirnya mendarat di bibir Karina dengan c**m*n yang dalam dan penuh perasaan, kali ini tidak ada lagi keraguan. Karina membalas c**m*n itu dan melingkarkan lengannya di leher Faisal, menyerahkan seluruh kepercayaannya pada pria yang telah menjaganya dalam diam selama dua dekade.

​Di bawah temaram lampu kamar yang redup, Faisal membimbing Karina menuju tempat tidur dan setiap sentuhan Faisal terasa seperti penyembuhan bagi luka-luka lama Karina. Tidak ada paksaan, tidak ada kekasaran, yang ada hanyalah keintiman yang begitu dalam, di mana dua jiwa yang sempat terpisah jauh kini menyatu dalam ikatan yang suci.

​Malam itu, di kamar yang menjadi saksi awal kehidupan baru mereka, Faisal memenuhi janjinya. Ia mencintai Karina dengan seluruh jiwanya, menghapus sisa-sisa kenangan buruk dengan sentuhan-sentuhan yang penuh kelembutan. Baginya, Karina adalah segalanya dan malam pertama ini adalah awal dari ribuan malam yang akan mereka habiskan bersama.

Menjelang fajar, Karina tertidur lelap dalam dekapan hangat Faisal. Ia merasa begitu aman, begitu terlindungi. Di sisi lain, Faisal tetap terjaga sejenak dan menatap wajah istrinya yang damai dengan senyum penuh syukur, penantian dua puluh tahunnya telah terbayar lunas dan ia bersumpah tidak akan pernah membiarkan air mata kesedihan jatuh lagi dari mata wanita yang sangat dicintainya itu.

.

.

.

Bersambung.....

1
Patrick Khan
aku suka😍😍😍😍
Rina Arie
good book
Naufal Affiq
terimakasih kak atas karya nya
Ariany Sudjana
bagaimana nasibnya Bagas? apa bagas punya kesempatan ketemu Ella dan Aisha?
Naufal Affiq
gak apa2 om,memang gitu kalau istri lagi ngidam,jadi di maklumi aja
Ariany Sudjana
kapan launching nya kak?
elaretaa: Hari ini Kak, Bab 1 sudah up ya🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
kenapa Karina ga kasih tahu kalau Ella dan Aisha juga punya adik tiri, Bagas?
Eva Tigan: Faisal sudah tau kok..kan kemaren dia yg antar Karina menjumpai Bagas dan ibunya ke rumah mereka yg sempit dan kumuh itu
total 1 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Karina dan Faisal sudah berkomitmen menjamin pendidikan Bagas, terharu membaca part yang ini
Ariany Sudjana
sebaiknya karina urus anak itu dan sekolahkan anak itu, bagaimanapun anak itu tidak memilih lahir dari orang tua yang mana, dan anak itu juga tidak tahu kejahatan Agus seperti apa, supaya anak itu dan ibunya juga bisa hidup dengan baik
Yana Phung
saya dukung karina
dibandingkan ditemukan agus dan Agus mengarang cerita utk balas dendam
emang dasar agus sudah gila
Yana Phung
membaca tema spt ini saat bulan ramadhan itu rasanya.........😅😅😅
Ariany Sudjana
hahaha mampus kamu Sabrina, siap-siap jadi gembel 🤣🤣🤭🤭
Ariany Sudjana
puji Tuhan, finally 😄
Ariany Sudjana
restu anak-anak sudah dikantongi, jadi jangan ragu yah Karina , maju terus
Ariany Sudjana
dasar serakah Bu Ratmi , siap-siap jadi gembel
Ariany Sudjana
dasar ga tau diri, begitu miskin langsung playing victim. Bu Ratmi dan Agus sama saja, kehilangan kekayaan langsung menyalahkan Karina, padahal kan mereka yang buat ulah, jadi jangan salahkan Karina mengambil tindakan tegas, sudah cukup Karina selama ini diam, demi membela suami dan mertua yang ga tahu diri
Ariany Sudjana
good decision Karina and Faisal 😄
Ariany Sudjana
bagus Karina, masa lalu tidak bisa diubah, tapi masa depan masih bisa dilukis dengan baik, jangan terus terjebak dalam luka masa lalu, jadikan pelajaran berharga
Ariany Sudjana
ayo Karina, tunggu apa lagi, restu dari pa Wijaya sudah turun, anak-anak pasti tidak masalah, apalagi anak-anak juga kenal dengan Faisal
Naufal Affiq
khilaf kata mu,manusia gak jelas seperti mu,harus nya hidup luntang lantung aja lebih baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!