NovelToon NovelToon
Bukan Gadis Culun Biasa

Bukan Gadis Culun Biasa

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO / Tamat
Popularitas:802.7k
Nilai: 5
Nama Author: Qinan

Malam itu Lily gadis polos dan culun yang bekerja sebagai room service disebuah hotel mengalami nasib naas karena diperkosa oleh seorang pria yang sedang mabuk namun siapa sangka itu justru membuatnya terjebak dalam sebuah pernikahan tanpa cinta hanya demi status bayi dalam kandungannya agar tidak menjadi anak haram.

Dapatkah gadis itu diterima keluarga kaya raya Wilson atau justru ditendangnya begitu saja hingga membuatnya akan membalas dendam setiap kesakitan yang pernah dirasakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab~06

"Katakan apa yang kamu inginkan hm?" ulang pria itu lagi namun Lily hanya diam membisu sembari merutuki tubuhnya sendiri karena diam-diam menginginkan lebih.

"Baiklah aku tahu apa yang kamu mau," pria itu pun sedikit menjauhkan wanita itu agar ia mudah melepaskan resleting celananya sendiri hingga sesuatu yang menonjol dan keras nampak terpampang didepan mata gadis itu.

Melihat itu pun Lily langsung menggeleng cepat. "Tidak, jangan lakukan!" mohonnya meskipun tubuhnya berbanding terbalik.

"Jangan lakukan hm?" ulang pria itu dan gadis itu pun langsung mengangguk namun tiba-tiba pria itu menarik celana da lam nya hingga membuatnya langsung berteriak tapi belum sempat memberontak tubuhnya sudah diangkat dan ....

Bles!

Sesuatu yang besar langsung memenuhi miliknya hingga membuatnya tersentak kaget karena sedikit dipaksa masuk hanya saja miliknya yang sudah basah mudah bagi pria itu untuk menyatukan miliknya.

Alexander langsung memejamkan matanya merasakan miliknya seakan sedang di re mas re mas di dalam surga kenikmatan milik gadis itu.

"Sial!" umpatnya lantas segera digerakkan pinggulnya naik turun memasuki gadis itu.

Melihat Lily kurang nyaman dengan tangannya yang terikat, Alexander pun segera melepaskannya hingga kini gadis itu langsung memeluknya seiring dengan hentakannya yang semakin intens dan kuat.

Lily terus mendesah meskipun sudah ia tahan sedemikian rupa, ia tidak ingin pria itu tahu jika sebenarnya ia mulai menikmati permainannya.

Kemudian pria itu memindahkan gadis itu ke kursinya yang sebelumnya sudah ia rebahkan sandarannya lantas kembali ia hentakkan pinggulnya sampai pada akhirnya cairan percintaannya ia lepaskan ke dalam rahim wanita itu hingga tak bersisa dan langsung jatuh ke atas tubuhnya dengan napas naik turun tak beraturan.

Diciumnya bibir gadis itu sejenak lantas segera beranjak menjauh, sementara Lily nampak tak berdaya dan buliran kristal pun mengalir dari sudut matanya, lagi-lagi ia tak bisa menolak pria itu yang kembali menodainya tanpa henti setiap kali bertemu.

"Pakailah kemejaku!" pria itu mengulurkan kemejanya mengingat pakaian gadis itu telah rusak karena ulahnya.

Lily pun langsung mengambilnya dengan kasar lalu segera dipakainya, ia menyesal kenapa tadi menggunakan rok hingga mudah bagi pria itu untuk menarik da la man nya.

Ting

Tiba-tiba terdengar notifikasi di ponselnya dan gadis itu pun langsung meliriknya dimana sebuah nominal uang masuk sebesar 500 juta ke rekeningnya.

"Terima kasih untuk hari ini," ucap pria itu dengan santai. Wajahnya tak sedingin sebelumnya bahkan cenderung hangat saat ini.

Setelah mengenakan kemejanya Lily pun segera mengambil ponselnya lantas dikembalikan uang tersebut. "Aku tak membutuhkannya," ucapnya dengan ketus karena ia memang tak menjual tubuhnya meskipun sebenarnya sangat membutuhkan uang itu.

Alexander menatapnya heran, gadis itu tidak secantik gadis yang biasa berkencan dengannya tapi harga dirinya setinggi langit. "Kalau begitu dimana rumahmu akan ku antar?" ucapnya kemudian.

"Biarkan aku keluar dari sini jika tidak aku akan semakin membencimu ba ji ngan!" teriak Lily dengan murka.

Alexander langsung mengepalkan tangannya lantas menekan sebuah tombol hingga pintunya pun terbuka dan Lily segera keluar meninggalkan pria itu.

Menatap sejenak tuan Miller dan kedua anak buahnya yang berada tak jauh dari sana kemudian menghentakkan kakinya pergi.

"Tuan, apa mau kami ikuti gadis itu?" ucap tuan Miller ketika kembali masuk ke dalam mobil bosnya tersebut.

"Tidak usah," sahut pria itu menatap datar gadis yang telah melangkah pergi jauh didepannya.

Kemudian tuan Miller pun kembali mengendarai mobilnya melewati gadis itu yang nampak melangkah tertatih namun Alexander sama sekali tak menatapnya, pandangannya dingin dan lurus ke jalanan depannya.

Malam harinya, Lily pun baru sampai rumahnya setelah menenangkan dirinya dan membeli pakaian ganti karena neneknya pasti akan bertanya saat ia memakai kemeja kedodoran milik seorang pria.

"Sayang, kamu baru pulang bekerja nak?" ucap sang nenek ketika cucunya itu baru datang dengan wajah kelelahan, sebersit rasa bersalah langsung menyelinapi hatinya mengingat sebelum ia jatuh sakit ia yang bekerja dan cucunya itu hanya fokus pada kuliahnya saja. Meskipun gadis itu lahir sangat malang tanpa hadirnya sosok ayah tapi ia ingin cucunya sekolah tinggi agar mendapatkan pekerjaan yang layak hingga suatu saat ia bisa mati dengan tenang.

Lily pun tersenyum menatapnya. "Aku punya berita baik untuk nenek," ucapnya kemudian.

"Benarkah? apa kamu mendapatkan nilai bagus di kelasmu?" tebak sang nenek.

Lily menggeleng cepat. "Desainku di lirik oleh perusahaan di ibukota dan bulan depan aku sudah bisa magang disana nek," ucapnya lantas memeluk neneknya itu.

Tadi saat sedang perjalanan pulang ia dihubungi oleh kampusnya jika ada perusahaan yang tertarik dengan desainnya dan memintanya untuk segera mengatur jadwal magang.

"Dan gajinya lumayan besar nek," imbuhnya lagi.

"Benarkah?" neneknya kembali terkejut sekaligus senang.

Lily pun terdiam sejenak, mungkin ini saatnya ia bujuk neneknya untuk segera melakukan operasi jantung. "Sebenarnya tadi aku sempat membuat penawaran untuk mengambil gajiku diawal agar nenek bisa operasi dan perusahaan menyetujuinya," dustanya kemudian lagipula perusahaan mana yang mau seperti itu.

"Tapi nak ..." sang nenek nampak keberatan mendengarnya.

"Ku mohon nek, kelak aku kurang punya waktu untuk merawatmu jadi tolong segera melakukan operasi itu agar aku bisa meninggalkan mu untuk bekerja dengan tenang," mohon gadis itu dengan penuh harap.

"Tapi bagaimana dengan biaya hidupmu nanti nak kalau uangnya ku gunakan untuk operasi?" tanya sang nenek mengeluarkan isi hatinya.

Lily kembali tersenyum. "Gajiku masih tersisa sedikit untuk biaya hidupku lagipula nenek jangan pikirkan hal itu yang penting saat ini kesehatan nenek yang paling utama." terangnya kemudian.

Sang nenek pun mengangguk, sungguh ia bersyukur memiliki cucu seperti gadis itu tak peduli berbagai hinaan para tetangganya diarahkan padanya sebagai anak yang lahir tanpa ayah.

Beberapa hari kemudian neneknya pun segera melakukan operasi dan Eric setia menemani Lily menunggunya di rumah sakit.

"Ly, aku boleh bicara padamu?" ucapnya kemudian.

"Hm, tentu saja." Lily pun mengangguk menatapnya.

Eric nampak menghela napasnya sejenak. "Sebenarnya aku sudah lama menyukaimu, apa kamu mau menjadi kekasihku?" ucapnya kemudian. Pria itu tahu gadis itu sebentar lagi akan tinggal di ibukota untuk magang kerja dan ia ingin mengutarakan perasaannya lebih dahulu.

Lily terkejut mendengarnya, sebenarnya ia juga menyukai pria itu namun ia merasa tidak pantas karena selain sebagai anak haram dan tak cantik ia juga sudah tak suci lagi.

"Terima kasih tapi saat ini aku benar-benar ingin fokus bekerja karena biaya operasi nenek tidaklah sedikit dan aku harus menggantinya," sahutnya beralasan agar pria itu tidak tersinggung.

Eric mengangguk kecil. "Baiklah aku akan menunggumu sampai kamu siap nanti," ucap kakak senior di kampusnya itu yang sebentar lagi akan lulus sedangkan ia harus menunggu beberapa semester lagi.

1
nokdenok
top bgt cerita nya Thor
nokdenok
end,, makasih Thor,, cerita nya bagus,, sukses slalu buat othor
Rosita Tumbelaka
Lilly alias Anastasya Leonard akhir nya bertepuk Lutut pd Cinta awal walau sakit hatinya
Rosita Tumbelaka
Drama Genderang perang mulai bersembunyi...Maju Lilly Anastasya Leo...jeng...jreng
Rosita Tumbelaka
Lilly... Lilly... begitulah klu org kere sdh miskin segalanya...
nggk ada Harga di mata Manusia saat terpuruk...kasihan...aq nelongso...
Evy
Anastasia mengantar Alex...apa dia tidak takut bakal dicurigai..kenapa bisa tahu alamat situ tanpa diberi tahu... Nahkan? ceroboh...
Evy
Wah Felix... yang benar aja nih...
Evy
Apa sebenarnya dimasa lalu terjadi kesalahpahaman...
Evy
Bisa juga dapat cucu kedua dari Anastasia...atas kejadian yang terjadi semalam..
Evy
Sudah tua tapi tak tau diri...bisa bangkrut habis perusahaan pak tua dibuat dari Anastasia... anaknya Victoria nanti pasti juga akan dikhianati oleh Elizabeth yang selalu iri padanya..
Evy
Astaga Pak.. yang benar saja saran mu itu...
Evy
Akhirnya Lily bertemu dengan keluarga kandung nya...Ayah kandung dan Abang kandung Se Ayah...
Evy
Atas kejadian yang menimpa Lily ..wajar saja jika ada dendam dan ingin membalas setiap perbuatan yang telah dilakukan oleh Victoria..
Ririn Nursisminingsih
hancurkan semua yg mnyakitimu anastys
💪💪
Ririn Nursisminingsih
ayo lily tunjukan kekuatanmu jerat alaxender biar bucin sama kmu setelah kmu tinggal. pergi jau biar tau rasa
Ririn Nursisminingsih
ayoo lily jg lemah
Ririn Nursisminingsih
ayoo lily kabur aja biar tau rasa si alexander
Ririn Nursisminingsih
jg2 lily adrk xander
Santhi Agung
cerita mu selalu bagus thor
Mazree Gati
untung baca endingnya dulu,,kaya ga ada pria lain selain alex,ck ,,UNSUB,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!