NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit

Gerhana Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur
Popularitas:36.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

Seorang pembaca muak dengan novel bacaannya yang dimana para antagonis jenius dengan latar belakang tragis selalu kalah konyol oleh Long Tian, protagonis yang menang hanya bermodal "Keberuntungan Langit".

Saat bertransmigrasi ke dalam novel, dia menjadi Han Luo, NPC tanpa nama yang ditakdirkan mati di bab awal, ia menolak mengikuti naskah. Berbekal pengetahuan masa depan, Han Luo mendirikan "Aliansi Gerhana". Ia tidak memilih jalan pahlawan. Ia mengumpulkan para villain yang seharusnya mati dan mengubah mereka menjadi senjata mematikan.

Tujuannya satu: Mencuri setiap peluang, harta, dan sekutu Long Tian sebelum sang protagonis menyadarinya.

"Jika Langit bertindak tidak adil, maka kami akan menjadi Gerhana yang menelan Langit itu sendiri." Ini adalah kisah tentang strategi melawan takdir, di mana Penjahat menjadi Pahlawan bagi satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hantu Es

Cabang Sekte Pedang Awan di Kota Naga Langit terletak di distrik bangsawan, sebuah bangunan megah dengan pilar-pilar batu putih yang mencolok.

Han Luo, yang telah kembali ke wujud aslinya (murid luar biasa yang sedikit pucat), berjalan masuk ke halaman. Dia baru saja melapor kedatangannya sebagai "murid yang sedang cuti latihan".

"Saudara Han!"

Suara yang familiar memanggil. Han Luo menoleh.

Long Tian sedang berlari ke arahnya dari arah asrama tamu. Dia mengenakan jubah biru baru yang agak terlalu ketat di bagian bahu (ototnya makin besar), dan wajahnya berseri-seri.

"Long Tian," Han Luo tersenyum tipis. "Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu secepat ini. Bagaimana kabar 'kerabat'-mu?"

Wajah Long Tian sedikit meredup. "Ah... Bibi Wang sedang sakit parah. Tabib bilang dia terkena Racun Dingin yang aneh. Aku datang untuk memberikan Ginseng Darah padanya, tapi... itu hanya memperlambat, tidak menyembuhkan."

Han Luo mengangkat alis.

Racun Dingin?

"Di mana Bibimu tinggal?" tanya Han Luo.

"Di bangunan pelayan tua, tepat di belakang dinding Istana Musim Dingin. Dulu dia adalah kepala pelayan di istana itu sebelum ditutup."

Bingo.

Han Luo menahan senyumnya. Informasi datang sendiri tanpa dicari.

"Istana Musim Dingin..." Han Luo memasang wajah berpikir. "Kudengar tempat itu berhantu. Apa Bibimu pernah cerita sesuatu?"

Long Tian mengangguk, suaranya merendah. "Bibi bilang... setiap malam purnama, dia mendengar suara nyanyian dari sumur tua di taman istana. Dan siapa pun yang mendengar nyanyian itu akan merasa kedinginan sampai ke tulang. Bibi... dia mendengar nyanyian itu tiga bulan lalu, dan sejak itu dia sakit."

Han Luo menepuk bahu Long Tian. "Itu terdengar buruk. Semoga dia cepat sembuh."

"Terima kasih, Saudara Han. Oh ya! Kau mau ikut aku ke pelelangan besok? Aku ingin menjual beberapa barang dari Lembah Naga untuk membeli obat tambahan."

"Mungkin nanti," tolak Han Luo halus. "Aku harus mencari penginapan murah dulu."

Mereka berpisah.

Han Luo berjalan keluar dari kantor cabang, matanya berkilat.

"Nyanyian dari sumur tua... Itu pasti efek resonansi dari Jantung Beku Seribu Tahun yang tidak stabil. Artefak itu bocor."

Dan jika Bibi Long Tian terkena dampaknya hanya karena tinggal di dekat sana, berarti segel Reruntuhan Kedua sudah sangat lemah.

"Malam ini. Aku tidak bisa menunggu."

Tengah Malam - Dinding Luar Istana Musim Dingin.

Istana Musim Dingin adalah kompleks bangunan tua yang tertutup es abadi, anomali di tengah kota yang sedang musim semi. Temboknya tinggi dan dilapisi jimat pengusir setan yang sudah lapuk.

Tidak ada penjaga manusia di sini. Mereka takut.

Han Luo, mengenakan jubah hitam Sarjana Mo, melompat melewati tembok dengan Langkah Hantu.

Begitu kakinya menyentuh tanah di dalam, suhu udara turun drastis hingga minus dua puluh derajat. Napasnya menjadi uap kristal.

"Dinginnya bukan dingin fisik," analisis Han Luo, merasakan Sutra Es-Api-nya berputar otomatis melindungi tubuh. "Ini dingin spiritual. Menyerang jiwa."

Taman itu mati. Pohon-pohon membeku menjadi patung es yang mengerikan.

Di tengah taman, ada sebuah sumur batu tua yang tertutup papan kayu busuk.

Han Luo mendekat.

Hihihi...

Suara tawa anak kecil terdengar. Bukan dari sumur, tapi dari atas pohon beku di belakangnya.

Han Luo tidak menoleh. Dia tahu aturan menghadapi hantu di dunia kultivasi: Jangan berikan rasa takut, karena itu makanan mereka.

"Keluar," kata Han Luo datar. "Atau aku bakar pohonmu."

Wush.

Angin berhembus kencang. Dari atas pohon, sesosok bayangan transparan melayang turun.

Itu bukan hantu biasa. Itu adalah Roh Es berbentuk gadis kecil dengan mata hitam pekat dan kulit biru retak.

[Hantu Penjaga: Boneka Es] Tingkat: Setara Pondasi Akhir.

"Kau... punya... api..." suara roh itu seperti gesekan dua balok es. "Berikan... apimu..."

Roh itu menerjang. Kuku-kukunya memanjang menjadi pisau es.

Han Luo tidak bergerak. Dia menjentikkan jarinya.

"Makan dia."

Dari balik jubahnya, Raja Ulat Sutra Mimpi Buruk melesat keluar.

Ulat itu tidak menyerang fisik. Tanduk kristal di kepalanya bersinar ungu.

Gelombang Mimpi Buruk.

Roh Es itu tiba-tiba berhenti di udara. Wajahnya yang datar berubah menjadi ekspresi ketakutan murni. Dia melihat ilusi—bukan api biasa, tapi Matahari Raksasa yang akan melelehkannya.

"KYAAAA!" Roh itu menjerit, mundur ketakutan, meringkuk di sudut sumur.

"Anak pintar," Han Luo memanggil kembali ulatnya.

Dia berjalan melewati roh yang gemetar itu dan berdiri di bibir sumur.

Dia menyingkirkan papan kayu busuk itu.

Di dalam sumur, tidak ada air. Hanya kegelapan yang dalam dan hawa dingin yang begitu pekat hingga membentuk kabut biru.

Han Luo mengeluarkan Peta Rute Rahasia.

"Pintu masuknya ada di dasar sumur. Kuncinya adalah..."

Han Luo mengeluarkan Inti Api Hantu.

"Api hantu untuk membuka jalan es. Ironis."

Dia menjatuhkan inti itu ke dalam sumur.

Hening beberapa detik.

Lalu...

BLAR!

Cahaya biru menyala dari dasar sumur. Hawa dingin itu berputar, membentuk tangga spiral yang terbuat dari es, menuju ke bawah.

Han Luo tersenyum di balik topengnya.

"Reruntuhan Kedua. Aku datang."

Dia melompat masuk ke dalam sumur.

Saat dia turun, Roh Es di atas sumur mengintip ke bawah, lalu berbisik pelan.

"Satu lagi... masuk... ke kuburan..."

Di Dalam Sumur - Kedalaman 100 Meter.

Han Luo mendarat di lantai es yang licin.

Di depannya, terbentang sebuah istana bawah tanah yang terbuat sepenuhnya dari kristal es. Indah, namun mematikan.

Di setiap sudut, berdiri patung-patung prajurit yang membeku.

Han Luo tahu. Patung-patung ini bukan hiasan. Mereka akan hidup jika merasakan suhu tubuh manusia.

"Aku harus menurunkan suhu tubuhku sampai sama dengan mayat," gumam Han Luo.

Dia mengaktifkan Pernapasan Kayu Mati ke tingkat ekstrem. Jantungnya berhenti berdetak. Darahnya mengalir sangat lambat. Suhu kulitnya turun drastis.

Dia berjalan melewati barisan patung itu.

Patung-patung itu diam. Triknya berhasil.

Dia sampai di Aula Utama.

Di sana, di atas takhta es, melayang sebuah benda yang dia cari.

Sebuah jantung kristal seukuran kepalan tangan, berdenyut pelan, memancarkan aura biru yang menyilaukan.

[Jantung Beku Seribu Tahun]

"Itu dia," mata Han Luo berbinar. "Kunci untuk menjinakkan Api Surgawi."

Tapi... ada masalah.

Di depan takhta itu, ada seseorang yang sudah sampai duluan.

Seorang wanita berjubah putih tipis, rambutnya memutih sepinggang, duduk bersimpuh membelakangi Han Luo.

Dia bukan patung. Dia bernapas.

Dan aura yang dia pancarkan... adalah Inti Emas!

Han Luo membeku.

"Sialan," batinnya. "Di novel tidak ada karakter ini di sini! Siapa monster tua ini?"

Wanita itu perlahan menoleh. Wajahnya cantik namun tua, matanya buta berwarna putih susu.

"Tamu kecil..." suaranya lembut tapi membuat darah Han Luo membeku. "Kau membawa bau Ulat Sutra milikku... Apakah kau yang mencuri anakku dari Kebun Herbal?"

Han Luo menelan ludah.

Wanita ini... adalah pemilik asli Ulat Sutra Es?

Berarti dia adalah... Tetua Agung Wanita Sekte Istana Bulan yang hilang 20 tahun lalu?!

"Mati aku."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makslendhepz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Ceklek 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Langsung hajar🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Muantebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Sriwiiiiinkz 🌽🔥
Aris Pratiwi
mantaaap... ceritax bikin pembaca kayak ikut perang aja
Rahman Brother
Kerenn banget
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Taktik jitu🌽🔥
Jeffie Firmansyah
good job keren seru , terimakasih update nya Thor
selalu ditunggu lanjutannya 💪💪💪👍👍👍
Budi Wahyono
sya kira xiao ling buta juga bisu
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Ho'ooooooh 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🌽🔥
Jeffie Firmansyah
terimakasih Thor update nya 💪💪💪
Jeffie Firmansyah
💪💪💪👍👍👍... seruuu
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Sriiiinkz jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!