Seorang wanita bernama Nairiya yang saat ini berusia 23 tahun yang merupakan seorang pianis di acara pernikahan temannya itu tiba-tiba mendapatkan tugas dari bayangan malaikat untuk menyelamatkan temannya yang akan menikah itu.
Namun Nairiya malah terluka parah akibat menyelamatkan temannya itu, rupanya temannya itu lah yang memiliki niat jahat kepadanya.
Bayangan malaikat itu meminta Nairiya untuk mengembalikannya ke dalam pohon dan ternyata setelah kembali ke dalam pohon, seorang pria bernama Leonardo yang diduga adalah bayangan malaikat itu akhirnya sadar dari komanya dan mengingat semua kejadian itu.
Apakah bayangan itu akan meninggalkannya sendirian? Atau membantunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Carmellia Amoreia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 6 - UNPLEASANT FACT
Di sana, aku pun berjalan menelusuri ruangan rumah sakit itu dengan melihat banyak kasur pasien yang penuh dengan berbagai macam pasien dan disertai dengan tirai yang memisahkan antara satu kasur dengan kasur lainnya, aku pun dapat menyimpulkan bahwa sekarang aku sedang berjalan di dalam ruangan ICU yang ada di rumah sakit itu.
Tak lama kemudian, tiba-tiba aku melihat bayangan malaikat itu lagi di ujung kanan ruangan itu. Aku pun berjalan menghampirinya, dan pada saat aku berjalan untuk mendekatinya, tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara beberapa orang sedang bertengkar di sana. Namun aku tidak peduli dan tetap berjalan ke arah sana, dari sini terdengar mereka sedang mempeributkan sebuah mobil dan beberapa aset dari pasien yang adalah anak mereka sendiri.
“Eh ini mobilnya dia nanti kasih aku aja terus berhubung dia juga punya toko pakaian terkenal dan kita tidak bisa membiarkannya kosong begitu saja jadi kamu saja yang ambil, sisa uang dari pendapatannya nanti akan kita gunakan untuk membuka bisnis bersama” kata seorang pria di sana dengan nada bicaranya yang terdengar sangat senang.
Seorang wanita pun menjawabnya dengan sedikit nada bicara yang terdengar kebingungan itu, “Gimana maksudmu? Anak kita ini sedang koma lho dan bukan berarti dia sudah meninggal sehingga kita harus mengambil seluruh asetnya”
Di saat ini aku sudah mengerti kalau kedua orang yang sedang bertengkar itu adalah kedua orang tuanya anak yang koma itu. Lalu orang yang bisa kukatakan adalah ayah dari pasien ini pun menjawab istrinya balik dengan nada bicara yang sangat menantang, “Memangnya kenapa? Biaya rumah sakit juga mahal kok, kalau kita tidak menggunakan seluruh barang miliknya, gimana kita bayarnya?”
Aku yang sudah mau sampai di kasur tempat pasien itu berada pun akhirnya berhenti sejenak dengan air mata yang perlahan menetes mengalir ke pipiku itu setelah mendengar apa yang telah kedua orang tuanya itu katakan di sana dan mengabaikan fakta bahwa anak mereka juga penting, tidak hanya aset dan kekayaan dari anaknya saja sambil melihat wajah dari bayangan malaikat itu yang terlihat sedang kebingungan menatap ke arahku yang tiba-tiba berhenti itu.
Lalu aku pun kembali mendengar suara wanita yang juga adalah ibunya bayangan malaikat itu yang terdengar dengan kesal berkata kembali kepada suaminya yang egois itu.
“Saat ini dia memiliki toko pakaian yang cukup terkenal, dan posisi ketua CEOnya yang adalah dia sudah 6 bulan dalam kondisi koma di sini. Jika kamu ingin mengganti posisi CEO dengan yang baru atau menyuruhku untuk menggantikannya hanya demi kekayaan itu maka aku tidak akan melakukannya”
Tiba-tiba setelah aku mendengarkan semua hal itu, terdengar suara bayangan malaikat itu berkata kepadaku dengan sangat lembut, “Tolong kembalikan aku ke dalam pohon sekarang”
Aku yang sedang menangis sedih itu akhirnya berhenti menangis setelah mendengarkan suaranya yang lembut itu lalu aku pun bertanya kepadanya, “Bagaimana caranya?”
“Haha, kamu bilang kamu tidak akan melakukannya?!” Kata ayahnya pasien tersebut dengan nada bicara yang penuh amarah dan langsung menampar istrinya itu dengan sangat kencang.
Plakkk…
Aku yang mendengar kericuhan mereka pun akhirnya berjalan dengan cepat mendekati mereka untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi dan ternyata sekarang aku melihat mereka berdua sedang berdiri bertatapan di depan kasur pasien itu dengan ibunya itu yang terlihat sedang menundukkan kepalanya sambil memegang pipi kirinya yang merah itu karena habis ditampar.
Aku dengan perasaan yang sudah sangat kesal itu pun akhirnya langsung mendorong ayahnya itu dengan kencang namun aku malah terjatuh ke arah ayahnya dan dan malah menembusnya dengan ringan lalu menimpa pasien itu secara tidak sengaja dengan posisi mukaku yang menghadap ke arah pasien yang ada di depanku dan sedang menggunakan alat bantu pernapasan itu. Lalu saat aku ingin bergegas beranjak dari sana, tiba-tiba aku tidak sengaja melihat wajah pasien ini mirip sekali dengan wajah bayangan malaikat itu. Aku pun menatapnya sebentar dan tiba-tiba ia mulai membuka matanya tersebut dengan perlahan lalu melihat ke arahku yang sedang berada di depan matanya itu.
Aku pun langsung terkejut melihatnya lalu berusaha untuk membenarkan posisiku dan kembali ke tempat semula namun ia menghentikanku dengan berkata kepadaku, “Jangan tinggalin aku”
Aku yang baru saja mendengarkan perkataannya itu pun akhirnya menempelkan kepalaku ke dadanya dan mendengar bunyi detak jantungnya yang sedang berangsur-angsur akan berfungsi normal itu.
Tak lama, kedua orang tuanya itu pun akhirnya berhenti melakukan pertengkaran mereka dan menyadari bahwa anak mereka sudah sadar dengan tidak sengaja mendengar suara monitor khusus untuk menunjukkan aktivitas jantung yang berada di dekat kasur anaknya itu menunjukkan suara dengan tempo yang lebih cepat dari sebelumnya serta suara halus yang bersumber dari anak mereka yang sedang terbaring lemah di kasur tersebut. Akhirnya ibu dari pasien itu pun langsung pergi berjalan dengan cepat dan menghampiri anaknya tersebut dengan memegang tangan kanannya dengan erat lalu bertanya kepadanya, “Kamu tidak apa-apa kan?”
Anaknya tersebut pun hanya mengangguk saja sambil menatap kembali ke arahku yang masih berada di atasnya dan menimpanya dengan berat tubuhku yang ringan.
Namun ayahnya yang bersikap sangat tidak peduli dan dingin itu hanya melihatnya saja dari kejauhan dengan raut wajah yang masih kesal sambil menyilangkan kedua tangannya di depan.
Lalu sementara itu, ibunya pun langsung menatap ke arah suaminya dan menyuruhnya untuk memanggilkan dokter segera karena anak mereka yang sudah sadar itu, “Kamu bisa kah memanggil dokter? Anak kita sudah sadar”
Ayahnya yang terlihat sangat cuek itu pun akhirnya secara mau tidak mau pergi memanggil dokter yang sedang menjaga di sekitar sana.
Aku yang sedang berbaring di atas pasien itu pun akhirnya mengungkapkan jika ia mirip sekali dengan bayangan malaikat yang barusan kulihat didekatnya tersebut, “Kamu mirip banget sama bayangan malaikat yang aku lihat tadi pas di taman”
“Haha, memang aku orangnya kok” jawab orang itu dengan nada suara yang pelan dan lembut kepadaku sama seperti nada bicaranya bayangan malaikat itu pada biasanya.
Tiba-tiba setelah ia mengatakan itu, pandanganku secara perlahan berubah menjadi gelap total lalu aku sudah tidak melihat apa-apa lagi dan ternyata aku tidak sengaja sedang tertidur di sana.
Setelah itu, aku pun langsung membuka mataku kembali secara perlahan dan melihat ke arah sekitar. Ternyata semua yang ada di sini berbeda dengan sebelumnya, tiba-tiba saja aku berada di sebuah kasur pasien dengan kondisi berbaring lemas dan infus yang terpasang tepat di lengan kiriku itu serta sedang menggunakan alat bantu pernapasan itu. Selain itu, aku juga baru saja menyadari bahwa sekarang aku sedang berada di dalam rumah sakit. Lalu tiba-tiba aku merasa perutku sangat sakit dan aku pun refleks memegang perutku itu, di saat itu ibunya Meirilyn yang sedang menjagaku di sana akhirnya berjalan menghampiriku dengan perasaan yang sangat khawatir kepadaku lalu ia pun berkata, “Kamu sudah sadar?”
Aku pun melihatnya dengan perasaan yang sedih lalu menjawab, “Aku baik kok bu”
“Lain kali kamu hati-hati, dia memang orangnya begitu. Sudah dikasih tahu jangan temenan lagi sama laki-laki itu, dianya juga malah ngeyel” jawab ibunya Meirilyn itu kepadaku dengan raut wajahnya yang terlihat sangat khawatir itu.
Tiba-tiba seorang dokter yang kebetulan lagi berjaga di sana tidak sengaja melihat diriku telah sadar, lalu ia pun langsung bergegas berjalan menghampiriku dan segera memeriksa kondisiku itu yang baru saja selesai dioperasi itu.
“Kamu yang kuat ya, kondisimu baru saja dioperasi kemarin sesaat setelah mereka mambawamu ke sini” kata dokter itu sambil tersenyum ke arahku dan sedikit memberikan semangat kepadaku sesaat setelah ia memeriksa kondisiku di saat itu yang baru saja sadar.