NovelToon NovelToon
Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Tiya Corlyningrum

Kisah cinta dan peliknya kehidupan Nadia Mark Wijaya. Menjadi anak 'brokend home' bukanlah bagian mimpinya.

Saat suami menghianati istrinya..
Papa yang melukai anaknya..
Dan, kekasih yang mematahkan kepercayaan atas cinta!

Hidup Nadia benar-benar berantakan, mulai dari perceraian kedua orang tuanya karena perselingkuhan papanya. Ditambah kenyataan sang kekasih bermain api dengan kakak tirinya.

Berbagai pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya membuat Nadia tidak lagi mempercayai cinta. Hanya kebencian yang kini menyelimuti hati wanita itu.


"Aku adalah pemeran utama dalam sandiwara kecil berjudul KITA, namun kau bawa dia dan mengubah alur cerita."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiya Corlyningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Memanggilmu, Setan.

Entah apa yang ada di.dalam pikiran lelaki dengan status 'mantan suami' dari Sonia itu. Dengan beraninya dia datang ke bakery milik Sonia. Lelaki itu datang, dengan harapan bahwa dia bisa memperbaiki apa yang terlanjur rusak.

Ditatapnya penuh kerinduan, wanita yang telah lebih dari lima belas tahun hidup susah senang bersamanya. Mulai dari penurunan harga saham, dan juga kegoyahan keluarga Wijaya karena meninggalnya sang papa. Wanita itu yang selalu menemaninya.

Bahkan Sonia rela makan bersama karyawan perusahaannya ketika mereka di ujung kehancuran. Sonia dengan berbesar hati memasakkan sendiri makanan untuk mereka semua yang masih setia dengan keluarga Wijaya. Berharap itu akan mengetuk hati para karyawannya, bahwa mereka bersatu bersama-sama untuk kejayaan perusahaan.

Tidak disangka, air mata Ardi menetes ketika mengingat masa-masa sulit itu. Di mana seharusnya Sonia dan Nadia yang saat ini menikmati kejayaannya malah pergi meninggalkan dirinya.

Ardi memang bajing*n, kesalahan satu malamnya dengan Ferra menghancurkan segalanya.

"Papanya Nadia," panggil Sonia kaget ketika melihat mantan suaminya berdiri di sana.

Ardi tersenyum, Sonia menatapnya bingung begitu melihat ekspresi wajah papa dari putrinya yang terlihat berkaca-kaca.

"Aku mampir, ingin mencicipi kue buatanmu," ucap Ardi mendekat ke arah Sonia.

Lelaki itu tidak berbohong, Ardika sangat merindukan segala hal tentang Sonia. Dari segala aktifitas wanita itu selama menjadi istrinya. Berbagai aneka masakan tangannya yang terasa sangat pas di lidah Ardika. Apalagi kue dan banyak lagi cemilan yang Sonia buat untuk keluarganya yang membuat hati lelaki itu selalu berdesir ketika mengingatnya.

Bukan hanya untuk keluarga mereka, bahkan Sonia tidak segan-segan membagikan kue dan masakannya kepada para pekerja rumah maupun karyawan perusahaannya untuk mereka cicipi karena telah membantu mengurus rumah juga perusahaan.

Sonia menaikkan alisnya, pertanda bahwa wanita itu tengah berpikir.

"Mau yang mana?" Tanya Sonia kepada Ardika.

Ardi menatap jejeran aneka kue yang ada di depannya. Semuanya pasti resep andalan wanita cantik yang kini berada di depannya.

"Aku suka bolen buatanmu, aku juga mau ini, muffin pisang khas dirimu," tunjuk Ardika pada etalase kue yang terbuat dari kaca bening.

Sonia mengangguk, dengan cekatan Sonia memasukkan bolen ke dalam bungkusnya. Menyerahkannya kepada Ardi.

Ardi menyerahkan lembaran uang guna membayar bolen yang telah dia beli.

"Tidak usah," ucap Sonia menolak uang yang Ardi sodorkan kepada Sonia.

Lelaki itu menghela nafas kasar, sepertinya Sonia sudah mengharamkan uang yang berasal dari keluarganya. Bahkan ketika Ardi diam-diam mengirimkan uang lewat rekening bank Sonia, wanita itu langsung mengirim balik uangnya ke rekening milik Ardi.

"Aku tidak bisa tahan lagi, bisakah kita bicara?" Tanya Ardi tidak mampu lagi menyembunyikan niatnya.

Sonia memanggil pelayan tokonya, memasrahkan kasir kepada pelayannya. Sonia ke arah dapur, membuat minuman untuk mantan suaminya yang kini tengah bertamu.

Haruskah dia meracuni lelaki itu?

Membayangkannya saja membuat Sonia menyerngit, merutuki setan yang berkeliaran dipikirannya.

Sonia duduk di depan Ardi, meletakkan secangkir kopi hitam kesukaan mantan suaminya.

"Masih terasa sama di lidahku," ucap Ardi getir.

Mendengar kalimat yang terlontar dari mulur Ardi, membuat Sonia meremas tangannya gugup. Ardi memang lelaki yang sangat ulung mempermainkan perannya.

"Langsung saja, apa mau Mas ardi ke mari ? Nadia tidak ada di sini jika itu alasan Mas datang," ucap Sonia sinis.

"Aku hanya ingin memperbaiki kesalahanku," ucap Ardi, sontak saja Sonia terkekeh.

Lima belas tahun kecurangan lelaki itu, kenapa tidak jujur saja sejak awal hubungan gelap mereka.

"Kamu benar-benar pemain ulung," kekeh Sonia tersenyum mengejek ke arah mantan suaminya.

"Aku tidak bermaksud melukaimu dan putri kita," jawab Ardi.

"Dia putriku, kamu sudah kehilangan hak menyebutmu sebagai ayah Nadia."

Wajah Sonia memerah, kini dia telah terpancing amaranya yang dia pendam selama hampir satu tahun.

"Berhenti mengganggu hidup kami!" Tekan Sonia memperingatkan Ardika.

"Aku masih punya kewajiban atas putri kita." Ardi menjawabnya dengan nada penuh dengan keresahan.

"Selama aku masih hidup dan mampu, kamu tidak perlu mengeluarkan sepeserpun untuk Nadia."

Benar, kehidupan Sonia dan Nadia terbilang mampu. Sonia memberikan segalanya yang dimiliki anak pada umumnya. Bahkan Sonia terkesan sangat memanjakan Nadia, memenuhi semua kebutuhan putrinya tanpa dia minta.

Usaha bakerynya terbilang sukses, dengan toko dua lantai yang selalu ramai pengunjung tak ayal mampu mencukupi kebutuhan mereka berdua. Ditambah pemasukan dari penjualan otlet butik miliknya di berbagai cabang. Sonia telah membuktikan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan putrinya.

Keluar dari rumah keluarga Wijaya tanpa membawa segala sesuatu yang diberikan Ardi selama pernikahan, Sonia sukses besar menampar Ardi dengan kenyataan bahwa hidup mereka jauh lebih baik tanpa Ardi.

"Sekarang, pergi dari sini. Kita hanya akan menimbulkan berita buruk jika bertemu seperti ini," ucap Sonia berdiri, meninggalkan Ardi menuju ruangan pribadinya yang ada di sudut cafe.

.

.

Suara bel istirahat telah berbunyi, semua siswa berbondong-bondong keluar dari ruang kelas mereka untuk beristirahat. Ada yang menuju kantin, ada yang menuju taman, ada yang menuju perpus, dan masih banyak lagi kegiatan para siswa disana.

Berada di sekolah favorit di kota itu menambah rasa percaya diri mereka ketika berhadapan dengan sekolah lainnya yang berada di bawah sekolah mereka.

Jika banyak dari siswa membuat geng perkumpulan demi menaikkan popularitas mereka di sekolah itu, beda halnya dengan Nadia. Wanita itu hanya membuka lingkup pertemanan dengan Olivia saja.

Apalagi sejak dirinya satu kelas dengan Pevita, kakak tirinya. Nadia enggan berlama-lama berada di kelas. Nadia memilih tidak menyapa kakak tirinya, atau bahkan menganggap Pevita tidak ada di sana.

"Nad, rame banget," keluh Olivia pada Nadia ketika mereka sampai di kantin.

Nadia menatap ke depan sana. Suasana kantin yang begitu ramai membuat Nadia mencebik lesu. "Beli minum aja yuk," ajak Nadia diangguki Olivia.

Mereka menuju lemari pendingin, menyodorkan uang dua puluh ribu kepada penjualnya.

"Duduk di mana nih?"

"Duduk di taman aja Nad," usul Olivia.

Kini mereka duduk di taman sekolah yang cukup luas, baru saja tangan Nadia membuka tutup botol minumannya. Sebuah tangan merampas botol itu dengan sengaja.

Tentu saja Nadia tahu siapa yang sering kali menggodanya di sekolah itu. Ketua OSIS yang akan turun dari jabatannya.

"Kyaaa, Ketua OSIS yang mau turun jabatan!" Teriak Nadia frustasi karena setiap hari selalu saja ada kelakuan Fernand yang mengganggunya.

"Hah, apa kamu manggil aku sayang?" Tanya Fernand menggoda Nadia.

"Sayang katamu? Aku memanggilmu setan!" Jawab Nadia justru membuat Fernand tergelak.

"Kembali'in nggak!" Kesal Nadia mencoba merebut minumannya dari tangan Fernand.

Fernand justru menggoda Nadia dengan berlari meninggalkan Nadia di belakangnya. Tidak tinggal diam, Nadia mengejar Fernand dengan gesitnya.

"Aku akan menangkapmu!" Teriak Nadia.

Semua siswa di sekolah mereka tahu bagaimana hubungan Fernand dan Nadia. Bahkan semuanya hanya terkikik geli melihat interaksi di antara keduanya. Banyak dari mereka yang menyumpahkan bahwa keduanya akan berjodoh suatu hari nanti.

1
Andi Fitri
👍👍👍
Siska
kok ak bingung ya. bukanya kelulusan ya. kok jd msh kls 2
Gue Kangen🥰
sadar pak.... sadarrrr..... mantan tuuuu😆😆😆
Fikavindia
aku gk bisa baca nama panjang Fernando🤣
Elly Watty
mnding nadia jgn tiru sifat emaknya deh, hrs konsisten ma ucapannya, jg ngeludah trus dijilat lg
Elly Watty
seorang ibu hanya krn kenikmatan biologis sementara dah g peka sama anaknya, q jd condong k ferra dr pd sonia, elegan tp kyak pelacur
Elly Watty
1000% kecewa bnget ma sonia, dia tak ubahnya kyak pelacur, didekati bram dia g mau, skrg mlah pelakor teriak pelakor
Elly Watty
jijik q thor dg sonia, bener kata si suami keplek kyak ardhi, klw msih cnta knp tdk bsa memaafkan skrg mlah lbih parah dari ferra, berzina dg mntan suami, lah mnding ferra msih dinikahi meskipun dibawah tangan
Elly Watty
jgn goblok deh si sonia diselingkuhin 15 thn msih g bisa moveon?awalnya q salut tp di part ini q jd g respect bnget ma sonia ketika tahu klw dia msih mngharapkan mntan suaminya
Elly Watty
udah bikin klah telak gi si pa2n cucian ardika, buat sonia nikah ma bram ja biar dia stroke skalian
Elly Watty
harus nya si Bpk g tau diri g usah ngasih boneka nya dulu coz da nadia tp nyatanya otak si Bpk konslet tetep ja boneka nya dikasih pdahal tanpa sengaja itu dah melukai nadia
Elly Watty
alur ferdinand n nadia terkesan tergesa2 n dipaksakan...
bung@ter@t@i
sakiiiit tau gak thoooor
Me Ta
his Sonia menjijikan🤮🤮
divyyy
pusat masalahnya di ferra itu
Masttk Eko Prasetyo
kutunggu cerita selanjutnya
Masttk Eko Prasetyo
ciye...mulai perhatian si fernand
Masttk Eko Prasetyo
bau baunya mau ada yg jatuh nih ama adik kelas
Masttk Eko Prasetyo
penisirin cerita selanjutnya
Darla Calista
si anjjjing
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!