NovelToon NovelToon
Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Anak Kembar / Pembantu / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: eli_wi

DILARANG SPAM LIKE!!!

Andrean Agustin Farda adalah seorang duda beranak dua yang mengalami kegagalan dalam berumah tangga membuatnya trauma dengan seorang wanita dan hubungan percintaan.

Di sisi lain terdapat dua orang anak yang membutuhkan kasih sayang dari orangtuanya karena sang ayah yang terlalu sibuk bekerja dan ibunya yang tak pernah menemui mereka sejak kecil.

Nadia Yeristia adalah seorang gadis desa yang kabur dari desa karena tekanan dari keluarganya. Ia nekat pergi ke kota agar bisa terhindar dari tekanan dan mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri. Kemudian ia melamar pekerjaan sebagai pengasuh dua anak orang kaya.

Akankah Andre bisa menemukan seseorang yang bisa mencintai dan menerima kedua anaknya dengan tulus? Dan bagaimana kisah pertemuan antara babysitter dengan duda beranak dua tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan

Nadia duduk dengan canggung di hadapan semua anggota keluarga Anara. Tatapan tiga laki-laki berbeda usia yang tajam dan menghunus ke jantung membuatnya gugup. Bahkan anak kecil yang usianya masih dibawah 4 tahun saja tatapannya sudah mengintimidasi diri Nadia. Sebelumnya ia tak pernah mendapatkan tatapan seperti ini dari oranglain karena biasanya oranglain yang akan takut terhadapnya. Sungguh aura-aura mencekam seketika mengitari tubuh Nadia membuatnya sedari tadi hanya duduk dengan kaku tanpa bergerak sedikitpun.

Anara hanya terdiam dengan sibuk memakan berbagai kue kering yang ada dihadapannya, sedangkan Mama Anisa sedang ke dapur untuk meletakkan barang belanjaan.

"Hmm... Kok pada diam? Krikk... Krikkk..." ucap Papa Reza dengan tingkah absurdnya membuat suasana di ruang makan itu sedikit mencair.

Nadia bahkan sampai menganga mulutnya karena kaget dengan ucapan sang kepala keluarga. Ia tak mengira kalau suami dari Mama Anisa ini bisa bicara seabsurd ini sedangkan wajahnya saja tadi terlihat dingin saat dirinya datang. Sungguh keluarga yang ajaib.

"Ayo makan" seru Mama Anisa yang baru saja datang dari dapur untuk mengambil beberapa jajanan pasar yang dibelinya.

Akhirnya mereka pun sarapan dengan tenang dan tanpa suara, namun Nadia masih bisa merasakan kalau ada sepasang mata yang sedari tadi melihatnya dengan tatapan tak suka. Setelah sarapan selesai, Nadia membantu Mama Anisa mengumpulkan beberapa piring dan gelas kotor kemudian membantunya untuk mencuci.

"Sudah ayo Nadia kita ke depan. Biar tante kenalin sama suami, anak, dan cucu tante" ucap Mama Anisa dengan antusias.

"Baiklah, tante" pasrah Nadia yang kemudian berjalan mengikuti Mama Anisa yang sudah berjalan terlebih dahulu.

Sebenarnya tadi Nadia sudah ingin segera pulang namun ia tak enak jika tak membantu Mama Anisa yang sendirian dalam membereskan piring dan gelas. Untuk hari minggu memang tak ada ART yang masuk bekerja di mansion itu kecuali jika ada permintaan khusus dari sang majikan.

"Ndre, pa... Kenalin ini namanya Nadia. Dia ini yang tadi bantu mama buat gendong Anara sewaktu pulang dari pasar" ucap Mama Anisa setelah sampai di ruang tamu.

"Iya lho pa, kek... Tadi kak Nadia gendong Anara. Kak Nadia kuat kan bisa gendong Anara" seru Anara dengan antusiasnya menyahut.

"Iya dong, kak Nadia kuat gendong Anara kan kak Nadianya udah lebih besar dari Anara" ucap Papa Reza dengan terkekeh geli.

Respons berbeda terlihat dari Andre yang benar-benar memperlihatkan wajah tak suka akan kehadiran Nadia. Sedangkan Papa Reza sudah biasa-biasa saja.

"Mama apa-apaan sih? Kenapa main minta tolong sama orang asing untuk gendong anakku? Kalau dia orang jahat dan ingin culik Anara gimana? Memang mama mau tanggungjawab?" seru Andre dengan lantangnya.

"Bukan gitu, ndre. Anara ini tinggal di rumahnya Nenek Darmi jadi kalaupun berbuat jahat kita bisa langsung kesana untuk mencarinya" ucap Mama Anisa membela Nadia.

"Mama emang udah cek kalau wanita ini benar tinggal disana? Pasti belum kan? Cuma dari ucapannya dia aja kan. Pakaiannya aja kaya preman pasar gini masa mama bisa percaya gitu aja sih" kesal Andre dengan ucapan yang menghina Nadia sambil menilai penampilan Nadia dari atas ke bawah.

"Hmm... Mohon maaf tuan, saya memang berpenampilan seperti preman pasar bahkan saya juga orang miskin. Namun saya bukanlah orang yang seperti anda pikirkan. Penampilan boleh seperti preman, tetapi hati dan perasaan saya tetap seperti pada wanita biasanya yang akan mudah terluka jika mendengar ucapan yang menghina harga dirinya. Niat saya tadi hanya membantu Tante Anisa karena kerepotan membawa barang dan Anara menangis. Kalau memang menurut anda membantu orang kesusahan itu tak baik tak apa saya takkan pernah membantu oranglain lagi terutama keluarga anda" ucap Nadia menyela perdebatan antara ibu dan anak itu.

"Kalau gitu saya permisi karena sepertinya niat baik dan kehadiran saya tak diinginkan disini" lanjutnya dengan berpamitan sambil membungkukkan sedikit badannya.

Nadia segera saja berdiri dan berjalan menuju pintu rumah itu dengan sedikit berlari kecil meninggalkan tiga orang dewasa yang terpaku dengan kepergiannya. Sedangkan Anara dan Arnold sedari tadi tak bersuara karena mereka ternyata tertidur di atas karpet ruang tamu.

"Mulut kamu, ndre. Jahat banget, Nadia jadi tersinggung kan sama ucapan kamu" kesal Mama Anisa setelah melihat punggung Nadia yang kian menjauh.

"Biarin aja sih, ma. Kita tinggal di kota tuh harus hati-hati sama orang asing. Jangan mudah percaya sama orang, nanti kalau dia berbuat jahat kan berbahaya. Apalagi tadi mama bawa anak kecil, bisa jadi kan kalau itu salah satu bagian dari sindikat penjualan anak" ucap Andre dengan acuh tak acuh walaupun tadi sebenarnya dia sedikit merasa bersalah karena mengucapkan kalimat pedas terhadap Nadia namun ia segera menepisnya.

"Benar kata Andre, ma. Lain kali mama lebih berhati-hatilah. Besok kalau pergi mending bawa bodyguard deh" ucap Papa Reza yang membela Andre.

"Udahlah mama kesal sama  kalian. Mama bisa ya bedain mana orang baik dan mana orang jahat. Ingat ini, don't judge people from the cover" ucap Mama Anisa yang kemudian pergi berlalu dari hadapan mereka.

"Tuh dua anakmu tidur, jangan lupa dipindahkan" seru Mama Anisa dari atas tangga.

Tanpa mempedulikan ucapan Mama Anisa, Andre dan Papa Reza hanya mengedikkan bahunya acuh. Kemudian mereka mengangkat dan memindahkan dua anak kecil yang tertidur itu ke kamarnya masing-masing.

***

Sedangkan disisi lain, Nadia tengah berjalan kaki untuk kembali menuju kontrakannya. Niatnya hari ini setelah sarapan nasi uduk tadi adalah membantu nenek Darmi membereskan taman yang ada di halaman rumah namun niat itu harus tertunda karena tadi ia harus tertahan di rumah Mama Anisa.

Nadia juga masih kesal dengan ucapan-ucapan yang dilontarkan oleh anak dari Mama Anisa tadi. Sepanjang jalan dia mengomel panjang lebar sambil menendang-nendang batu kerikil.

"Masih untung tadi gue mau bantuin, kalau enggak udah bengek kali tuh Anara karena nggak berhenti nangis" gerutu Nadia sambil mengepalkan kedua tangannya karena kesal.

"Moga aja gue nggak ketemu tuh tuan muda sombong. Main menilai orang dari penampilannya lagi. Emang sih penampilan gue kaya preman, tapi kan hati gue baik. Apa semua orang kota kaya gitu ya? Ah di kampung aja banyak yang nilai gue jelek walaupun udah kenal apalagi disini yang notabene nggak ada yang kenal" lanjutnya.

Karena terlalu asyik menggerutu, Nadia baru sadar kalau ia telah sampai di depan kontrakannya, Ia pun segera masuk ke dalam rumah lalu istirahat.

"Dah lah, nggak usah dipikirkan lagi. Anggap aja angin lalu" gumamnya lalu masuk kedalam kontrakan dengan kedikan bahu acuh.

1
james mario
ngakak anjir🤣
Joe JV BITREXGO
kerennnnnnn....👍👍👍
Ratnawati Ratnawati
🤣🤣🤣🤣🤣
Atze Atze
guru edan...gila.. binatang... masukin ke rumah sakit jiwa...
Atze Atze
goblok banget si Andre... punya suami kaya si Andre gue.. racun saja
Atze Atze
lingkungan itu yang paling jahat...kalau kita tidak bisa mendidik anak anak dengan tegas..berani..tapi tidak sombong..
Atze Atze
ada anak yang tidak sopan pada orang tuanya...itu artinya istri atau suaminya yang tidak punya akhlak.. tidak bisa mendidik..juga lingkungan dan salah bergaul....sok iyee...
Atze Atze
keren... hempasan orang kaya argio..biar miskin sekalian.. tidak tahu diri... udah di kasih hidup enak...malah goblok
Atze Atze
banyak orang tua yang kaya gini...di dunia nyata juga banyak orang tua goblok, anjing.. binatang kaya gini.
Atze Atze
pihak sekolah dan pihak orang tua sama brengseknya.... di dunia nyata juga banyak kasus gini...
Atze Atze
makanya anak anak sedini mungkin sudah di ajarin beladiri silat taekwondo...
Atze Atze
polisi anjing goblok..coba itu terjadi sama anak kecil Kamu... goblok banget sih... polisi kaya gini... harus di bunuh Nuh..Nuh .. jangan ada di muka bumi... soalnya didunia nyata banyak yang kaya mereka... goblok.. binatang...
Atze Atze
ayo rusak mental si Dinda dan Ica goblok.. bikin gila sekalian..
Atze Atze
polisi anjing goblok binatang iblis..gue pengen racun elo.. goblok anjing..
Atze Atze
polisi anjing goblok setan... bukti video itu sudah cukup... dasar begoooo anjing ... anak kecil pasti takut trauma...lihat badan hasil pukulan... goblok anjing
Atze Atze
hukum di negara Konoha... memang bisa di beli.. yang salah jadi benar... yang benar jadi tersangka.... Pengen gue santet tuh...
Atze Atze
sebelum di penjara pukul dulu badan mereka...biar tau rasa...guru anjing..
Atze Atze
pukul saja guru itu dengan sapu lidi...atau tongkat besi..biar mampus...aku suka Nadia mama Nisa... wanita kuat..
Atze Atze
Andre.. jangan begooo kamu... biasanya laki laki itu bisa membedakan perempuan centil dan perempuan yang tidak centil...
Atze Atze
Andre coba anak kamu suruh belajar beladiri,, silat taekwondo kek .. biar kuat..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!