Penyesalan seorang Alex Wijaya yang kehilangan wanita yang selama ini disiksa secara fisik dan mentalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ini senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pingsan
.
.
HUEKK...HUEKK...
Ameera berlari ke kamar mandi, perutnya serasa diaduk-aduk.
setelah mengeluarkan isi perutnya ameera bersandar di pintu, badannya sangat lemas dan tenggorokannya terasa pahit. Belum selesai dia memuliahkan tenaganya pintu sudah di dobrak oleh alex, hingga Ameera tersentak kaget.
"Kau mau membangkang iya.
aku sudah baik hati memberimu makan, bukan untuk kau muntahkan. sekali wanita sialan akan terus membuat sial selamanya." bentak alex pada ameera.
Ameera tak kunjung menjawab, badannya terasa lemas dan wajahnya begitu pucat.
"Oh ternyata selain menjadi pembangkang sekarang kau berubah tuli juga. IYA." teriak alex tepat di depan wajah pucat istrinya.
iya Ameera memang istrinya, yang Alex nikahi 6 bulan yang lalu, namun pernikahan tersebut bukan atas dasar cinta melainkan pernikahan balas dendam.
"ma..maf tuan, saya tidak bermaksud begitu."jawab Ameera menundukan pandangannya.
"jadi hukuman apa yang pantas untuk wanita seperti dirimu ini hah?"tanya alex dengan wajah datar dan tegasnya.
Namun Ameera masih diam menundukkan pandangannya, antara dirinya merasa takut dengan alex juga dirinya merasakan badannya tidak bisa di ajak kompromi.
"Aku sudah memutuskan hukuman untuk wanita pembawa sial untukmu. malam ini kamu tidur di halaman belakang jangan berani masuk secara diam - diam ataupun menerima bantuan dari siapapun."
tegas Alex pada ameera.
tanpa membantah ataupun menjawab ameera segera berjalan kearah halaman belakang. dia merasa sia - sia kalaupun meladeni tuannya.
Alex tampak mengerutkan alisnya, melihat ameera hanya pasrah menerima hukuman darinya, karna biasanya dia akan memohon pada dirinya untuk mengampuni atau mengurangi hukumannya.
ada sedikit rasa iba sebenarnya melihat wajah pucat tak berdaya istrinya, namun lagi - lagi ego dan dendam yang entah kebenarannya pun belum tentu benar itu mengalahkan segalanya.
--
Ameera merasakan hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang - tulangnya, dia bersandar pada bangku tepi kolam renang sesekali mengusap lengannya yang kedinginan.
walaupun badannya merasa tidak enak dan kondiai badan yang menggigil kedinginan perlahan mulai memejamkan matanya.
baru sekitar 2 jam Ameera tidur, tanpa perasaan iba sedikitpun alex menyiramkan satu ember air berisi es.
Ameera langsung terbangun, kepalanya terasa sangat berat.
"tu..tuan apa saya melakukan kesalahan lagi.? tanya ameera terhadap alex.
tanpa berkata apapun alex langsung berlalu dari sana.
dia berjalan dengan angkuh, jangan lupakan senyum misteriusnya.
"hiks..hiks.. sakit.. apa salahku sebenarnya, hiks...hikss... apa aku sama sekali tidak di takdirkan untuk bahagia hiks.. hiks.." tangis ameera pecah begitu saja. badannya luruh kebawah, bahunya nampak naik turun karna isak tangisnya.
"Bu.. Ameera rindu ibu kenapa ibu pergi ridak mengajak aku bu, hiks...hikss. .dunia ini kejam bu kenapa hidup Ameera begini bu, hiks...hiks Ameera mau ikut ibu saja hiks.." tangis pilu ameera.
Brukk...
kepalanya terasa berat, badannya menggigil Ameera tak lagi mampu menahan berat bobotnya hingga
jatuh tak sadarkan diri.
sedangkan di balkon kamar alex, tampak tersenyum dia sangat puas bisa menyiksa wanita yang di anggap penyebab semua kesialan yang terjadi pada dirinya.
---
"Astaga, neng.. neng meera bangun neng." mbok Sumi kaget saat menemukan ameera tergeletak di tepi kolam.
"enghh.. mbok ameera kenapa.?" ucap Ameera saat terbangun dari pingsannya.
"loh mbok menemukan neng meera tidak sadarkan diri disini, apa terjadi sesuatu terhadap neng Ameera?" tanya mbok sumi.
"mmt.. semalam Ameera melakukan kesalahan mbok lalu di hukum tuan." jawab Ameera begitu mengingat kejadian semalam.
"kasian sekali kamu neng, yasudah ayo mbok antar ke kamar sekarang neng ameera istirahat saja ya biar mbok yang mengerjakan pekerjaan rumah hari ini." pinta mbok sumi.
"iya mbok.. terimakasih ya, mbok sudah seperti ibu Ameera sendiri." Ameera sanga terharu dengan kebaikan mbok Sumi.
"iyaa iya kamu juga sudah mbok anggap anak sendiri, sudah ayo istirahat." ucap mbok sumi.
emang agak agak dodol si alex nih
garidho sumpah😭😭😭😭
ameera berasa sendirian di dunia ini😭
tp pas baca endnya ttep sama alex gatrima garidho thor😭
tp masih penasaran kisahnya
lagian si alex kenapa bego banget si
maen hakim sendiri ga menyelidiki dulu
malah manjain anak tiri
anak kandung bak anak pungut
mikir pakek otak napa
klo elu ntar tua ni yak kagak bisa ngapa²in
emang iya anak tiri lu mau gitu ngerawat elu
bego bego
kzl
banjir air mata😭😭😭