zoyya seorang gadis remaja berusia 22 tahun hidupnya hanya di penuhi dengan pekerjaan tidak memikirkan cinta baginya uang nomor satu, Zoyya bisa di bilang gadis badgril, bar bar dan memiliki netra tajam.
tetapi takdir berkata lain dia meninggal karna tertabrak saat ingin menyelamatkan anak kecil sehingga dia sendiri yang menjadi korban.
bukanya masuk ke syurga jiwanya malah nyasar ke dalam tubuh seorang antagonis yaitu Ziara putri Wijaya.
Ziara seorang gadis yang masih duduk di bangku SMA yang hobinya mengejar ngejar tunangan nya.
Ziara selalu membully orang yang berani mendekati tunangan nya itu hingga hidup nya tidak jauh dari adik kandungnya yang membuat Ziara di benci oleh keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hnfhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Saat ini jam pelajaran sedang berlangsung, beberapa siswi melihat ke arah lorong disana ada empat pemuda yang berjalan sedang mencari kelas nya.
"kaya nya itu murid baru deh" bisik siswi yang berada di depan ziara.
"gila cakep cakep ya" jawab siswi lainnya, ziara dia sibuk menenggelamkan kepalanya di bangku.
"hei kalian! Kenapa kalian sibuk sekali" ucap pak Yanto pada beberapa siswi yang tengah sibuk berbisik.
"tidak pak, maaf" jawab siswi bernama Naura.
Pak Yani melanjutkan pembelajaran nya dan para murid kembali fokus pada pak Yanto.
Bel istirahat pun berbunyi.
Para siswa keluar dari kelasnya masing masing menuju kantin, begitu pula ziara dan Novita yang pergi bersamaan menuju kantin.
"ayo cepet Ra, gue laper banget nih" ucap Novita.
"rusuh amat neng" ucap ziara yang mengikuti langkah Novita.
Kini kantin sudah sangat ramai dan penuh, seperti biasa ziara akan mencari bangku yang kosong dan Novita bertugas memesan makanan.
Setelah mencari cukup lama ziara pun berjalan menuju bangku yang kosong.
Brak...
"oh shitt" jerit ziara. seorang gadis menabrak ziara.
"maaf kak maaf" ucap seorang gadis bernama Alina, dia langsung mengelap kaki ziara yang terkena kuah bakso yang dia bawa.
"udah gausah" ziara memundurkan dirinya supaya Alina tidak mengelap kaki ziara.
Ziara merasakan panas dan perih karna Alina dengan cepat langsung mengelapnya hal itu membuat ziara semakin perih.
"gapapa kak maaf aku ga sengaja" Alina mengelap kembali luka ziara.
"ziara, Lo gapapa" ucap Novita yang melihat seragam ziara sudah kotor
"gue gapapa"
"maaf ya kak" ucap Alina yang terus mengelap kaki ziara.
"Lo budeg, singkirin tangan Lo" ucap ziara penuh penekanan.
Alina segera bangkit, para siswa ada yang mencibir ziara karna ziara kasar pada Alina.
"maaf ya kak aku ga sengaja" ucap Alina dengan menunduk.
"hm" ziara segera duduk, dia menahan panas dan perih di kakinya.
"Ra kita ke UKS aja yu" ajak Novita, dia khawatir dengan ziara.
"nanti aja, kita makan aja dulu" ucap ziara.
Novita mengangguk, dan Alina pun pergi dengan menyeringai, tanpa Alina sadari, ziara tahu dengan mimik wajah Alina.
"musuh baru".
Saat ziara dan Novita sedang makan, kantin mendadak jadi heboh karna kedatangan empat pemuda yang berjalan memasuki kantin.
"heboh bener" ucap Novita yang melihat kehebohan itu, ziara hanya acuh tak memperhatikan nya.
Tanpa ziara sadari keempat pemuda itu berjalan menuju bangku dimana ziara berada.
"boleh kita duduk disini?" ucap seorang pemuda.
"bo-boleh" jawab Novita, dia segera pindah dan duduk di sebelah ziara.
Ziara mengangkat kepalanya dan melihat siapa orang yang ingin bergabung dengan nya itu.
"Lo?" ziara mengerutkan keningnya, lalu dia tersadar dan tahu siapa pemuda itu.
"kenalin gue devano, yang tadi pagi Lo bantu" ucap devano.
"gue ga ngebantu siapapun" ucap ziara yang sibuk kembali dengan makanan nya.
"thanks ya udah bantu kita" ucap Febri.
ziara menaikan alisnya sebelah, lalu dia menghiraukan para pemuda itu.
"dingin banget Cok" bisik Riza pada Febri, Julian menyenggol lengan Riza.
"sangat menarik" batin devano.
Keempat pemuda itu segera memesan makanan nya dan tak lama kemudian pesanan mereka pun datang, lalu mereka menyantap nya.
"gue duluan" ucap ziara lalu bangkit di ikuti Novita dari belakang.
"bos, Lo yakin mau deketin cewek itu? Dingin banget sikap nya" ucap Julian yang di angguki Riza.
"urusan gue" ucap devano yang menatap kepergian ziara.
"tapi cocok ga sih kalo dia jadi buketu kita" ucap Febri.
"cocok lah sama sama kaya kulkas" celetuk Julian, yang mendapat tatapan dingin dari devano.
...----------------...
Saat ini ziara sedang berada di dalam UKS bersama Novita, Novita membantu mengobati luka ziara.
"Ra kenapa Lo bisa kaya gini" tanya Novita yang masih tidak tahu.
"kayanya dia sengaja nabrak gue nov" ucap ziara datar.
"wah kayanya Lo punya musuh baru Ra" ucap Novita yang sudah selesai mengobati luka ziara.
"thanks ya" ucap ziara dan di angguki Novita.
Ziara terdiam sejenak bibir nya menyeringai saat mengingat perkataan dirinya dan perkataan Novita.
"Ra Lo gausah kaya gitu gue takut anjir liat nya" ucap Novita yang merinding melihat ziara menyeringai.
"hahaha ada ada aja Lo nov" ziara tertawa melihat Novita yang merasakan takut.
...----------------...
"Kazen! kapan kamu akan menikahi ziara" tanya Danisa pada putranya.
"sabar lah mom dia masih sekolah " ucap Kazen yang sudah gemas dengan pertanyaan mommy nya itu.
"beberapa bulan lagi lulus bukan?" ucap Danisa.
"hm" kazen hanya berdehem.
"kalau begitu setelah lulus kamu harus cepat nikahi dia" ucap Danisa dengan antusias.
"aku akan memikirkan nya mom" ucap Kazen.
Kazen bangkit dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, menghiraukan Danisa yang terus memanggilnya.
Kini kazen sudah berada di dalam kamarnya lalu dia merebahkan tubuhnya dan menatap atap kamarnya.
"bagaimana kabarmu baby? Aku sangat merindukanmu" gumam kazen dengan tersenyum tipis.
Kazen bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi, dia berniat untuk menjemput pujaan hatinya itu, Kazen sudah sangat merindukan ziara.