NovelToon NovelToon
Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta

Status: tamat
Genre:Tamat / Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:702.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kak Farida

Novel ini diadaptasi dari 50% kisah nyata dan 50% fiksi.

Kaila merupakan istri dari Rangga. Dia dihianati oleh suaminya. Selingkuh di belakang Kaila dengan atasannya.

Kaila melihat dengan mata kepala sendiri ketika suaminya sedang bercumbu di dalam mobil dengan atasannya.
Bagaimana keputusan Kaila ketika mengetahui itu semua?

Ikuti kisahnya, hanya di noveltoon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Farida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Panas yang Tidak Aku Inginkan

Sudah 1 minggu suamiku tidak pulang ke rumah sejak dia menamparku, aku tidak tahu suamiku pergi kemana. Kerja keluar kota atau bermalam di rumah pelakor. Akupun tidak mengirimkan pesan singkat kepadanya.

 

Tanpa aku harapkan, suamiku pulang di tengah malam. Aku ditarik untuk melayani hasrat biologisnya. Dalam hatiku terdalam, aku tidak sudi untuk melayani dia di atas ranjang. Tapi aku sadar, aku masih istrinya karena dia belum mengucapkan talak bagiku. Sudah 1 minggu kami tidak saling bicara, dan tiba-tiba datang meminta berhubungan, jelas aku kaget. Ada rasa tidak nyaman di hatiku.

 

Suamiku yang aku rasakan sejak ada pelakor sikapnya dingin, tiba-tiba menjadi sosok yang mengerikan. Dia tidak seperti Rangga yang menikahi aku dahulu. Yang begitu lembut, begitu sopan dan mengungkapkan kata-kata cinta. Tapi saat ini dia melakukannya secara kasar.

 

Kuingin menolak tapi aku tidak kuasa menahan tenaganya yang menindi tubuhku dan membekap mulutku dengan bibirnya. Aku ingin tidak disentuh tapi dia terus meraba bagian sensitifku untuk meningkatkan gairahku. Aku tidak membalas gerakannya. Dia seperti meniduri sebuah boneka. Butir air di mataku lolos begitu saja, karena otakku sedang memutar kejadian perselingkuhannya ketika dia berada di atasku saat ini. 

“Ayah… cukup," lirihku memohon untuk melepaskanku.

“Bukankah loe suka gue belai dan menyentuh loe? nikmatin aja malam panas kita saat ini.”

Batinku terluka kembali mendengar kalimat yang dia lontarkan. Aku tidak bisa melawan, percuma tenagaku tidak mampu melawannya. Kupejamkan mataku dengan menahan rasa sakit karena dia melakukannya secara kasar.

Besok pagi aku akan menyesal akan perbuatan aku untuk menerimanya malam ini. Aku tahu akan dosa jika aku menolak hubungan ini karena dia masih suamiku.

💔💔💔

Di Pagi hari  suamiku tidak merasa bersalah kepadaku, tubuhku terasa sakit seakan remuk tubuh ini. Dia hanya terdiam tidak mengucapkan sepatah katapun terhadapku ataupun kepada anak-anaknya.

Anak-anakku menikmati sarapan yang aku buatkan, begitu juga suamiku terlihat lahap memakannya. 

Ingin sekali aku berteriak meratapi nasibku ini, melihat ketiga buah hatiku menjadikan hati ini kuat kupaksa. Setelah sarapan selesai, suamiku pergi begitu saja tanpa ada percakapan apapun. Aku menarik nafas dan mengeluarkan secara kasar.

Hari ini seperti biasa aku menemani Cia untuk masuk sekolah. Aku mengajak Caca dan Adam juga, yah karena di rumah tidak ada siapa-siapa dan aku pun tidak mempunyai sanak saudara di Bandung ini. Setelah aku mengantar Cia, aku tidak langsung pulang ke rumah. Pikirku percuma pulang sekarang karena tidak ada siapa-siapa di rumah.

Aku ingin melupakan masalah rumah tanggaku sejenak. Aku ajak Caca dan Adam untuk bermain sebentar di sebuah taman dekat dengan sekolah Cia. 

“Mamah… aku mau naik ayunan,” pinta Caca kepadaku.

“Aku juga Mamah,” Adam pun ingin bermain ayunan.

Aku mendorong ayunan ke depan dan ke belakang sehingga ayunan tersebut bergoyang maju mundur. Membuat kedua anakku senang dan menikmati waktu kami bersama saat ini.

“Bu Kaila?” aku menoleh karena ada seseorang yang memanggil namaku.

“Oh Bu Sinta, apa kabar Bu?” aku tersenyum kepada Bu Sinta. Ternyata Bu Sinta mengajak main anaknya untuk pergi ke taman juga.

“Alhamdulilah baik, Ibu bagaimana baik? Wajah Bu Kaila saya lihat pucat Bu. Ibu Kaila sakitkah?” tanya Bu Sinta.

“Ah tidak Bu, saya baik-baik aja kok,” jawabku.

“Benar loh Bu, Ibu terlihat pucat sekali,” ucap bu Sinta dengan wajah yang serius.

“Tidak apa-apa Bu, mungkin saya tidak pakai lipstik jadi terlihat pucat,” jawabku.

“Alhamdulilah Bu, jika Ibu sehat. Saya mengerti kok perasaan Ibu seperti apa sekarang. Saya hanya bisa bantu doa Bu. Agar Ibu bisa melewati ini semua,” ucap Bu Sinta.

Aku tatap wajah bu Sinta, aku coba memberanikan diri untuk bertanya kepada dirinya.

“Bu, boleh saya tanya mengenai suami saya ketika di kantor?” tanyaku.

Bu Sinta menghela nafasnya dan mengeluarkan panjang.

“Saya takut Bu, jika Ibu mendengar hal ini.” ucap Bu Sinta.

Deg

Jantungku terasa mau copot. Aku bergulat dengan pemikiranku sendiri sebelum bu Sinta berkata, ini masalah bukan hanya aku yang tahu tapi teman-teman kantor suamiku pun tahu.

“Jujur sebenarnya berat Bu, saya menceritakan hal ini kepada Ibu. Kenapa pak Rangga menyia-nyiakan istri secantik Ibu yang memberikan anak yang manis-manis. Banyak pasangan di luar sana yang tidak bisa punya anak, sungguh pak Rangga itu bodoh. Maaf yah Bu, saya mencela suami Ibu,” ucap Bu Sinta.

Aku hanya tersenyum mendengar ucapan bu Sinta dan menggelengkan kepalaku.

“Tidak apa-apa Bu, saya mau mendengar cerita dari Ibu tentang suami saya,” aku menarik nafas perlahan dahulu dan menghembuskan secara halus.

"Maaf yah Bu, pak Rangga di kantor sikapnya sudah terang-terangan Bu bermesraan di depan teman-temannya jika di kantor. Entah kenapa pak Rangga bisa sangat berubah seperti itu. Kadang pak Rangga masuk ke ruang Bu Sukma , entah apa yang mereka lakukan di sana. Karena pak Rangga di ruang bu Sukma cukup lama."

Ya Rabb suamiku melakukan hal yang tidak boleh dilakukan.

"Artinya di kantor banyak yang tahu yah Bu Sinta tentang mereka," ucapku untuk memastikan.

"Iya Bu, kami tidak bisa berbicara macam-macam. Karena Bu Sukma atasan kami juga," ucap Bu sinta.

“Bu Kaila…” aku terdiam membisu sehingga bu Sinta menepuk pundakku untuk menyadarkan aku.

"Astagfirullah maaf Bu...terima kasih Bu, sudah menceritakan kepada saya," aku memaksakan tersenyum kepada Bu Sinta.

"Mungkin saya hanya bisa bilang sabar kepada Ibu, walaupun kata sabar itu tidak berguna bagi Ibu saat ini. Ibu kuat yah demi ketiga buah hati Ibu, merekalah yang nantinya akan menggenggam tangan Ibu dengan erat. Sekarang mereka masih kecil belum berasa kegunaan mereka tapi nanti ketika mereka sudah besar, insha Allah merekalah yang akan merangkul Ibu, menghapus sakit hati yang Ibu rasakan saat ini," ucap Bu Sinta.

"Masya Allah, barokallah Bu Sinta. Ucapan Bu Sinta membuat pemikiran saya lebih terarah. Saya harus kuat untuk ketiga buah hati saya. Allah sudah memberikan kepada saya mereka, itu merupakan karunia yang berlimpah untuk saya. Terima kasih Bu, sudah mau berbicara dengan saya, saya permisi dulu karena jam pulang anak pertama saya sebentar lagi. Saya ingin menjemput Cia," ucapku.

"Sama-sama Bu," ucap Bu Sinta.

"Assalamu'alaikum Bu Sinta," ucap salamku, kepada Bu Sinta.

"Wa'alaikumsalam."

Aku melangkahkan kakiku meninggalkan Bu Sinta yang masih berada di taman bersama anaknya. 

Jujur hatiku sakit, syok mendengar cerita bu Sinta. Sekeji itukah suamiku, sehingga rasa malunya sudah hilang. Sungguh rasa malu itu merupakan sisa dari iman.

دَعْهُ، فَإِنَّ الْـحَيَاءَ مِنَ الإيْمَـانِ

Da'hu , fainnalhayāa minal ìmān.

“Biarkan dia, karena rasa malu adalah bagian dari Iman. 

HR. Bukhari no. 44 dan Muslim no. 36.

Syifa menuju sekolah Cia untuk menjemput anaknya. Tawa riang dari Caca dan Adam karena hari ini asik bermain di taman bersama anak dari bu Sinta.

"Mamah..." Cia berteriak dan berlari menghampiriku ketika pintu kelas di buka.

"Bagaimana anak Mamah, sekolahnya hari ini?" tanyaku kepada Cia anakku.

"Seru Mamah, Cia dapat nilai 100 Mah dari ulangan matematika," jawab Cia.

"Alhamdulilah, hebat kakak Cia," aku memuji Cia.

Aku pulang ke rumah bersama anak-anakku. Adam tidak mau digendong olehku. Dia berjalan bergandengan dengan Caca kakaknya. Aku menggandeng tangan Cia. Tiba-tiba Cia berkata padaku.

“Mah, Ayah jahat yah sama Mamah, aku dan adik-adik. Ayah sudah berubah, lebih sayang bu Sukma daripada aku anaknya.”

Aku menarik nafas mendengarkan Cia berkata seperti itu.

“Kenapa Kakak berbicara seperti itu?” tanyaku terhadap Cia.

“Ayahkan jarang pulang, main sama Cia pun gak mau lagi. Tapi aku lihat ayah bergandengan tangan dengan Bu Sukma masuk ke mobil. Katanya sibuk, ayah bohong Mah.”

Aku membungkukkan badanku agar posisiku sejajar dengan Cia.

“Cia apapun yang terjadi nanti, kamu harus jadi anak yang kuat yah," aku memeluk Cia dengan erat dan melanjutkan perjalanan kami untuk pulang ke rumah.

Bersambung.

 ***

Hai para reader, gemes gak? dalam bab ini kisah nyata.

Terima kasih reader sudah mampir

Bantu like, komen, vote dan follow aku yah.

Baca Novel ku yang lain

5 tahun menikah tanpa cinta

Salah lamar

Berteman di sosmed sama aku yuk

fb @Farida (R)

ig @kak_farida

1
Naomy
ya jadi malas sy baca nya ni novel..ngapain cb si kayla ttp ga mau cerai sm si rangga .buktikan lah klo kayla itu wanita hebat jgn mau di injak" gt sm suami dan pelakor
Naomy
terlalu bodoh si kaila..seharus dr awal tau suaminy selingkuh lsg aja minta cerai ,knp hrs takut dia wanita pintar,sarjana bisa dpt kerja sendiri.skrg udh hamil nambah anak pula..malah buat makin ribet lah tu
Ruzita Ismail
Luar biasa
Lestari Tari
terlalu banyak cerita yg di ulang padahal kita udh tau😄😄nama nya kayla juga ganti ganti kadng kayla kdng syifa yg bener yg mana thoor..
Dewi Dama
perfect
Dewi Dama
very good
Dewi Dama
sedih baca nya....
Dewi Dama
baca nya di lewat2tin....
Dewi Dama
terlalu ber tele2..seharus nya wa..nya gk.usah di bahas di novel inti nya aja..(maaf thoorrr)
Dewi Dama
cerita nya bagus...tpi baca nya mbingungkan...
Dewi Dama
Allahu Allahu..kenapa bukan Allahuakbar..thoor...
Nhimasera Sera Sera
Luar biasa
Bagus Slayer
semoga Allah SWT memberikan rezeki berlimpah ruah buat kakak author,, amiin2 yrobbal almin /Heart//Heart//Heart//Pray//Pray//Pray/
Dev
Masya Allah semoga rezekinya Author semakin berkah🤲
Idapriati Matiro
mantap ibu kaila saya sangat setuju dengan apa yang ibu kaila lakukan biar ibu Nina dan ibu guru lainnya tau
Idapriati Matiro
semoga ibu kaila menemukan kebahagiaan lagi yg hilang bersama dgn pak Andi begitu juga semoga ibu kaila juga bisa menjadi ibu sambung yang baik buat Amanda
Idapriati Matiro
Alhamdulillah kaila yang masih mempunyai orang tua yang lengkap
Ran Aulia
terimakasih author , 👍👍👍👍

semoga real Kayla semakin strong 💪💪💪💪
angel
emang dosa ya klu gk melayani suami? pdhal jelas2 suaminya selingkuh....sesat
Tarie Lestarie
suka sama alur ceritanya gak muter-muter ❤️❤️
Miss Rida: Ia kk, aku memang nggak suka menulis muter2 sat set gitu. baca novel terbaru yuk kk berjudul Gadis Tak Waras
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!