NovelToon NovelToon
Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Status: tamat
Genre:Romansa / Angst / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: R.F

"Aku memang sanggup untuk menghapus namanya dan menggantikannya dengan nama suamiku di hatiku, tapi apa aku sanggup terus mempertahankan rumah tanggaku tanpa cinta dari suamiku? Yang selalu enggan untuk menyentuhku untuk lebih intim?" batin Suci

"Sampai kapan kamu tidak mencintaiku? Sampai kapan kamu akan terus belajar mencintaiku? Apa perlakuan manisku tidak bisa menggerakan hatimu walau pun sedikit saja Uci?" batin Arkan

"Bunda mohon nak, jadikan kakamu istri ke dua Arkan." ucap Anisa

Akan'kah rumah tangga Arkan dan Suci tetap utuh di saat Bunda dari Suci meminta Suci untuk menyutujui kakaknya menjadi istri ke dua dari suaminya?

Akan'kah Suci merelakan suaminya untuk kakanya sendiri di saat ia sudah mengandung benih dari suaminya karena menikah dengan dua wanita bersaudara kandung adalah haram? Atau Suci tetap mempertahankan rumah tangganya karena kakanya yang membatalkan pernikahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 6 Mencoba gaun pengantin

Pagi harinya mereka sedang sarapan, tidak ada pembicaraan di meja makan, hanya saja Sulis sesekali menatap adiknya yang makan dengan tenang. Sedangkan Anisa hanya bisa menghela nafas berat, melihat ke dua putrinya makan tidak ada ekspresi sedikit pun, biasanya kalau Suci pulang, Sulis dan Suci mengobrol-ngobrol seperti adik kaka pada umumnya yang sering bercanda dan tertawa, tapi tidak dengan sekarang yang memasang wajah dingin. Mereka selsai makan, Suci baru saja mau berdiri, pergelangan tangannya sudah di pegang oleh kakanya, ia langsung menatap kakanya dengan mata yang bertanya.

"Kaka minta maaf dek, kaka tau kaka salah telah mengingatkan masa lalumu, maafkan kaka dek."

Suci tersenyum sambil menggeleng pelan.

"Kaka tidak salah, Uci tau dan sadar kalau Uci penuh dosa, tidak seharusnya mulut Uci untuk menasehati kaka."

"Tidak dek, setiap orang memiliki dosa yang berbeda-beda, kaka tidak seharusnya bilang seperti itu karena kamu sudah hijrah."

"Tidak apa-apa kak, lalu bagai mana keputusan kaka? Apa kaka menerima pernikahan bersama kak Arkan?"

"Kaka tidak bisa dek, kaka tidak mau menikah dengan Arkan."

"Yakin kaka akan melepaskannya dari hidup kaka dan hati kaka?"

"Iya dek."

"Baiklah kak, seperti yang Uci bilang, Uci tidak suka milik Uci di ambil orang, walau pun itu kaka, Uci tau kaka mejawab dengan ragu-ragu, tapi mulai sekarang, kaka kubur dalam-dalam rasa cinta kaka pada kak Arkan, kalau begitu Uci ke kamar dulu dan hati-hati di jalan."

Sebelum mendengar jawaban dari kakanya, Suci langsung pergi ke arah kamarnya. Sulis mejadi semakin bimbang, kenapa ia semalam tidak cukup untuk berpikir tentang Arkan, saat ia mengatakan yakin, tapi hati kecilnya begitu tidak yakin.

"Bund, Sulis berangkat kerja dulu."

"Iya nak hati-hati."

"Iya Bunda."

Sulis langsung mencum punggung tangan Bundanya, lalu ia keluar dari rumah itu bersama menegernya yang memang sudah datang dari tadi. Sedangkan Anisa hanya duduk di ruang keluarga, dengan pikiran yang sangat pusing.

Ting-tong.

Bi Minah langsung berjalan ke arah pintu, ia membuka pintu itu menampilkan sosok Keyla yang tersenyum ceriah sambil meneteng paper bag

"Nak Suci ada?"

"Ada Bu, mari silahkan masuk bu."

Bi Minah sebenarnya sedikit bingung, kenapa Keyla mencari Suci, seharusnya yang di cari itu Sulis, calon menantunya, tapi ia juga tidak ingin kepo, walau pun penasaran ia sadar kalau ia adalah pembantu. Anisa tersenyum saat melihat Keyla.

"Key, katanya nanti orang lain yang akan mengantarkan gaun pengantinnya, ko jadi kamu?"

"Aku cuma pengen liat saja, kalau gaun pengantin itu cocok pada Suci."

"Baiklah, bi panggilan Suci iya."

"Iya bu."

Bi Minah menaiki tangga, ia langsung mengetuk pintu kamar Suci.

Tok-tok.

Tidak lama Suci membuka pintu sambil tersenyum.

"Ada apa bi?"

"Itu non, bu Key mencari non."

"Oh, iya bi."

Suci langsung masuk lagi ke kamar, ia langsung memakai cadarnya lagi, lalu langsung menuruni tangga, ia sampai di ruang kelurga.

"Assalamulailaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Mereka berdua mejawab serempak. Suci langsung menyalami Keyla, melihat itu Keyla langsung tersenyum bahagia. Keyla adalah wanita sosialita, banyak anak teman-temannya yang cantik dan rama juga, tapi entah mengapa ia begitu sangat menyukai Suci, walau pun ia baru bertemu kemarin. Namen Suci mampuh menyentuh hati kecil Keyla. Suci langsung duduk di depan mereka yang terhalang dengan meja.

"Mama datang sendiri?"

"Iya nak, papa hari ini harus melihat proyek yang papa bangun di bandung, dan Arkan hari ini sedang ada meeting bersama celient dari Jepang. Terima kasih iya nak sudah mau menikah sama Arkan. Arkan sekarang sudah mau pergi ke kantor lagi hari ini, kamu adalah penyemangat Arkan, nak."

Memang yang di katakan Keyla benar adanya, kalau dulu Arkan sangat terpuruk dan tidak mau pergi ke kantor dengan pisiknya yang menurut Arkan sangat memalukan, tapi setelah mendengar ucapan dari Suci dan Suci menerima Arkan, Arkan menerima pisiknya.

Arkan juga tidak malu kalau banyak orang yang akan memandangnya sebelah mata dan membicarakannya di belakang Arkan. Arkan akan tetap menerima itu, karena sekarang Arkan sadar, kalau Allah tidak pernah membeda-bedakan hambanya, hanya iman dan ketakwaannya yang berbeda di mata Allah, yang di katakan Suci memang benar kata Arkan. Suci bisa melihat senyuman bahagia dari Keyla, itu membuat hati ia juga merasa senang, ia berharap langkah yang ia ambil memang benar.

"Mama jangan terus bilang terima kasih, Uci tidak memberikan apa pun pada mama dan kak Arkan."

"Kamu memberikan kami semua semangat, di saat kami semua rapuh dan terpukul dengan kejadian yang menimpa kami. Mama benar-benar terharu, di usiamu yang masih terbilang muda, kamu memiliki pemikiran yang dewasa. Kamu mampu membuat kami semua tegar. Mama tidak pernah menyangka, kalau ada orang yang memiliki hati seperti malaikat, yang mampu menolong orang lain saat orang lain terjatuh."

Suci tersenyum sambil menggeleng pelan, calon mama mertuanya itu menurut ia terlalu berlebihan, ia hanya seorang manusia yang mencoba belajar lebih baik lagi dari masa lalunya.

"Mama, terlalu berlebihan memuji Uci. Uci hanya manusia biasa ma, yang begitu banyak dosa."

Suci masih menampilkan senyuman di balik cadarnya, entah kenapa ia merasa seperti bersalah saat Keyla mengatakan ia seperti malaikat, apa masih pantaskah di sebut malaikat saat Keyla mengetahui ia pernah terjun ke dunia malam?

"Kamu jangan bilang seperti itu nak, setiap orang memang memiliki dosa dan kesalahan yang sangat besar, tapi setiap orang pasti akan menyadari dengan berjalanya waktu kalau yang di lakukannya dosa."

Suci menganggu.

"Mama kesini sebenarnya mau menyuruh kamu mencoba gaun, ini gaunnya, coba kamu pakai."

Kelya memberikan papar bag yang tadi di bawanya. Suci mengangguk, lalu ia mengambil paper bag yang di berikan oleh Keyla. Suci langsung berjalan ke kamar tamu untuk mencoba gaunnya, agar ia juga tidak bolak-balik naik turun tangga. Setelah selsai memakai gaun, Suci langsung keluar.

"Gimana ma sama gaunnya?"

Keyla menatap wajah Suci yang sudah tidak memakai cadar, matanya tidak berkedip sedikit pun, wajah Suci terlihat bercahaya dan sangat cantik, ia menganggap Suci di ciptakan dengan sangat sempurna, tidak melihat cacat di hidup Suci, mau pun tutur katanya atau pisiknya, semuanya sangat sempurna yang ada di dalam diri Suci.

"Ma, gima penampilan Uci, cocok atau tidak?"

Pertanyaan Suci menyadarkan lamunan Keyla.

"Maaf nak, mama jadi salah fokus karena menatap ke cantikan kamu."

Suci mengangguk pelan sambil tersenyum, ia sudah biasa di lihat seperti itu saat ia di pesantren, itu kenapa ia menutup wajahnya memakai cadar, ia tidak ingin orang-orang menatap kecantikanya dan mengumbar dosa. Keyla menatap dari atas sampai bawah, memang gaun itu sangat cocok di tubuh Suci.

"Wah cocok sekali, semalam pilihan mama bukan ini loh, ini pilihan Arkan, hebat ternyata Arkan bisa mencocokan postur tubuhmu."

Suci tersenyum lebar saat mendengar ucapan dari Keyla, kalau Arkan lah yang memilihkan gaunnya.

1
juwita
Luar biasa
juwita
hama dmn2
julia sorong
Luar biasa
julia sorong
Buruk
Just Reader ^-^
rumah apa hotel thor?
Just Reader ^-^
ak padamu uciii
syifa
karya yang menguras emosi
..
bagus
🍒Nungma🍃
assalamualaikum kak author
ceritanya bagus kak,,,,,alurnya menarik gak membosankan,, and maafken kak aku gak komen per bab,, aku lebih suka komen setelah tamat baca ceritanya,,, yok kak lebih semangat lagi yokk😉😉😉
R.F: wa'alaikumsalam
terima kasih kak
total 1 replies
Cia Sanu
novel yg sangat bagus
R.F: terima kasih kak
total 1 replies
Maya Jutsu
👍👍👍
R.F: mksh kk
total 1 replies
Juan Sastra
ibu yg tidak berakhlak,,
Juan Sastra
keberatan dengan kata iya thorr,,
umpama,, bertanya, "tempat pendaftarannya dimana ya ? gitu thorr !!
bukan di mana iya ?..🙏🙏🙏
Juan Sastra
asal jangan mengecewakan aja thorr karyamu misalnya poligami gitu,,karena sibnosis di depan kayak ada berbagi cinta gitu..nyesek aja jika harus berbagi suami
Qilla
namen lagi
Qilla
namen lagi namen lagi
R.F: tinggal baca aja ribet, enggak suka iya enggak usah baca
total 1 replies
Susy Qween
ya Allah rumahna kaya gedung aja 15 lantai😁
Nurmiati Aruan
ngomong langsung dong....biar istrinya tau...
Nurmiati Aruan
salah paham maning...hadeeehhh...🤦
Nurmiati Aruan
ampun deh ini mereka berdua...bikin gemes...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!