#adultstory
2 garis merah
2 garis merah
2 garis merah
3x percobaan dan hasilnya masih sama. Paris tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"ini tidak mungkin... Tidak mungkin aku hamil..!"
Paris menyangkal kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung. Testpack itu bisa saja salah. Untuk meyakinkan nya lagi, paris memeriksakannya.
"anda positif hamil."
Dunianya seakan hancur mendengar kalimat itu keluar dari mulut dokter tersebut.
Paris merasa tidak berhak meminta pertanggung jawaban pria yang telah menidurinya. Karena malam itu, kesalahan ada padanya.
Ig: @tosca_mocca_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Hari H
Waktu menunjukan pukul 7 malam, menandakan dimulainya acara pesta ulang tahun berdirinya MC Corp. Milik keluarga Mc Cannon.
Beberapa orang yang merupakan bagian dari perusahaan mulai memasuki aula tempat diadakan pesta.
Tidak hanya para karyawan saja, Beberapa dari orang luar seperti kolega dan pemegang saham turut diundang dalam pesta besar ini
Baik pria atau wanita berlomba-lomba tampil penuh pesona meskipun tau sang direktur utama adalah bintang nya.
Acara resmi akan diadakan selama 1 jam saja. Sisanya bisa dikatakan tidak resmi atau bebas.
Paris dan Selli seperti biasa, selalu datang bersama.
Paris tampil menawan dengan gaun hitam kelam yang cukup tertutup. Dengan polesan wajah yang terkesan tetap natural. Rambutnya didesign sedemikian rupa, memperlihatkan kesan manis untuk dipandang.
Berbeda dengan Selli yang memilih riasan yang bold agar terlihat berbeda dari keseharian nya. Dia memakai gaun yang sedikit terbuka dibagian punggung dengan warna merah hati, semakin membuatnya terkesan lebih berani.
"party time!" ucap Selli.
Mereka berpisah didalam pesta karena harus berkumpul di divisi masing-masing selama acara resmi berlangsung.
Tampak keluarga besar Mc Cannon tengah menaiki panggung. Semua pasang mata tertuju kearah mereka. Begitu mengagumi visual yang keluarga itu miliki.
1 jam telah berlalu menandakan acara resmi telah berakhir. Semua dibebaskan berpesta dan sudah dibolehkan pulang bagi yang ingin pulang dan berpesta bagi yang masih ingin bertahan. Kebanyakan yang sudah berumur memilih untuk pulang menikmati hari libur di hari kerja yang diadakan perusahaan bersama keluarga masing-masing. Sisanya masih bertahan bergembira menikmati irama musik. Keadaan pesta sudah seperti diskotik dengan Seorang Dj yang memainkan perannya dalam meramaikan pesta.
Theo tengah berdiri didepan lift untuk menuju kekamar hotelnya. Sampai seorang wanita dengan penampilan yang glamor dengan gaun ber belahan d*da rendah menghampiri nya. Dia adalah Nadine.
"Theo.. Kenapa menghindariku terus? ." tanya Nadine manja.
Theo tampak cuek dengan kedatangan Nadine. Wajahnya hanya datar sambil menunggu lift terbuka.
"nikmati saja pesta nya."
"kamu mau kemana? Kenapa buru-buru ninggalin pesta.." Nadine dengan berani nya bergelendotan di lengan Theo.
Theo menatap tajam Nadine. Sikapnya yang dingin membuat Nadine bergidik ngeri. Ia lalu melepaskan cekalannya.
Lift pun terbuka, Theo masuk lift meninggal kan Nadine yang cemberut. Setelah pintu lift tertutup, Nadine menyeringai.
"setelah ini, kau tak akan bisa lepas dariku.".
.....
Paris nampak duduk sendiri. Semua teman-teman nya tengah berdansa mengikuti irama musik bahkan beberapa ada yang sudah mabuk. Ia ingin mencari Selli, tapi dia urung kan karena mungkin Selli sedang berenang-senang dengan temannya.
Daniel menghampiri Paris dan langsung duduka disampingnya.
"kenapa melamun? Kamu tidak menikmati pesta nya?" tanya Daniel.
"saya menikmatinya, cuma tidak terbiasa saja dengan pesta seperti ini." jawab Paris.
"Mau cari udara segar?" tawar Daniel.
"boleh.." jawab Paris.
Mereka pun berjalan menuju balkon. Sebelum sampai balkon, Daniel mengambil 2 minuman yang berada diatas nampan pelayan didekat sana. Daniel tersenyum.
Paris menarik napas panjang-panjang dan menghembuskannya, setelah sampai di balkon. Mencoba menikmati udara malam yang disajikan alam.
"nih." Daniel menyerahkan 1 gelas minuman pada Paris.
"terima kasih." jawab Paris.
"kamu cantik sekali hari ini." puji Daniel.
"terimakasih" ucap Paris.
"senang nya,, akhirnya bisa sedekat ini denganmu.." ucap Daniel
"hah? Kenapa,.?" tanya Paris
"ah gapapa.. Hanya terlalu dini jika aku mengatakannya sekarang." ucap Daniel lalu meminum minuman nya.
"Ohh.." ucap Paris ikut meminum minuman yang dipegangnya.
Paris mengernyit merasakan minuman yang baru saja ia teguk.
"kenapa?" tanya Daniel.
"Sodanya keras sekali. Ini bukan alkohol kan?" tanya Paris.
"ya bukanlah. Kamu tidak bisa membedakan nya?" tanya Daniel.
"bukan tidak bisa membedakan. Hanya... Sekarang kan banyak jenisnya." jawab Paris.
"alasan kamu saja." ucap Daniel.
Kepala Paris mendadak terasa pening dan penglihatan nya mulai ber kunang-kunang. Dan tubuhnya terasa melemah.
Kenapa ini? Jangan-jangan...
Paris tak sanggup menahan nya dan kemudian ambruk dan ditangkap oleh Daniel.
Daniel tersenyum melihat Paris yang terlelap dipangkuannya.
Ting tong tong tong..
Theo membuka kamar nya. Seorang petugas hotel mengantarkan makan malam sesuai jadwal. Sudah beberapa hari, ternyata Theo menginap dihotel itu untuk mempersiapkan pesta.
Setelah petugas itu melakukan tugasnya, ia pun keluar dari kamar Theo. Seorang wanita berdiri di sudut dengan memegang gelas. Dia tersenyum menatap kearah kamar Theo. Wanita itu adalah Nadine. Nadine terus mengawasi kamar Theo, untuk memastikan rencananya berhasil.
Sedangkan didalam kamar, Theo sedang melucuti baju nya. Memperlihatkan roti sobek dambaan wanita. Dan mengganti dengan kaos oblong.
Saat akan memakan hidangannya, dia melihat dessert dan segelas wine yang tidak dia pesan. Ada secarik kertas disana. Dari kertas itu dia tahu, kalau itu dari Nadine.
"kapan wanita itu berhenti bertindak gila.?" ucap Theo.
Karena sudah terlanjur bad mood, Theo tidak jadi makan malam. Dia memilih meminum air putih yang ada di meja.
Lalu menghidupkan TV untuk meramaikan suasana kamarnya.
Beberapa menit kemudian, Theo merasa kegerahan. Rasa panas mulai menjalar keseluruh tubuhnya membuat miliknya yang dibawah mulai bangkit.
Theo mulai menyadari jika ia telah dijebak dan berhasil masuk perangkap yang Nadine buat.
Theo berusaha mengendalikan diri dan berjalan ke arah pintu untuk mengunci nya.
Nadine menggerutu, disaat seperti ini ayahnya menelepon nya memberi kabar yang membuat Nadine harus segera pergi.
.....
Daniel memapah tubuh Paris yang masih tak sadarkan diri menuju kamar hotel yang sudah dipesan nya. Hotel yang lumayan sepi di hari senin, membuat nya leluasa tanpa dilihat orang.
Ditengah perjalanan sebelum sampai kamar, paris mulai sadar meskipun masih lemas. Dia melepaskan diri dari Daniel dan mencoba kabur. Tapi tertangkap lagi oleh Daniel.
"Mau kemana sayang?" Daniel merangkul Paris yang memberontak.
"brengsek! Lepaskan aku." teriak Paris..
Paris meronta-ronta berusaha melepaskan diri. Dia lalu menendang milik Daniel membuat Daniel melepaskan rangkulannya.
"aduh... Dasar wanita kurang ajar." teriak Daniel.
Paris berusaha lari sebisanya dan memasuki lift berniat turun tapi karena penglihatan nya masih kurang jelas, dia malah memencet tombol untuk naik ke lantai atas.
Didalam lift, dia mulai gelisah. Badannya yang lemas mulai memanas. Gejolak g*irah mulai muncul dalam dirinya.
Saat lift terbuka, dia segera keluar. Paris menyadari dia telah salah memencet lift. Dan ternyata, Daniel sudah mengejar nya lewat tangga darurat. Lift juga sudah tertutup.
Paris memilih lari dan berteriak meminta tolong berharap ada yang menolong nya. Sedangkan di lantai itu hanya ada 1 kamar vip yang terisi yang ternyata itu kamar Theo .
Theo yang mendengar teriakan minta tolong, mengurungkan niatnya untuk mengunci dan malah membuka pintu nya.
Dari arah tangga darurat muncul Daniel yang tergopoh-gopoh. Dan terus meneriaki Paris.
"berhenti... Jangan lari kau! Si*lan!"
"tolong aku!" ucap Paris memelas tanpa bisa melihat orang didepan nya.
Melihat itu semua, Theo menarik Paris masuk kedalam kamarnya.
..
.
sukses,semangat
mksh