NovelToon NovelToon
Om Dokter Sarang Hae

Om Dokter Sarang Hae

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Dokter / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alarice

Gadis ABG yang di dekati seorang dokter tampan berwajah bule asli Perancis tapi sayangnya dia adalah seorang Casanova.
Sebuah pernikahan yang terjadi karena kondisi yang tidak diinginkan sang gadis, membuatnya frustasi, merasa kehilangan masa depannya. Cintanya dengan laki-laki yang telah mengisi hatinya semenjak pertama bertemu harus kandas sebelum di mulai.
Bagaimana kisah mereka bertiga? Akankah si gadis bahagia dengan pernikahannya, atau ia akan memperjuangkan cintanya kepada laki-laki yang ia cintai semenjak awal???

Nantikan dan simak terus ceritanya di sini sampai tamat yah ...

jangan lupa untuk di share ke teman, di like, juga klik favorit...🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alarice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serem

" Pipit......" panggil Bryan.

Tapi Pipit tetap menulikan telinganya. Ia semakin mempercepat langkahnya, bahkan setengah berlari. Sampai tak lama kemudian, sampailah ia di tempat parkir. Di tempat dimana Damar memarkirkan mobilnya yang akan membawa Armell beserta ibu juga dirinya pulang ke kampung halaman.

Hosh....hosh....hosh....bunyi nafas Pipit yang terengah-engah kecapekan setelah berjalan menuruni tangga dari lantai 4 ke basemen.

Sampai di dekat Damar, ia langsung menyerahkan paper bag yang di bawanya tadi. Lalu ia memegang kedua lututnya setelah paper bag yang ia bawa tadi di ambil alih oleh Damar dan di masukkan ke bagasi.

" Non Fitria kenapa? Kok kecapekan gitu? Kayak habis melihat hantu saja. " ujar Damar.

" Lebih menakutkan daripada hantu bang. Hiiii.....Serem. Kalau cuma melihat hantu mah lewat . Pipit nggak bakalan takut. " sahut Pipit sambil bergidik ngeri.

" Lalu, yang non lihat apa? Apa ada yang lebih menyeramkan daripada hantu? Setahu saya, hal yang paling menakutkan itu ya hantu. Saya saja takut loh non. Mending saya bertemu mafia kelas kakap dan adu senjata daripada harus bertemu mafia. "

" Ada deh bang pokoknya. Yang penting bang Damar jangan sampai melakukan seperti yang Pipit lihat tadi di dalam lift deh. Entar Pipit jadi ill feel sama Abang. "

Damar menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena ia sama sekali tidak mengerti maksud omongan Pipit itu apa. Melakukan apa? Memang apa yang sudah di lihat Pipit di dalam lift tadi?

" Memang apa yang nona lihat tadi di dalam lift? " Damar akhirnya bertanya daripada ia semakin bingung.

" Ada deh bang pokoknya. " jawab Pipit sambil melambaikan tangannya. " Ya udah deh bang, Pipit kembali ke atas dulu. Siapa tahu mbak Mell udah siap. "

" Sebentar, nona. Kita barengan aja naiknya. Siapa tahu masih ada barang yang tertinggal di sana. " ujar Damar sambil menutup pintu bagasi mobil.

" Eh, nggak usah bang. Semua barang sudah di dalam mobil semua kok. Paper bag yang Pipit bawa tadi, itu yang terakhir. Bang Damar nungguin di sini aja. " ujar Pipit. " Abang kalau mau ngajakin Pipit barengan, mending ajakin Pipit ke penghulu aja. " tambahnya.

Dan blush....semburat merah muncul di pipi. Tapi bukan pipi Pipit, tapi justru pipinya si Damar.

Pipit berlari kecil dari hadapan Damar karena ia jadi malu sendiri. " Tungguin Pipit ya bang..." teriak Pipit sambil menoleh ke belakang sebentar dan sambil tetap berlari kecil.

' Non Fitria ini kenapa malah membuat saya jadi baper gini. Ah ...' gumam Damar dalam hati sambil mengusap wajah dan rambutnya.

" Dam, apa Pipit tadi kesini? " seseorang memecah lamunan Damar.

" Oh, tuan. " sapa Damar agak terkejut sambil sedikit menundukkan kepalanya memberi hormat. " Nona Fitria baru saja pergi dari sini. Dia bilang mau kembali ke kamar nona Armell, tuan. " jawab Damar.

" Oh **** ! " umpat Bryan sambil mengibaskan tangannya ke udara dan meremas rambut coklatnya.

Lalu tanpa pamitan, ia segera kembali masuk ke dalam gedung, berharap Pipit belum pergi jauh. Entah kenapa, kepergok seorang Pipit sedang bercumb*, Bryan merasa kesal. Bukan kesal dengan Pipit, tapi kesal dengan dirinya sendiri. Ia merasa harus menjelaskan semuanya sebelum Pipit merasa ill fell kepadanya.

Di depan pintu lift, Pipit tidak langsung memencet tombol lantai. Ia menghentikan jarinya yang hendak memencet tombol itu. Sebelum memencet tombol itu, ia komat kamit berdoa.

" Bismillahirrahmanirrahim....Semoga tidak ada pemandangan seperti tadi lagi, Ya Allah....Amiin..." doa Pipit.

Dan tring.... pintu lift terbuka setelah ia memencet tombol. Setelah memencet tombol open, Pipit memejamkan matanya, takut ada pemandangan lagi.

" Nona, jadi masuk apa tidak? " tanya seorang perempuan. Pipit segera membuka matanya perlahan. Plong....

' Huh... Alhamdulillah..Aman...' ujar Pipit dalam hati.

" Jadi sus " jawab Pipit sambil tergesa-gesa masuk ke dalam lift sambil tersenyum.

Dan lagi-lagi, Bryan terlambat menyusul si Pipit. Ketika ia sampai di depan lobi masuk, pas saat itu Pipit masuk ke dalam lift. Ia berusaha mengejar, tapi pintu lift segera tertutup.

Bryan segera mengambil ponsel dari saku jas kerjanya. Ia mencari nomer telpon Pipit. Ia menekan tombol hijau dari ponselnya. Dering panggilan masuk terdengar berkali-kali, tapi tak ada sambutan dari seberang.

" Aarrggghhh......" teriak Bryan tertahan. Ia kehilangan kesempatan untuk bicara sama Pipit. Karena ia tahu, jika sebentar lagi, Pipit akan segera meninggalkan ibukota dengan kakak juga ibunya.

Bryan melirik sekilas jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kanannya.

" Ah, udah jam segini lagi. Bentar lagi ada operasi. Siaaalllll!!!! Gue nggak bisa ketemu Pipit kalau gini. " keluh Bryan.

" Bisa jadi salam paham tuh bocah. Gue juga, kenapa nggak tahu tempat banget. Tapi salah dokter keganjenan itu juga, yang maksa dan ngerayu gue. Kalau di kasih bibir yang seksi gitu, mana bisa gue nolak. " gerutu Bryan sambil berjalan menuju tempat operasi yang ada di lantai 5.

" Bodoh Lo Bry...Yang tadi itu nggak bisa di sebut salah paham. Itu namanya kenyataan. Anak kecil juga tahu, apalagi si bocah itu. Huh ...lagian ngapain juga gue mesti ngerasa khawatir kayak gini. Biasanya juga biasa aja. " gumamnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ketika ia sudah berada di dalam lift.

🧚

🧚

🧚

Hari berganti.

Kini Pipit sudah kembali ke kampung halamannya bersama dengan sang kakak dan ibunya. Pagi itu, Pipit bangun pagi-pagi sekali. Ia harus pergi ke sekolah karena ia sudah ijin berhari-hari.

Setelah sholat subuh, ia mengambil sapu untuk menyapu halaman depan rumah.

Ceklek

Bunyi kunci pintu di putar untuk di buka. Pipit membuka pintu rumahnya, sambil menghirup udara pagi yang segar dengan mata yang ia tutup.

" Hemmm..... Segarnya... Berhari-hari nggak ngerasain udara sejuk kayak gini. " ujar Pipit bermonolog.

" Ehh...Mobil siapa itu? " tanya Pipit entah pada siapa. Saat ia membuka matanya tadi, ia mendapati sebuah mobil mewah terparkir cantik di depan pekarangan rumahnya.

Pipit berjalan mendekati mobil itu. Ia membuka gerbang kayu rumahnya dan keluar dari pekarangan supaya ia bisa melihat dengan lebih jelas.

" Kok....kayak kenal mobilnya. " ujar Pipit dengan langkah kaki semakin mendekati mobil itu.

" Loh, ini kan....ini kan mobil bang Seno. Kok bisa ada di sini? " ujar Pipit kembali.

Ia semakin mendekati mobil itu. Ia mengintip ke dalam mobil dan ia mendapati sang kakak ipar sedang tertidur pulas di dalam mobil. Tanpa membangunkan si pemilik mobil, Pipit segera kembali masuk ke dalam rumah. Ia mencari ibunya yang berada di dapur.

" Bu,...." Fitria memanggil ibunya sambil menepuk pelan bahu ibunya.

" Astaghfirullah haladzim.....Ini anak kebiasaan. Sukanya bikin ibunya jantungan. " omel ibunya.

" Maaf, Bu. Itu Bu, Pipit mau kasih tahu, ada bang Seno di depan Bu. " ungkap Fitria.

" Kakakmu di sini? " ibu tak kalah terkejutnya. Lalu segera ke depan untuk menemui menantunya. Fitria mengikuti dari belakang. Ibu celingak-celinguk mencari menantunya. Fitria ikut-ikutan celingak-celinguk.

" Bu, bang Seno masih ada di mobilnya. Dia tidur. " ucap Fitria dengan wajah cengonya.

Plak

Ibu memukul pundak Fitria. " Kenapa nggak bilang dari tadi? Mau ngerjain ibu? "

Ibu segera menghampiri mobil Seno.

" Kita bangunin nggak ya Pit? "

" Nggak tahu. Tapi kelihatan bang Seno capek banget Bu. Kita biarkan saja lah dulu biar dia istirahat. Lagian, kalau bang Seno kita suruh masuk dan tidur di dalam, gimana sama mbak Mell? " ujar Fitria.

" Kamu bener banget. Ya udah deh, kita tinggalin aja dulu. Biar dia istirahat. Kamu juga cepetan siap-siap mandi, berangkat sekolah. Kamu udah ijin berhari-hari loh. Ntar ketinggalan pelajaran terus kamu. " ucap sang ibu.

" Ibu tenang aja. Anak ibu ini otaknya encer, tinggal pinjam catatan teman, Pipit pelajari, bisa deh. " ujar Fitria dengan PDnya. Armell dan adiknya memang sama-sama cerdas.

Lalu ibu dan Fitria memilih untuk kembali ke dalam rumah. Sampai di belakang, mereka bertemu Armell.

" Ibu, darimana? " tanya Armell.

Ibu dan Fitria sama-sama terkejut. " Da-dari depan. Ini tadi kasih tahu Pipit, ibu suruh cepetan mandi. Kan harus berangkat sekolah. " jawab ibu gelagapan.

Melihat Armell berjalan menuju ke depan, ibu segera menghentikannya.

" Mau kemana Mell? " tanya ibunya.

" Mau ke depan Bu, cari angin. " jawab Armell.

" Eh, eh, eh...jangan dulu. Sebaiknya kamu istirahat dulu. Kamu kan baru pulang dari rumah sakit. Di luar dingin. Kamu masuk ke kamar lagi aja. Nanti kalau udah agak siangan, baru keluar. " ucap ibunya

Tanpa bicara lagi, Armell mematuhi apa yang di bilang ibunya. Armell kembali ke dalam kamar.

Ibu sedikit melongok ke arah Armell. Memastikan Armell telah masuk ke dalam kamarnya.

" Pit, kamu cepetan mandi, terus siap-siap. Nanti kamu sekalian bangunin Abang kamu. Ajak dia kemana gitu. Kamu ajak sekolah juga boleh. " pinta ibunya.

" Siap nyonya besar. Pipit bakalan umpetin bang Seno. " jawab Fitria. Lalu ia segera pergi mandi.

***

bersambung

Sampai sini dulu ya guys .....

Mau double up?? Entar dulu deh...lihat waktu, sempat apa nggak kira-kira... soalnya mas suami ngajakin pergi ..

1
M
damar sudah menikah dikampung atas paksaan ibunya
fajar Rokman.
mampir lagi AQ thor..UD lama bnget baca novel ini smpe lupa ap y judulnya eh ketemu juga akhirnya kangen sama dokter bryan
Sari Annissa
love u tooo om dokterrrr🤣🤣🤣
Riska Trisna
hahaha secuil,, sekedik thor
Surtinah Tina
tinggal bang Resky sama Ikke belum nikah...Rio dan indomi
Surtinah Tina
ternyata emang udah ada dedeknya di perut Amel itu..makanya Sena tadi senyum"
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Surtinah Tina
😂😂😂😂😂😂😂😂
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣. ngidam yg ektrim
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣😂. saling berlomba"ya mereka
Surtinah Tina
Kam Ike g keliatan. masih sama Resky apa tidak itu
Surtinah Tina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣. lucu juga Dion jadi bahan ledekan terus sama tuan Adiguna
Sulaiman Efendy
PASTI SERU NI CERITA ANAK2 MEREKA.
Sulaiman Efendy
WAHH DPT ANAK KEMBAR SEPRTI ANAK DHARA & JULIO...
Sulaiman Efendy
BETUL ITU,, TRUTAMA PEBINOR.. PALING BENCI AKU DGN LAKI2 YG TROBSESI SAMA BINI ORANG...
KARNA BIKIN TRAUMA RMH TANGGAKU YG PERTAMA.😡😡😡😡😡😢😢😢😢😢
Sulaiman Efendy
JDI INCESS JUGA,, JODOHNYA ARVIN
Sulaiman Efendy
MAU DPT CALON DEDEKNYA DANI.....
Sulaiman Efendy
ANACONDA JDI KORBAN REMASAN PIPIT...🤣🤣🤣🤣🤣
Sulaiman Efendy
2X SENO DPT TENDANGN SAKTI SI ARMELL....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!