NovelToon NovelToon
Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.

Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.

Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.

"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."

"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"

"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.

"Aku sudah menikah!"

Deg.

Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?

Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 - Perasaan aneh Raka

Di dalam kamar yang ditempati Raka, dia merasakan perasaan gelisah secara tiba-tiba, pikirannya teringat Shakira.

"Perasaan barusan habis nganterin Shakira balik, tapi kenapa sekarang kepikiran lagi? Ada apa ini? Kenapa dengan perasaanku?" Semakin lama semakin kepikiran.

"Gak bisa dibiarkan, gue harus melihat keadaannya sekarang." Dia meraih jaketnya dari atas gantungan paku, memakainya terus berjalan keluar.

Tepat di lorong kamar dia dan Fauzi saling berpas-pasan, langkahnya terhenti menatap tajam pria itu. Kedatangan Fauzi membuatnya curiga, terlebih penampilan pria itu begitu berantakan.

"Tunggu!" Raka menahan bahu kiri Fauzi, memperhatikan penampilan pria di depannya. "Habis dari mana lo berantakan begini? Habis nyewa wanita?"

Fauzi terperangah, dia gelagapan menghindari tatapan penuh selidik temannya. "Bukan urusan Lo! Minggir! Gue mau masuk." Dia menggeser kan tubuh Raka dari hadapannya, kemudian masuk ke kamarnya.

"Ada yang aneh sama dia, ah bodo amat, sekarang gue harus ketemu Shakira dulu." Tidak ambil pusing, Raka lanjut menuju rumah kontrakan Shakira.

Sementara Fauzi, dia terduduk lemas di samping tempat tidur, mengusap kasar wajahnya. Bayangkan perbuatannya tadi kembali terngiang-ngiang di kepalanya, jeritan Shakira, tangisannya, penolakannya membuat hati dia sakit.

"Kenapa aku bisa berbuat seperti itu? Kenapa aku juga tidak bisa menahan emosiku padanya? Sial, aku telah menyakitinya." Tidak dipungkiri ada penyesalan dalam diri sudah berbuat kasar pada istrinya, karena tersulut emosi bercampur cemburu dia berbuat sesuka hati menggauli istrinya.

Kalau sudah begini caranya ia akan sulit meninggalkan Shakira. "Gimana kalau dia hamil?" lirihnya baru menyadari hal itu.

Tok.. Tok.. Tok..

Di tengah kekalutan, pintu kamarnya di ketuk, kesal karena ada yang mengganggu, Fauzi berdiri ingin memarahi. Dia mengira orang itu Raka.

"Pasti Raka nih, ganggu saja. Mau apa lagi coba." omelnya seraya beranjak berdiri berjalan menuju pintu.

Saat di buka, ternyata bukan Raka.

"Kamu! Ada apa?"

Yang datang Luna, bukan Raka, tapi ada yang beda sebab wajah wanita itu terlihat cemas.

"Hmmm Mas Fauzi, bisa saya minta tolong? Saya bingung mau minta tolong siapa lagi, teman saya udah pada tidur, guru lain gak mungkin sedangkan Appa sama Bunda Nurul makin gak mungkin." tatapan Luna sendu, matanya bengkak, raut wajahnya terlihat gelisah.

"Kamu kenapa?"

"Sa-saya harus pulang, Mas. Bapak saya jatuh dari kamar mandi tapi saya tidak punya kendaraan dan sekarang sudah malam, bisa tolong anterin saya pulang?" lirihnya penuh permohonan berharap Fauzi mau membantunya.

"Hmm baiklah, tapi saya mandi dulu sebentar, kamu izin dulu aja sama Appa Huda atau bunda Nurul, tunggu di depan sana."

Luna mengangguk. "Makasih Mas, maaf sudah merepotkan kamu."

"Gak masalah." Dia kembali masuk ke dalam kamar, membersihkan dirinya terlebih dulu bekas percintaannya sama Shakira. Mengingat hal itu, sudut bibirnya tersenyum tipis, tiba-tiba saja hatinya menghangat Shakira sudah menjadi istrinya.

"Apa aku benar-benar mencintaimu Sha? Emosiku karena cemburu, aku sempat kecewa sama perbuatan kamu tapi setelah tadi yang kita lewati, kenapa perasaanku jadi takut kamu benar-benar diambil orang?"

******

Di rumah Shakira.

Langkah Raka tergesa masuk ke dalam rumah tanpa permisi saat mendengarkan teriakan Shakira dari dalam. Tepat di depan pintu kamar, dia melihat pemandangan yang membuatnya emosi.

"BAJINGANN!!" Secepat kilat dia menarik Mario kemudian memukulnya secara kasar.

Bugh!

"Aaakhh!!" Shakira menjerit kaget.

"Brengsek!! Siapa Lo hah? Apa yang sudah Lo lakukan sama Shakira? Lo sudah melecehkannya hah?" Amarah Raka membabi buta, dia hendak memukul Mario lagi namun kali ini di tepis olehnya.

Bahkan berbalik menyerang Raka.

Bugh!

Satu pukulan tepat mengenai wajah Raka. "Bukan gue yang melakukannya tapi suami sialannya itu!!" sentak Mario sembari menendang perut Raka.

"Ukhuk .. Ukhukk.. " Raka sampai terbatuk, terkesiap mendengar pengakuannya.

"Berhenti!! Jangan berkelahi disini!" letak Shakira sudah ketakutan, kedua tangannya menggenggam erat selimut yang menutupi tubuhnya.

"Gue harus kasih dia pelajaran Sha, dia sudah membuat Lo kayak gini, gue gak terima." Raka tidak percaya sama ucapan Mario, ia meyakini pria itu yang sudah melakukannya.

Mario kesal, tiba-tiba saja dia menjitak kepala Raka hingga bunyi.

Pletak.

"Heh kutu Mayang, kalau mau nuduh jangan nuduh gue. Gue baru datang malah langsung Lo serang. Gue bilang yang memperkosaa Shakira suaminya sendiri, bukan gue!"

Pletak.

Raka membalas jitakan Mario. "Eh congcorang, Lo pikir gue percaya sama ucapan elo? Enggak! Mana mungkin ada suaminya memperkosaa istrinya, elo ngawur, sialan." tanpa sadar Raka menyebutkan panggilan masa kecilnya untuk Mario.

"Mas cukup!" sahut Shakira menangis tanpa suara, di depan Raka ia kembali lemah.

Raka menghampiri, dia mendorong Mario ke samping lalu duduk di tepi ranjang.

"CK, ngeselin Lo Raka Bagaskara!" seru Mario menyebutkan nama lengkap Raka.

Yang disebut sampai menoleh kaget, "Lo tahu nama gue? Ah nanti saja, Shakira yang utama." Dan dia beralih menatap Shakira.

Sedangkan Mario keluar mengambil obat untuk Shakira di rumah sebelah.

"Jujur sama gue siapa yang sudah melakukannya, Sha?" Raka memperhatikan wajah wanita itu, ia marah banyak menemukan luka di area wajah.

Tangis Shakira malah makin kencang, bahunya terguncang. "Mas Fauzi," lirihnya.

Deg.

Raka tertegun. "Fauzi?"

Shakira mengangguk, dia menceritakan awal mula kejadiannya termasuk mendapatkan kekerasan dari Fauzi. Mendengar hal itu Raka mengepalkan tangan emosi.

"Fauzi sialan!!" Dia langsung berdiri.

"Mas, tolong jangan berbuat apa-apa, aku capek terus diperlakukan seperti ini. Dia akan makin marah saat kamu menolongku lagi, tolong." lirihnya penuh permohonan. Jika Raka datang memarahi pasti Fauzi mengira dia dan Raka ada hubungan, yang nantinya akan berimbas pada dirinya juga.

Helaan nafas Raka terdengar panjang, yang dikatakan Shakira ada benarnya juga.

"Untuk saat ini gue ngalah, sekarang lo bersih-bersih, gue keluar sebentar." Raka membiarkan Shakira sendiri, dia keluar mencari obat eh pas menutup pintu kamar Shakira, Mario datang membawa kotak.

Tatapan mata Raka langsung tertuju padanya, mendelik tajam penuh permusuhan. "Ngapain Lo masuk lagi kesini?"

Mario melihatnya, menyimpan kotak kesehatan di atas meja lalu duduk di lantai karena tidak ada kursi di sana. "Temani Shakira lah, masa temani elo, emangnya gue cowok apaan."

"Sebenarnya elo siapa sih? Kenapa Lo tahu nama lengkap gue." Raka menghampiri, duduk di depannya Mario.

"Masa Lo lupa sama gue kutu Mayang?"

Panggilan itu merasa gak asing ditelinga Raka, hanya teman masa kecilnya yang punya panggilan itu. Dia memperhatikan penampilan Mario termasuk wajahnya.

"Karena rambut Lo ngembang kaya rengginang dan banyak kutunya, gue panggil elo kutu Mayang," kata Mario memperjelas siapa dirinya dulu

Mata Raka terbelalak tak percaya sama orang di depannya. "Congcorang! Lo congcorang sawah kan? Ya, gue inget, elo si cungkring kayak congcorang. Kok sekarang gak cungkring lagi? Makan apa Lo?"

Mario mendengus kesal. "Makan perawan, puas Lo!"

"Sialan!"

*******

Sementara di kamar mandi.

"Aaaaaaaaaaaa!!!!! Kamu jahat Mas."

Dibawah guyuran air shower Shakira menangis tersedu-sedu, ia menjambak rambutnya sendiri. Tak mampu berkata-kata lagi selain menumpahkan tangisannya, benci dengan situasi saat ini. Dia seperti seorang jalang yang sudah di pakai lalu di buang.

"Aku benci ini semua! Aku benci! Aaaaaaaa!!" Jeritnya seraya menggosok dirinya sendiri secara kasar.

Sekalipun Fauzi suaminya, nyatanya perlakuan pria itu membuat Shakira benci, dia akan ikhlas jika cara memintanya baik-baik, tapi Fauzi? Bersikap seperti seorang pria yang sedang melecehkan wanita.

1
Feni Puji Pajarwati
KLO bisa mah Fauzi tinggalin aja..
Eneng Elsy
mamam tuh gadis lugu pdhl suhu ya fauzi...
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
Eneng Elsy
mamam tuh jalang sejati fauzi.
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
Liswati Angelina
yah cocoklah si Luna sama fauzi.... bakal jadi bapak tuh si fauzi...... 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Eneng Elsy
eh bp sm anak sm borok nya..
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.
Liswati Angelina
nah kan kene jebakan Bebek kan!!!!!
Cimit: ulahnya sih.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!