NovelToon NovelToon
Pelayanku, Asha

Pelayanku, Asha

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:53.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lisa

Karena ingin dapat uang yang banyak tanpa ribet dengan keharusan punya keterampilan khusus, Asha akhirnya mau jadi tukang cuci pada sebuah keluarga kaya. Padahal dia punya ijazah SMA yang memungkinkan dia punya pekerjaan yang lebih baik dari sekedar tukang cuci.

Banyak kejadian yang terjadi selama dia menyembunyikan pekerjaan dari orangtuanya yang ada di kampung. Juga harus tetap cool saat ada teror menggemaskan dan nakal dari Arga, tuan muda di rumah majikan yang sedang patah hati karena tunangannya berselingkuh. Apalagi teror ciuman sesaat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6 Perkelahian di gang

Saat ini di kediaman keluarga Hendarto, majikan Asha...

.

Asha masih saja memanfaatkan jam malam bebas pelayan dengan baik untuk keluar rumah. Kalau harus terus menerus di dalam rumah rasanya tidak sanggup. Asha menyetujui bekerja di sini selain karena gaji yang memang menggiurkan juga adanya jam malam seperti ini. Meskipun hanya dari sekitar jam enam sampai jam sepuluh itu sangat bermanfaat.

Kali ini Rike ikut. Gadis yang masih umur lima belas tahunan ini sangat bersemangat untuk ikut Asha.

"Hati-hati ya kalian berdua," pesan Bik sumi sebelum mereka berangkat.

"Iya. Pasti Bik." jawab Asha pasti. Mereka berangkat naik mobil online. Tapi bukan di tujukan ke kediaman nyonya Wardah, tapi ke jalan agak jauh dari rumah. Supaya orang-orang itu tidak tahu kalau mereka keluar dari rumah mewah itu.

Rike merasa sangat bergembira ria di ajak jalan-jalan sama Asha. Kalau biasanya dia diam saja di dalam rumah pelayan karena tidak ada yang mengajaknya. Dan juga karena tidak ada pelayan yang sebaya dengannya. Hampir semua pelayan tua.

Mereka sampai di depan outlet-outlet beraneka ragam yang berada di pusat keramaian di dekat Mall terbesar di kota ini.

"Mbak ... aku seneng banget lihat lihat begini," ujar Rike senang. Asha mengajaknya berjalan menyusuri cafe-cafe yang berjajar sepanjang jalan. Mata gadis muda itu berbinar indah. Asha ikut merasa senang melihat gadis itu menyukai tempat yang di pilihnya.

"Ayo kita beli sesuatu untuk di makan  di rumah." Asha memberi ide. Rumah bagi mereka yang bekerja ini adalah rumah keluarga Hendarto. Asha dan Rike bolak-balik masuk toko buat nyari barang murah. Sebenarnya Asha mau ngajak Rike untuk coba makan di cafe, tapi tidak jadi, karena ingat tabungan harus banyak isinya.

"Ada telur gulung. Beli yok," ajak Asha girang.

"Aku beli cilok aja, Mbak," tunjuk Rike di sebelah gerobak orang jual telur gulung. Jadi mereka sama-sama mengantri di depan gerobak cemilan murah meriah yang sangat di sukai rakyat di level bawah seperti mereka. Sebelum pulang mereka jalan-jalan dulu sambil menunggu angkot lewat.

Di sudut jalan, Asha melihat bayangan orang. Lalu terdengar dentuman yang sangat di pahami Asha itu apa. Sedang ada perkelahian di gang itu. Asha mempercepat jalannya di ikuti Rike yang agak kewalahan. Seorang cewek sedang melawan dua orang cowok. Sepertinya cewek itu mulai kewalahan.

"Rike, diam di sini. Sembunyi. Jangan muncul kalau aku enggak mengajakmu." Mendengar peringatan seperti itu Rike malah mengencangkan pegangan ke lengan Asha.

"Takut mbak...,"

"Jangan takut. Kamu pokoknya di sini saja. Tetap bersembunyi, ya...," Asha mencoba meyakinkan. Perlahan Rike melepaskan pegangannya. Lalu dia segera melesat mendekati perkelahian itu. Jelas perkelahian yang berat sebelah. Asha menendang salah satu cowok yang paling dekat dengannya. Karena tak ada persiapan akan di serang dari belakang, cowok itu terguling ke depan.

"Hei, apa-apaan kau?!" teriak temen satunya kaget. Tapi kemudian dia sedikit ragu meneruskan perlawanan. Karena dengan sekali tendangan saja, temannya jatuh terguling.

Waduh, dia lebih kuat. Mungkin seperti itu pikiran cowok itu saat ini. Jadi setelah membantu temannya bangun dari jatuh tadi, mereka lari. Cewek yang tengah di serang tadi tersenyum menyambut kedatangan Asha.

"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Asha.

"Tidak apa-apa. Aman kok," kata gadis cantik itu memberi kode dia bahwa dia baik-baik saja. Asha mengangguk paham. Selang beberapa menit setelah orang-orang itu pergi, muncul Rike. Ternyata Rike membuntuti Asha dari belakang.

"Mbak....," katanya merajuk. Karena sempat khawatir dan takut tadi melihat perkelahian ini dia malah mendekati Asha.

"Kamu bandel. Di bilang jangan ke sini."

"Tapi kan orang-orang tadi sudah gak ada," kilah Rike membuat Asha perlu menjitak kepala Rike dengan gemas. Rike hanya tersenyum manja.

"Terima kasih ya," ujar cewek itu.

"Oke."

"Kok tahu kalau mereka orang jahat?"

"Enggak. Enggak tahu. Cuma lihat pertarungan 2 lawan 1 sungguh tidak adil rasanya, makanya aku mau membantu," ucap Asha nyantai. Tapi bikin cewek itu ngakak.

"Hahaha... Beneran cuma itu alasannya?" tanya cewek itu heran.

"Memangnya ada alasan lain?"

"Hahaha.. simple banget cara pikirnya." Gadis itu ketawa lagi. "Kenalin aku Paris." Gadis itu mengulurkan tangan.

"Asha." Tangan Asha segera menyambut.

"Karena sepertinya aku lebih muda, lebih baik aku memanggil kakak." Tiba-tiba saja gadis itu menetapkan panggilan untuk Asha. Asha membiarkan gadis itu mengatur sendiri sesuka hati.

"Kelihatan ya kalau sudah tua?" pertanyaan ini membuat dia ketawa lagi.

"Iya. Dikit tapi." Gadis bernama Paris itu menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya. Mereka berdua jadi seperti orang yang sudah kenal lama. Asha berpikir cewek ini ramah juga.

"Adeknya?" tanya cewek itu saat melihat Rike di sebelah Asha.

"Bisa di bilang begitu sih. Tapi sebenarnya kita rekan kerja," jawab Asha yang di tambahi anggukan Rike.

"Rekan kerja? Kerja apaan?" Paris ingin tahu.

"Ya...gitu deh." Asha tidak menjawab secara jujur. Peraturan pekerja dari keluarga Hendarto adalah jangan memakai nama keluarga hendarto jika tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Gadis itu sebenarnya masih penasaran. Tapi dia mencoba menghormati keputusan Asha. Apalagi mereka bukan orang yang sudah dekat. Mereka hanya saja tak sengaja bertemu di jalan.

"Bagaimana kalau kita bertiga makan dulu." tawar gadis itu.

"Wah.. makan kak," kata Rike semangat. Asha nyengir. Enak sih. Tapi masak iya baru kenal udah mau di ajak makan. Itu tidak nyaman.

"Sebagai tanda terima kasih," ujar cewek itu mengerti kau Asha ragu karena baru kenal.  Asha tergiur.

"Boleh deh." Lalu mereka bertiga menuju ke salah satu cafe di pertokoan tadi. Akhirnya bisa makan enak tanpa mengeluarkan uang. Jadi uang di tabungan bisa terselamatkan. Horeeee!! Di dalam cafe mereka bertiga makan dengan lahap.

"Kakak bisa bela diri?"

"Ya...seperti itulah...," Asha seperti tidak mau membahas itu. "Kamu sendiri pasti juga bisa kan?"

"Enggak terlalu sih."

"Mbk Asha tadi kayak jagoan. Hebat!" Rike mengacungkan jempol dengan bangga. Asha tersenyum.

"Terus kenapa sampai di keroyok dua cowok tadi?"

"Mereka aja kurang kerjaan," Kata Paris dengan mata ngeles. Dia merasa tidak bercerita tentang alasan di balik perkelahian tadi. Di tengah jalan tadi dia melihat dua cowok yang sedang iseng mempermainkan seorang kakek yang berjualan di kios kecil. Lalu Paris menendang kaleng kosong bekas minumannya dan mengenai mereka berdua.

Setelah kenyang mereka keluar cafe.

"Ya sudah. Kita pergi dulu. Awas ketemu mereka lagi lho. Mending segera pulang." ingat Asha khawatir.

"Oke terima kasih," katanya dengan tersenyum cantik.

"Ayo Ke, pulang. Kita naik 'go car' aja biar cepat."

"Iya wes." lalu Asha memesan lewat aplikasi.

1
Sari Purnama
😍park seo joon oppa..syukaaaa
Gustein Arifin👑
cediiiiiihhhhh 😩😩😭😭😭
Dewi Purbowati
sudah ke 3 kalixa q baca Thor
Fadillah Ahmad
Nah, sekarang, ini sudah tidak relevan lagi kak, Sekarang berdasarkan berat badan.

Kalau minum air putih 8 gelas sehari, itu sama saja kekurangan Cairan. Kalau misalnya nih, kita haus, terus jatah minum air putih sudah 8 gelelas, terus gimana? sementara kita haus nih 😁

Jadi lebih baik Minum Air putih sesuai kebutuhan tubuh saja kak, jika haus minum. Udah gitu Saja sih 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ah, Seharusnya ksmu banting saja semua yang ada di dalam Ruangan itu Arga. Untuk meluapkan emosi. Biar istrimu itu tidak melewati batas. Apapun itu, itu nggk bisa di terima. Kalsu aku mah, sudah mengamuk itu. Aku nggk terima, istriku sama pria lain! enak aja dia! 🤬
Fadillah Ahmad
Iyalah, memang mau di harapkan apalagi? Menikah? Ya Nggk mungkin lah, di usia 17, 18 itu mengharapkan seperti itu. Nah Kalau Sudah 21 Tahun Keatas Baru, tidak masalah, mengharapkan Sebuah Pernikahan. Sah-sah saja itu mah, Asha. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ini benar ini, Kadang, orang masih menyebut "Susu Kenat Manis" Sebagai Susu. Sesungguhnya, "Susu Kenatal Manis" itu di boleh di sebut "Susu" Karena lebih banyak gulanya, di bandingkan yang lainnya. Jadi tidak tepat, jika, "Susu Kental Manis" di sebut "Susu" itu tidak boleh.

Sekarang, hanya boleh di Sebut "Kental Manis" saja. Tantapa embel-embel kata "Susu" di dalamnya. ini benar nih. 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad
Nah Ini, "Perjalanan Bisnis" Asha sebagai Istri Arga, juga harus siap kapan saja, mendampingi Suaminya dalam perjalanan Bisnis. Baik itu Keluar Kota, ataupun Keluar Negri. Karna Asha adalah Istri CEO, jadi harus menemani Arga, melakukan Perjalanan Bisnis. 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad
Betul, padahal suaminya CEO dari Perusahaan Besar, tapi istrinya malah Suka yang murah. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Cerita Sederhana ini, yang bikin Kangen. 😁😁😁 Ke pasar tradisional, juga masuk dalam cerita 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Aduh Arga... Masa Sih, Seorang CEO Dari Hendarto Group, nggk bisa mencuci perabotan memasak? itu pekerjaan yang tidak sulit, jika di lalukan dari hati. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kak, Adain dong Cerita Anaknya Arga ❤️ Asha kak 🙏🙏🙏 Aku kangen mereka kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Kau Harus berterima Kasih dengan Asha, Evam. Katena Asha... Mantan Pelayan Arga itulah, Arga bisa melupakan istrimu. Dan Akhirnya Arga mencintai Istrinya Asha. Ya ampun, kenapa ya... Rasanya berat sekali, ingin mengakhiri Novel ini? Bagi aku, Ceritanya sangat mendalam. Sangat mengena di hati. Aku merasa berada di dalam cerita ini. Seperti di tarik masuk. dan akhirnya, tenggelam dalam kisah ini. Semoga, novel ini Bisa di buatkan WebSeriesnya 🙏🙏🙏😁 Aamiin. Aku ingin melihat Arga ❤️ Asha, dalam betuk Visual. Semoga Pihak NovelToon, memilih cerita ini, untuk di jadikan WebSeries 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad
Cie, sekarang, Asha sudah Menjadi Nyonya Arga Hendarto tuh, dan Sudah hamil pula... Hah, yah meskipun penuh lika-liku. Mengingat Kanu adalah Pelayan dulunya. Meskipun mendapatkan Cemo'ohan daei tentangga, di karenakan kamu yang dulu hanya seorang pelayan. Dan Berubah Setatus Menjadi Nyonya Arga Hendarto. Mungkin mereka kepo kali ya? dengan dongeng Cinderella. Seorang Pelayan, bisa menjadi istri majikannya. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kak, Apakah Cerita Anaknya Asha dan Arga tidak ada kah kak? Rasanya, aku nggk rela menamatkan cerita ini dengan cepat 😭😭😭 Terlalu berkesan.
Fadillah Ahmad
Ceritanya Sederhana, tapi Berkesan. Menancap di hati Pembaca. Konfliknya juga tidak berat. bukan soal poligami juga. Coxok untuk rileks dari kerasnya hidup. 😁
Fadillah Ahmad
Itulah, Sudah dari Zaman nenek moyang, perkataan itu ada, Wanita itu harus bisa memasak, meskipun Wanita itu bekerja. Tetap harus bisa memasak, untuk anak dan susmi sendiri. Ini pelajaran ni. 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Bapak ini gimana sih? emang kalu ingin pamit sama istri sendiri haru pengantin Baru aja? emang kslsu pengantin lama, nggk boleh apa, pamit sama iatri sendiri? Aneh nih Bapak. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Karena Bekas Pelayannya dulu. Perih Sekali rasanya nggk di akui. 😭😭😭
Fadillah Ahmad
Kenapa Rasanya Perih Ya, Ketika Asha tidak malu mengajui, Bahw Nyonya Wardah, juga ibunya. Padahal Nyonya Wardah Sangat malu mengakui Ash, sebagai menantunya. Perih Rasanya. 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!