NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Diam-diam Perhatian

"Karina, tenanglah. Aku tidak bisa memecat karyawan begitu saja," tegas David.

Karina mendelik tajam. "Kenapa? Atau jangan-jangan kamu masih cinta sama dia? Biar bisa selingkuh dengan bebas begitu?"

Celetukan Karina mengundang kemarahan pria itu. "Tutup mulutmu Karina! Bisa-bisanya kau berpikir seperti itu. Kau jangan membuatku malu! Lebih baik kau pulang saja!"

"Pulang kau bilang? Aku tidak akan pulang sebelum tahu apa alasanmu tetap ingin mempertahankannya!"

David menarik nafas panjang dengan perasaan yang berapi-api. Antara malu dan geram tak bisa ditahan. Ia berusaha sesabar mungkin menghadapi sifat istrinya yang begitu keras kepala dan juga arogan.

"Karina! Kamu boleh tanya apapun kalau posisiku di luar kantor. Di sini tempatnya orang bekerja, bukan tempatnya orang cari masalah," omelnya.

Karina masih juga tak mau diam. Sebelum mendapatkan jawaban yang memuaskan ia akan tetap bertahan sampai David mau mengakui alasannya tidak ingin memecat Liana dari perusahaan Pratama.

"Aku nggak ada niatan buat cari masalah, Dav! Aku cuma ingin kamu jujur, apa yang membuatmu enggan memecat dia. Apa dia ini terlalu special buatmu? Ayo jawab Dav! Jangan mengalihkan pembicaraan! Selama kamu nggak jujur sama aku, jangan harap aku akan pergi dari sini. Aku akan tetap berdiri di sini dan aku pastikan orang-orang di sini nggak akan bisa bekerja dengan baik."

Beberapa karyawan yang ada di lobby itu langsung mengumpatinya. "Dasar perempuan gila! Memangnya dia pikir ini perusahaan nenek moyangnya? Pak David ternyata tidak bisa mendidik istrinya dengan baik."

Satu persatu dari mereka mulai meninggalkan tempat. Liana dan Saskia juga melangkah, tak ingin terlalu mengurusi hal-hal yang tidak begitu penting.

"Mau ke mana kamu Liana! Aku belum selesai bicara sama kamu! Jangan coba-coba buat menghindariku! Atau aku bakalan acak-acak tempat kerjamu!" Karina memberinya ancaman yang memaksanya untuk tetap berada di situ.

Liana membalikkan badannya dan memberinya teguran. "Karina! Bisa nggak sih jangan berulah seperti anak kecil? Aku mau kerja! Tolong jangan menggangguku!"

"Justru kau yang menggangguku, bodoh! Dengan keberadaanmu di sini kau bakalan mengganggu suamiku! Apa kau pikir aku nggak tahu isi kepalamu itu!"

Liana mengepalkan tangannya. Begitu berapi-api dia ingin sekali melayangkan tangannya untuk sedikit memberinya pelajaran, namun sayangnya kantor bukanlah tempat yang tepat untuk berkelahi.

"Otakmu itu benar-benar isinya sampah Karina! Kau tidak bisa berpikir dengan baik. Apa kau pikir aku bekerja di sini untuk mengejar-ngejar suamimu? Aku bekerja untuk bertahan hidup, bukan nyari barangnya laki-laki," bantahnya geram. "Lagian aku sama suamimu nggak ada hubungan apa-apa! Kau sudah merebutnya, dan aku ikhlas! Biarpun mukaku nggak cantik, tapi suamimu bukanlah levelku!"

"Ayo Saskia, kita pergi dari sini!" Liana meraih tangan Saskia dan mengajaknya pergi.

Doni datang ke ruangan CEO dengan tergesa-gesa. Mendapatkan informasi dari salah satu karyawan mengenai perkelahian di lobby tentu tak membuatnya diam tanpa melapor.

"Tuan, ada pertengkaran di lobby."

Reynan yang fokus mengecek berkas-berkas yang akan digunakan untuk rapat ia tutup dan beralih menoleh pada asisten pribadinya. "Siapa yang berkelahi?"

"Sepertinya nyonya yang sedang berkelahi. Saya belum mengeceknya, Tuan. Saya baru saja mendapatkan laporan dari salah satu pegawai, dan sepertinya melibatkan manager David."

"David?"

Doni mengangguk. "Benar Tuan. Menurut informasi yang saya dapatkan istri manager David telah membuat keributan di lobby, dan nyonya menjadi sasarannya. Saya tidak tahu pasti apa penyebabnya."

"Kalau  begitu cepat cari tahu! Kumpulan informasi dan minta David buat menghadap sama saya!"

"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi."

Hari ini pertama kalinya Liana menjabat sebagai asisten pribadi bosnya, tentu ruang kerjanya juga sudah berpindah di ruangan yang berbeda dari biasanya. Cukup canggung, sangatlah tak nyaman bekerja dipantau langsung oleh bosnya, sekaligus ayah dari anak-anaknya.

"Permisi Pak, maaf saya agak terlambat," ucapnya saat mengetuk pintu dan mendapati Reynan duduk di kursi kerjanya.

"Dari mana saja kamu? Bukannya tadi berangkat bareng aku, kok baru tiba di sini? Masih mampir ke mana lagi?" Reynan melayangkan tatapan dingin dengan suaranya tegas.

Liana masuk dan menutup pintunya. Dia melangkahkan kakinya mendekat dan berdiri di depan meja CEO. "Tadi ada sedikit masalah Pak. Sebenarnya saya sudah tiba dari tadi, tapi~~

"Berantem gitu?"

"Loh...., bapak kok tahu?" Liana terkejut. Mungkinkah Reynan mengetahui perkelahiannya dengan Karina? Pikirnya.

"Kamu tahu peraturan di kantor ini kan?"

Wanita itu mengangguk. "Iya pak, saya mengerti."

"Kalau mengerti kenapa kamu langgar?"

"Ya saya diserang, masa saya harus diam, pak? Saya didorong, saya dimaki-maki, haruskah saya diam saja? Saya masih punya harga diri pak! Harga diri saya diinjak-injak, haruskah saya diam?"

Reynan beranjak dari tempat duduknya dan melangkah mendekatinya. Ia baru tahu ternyata wanita itu sangatlah rapuh dan banyak menanggung beban sendirian. Ia tidak tahu ada hubungan apa antara Liana dengan keluarganya David hingga mereka saling bermusuhan.

"Jangan menangis, kalau  ada orang masuk dikirain saya apa-apain." Reynan mengambil sapu tangannya yang terselip di saku jas kerjanya dan menyerahkannya pada Liana. "Lihatlah mukamu cemong banget, riasanmu luntur. Cepat hapus!"

"A—apa?" Liana sangat malu. Dia buru-buru meraih sapu tangan Reynan dan mengusapnya ke mukanya.

"Reynan terkekeh. "Jangan terlalu kasar, nanti tambah jelek," ledeknya.

Liana mendengus. "Tapi saya nggak pakai riasan terlalu tebal, pak! Saya cuma pakai bedak tipis doang, masa belepotan?"

"Sini sapu tangannya." Reynan mengambil sapu tangan di tangan Liana dan menghapus sisa air mata wanita itu. Perlakukan Reynan yang terlalu perhatian membuatnya jadi salah tingkah.

"Pak, saya bisa sendiri." Liana berusaha menjauhkan mukanya, tak ingin kecerobohannya diketahui oleh orang lain, apalagi posisinya sedang ada di kantor.

"Apakah saya terlalu buruk buat kamu hingga membuatmu ilfeel sama saya?" Reynan menajamkan matanya menatapnya begitu intens.

Liana menggeleng. "Bu—bukan begitu Pak, anda jangan salah paham. Saya hanya tidak ingin dilihat oleh orang-orang yang ada di sekitar sini. Ini kantor pak, bukan tempat orang pacaran."

"Maksud kamu kita lagi pacaran gitu?" Reynan mengerlingkan matanya sengaja menggoda.

Blus,, wajah Liana seketika bersemu merah merona. Ia benar-benar dibuat malu dengan ulahnya sendiri.

"Maaf pak, bukan begitu maksud saya. Saya hanya tidak ingin ada orang lain beranggapan buruk mengenai keberadaan saya di sini. Tujuan saya di sini cuma buat bekerja pak, nggak lebih."

Reynan terkekeh meledeknya. "Dasar cewek keras kepala! Sekarang saya nanya sama kamu, dan kamu harus menjawabnya dengan jujur."

Liana mengerutkan keningnya dan bertanya. "Memangnya apa yang ingin bapak ketahui dari saya?"

"Ada hubungan apa antara kamu dengan David? Saya dengar kamu tadi berantem sama istrinya David. Jangan bilang kamu ini selingkuhannya."

1
Dwi Agustin N Muftie
lah padahal kan tdi sudah ngobrol sama Dion. sengaja ya
Dwi Agustin N Muftie
nah kan akhirnya kepleset juga. Antra nama Dion dan doni😄😄
Ryn
lanjut thor
Anita Rahayu
buat karina dan suami kena karma😈😈😈😈
Ryn
lanjut thor
Evi Lusiana
reinan bosmu itu,ayah dr anak²mu ana
tia
dobel up thor
tia
udah gk sabar siapa ayah dari si kembar
tia
lanjut thor jgn digantung 🤭
tia
lanjut thor
Ika Dw: oke...
total 1 replies
tia
ada kemungkinan liana tidur dgn rey,,, semangat thor
tia
lanjut thor
Ika Dw: siap👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!