NovelToon NovelToon
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:814.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Baguslah kamu ada di sini. Tolong urus makan malam mas Ardy juga ibu mertuaku! Aku mau belanja dan bersenang-senang pakai kartu kreditnya."

Selama tiga tahun pernikahan, Kirana dikenal sebagai istri yang penurut, pendiam dan selalu mengalah.

Bahkan ketika tahu suaminya, Ardy, memelihara wanita lain. Kirana hanya bisa menangis di pojok kamar, menerima semua makian dari mertua dan manipulasi dari keluarga suaminya sendiri.

​Sampai sebuah kecelakaan tragis mengubah segalanya.

​Saat Kirana membuka mata, ketakutan di jiwanya lenyap tanpa bekas.

​Ardy mengira dia masih memegang kendali atas hidup Kirana, sampai akhirnya pria itu sadar, Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu.

Dan saat Ardy mulai berlutut memohon cintanya kembali, Kirana sudah menutup pintu hatinya untuk pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 32 Buat Dia Bangkrut!

Kirana yang beberapa menit lalu diseret dan dipaksa masuk ke dalam mobil Ardy, kini melangkah cepat kembali memasuki kafe. Ia sosok yang tadi terpaksa ditinggalkannya.

Tristan.

Pria berpakaian serba hitam itu masih terduduk di lantai dekat meja mereka yang berantakan. Ia sedang menyeka darah segar yang terus mengalir dari sudut bibirnya menggunakan punggung tangan, sementara beberapa pelayan kafe tampak panik membantunya berdiri.

Melihat Kirana kembali dengan napas memburu, raut wajah tenang Tristan seketika berubah terkejut.

“Nona Kirana, kenapa anda kembali ke sini? Tuan Ardy bisa—”

Kirana mengembuskan napas panjang, memotong ucapan asistennya. “Tentu saja aku kembali, Tristan.” Ia berjalan mendekat, menyingkirkan pecahan kaca dengan ujung sepatunya. “Mana tega aku membiarkanmu terluka dan babak belur begini gara-gara pria gila itu.”

Tanpa menunggu jawaban atau persetujuan Tristan, Kirana langsung menoleh ke arah salah satu pelayan yang berdiri canggung di dekat mereka.

“Permisi, Mas. Boleh saya pinjam kotak P3K?”

“Oh, tentu, Nona. Sebentar,” jawab pelayan itu gugup, lalu berlari kecil menuju meja kasir.

Tak lama kemudian, sebuah kotak obat berbahan plastik diletakkan di atas meja yang utuh. Kirana menarik kursi, menyuruh Tristan duduk, lalu mengambil kapas. Ia menuangkan cairan antiseptik secukupnya dan mulai membersihkan luka robek di pelipis serta sudut bibir Tristan dengan sangat hati-hati.

“Awh... perih, Nona.” Tristan meringis pelan.

“Diam,” omel Kirana. “Kamu memang menyebalkan. Kenapa diam saja dipukuli seperti samsak hidup?”

Tristan hanya tersenyum tipis, menatap lurus ke arah majikannya. “Sepertinya tuan Ardy sudah mengikuti anda keluar dari rumah.”

“Memang. Semalam saat kamu meneleponku, mas Ardy yang mengangkat teleponnya. Setelah itu, dia sengaja menghapus riwayat panggilanmu dari ponselku supaya aku tidak curiga.”

Tristan menghela napas panjang, wajahnya menyiratkan penyesalan. “Maafkan saya, Nona. Saya terlalu ceroboh saat menghubungi anda.”

“Sudahlah. Yang penting sekarang bukan masalah itu,” sahut Kirana acuh. Ia berhenti mengoleskan salep, meletakkan kapas di atas meja, lalu menatap Tristan dengan kening berkerut.

“Aku justru heran padamu, Tris. Kamu kenapa tidak melawan sama sekali? Bukankah kamu menguasai bela diri?”

Mendengar omelan itu, Tristan justru terkekeh pelan. “Itu memang sengaja, Nona.”

“Sengaja dipukul? Kamu masokis?”

“Iya, saya sengaja membiarkan diri saya dipukul,” jawab Tristan tenang.

Kirana mendengus sebal, melipat kedua tangannya di depan dada. “Cih, sok hebat!”

“Bukan begitu, Nona. Saya sengaja menahan diri dan membiarkan tuan Ardy merasa menang atas egonya,” balas Tristan sembari tersenyum tipis, menyeka sisa darah di dagunya dengan tisu.

“Maksudmu?”

“Kalau tadi saya terpancing emosi dan membalas pukulannya sekecil apapun, kemungkinan besar suami anda yang akan masuk ruang gawat darurat pagi ini. Dan jika hal itu terjadi, anda akan semakin disalahkan dan disudutkan. Anda akan sulit menjelaskan semuanya secara logis,” jawab Tristan.

Kirana menghentikan gerak tangannya. Tatapannya menyipit, menilai pria di hadapannya. “Sombong sekali!”

“Saya hanya mengatakan fakta di lapangan. Guru bela diri saya dulu pernah bilang, orang yang benar-benar kuat bukanlah orang yang paling sering menang saat berkelahi, melainkan orang yang tahu kapan waktu yang tepat untuk menahan diri.”

Kirana terdiam mencerna kalimat itu beberapa saat. Lalu, tanpa sadar, sudut bibirnya perlahan terangkat.

“Ternyata selain bisa berkelahi, kamu juga bisa berpikir cerdas.”

“Hanya kebetulan saja, Nona.”

Mereka sama-sama tertawa.

“Tris,” panggil Kirana.

“Ya, Nona. Saya mendengarkan.”

“Aku ingin kamu mulai menjalankan rencana kita. Tahap berikutnya.”

Mendengar intruksi itu, Tristan langsung duduk tegak, kembali ke mode profesionalnya. “Saya siap, Nona.”

“Aku ingin perusahaan milik kakekku mulai bergerak masuk dan bekerja sama dengan perusahaan mas Ardy. Tapi ingat, gunakan nama samaran atau perusahaan perantara. Jangan sampai dia tahu siapa pemilik aslinya.”

Tristan mengangguk pelan, otaknya mulai menyusun strategi. “Kita memiliki beberapa anak perusahaan dummy yang bersih. Menyembunyikan identitas anda bukan masalah besar.”

“Bagus. Tempatkan orang-orang kepercayaan kita di divisi keuangannya.”

“Menyusup sebagai investor bayangan?”

“Benar.” Tatapan Kirana berubah setajam elang yang mengincar mangsanya. “Aku ingin mengetahui seluruh celah perusahaannya. Lacak semua aliran uang, investasi bodong, aset tersembunyi, sampai siapa saja lintah yang selama ini bermain kotor di belakang perusahaan itu.”

“Saya mengerti, Nona.”

“Dan kalau sudah ada kesempatan, buat situasi di mana mas Ardy terpaksa menyerahkan sebagian besar asetnya kepada perusahaan kita secara sukarela lewat tanda tangan kontrak.”

Tristan mengangkat sebelah alisnya. “Berapa persen target akuisisinya, Nona?”

“Sembilan puluh persen.”

Tristan, yang biasanya selalu bersikap tenang dan tak mudah terkejut, kali ini matanya sedikit melebar.

“Sembilan puluh persen? Nona, itu berarti tuan Ardy akan benar-benar kehilangan kendali penuh atas perusahaannya sendiri. Dia akan jatuh miskin.”

“Itu memang tujuan utamaku, Tristan,” ucap Kirana dengan wajah serius. “Selama ini, ibu mertuaku terlalu sombong dan selalu bertingkah layaknya ratu karena bersandar pada kekayaan putranya. Kalau kekayaan itu hilang dan musnah, aku ingin melihat, apakah orang-orang yang sekarang memuja mas Ardy akan tetap menjilat kakinya? Aku juga ingin membalas perbuatan suamiku yang berani berselingkuh terang-terangan di depan mataku.”

Tristan tersenyum tipis, memahami besarnya rasa sakit majikannya.

“Perintah diterima dengan sangat jelas, Nona. Lalu, kapan anda berencana keluar dari rumah itu?”

“Satu bulan lagi.”

“Kenapa harus menunggu selama itu?”

Kirana menyandarkan tubuhnya kembali ke kursi. Bayangan wajah Sarah yang angkuh saat menamparnya, serta wajah licik Siska yang mengelus perutnya yang hamil, kembali berkelebat di benaknya layaknya kaset rusak.

“Karena aku belum puas bermain-main,” desis Kirana. “Mereka sudah berani menginjak-injak harga diriku, menganggapku mandul dan membuatku hidup layaknya seorang pembantu rendahan.”

Kirana mengepalkan tangannya kuat-kuat di atas meja hingga kuku jarinya memutih.

“Aku tidak akan pernah pergi dari rumah itu sebelum memastikan mereka merasakan penderitaan dan kehinaan yang sama.”

Tristan menatap majikannya dalam diam selama beberapa detik, mengagumi tekad baja wanita di hadapannya.

“Baik, Nona. Saya jamin, saya akan memastikan semua rencana kita berjalan mulus sesuai keinginan anda.”

Kirana mengangguk pelan.

“Ingat, hanya satu bulan, Tris. Sebelum aku melempar surat cerai ke wajahnya, buat mas Ardy hancur tak bersisa, buat dia bangkrut. Dan ingat, lakukan semuanya tanpa meninggalkan jejak sama sekali.”

“Tentu, Nona. Itu adalah keahlian utama saya,” jawab Tristan.

1
Ila Lee
wah Tristan menang besar ni Kirana telah menerima menjdi isteri tristan😍😍😍😍😍
Ila Lee
Kirana malu2 tapi mhu Tristan 🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
cepat Tristan bawa Kirana menemui kakek Jerman wanita 🤭
Ila Lee
dulu Kirana menangis sendiri atas perbuatan mu dan Sarah ibu yg kejam
Ila Lee
Tristan akhirnya menyatakan cinta pada Kirana musnah sudah harap ardy🤣🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
wahdh Tristan itu pon mahu ajar Venes🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
lain kalj kalau suka ya ngmong jgn diam suaoa yg tahu ver juga tam dengar betu2 lalubterys bicara ke Kirana jdi salah faham🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
Bu Sarah tak tahu malu Kirana lagi yh harap lupa apa yg terjadi di antara kalian🤣🤣🤣🤣🤭🤭 sakit hati ardy dengar ucapan trisan calon suami 🤣🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
wah Tristan sydah ksdi kode tu Kirana cemburu tanda nya sayang😍😍😍😍
Ila Lee
itu selalu orang vkp menyesal dulu pendapatan menyesal kemudian tidak berguna
Ila Lee
wai Bu sabar bertaubatlah Jun paksa 2 Ardi lagi kediaman juga nasib punya ibu mcm sarah
Ila Lee
trisan seorang CEO juga ya sabar kakek trisan lagi mengejar pujaan hati😍😍😍😍
Ila Lee
wah tak sabar menunggu trisan melamar Kirana tak salah kn sama solo juga😍😍😍😍😍😍
Ila Lee
trisan bukam kawan mu Ardi kau bukan siapa 2 jddi renung 2 kn llh🤣🤣🤣
Ila Lee
Ardi kamh lupa apa yg pernah kau lakukan pada Rana jdj Jun berharap lebih sudaj di maaf kn Kirana alhamdulillah wakh trisan terbakar api cemburu ya
Ila Lee
Nyonya tua Jun bermimpi terlalu jauh Kirana bukan yg dulu sering 2 kau bodoh kn sekarang Kirana seorang CEO Ardi dan Kirana mcm langit dan bumi Bu sarah🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣
Ila Lee
ternyata Ardi orang baik cuma selama ini ibu yg selalu megarah hinga hancur rumah tangganya lihat sudah susah masih mahu MKN a yg enak 2 mcm waktu mereka kaya dulu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
Trisan ckp LH terus r terang yg jamu suka pada Kirana kn senang🤭🤭🤭😍
Ila Lee
Bu Sarah bersyukur masih ada tempat tingal walau sederhana masih punya makanan ramai yg luar sana lebih susah jdi semua itu pelajar siaia tahh jika ada rezeki Ardi bangkit lagu jadi seorang bos bengkel jdi Jun mengeluh rezeki dari allah bersyukur LH bu😍😍
Ila Lee
dulu ingin lihat satah dan Ardi hancur menderita tapi setelah begini nasib Saran dan ardj akh sedih ya terharu gitu /Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!