NovelToon NovelToon
SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Karena suami dari putrinya miskin, seorang ayah rela menjual putrinya kepada pria lain untuk membayar hutang judinya. Tapi ayah brengsek itu tidak tau jika pria yang membeli putrinya adalah putra menantunya sendiri. Semua rasa bersalah dari perbuatan ayahnya itu ia tanggung sendiri kepada sang suami. Tapi herannya, suaminya tidak marah saat mengetahui jika istrinya dijual dan dihamili oleh pria lain. Apakah Gina Penelope akan memaafkan sang suami karena telah mempermainkannya? Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Gina dan suaminya setelah kejadian satu malam dengan pria lain? Baca novel ini dan dukung untuk jadi favorit ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KELUARGA ASLI DATANG

Gina yang gelisah karena tidak kunjung mendapatkan kabar tentang suaminya pun memaksa kan diri untuk turun brankar. Berjalan keluar ruangan sambil memegang infusnya.

"HEI! KENAPA KAMU KESINI?" seru Jesica yang melihat sahabatnya datang.

"Aku akan menunggu Abraham disini" sahut Gina dengan wajah yang masih pucat.

"Ck..keras kepala banget sih dibilangi. Tubuhmu itu lemah. Jangan sampai kamu menyakiti diri sendiri sama calon anak kamu" omel Jesica.

"Aku baik baik saja" ujar Gina lalu memilih duduk.

Jesica menghela nafas panjang lalu ikut duduk disamping sahabatnya sambil mengambil alih infus Gina.

Tak lama kemudian Ben datang, tapi tidak datang sendiri.

Ia bersama 4 orang, 2 pria dan 2 wanita.

Ben terlihat menjadi pendiam diantara keempat orang itu dan menghormati.

Pakaian mereka juga terlihat berkelas.

"Kamu istri Abraham?" tanya seorang wanita yang berpakaian mewah dengan wajah mungkin berusia 50 keatas, lebih tua dari wanita satunya.

Jesica dan Gina berdiri. Mereka berdua mengira jika keempat orang yang baru datang bersama Ben adalah keluarga Abraham sebenarnya.

"Iya, saya istri Abraham" jawab Gina.

Plak!

Langsung tamparan mendarat di pipinya.

"Mommy, jangan pakai kekerasan" ingat wanita muda disampingnya, namun wanita lebih tua itu tidak mau menghentikan dirinya.

"Pergi dari putraku! Dia menderita hidup bersamamu!" lanjut wanita yang ternyata ibu Abraham alias Lily Liana Jackson.

Wanita yang lebih muda tersebut adalah Kate, adik Abraham atau anak bungsu keluarga Alexander, putri satu satunya Charles dan Lily.

2 laki laki yang bersama Ben adalah Abram dan Charles.

Tadi saat Ben sampai di rumah sakit, ia langsung menelepon Abram dan mengatakan apa yang terjadi kepada bosnya itu.

Mata mata Abram untuk mengawasi adiknya di California adalah Ben, jadi saat terjadi hal buruk seperti ini Ben cepat memberi kabar.

Abram yang mendapatkan info keadaan sang adik, langsung mengabari orang tuanya. Kebetulan sang adik keduanya, yaitu Kate adalah dokter jadi ia hubungi juga.

Akhirnya mereka langsung berangkat dari London ke Seattle menggunakan pesawat pribadi.

Dan kini mereka bertemu dengan istri Abraham.

"Anda tidak berhak menampar, sahabat saya, Nyonya" protes Jesica membela Gina.

Ben menarik Jesica menjauh.

"Diam, atau kamu akan celaka jika melawan Nyonya Lily" bisiknya.

"Siapa kamu? Wanita murahan dengan penampilan murahan seperti ini? Kalian sengaja menggoda pria kaya untuk menjadikan kalian kaya kan? Dasar wanita tidak berkelas" sahut Lily.

"Sudah, Mom" ingat Kate.

Charles menatap Gina dengan tatapan tajam dan tidak suka, sedangkan Abram menatap adik iparnya itu dengan pandangan kasihan.

Semua ini ya karena drama adiknya sendiri.

Teng..tong...

Lampu operasi redup menandakan operasi telah selesai.

Beberapa dokter keluar ruangan.

"Siapa keluarga pasien?" tanyanya.

"Kami, dok. Kami keluarga Abraham" jawab Lily pertama.

Gina tidak memiliki kuasa untuk mengakui suaminya sendiri dalam keadaan seperti ini.

"Baiklah, sebelumnya kami tim dokter disini sudah melakukan yang terbaik untuk operasi pasien yang mengalami gegar otak, lalu patah tulang di lengannya serta benturan keras di perut menyebabkan pendarahan dalam. Konsekuensinya mungkin bisa menyebabkan amnesia ataupun lumpuh untuk beberapa saat efek dari benturan keras di kepalanya" jelas dokter.

Lily yang mendengarnya langsung lemas. Untung saja tubuhnya bisa ditahan oleh Abram dan Kate.

"Kapan putra saya bisa melakukan tranfers rumah sakit ke London?" tanya Charles to the point.

Dokter mengerutkan kening dengan pertanyaan keluarga pasien, tapi ya dijawab saja.

"Lebih baik saat pasien sudah sadarkan diri dan kita tau kondisinya pasca operasi baru membahas tentang tranfers ini, pak" jawabnya.

Kate melihat wajah marah ayahnya. Sebagai dokter mungkin ia bisa membahas lebih lanjut soal rencana tranfers kakaknya bersama dokter yang bertugas.

"Selamat malam, Dok. Saya Kate Alexander, dokter residen bedah di Hospital London Emergency" sapa Kate.

"Mohon izin untuk saya bisa mengobrol dengan dokter tentang kondisi kakak saya?" lanjutnya.

"Bisa, ikut saya ke ruangan. Tapi tidak bisa lama, mungkin sekitar 30menit maksimal waktu saya menjelaskan keadaan pasien karena ada keperluan lain" balas sang dokter senior dengan rambut putihnya.

Lalu Kate mengikuti dokter tersebut.

Kini Lily sudah duduk ditompang oleh Abram, putra pertamanya.

Gina tidak bisa berkutik. Dia merasa asing disini.

Tadi Lily, sekarang Charles yang berbicara kepadanya dengan pandangan sangat tidak suka.

Ben masih memegangi Jesica agar tidak ikut campur.

"Jangan campuri urusan keluarga bos, Jes" bisiknya.

Jesica pun sadar diri, dia bukan siapa siapa disini. Mungkin memang orang tua Abraham ingin berbicara kepada Gina, tapi jika sahabatnya di sakiti lagi dengan kekerasan mungkin ia tidak akan tinggal diam.

"Kalau mereka menyakiti Gina lagi, aku tidak akan tinggal diam" balas bisik Jesica.

Ben mengangguk setuju.

"Siapa namamu?" tanya Charles.

"Gina, Tuan" balas istri Abraham itu.

"Apa profesimu?" tanya Charles lagi.

"Pengacara" jawab Gina.

"Pengacara?" ucap Charles meremehkan.

Gina sangat tidak suka dipandang remeh seperti ini namun dia tidak bisa melawan dengan posisinya sekarang.

"Kamu butuh uang untuk hidup? Aku bisa memberikanmu 10 juta dollar agar kamu pergi dari sini dan meninggalkan putraku" ujar Charles.

Gina tersenyum tipis. Sepertinya keluarga bangsawan yang ia bayangkan memang benar, menjunjung tinggi derajat dan latar belakang keluarga.

Tapi, ia tidak akan meninggalkan Abraham, itu tekadnya saat ini. Memang ia berniat kabur dari suaminya yang ternyata pria kaya keturunan bangsawan, namun saat melihat Abraham terluka parah dan hampir kehilangan nyawa, ia menyadari jika sudah sangat mencintai suaminya itu.

"Saya tidak butuh uang keluarga anda, Tuan. Saya hanya membutuhkan suami saya" sahut Gina tegas.

"Hahahaha...bagaimana bisa wanita miskin seperti mu tidak butuh uang? Bullshit!" hina Charles.

Jesica sudah mengepalkan tangannya melihat perlakuan buruk keluarga Abraham kepada sahabatnya itu.

Tapi Ben tetap memeganginya kuat.

"Saya serius mengatakannya. Saya bertemu Abraham dalam kondisinya yang tidak memiliki apa apa. Saya tidak tau jika dirinya anak orang kaya dan saya tidak mengharapkan dia terlahir dari keturunan kaya. Saya baru tau dan hal ini tidak merubah cinta saya kepada Abraham" balas Gina.

"Hahahahaa...kamu memang wanita penjilat! Pintar menggoda" hina Charles lagi.

"Daddy, cukup" ingat Abram yang sudah tidak tahan mendengarkan omongan kejam ayahnya kepada istri sang adik.

"Lebih baik daddy dan mommy ke hotel saja, aku dan Kate akan mengurus Abraham disini" lanjutnya.

Charles melihat Lily yang sudah lemas dan menangis terus karena mendengar keadaan Abraham.

"Baiklah. Tolong urus wanita murahan ini agar pergi meninggalkan adikmu" ucapnya lalu menghampiri sang istri dan memapahnya berdiri.

"Iya, Dad. Akan aku urus dia" sahut Abram.

"Akan aku antar kalian ke mobil" lanjutnya.

Abram pun membawa kedua orang tuanya menjauhi ruang operasi.

Gina pun terduduk lemas di kursi saat sudah merasa lega terlepas dari sergapan sepasang singa.

Ben melepaskan Jesica.

Jesica langsung memeluk sahabatnya itu.

"Lebih baik, kita pergi saja dari sini, Gin, keluarga suamimu benar benar brengsek" ucapnya.

"Ti..tidak...aku tidak akan berniat kabur lagi..aku menyadari jika Abraham sangat berarti untukku. Aku tidak akan meninggalkannya" balas Gina.

Gredeeeek..:

Suara brankar berjalan keluar ruang operasi. Abraham yang sedang tak sadarkan diri dengan peralatan medis ditubuhnya dibawa keluar.

"Untuk pasien akan diletakkan di ruang ICU. Keluarga diharapkan bersabar menunggu perkembangan selanjutnya" jelas salah satu dokter lain yang bertugas.

Gina, Ben, dan Jesica hanya bisa melihat Abraham menjauh dari mereka.

1
Yesi Yesi
ah suka ma cerita nya♥️♥️
lanjut thor
SariRani: Terima kasih banyaaaaak mbak yesi 🥹 agak pesimis karena dikit banget yg suka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!