Tiga tahun berbakti sebagai istri seolah tak ada artinya bagi Aira ketika Radit diceraikannya secara mendadak tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka.
Demi kehadiran sekretaris cantik, Aira terpaksa melangkah menembus hujan deras membawa kopernya. Kemalangan tak berhenti di situ; di tengah jalan ia diserang sekelompok preman hingga tak berdaya.
Di saat kritis, sosok pria tinggi bertato bernama Lucas datang menyelamatkannya. Namun, pertolongan itu membawa takdir baru. Dalam pengaruh obat akibat dijebak, Lucas membawa Aira ke hotel. Dengan bisikan "Jangan takut, aku mandul," Aira yang hancur akhirnya memejamkan mata dan pasrah.
Esok harinya, Aira pergi memulai hidup baru dari nol—mencari kontrakan dan pekerjaan. Namun beberapa minggu kemudian, garis dua di alat tes kehamilan meruntuhkan dunianya. Jika Radit sudah lama tak menyentuhnya, maka janin itu jelas milik Lucas. Lantas, apakah pengakuan mandul itu hanya kebohongan manis, atau ada rahasia besar yang sengaja Lucas sembunyikan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Lucas segera bangkit dari tepi tempat tidur. Tanpa membuang waktu, ia melangkah lebar menuju kamar mandi.
Pintu kaca di geser, lalu ia memutar kran shower. Gemericik air dingin menyembur deras, membasahi tubuh tegapnya yang dipenuhi tato artistik.
Pria itu menunduk, membiarkan aliran air membilas sisa-sisa peluh dan kehangatan semalam.
Namun, makin keras air menerpa wajahnya, ingatan tentang wanita itu justru makin menari-nari liar di kepalanya.
Sentuhan kulitnya yang halus, tatapan pasrah bermandikan air mata, serta suara desahan lembut wanita itu saat menyebut namanya semalam terus bergema di telinga Lucas, membuat dadanya berdesir aneh.
Ia memejamkan mata rapat-rapat, mengusap kasar wajahnya.
Belum pernah ada wanita yang mampu mengusik pikirannya sejauh ini.
Setelah mematikan shower, Lucas meraih handuk putih, mengeringkan tubuhnya dengan cepat, lalu mengenakan setelan jas rapi yang dibawa Randy.
Aura pemimpin yang dingin dan intimidatif seketika kembali melingkupi dirinya.
"Siapkan mobil," perintah Lucas singkat saat keluar dari kamar mandi.
"Sudah siap di bawah, Tuan," jawab Randy yang telah menunggu di luar kamar.
Lucas melangkah keluar dari kamar hotel tempatnya menginap semalam.
Pria itu menuju ke lantai bawah dan melangkah mantap menuju mobil mewah milik perusahaannya yang sudah bersiap di depan lobi.
Hari ini, perjalanan hidupnya harus tetap berlanjut. Mobil hitam mengilap itu melaju membelah jalanan kota yang kian ramai, membawa Lucas menuju hotel berbintang lima megah milik keluarganya sendiri.
Di balik kemewahan dan kesibukannya, satu hal yang pasti: nama dan keberadaan wanita misterius itu kini menjadi target utama yang harus ia temukan.
Sementara itu, di sebuah rumah mewah yang baru saja ditinggalkan Aira, suasana pagi terasa jauh dari kata tenang.
Di ruang tengah, Radit duduk di tepi sofa dengan telaten menempelkan kain kompres dingin ke kaki Mila.
Wanita itu mengaduh pelan, merengek manja dengan wajah yang dilipat cemberut.
"Sakit, Mas. Perih banget," cicit Mila dengan nada memelas, memandangi kulit kencangnya yang memerah akibat cipratan kuah sop panas semalam.
"Iya, Sayang. Tahan sebentar, ya. Sini Mas obati pelan-pelan," bisik Radit penuh kelembutan.
Mila menyandarkan kepalanya di bahu Radit, jemarinya memilin ujung kemeja pria itu.
"Mas, apa si Aira itu tidak akan menuntut harta gono-gini nanti saat proses cerai?"
Radit terkekeh kecil seraya menggelengkan kepalanya mantap.
"Tidak akan, Sayang. Rumah ini atas namaku, semua aset atas namaku. Dia keluar dari sini tanpa membawa apa-apa selain baju-baju di kopernya. Dia tidak punya kuasa apa-apa untuk menuntut."
Mila tersenyum puas mendengar jawaban itu. Usahanya merebut Radit dan menyingkirkan Aira akhirnya membuahkan hasil sempurna.
Dari arah dapur, aroma harum tumisan nasi goreng menyeruak ke ruang tengah.
Ibu Radit melangkah keluar membawa nampan besar berisi beberapa piring nasi goreng hangat yang baru selesai ia masak.
"Sudah, jangan pikirkan perempuan tidak berguna itu lagi," timpal Ibu Radit seraya meletakkan piring-piring itu di atas meja makan yang baru saja ditarik dan dirapikan kembali.
"Semua sisa barang sampah milik Aira yang tertinggal di kamar sudah Ibu buang ke tempat sampah di luar. Mulai hari ini, rumah ini bersih dari keberadaan dia!"
"Wah, Ibu memang terbaik!" puji Mila seraya tersenyum lebar.
Mereka bertiga duduk menyantap sarapan dengan gelak tawa, sama sekali tidak menyadari bahwa roda kehidupan selalu berputar, dan karma hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk menagih semuanya.
Di sisi lain suasana di dalam rumah kontrakan kecil itu terasa begitu tenang.
Setelah merapikan seluruh isi koper dan menata pakaiannya satu per satu ke dalam lemari kayu, Aira melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Guyuran air dingin membasahi tubuhnya, menyapu rasa lelah, duka, dan trauma yang menumpuk sejak semalam.
Selesai mandi, Aira mengeringkan rambutnya dan mengenakan pakaian kasual yang nyaman.
Ia berjalan menuju dapur luas yang masih tampak bersih.
Dengan bahan-bahan sederhana yang sempat ia beli di warung depan gang, Aira mulai menyalakan kompor.
Tangan lincahnya mengolah saus dan merebus pasta.
Aira memasak spaghetti dengan racikan bumbu rahasia kreasi pribadinya dimana sebuah keahlian memasak luar biasa yang selama tiga tahun ini hanya ia abdikan untuk melayani Radit dan keluarganya.
Aroma gurih yang menggugah selera seketika memenuhi area dapur.
Setelah masakannya matang, Aira menyajikan pasta itu ke piring porselen putih, lalu duduk di kursi makan sederhana.
Sambil menikmati suapan demi suapan yang lezat, jemarinya bergerak lincah menelusuri layar ponsel untuk mencari lowongan pekerjaan secara online.
Ia tahu, modal simpanannya tidak akan bertahan selamanya. Ia harus mandiri dan berdiri di atas kakinya sendiri.
Di tengah deretan situs pencari kerja, matanya terhenti pada satu pengumuman penting.
Hotel Bintang Purnama dimana sebuah hotel bintang lima termewah di pusat kota yang sedang membuka lowongan pekerjaan untuk posisi koki di bagian dapur utama.
Aira menatap layar ponselnya dengan binar mata penuh tekad.
Keahlian kuliner adalah satu-satunya senjata terbesar yang ia miliki saat ini.
"Bismillah, semoga aku diterima," gumam Aira pelan dengan penuh harapan.
Tanpa ragu-ragu, Aira segera melampirkan berkas lamaran kerja, riwayat hidup, serta portofolio resep masakan terbaiknya melalui portal resmi hotel tersebut, lalu menekan tombol kirim.
Aira menyendok kembali spaghetti buatannya dan menikmati tiap kelezatan gurih yang memanjakan lidah.
Sembari mengunyah perlahan, jemarinya tak berhenti mengusap layar ponsel.
Ia paham betul, menggantungkan nasib hanya pada satu lowongan kerja bukanlah langkah yang bijak.
Satu per satu situs pencari kerja ia jelajahi. Aira mengirimkan riwayat hidup dan surat lamaran ke beberapa restoran menengah, kafe modern, hingga jasa boga terkemuka di pusat kota.
Keahlian kulinernya yang terasah selama bertahun-tahun menjadi modal utama yang ia andalkan saat ini.
Sebelum ia menikah dengan Radit, Aira seorang chef yang bekerja di kapal pesiar mewah.
Namun, karena bujuk rayuan Radit. Akhirnya Aira melepaskan pekerjaannya begitu saja.
Setelah berkas lamaran terakhir berhasil terkirim, Aira menghembuskan napas panjang.
Ia meletakkan ponselnya di samping piring yang kini sudah bersih tanpa sisa.
Sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kayu, menatap langit-langit dapur kontrakannya yang tenang.
Tak ada lagi tawa bernada celaan dari Siska, tak ada tatapan sinis Ibu mertua, dan tak ada dinginnya sikap Radit yang selama tiga tahun ini mengikis hatinya perlahan.
Rumah sederhana ini mungkin sepi, tetapi memberikan kedamaian yang sudah lama hilang dari hidupnya.
"Semoga ada salah satu yang memberikan kabar baik," bisik Aira pelan, menyemangati dirinya sendiri.
gimana Radit, ternyata kamu yang mandul 🤣🤣 jadi anak siapa yang dalam kandungan Mila? kan pelacur murahan yah 🤣🤣
niat hati menjatuhkan chef Aira, kamu yang akan menghadapi kekuasaan Lucas
mama kandung yang waras pasti ga akan mau punya menantu pelacur murahan seperti kamu, jadi jelas sekali chef Aira kelasnya jauh di atas kamu