NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:640.9k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Beberapa saat sebelum pertemuan Alina dan Bianca dimulai...

Begitu pintu lift terbuka, Lorenzo keluar dari lift dengan langkah cepat. Dia melangkah keluar tanpa memperhatikan beberapa karyawan yang kebetulan berada di lorong. Wajahnya terlihat serius.

Sejak membaca pesan misterius yang diterima Alina, perasaannya memang tidak tenang. Dia sudah memiliki dugaan kuat bahwa pengirim pesan tersebut adalah Bianca.

Siapa lagi?

Bianca sudah diblokir dari ponselnya. Wanita itu tidak bisa menghubunginya secara langsung. Jadi, kalau ingin menyampaikan sesuatu kepada Alina, mengirim pesan dari nomor lain adalah cara yang paling mungkin dilakukan.

Kalau benar Bianca yang mengirim pesan itu, apa yang ingin dia bicarakan dengan Alina?

Lorenzo memasukkan satu tangan ke saku celana sambil mempercepat langkah. Pikirannya semakin dipenuhi berbagai kemungkinan.

Jangan-jangan Bianca mencoba memengaruhi Alina. Jangan-jangan dia berusaha membuat Alina salah paham. Atau lebih buruk lagi, jangan-jangan Bianca merencanakan sesuatu.

Lorenzo baru saja hendak menuju pintu keluar ketika suara seseorang terdengar dari belakang. "Lorenzo!"

Langkah Lorenzo terhenti. Dia menoleh ke arah sumber suara. Seorang pria berkacamata sedang berjalan cepat ke arahnya dengan senyum lebar.

"Hallo, Lorenzo!"

Mata Lorenzo langsung membesar. "Alvaro?!"

Pria itu berhenti tepat di hadapannya sambil menarik napas. "Kaget, ya?" tanya Alvaro sambil terkekeh.

"Kapan kamu kembali dari Amerika?" Lorenzo bertanya dengan wajah masih dipenuhi keterkejutan.

"Kemarin sore." Alvaro membenarkan posisi kacamatanya.

Penampilan Alvaro memang masih sama seperti yang Lorenzo ingat. Rambut tertata rapi, kemeja putih dengan jas tipis, dan senyum yang selalu terlihat seperti menyimpan kejahilan.

"Urusanmu di Amerika sudah beres?" Lorenzo melirik jam tangannya.

"Sudah." Alvaro menghela napas panjang. "Aku tidak menyangka butuh waktu enam bulan hanya untuk menyelesaikan kekacauan anak perusahaan keluargaku di sana."

Lorenzo mengangguk singkat. Namun, matanya kembali melirik pintu keluar. Dia terlihat gelisah.

Alvaro yang sudah lama mengenalnya langsung menyipitkan mata. "Kamu mau pergi?"

"Iya."

"Ke mana?"

"Taman kota."

Alvaro mengerutkan kening. "Taman kota?"

"Ya " Lorenzo kemudian menatapnya. "Aku harus segera pergi ke sana. Kamu mau ikut?"

Alvaro terdiam beberapa detik. Dia sebenarnya datang ke gedung itu dengan tujuan sederhana. Setelah enam bulan berada di Amerika, dia ingin mengajak Lorenzo makan siang. Sekadar mengobrol, bernostalgia, dan mungkin mengejek sahabatnya karena selama ini hidup tanpa dirinya. Namun, ajakan mendadak ke taman kota tentu bukan sesuatu yang dia duga.

"Ke taman kota untuk apa?" tanya Alvaro.

"Nanti aku jelaskan." Lorenzo berjalan menuju pintu keluar. "Kita pergi naik mobilmu."

Alvaro mengikuti dari belakang dengan wajah heran. "Kenapa mobilku?"

Lorenzo berhenti sebentar. "Karena aku tidak mau memakai mobilku."

"Kenapa?"

"Ada alasan."

Alvaro mendengus. "Baru pulang enam bulan, aku langsung dijadikan sopir."

Lorenzo tidak menjawab. Namun, dalam hati dia justru merasa beruntung dengan kedatangan Alvaro. Setidaknya dia tidak perlu menyewa mobil atau memanggil taksi. Mobil Alvaro juga tidak akan dikenali Alina.

Beberapa saat kemudian, mobil Alvaro melaju meninggalkan area gedung perkantoran. Alvaro memegang kemudi sambil sesekali melirik Lorenzo yang duduk di sebelahnya. Sahabatnya itu sejak tadi terlihat serius.

Akhirnya Alvaro tidak tahan. "Kita sebenarnya mau apa ke taman kota?"

Lorenzo masih menatap jalan di depan. "Memergoki seseorang."

Alvaro mengangkat alis. "Siapa?"

"Alina."

Alvaro langsung menoleh. "Alina?"

"Fokus menyetir!"

Alvaro kembali menghadap jalan. "Oke, oke." Beberapa detik kemudian dia bertanya lagi. "Alina sedang bertemu siapa?"

"Orang yang mengirim pesan misterius kepadanya."

Alvaro mengerutkan dahi. "Apa?!"

Lorenzo menyeringai tipis. "Aku yakin pengirim pesan kemarin adalah Bianca."

Alvaro langsung meliriknya. "Bianca?"

Lorenzo mengangguk. "Makanya aku mau melihat sendiri."

Alvaro menghela napas. "Jadi kamu sekarang diam-diam mengikuti istrimu?"

"Aku bukan mengikutinya."

"Kita sedang menuju taman kota karena istrimu sedang bertemu seseorang."

Lorenzo diam.

Alvaro menahan senyum. "Kalau bukan menguntit, lalu apa?"

"Pengawasan."

Alvaro tertawa kecil. "Bahasanya diperhalus."

Lorenzo melirik tajam. "Kalau mau pulang, aku bisa turun sekarang."

"Jangan marah. Aku baru pulang dari Amerika. Aku masih ingin melihat apakah sahabatku sudah berubah menjadi suami pencemburu."

"Aku tidak cemburu."

"Belum aku tanya kamu langsung jawab."

Lorenzo langsung terdiam.

Alvaro tertawa puas. "Enam bulan di Amerika, ternyata kepulanganku disambut hiburan gratis."

Lorenzo mendengus. Namun beberapa saat kemudian, wajahnya kembali serius. Dia akhirnya menceritakan garis besar semua kejadian yang dialaminya selama beberapa waktu terakhir. Tentang kecelakaan, tentang bukti perselingkuhan Bianca yang ditemukan Marcus, keputusan memutuskan hubungan dengan Bianca, dan perubahan hubungan dirinya dengan Alina.

Alvaro mendengarkan tanpa menyela. Hanya sesekali dia mengangkat alis ketika mendengar bagian tertentu.

Ketika Lorenzo selesai bercerita, suasana di dalam mobil menjadi hening.

Alvaro akhirnya bertanya, "Jadi, sekarang kamu jatuh cinta sama Alina?"

Tangan Lorenzo yang sejak tadi bertumpu di paha langsung bergerak gelisah. "A-aku belum yakin."

Alvaro tersenyum.

Lorenzo mengalihkan pandangan ke jendela. "Perasaan ini berbeda dengan ketika aku jatuh cinta kepada Bianca dahulu."

"Berbeda bagaimana?"

Lorenzo terdiam cukup lama. Dia sendiri kesulitan menjelaskannya.

"Kalau dengan Bianca dulu, semuanya terasa jelas. Aku mengejarnya karena aku tertarik kepadanya. Aku ingin pacaran dengannya."

Lorenzo menarik napas. "Tapi dengan Alina ..." Dia menatap jalan di depan. "Aku tidak mau kehilangan dia. Ingin terus bersama dengannya."

Alvaro menoleh sekilas. Kemudian senyum miring muncul di wajahnya.

Lorenzo langsung curiga. "Ada apa?"

"Enggak."

"Jangan tersenyum begitu."

"Aku cuma senang."

"Senang apa?"

Alvaro kembali memandang jalan. "Sepertinya Alina sudah menancapkan cakarnya cukup dalam di hatimu."

Lorenzo mendengus. "Omong kosong."

"Kalau begitu kenapa kenapa wajahmu langsung berubah setiap kali membicarakan dia?"

Lorenzo membuka mulut, tetapi tidak menemukan jawaban.

Alvaro tertawa kecil. "Sudahlah. Aku tidak akan mengganggu."

Tidak lama kemudian, mobil mereka tiba di taman kota. Alvaro memarkirkan mobil tidak terlalu jauh dari tempat yang sudah ditentukan. Dari dalam mobil, mereka bisa melihat Alina duduk di salah satu bangku taman. Seorang wanita dengan penampilan berbeda dari biasanya duduk di hadapannya.

Lorenzo langsung mengenalinya. "Bianca," gumamnya.

Alvaro ikut memperhatikan. "Itu Bianca?"

"Iya."

"Dia sampai menyamar begitu?"

Bianca mengenakan pakaian sederhana, kacamata hitam besar, serta topi yang menutupi sebagian rambutnya.

Alvaro bersiul pelan. "Kalau aku tidak mengenalnya, mungkin aku juga tidak akan sadar."

Lorenzo tidak menjawab. Tatapannya tertuju penuh pada dua wanita tersebut. Sayangnya, dari dalam mobil mereka tidak bisa mendengar percakapan. Namun, ekspresi wajah keduanya masih terlihat cukup jelas.

Alina tampak tenang. Sebaliknya, Bianca terlihat semakin tegang.

Lorenzo menggenggam tangannya sendiri. "Aku ingin tahu apa yang dia katakan kepada Alina."

Alvaro meliriknya.

"Kamu tidak mau turun?"

"Kalau aku turun sekarang, Alina akan tahu aku mengikutinya."

"Benar juga."

Keduanya akhirnya hanya bisa mengawasi dari kejauhan.

Sementara itu, Alina duduk tegak di hadapan Bianca. Sejak tadi Bianca berusaha menjelaskan sesuatu, tetapi Alina tidak memberinya banyak kesempatan untuk berputar-putar.

Alina menyilangkan kedua tangan di depan dada.

"Sepertinya kamu tidak tahu, kalau keluarga Morales juga tidak akan bisa menerima dirimu, sama halnya dengan keluarga Romano."

Bianca yang tadinya hendak berbicara langsung membeku. "Apa?!"

1
Pudkeciput
tidak ada yg typo kak...kali misal ada...aku yakin netizen indonesia masih bisa membacanya dan mengartikannya🤣🤣.semangat updetnya kak..aku selalu tungguu2☺️
Ummee
ya allah kak... kok bisa hilang?
semangat kk💪
Muft Smoker
harus ny km cari informasi yg bnr2 akurat dluu ,, baru bertindak ,, setelah tau semua kebenaran ny ,, gmn rasanya ed ,, penyesalan udh pasti , malu mungkin ad , duka tentu km rasakan ,, tp di balik semua tu pertanggung jawaban ttap harus km jalani ,,
Felycia Fernandez
pantesan gak update ya kk Thor,semoga cepat sembuh ya kk.banyak minum air putih hangat kk...
Hadi Mulyono
ini bab panjaang
Atik Kiswati
next......
RiriChiew🌺
emang salah nya kamu ed , dulu hrusnya tanya Lorenzo dulu gimana kejadian nya bukan langsung menuduh dan balas dendam kaya beginii 😔
Inooy
setelah semua misteri kematian Xavier terbuka dengan jelas, nyesel kan kamu Ed?
maka nya sebelum kamu benar2 menyalahkan seseorang atas kematian kaka mu..sebaik nya kamu telusuri dulu kebenaran nya sampai sedetail detail nya, jangan hanya meliat sepotong video yg g lengkap kamu langsung menyalahkan orang tanpa tau kebenaran yg sebenar benar nya....
setelah smua nya terbuka, sekarang kamu tanggung konsekuensi dendam mu Ed..karena akibat dendam mu kamu mencelakai Lorenzo yg notabene telah berusaha menyelamatkan kaka kamuu...
jadiiii siap2 hukum yg akan mengambil alih masalah kamu, Ed....
ryuka
haduuhh edgar kamu terlalu sulit mempercayai nya ya
Inooy
Ya Allah aq kira kaka sehat2 aj, pantesan up nya lama..aq pikir lg rehat sejenak utk mengembalikan mood yg suka naik turun, ternyata rehat nya benar2 rehat karena sakit 🥺
cepet sehat dn pulih lg y ka Santi,,biar Alina dn Lorenzo nya g kesepian 🤭
sehat selalu kakaaaa...!!!!
Inooy
sekarang kamu mengakui klo Lorenzo membantu kalian utk bebas dr penyekapan..kenapa waktu om Roberto belum datang dn belum berbicara soal kebebaran tetang kejadian belasan tahun k belakang,,kamu dn Pabio dengan yakin nya menyalahkan Lorenzo..kamu takut ama kemarahan om Roberto yg sangat amat melindungi alorenzo??
maka nya klo mo ngomong kebenaran itu d pikirin dulu baik buruk nya,,jangan hanya demi menyelamatkan diri sendiri kalian mengorbankan orang lain...lagian udh jelas2 4 kluarga udh berbicara tentang kejadian itu dn udh saling menerima dn memahami nya..kenapa kalian tiba2 seolah olah g tau apa2??? 😡
Inooy
nah lhoo saksi hidup lain nya masih ada, dn saksi hidup nya bakalan murka ama kalian Pabio dn Darius..karena pernyataan kalian yg asal bunyi udh bikin seorang Lorenzo d siksa Edgar....
siap siaaaap kalian menerima erupsi nya seorang Robertoo!!!! ha ha haaaa
Inooy
tuuuh kaan kalian g bisa menjelaskan secara rinci, padahal kalian jg korban penculikan tersebut..aneh aj kalian langsung menyalahkan Lorenzo, padahal dr awal kalian d sekap kalian tau Lorenzo jg tertangkap..dn tau jg gimana berusaha keras nya Lorenzo membantu kalian utk bebas,,tp koq sekarang malah seolah olah Lorenzo yg bersalah atas kematian Xavier..ada apa dengan kalian??

bikin emosi aj s Pabio ama s Darius inii..😤
Inooy
dn kalian jg jangan asal men-judge Lorenzo..tooh video kalian cuma sepotong d tambah lg kalian keburu pingsan kaan..jd kronologi keseluruhan nya tidak tau pasti.....
hati2 atas pernyataan kalian, orang yg kalian fitnah bukan orang sembarangan..kalian seolah olah menuduh Lorenzo 100% bersalah, kalian menuduh Lorenzo menjadikan Xavier tameng bagi diri nya..padahal kalian tidak tau d balik tubuh Xavier yg tidak secara langsung membentengi tembakan bagi Lorenzo...kalian hanya berasumsi sendiri, ato mungkin kalian hanya berlindung dr kemarahan Edgar?
tp kalian menyepelekan kemarahan nya Alina dn papa Alessandro klo terbukti pernyataan kalian membuat Lorenzo menderita dn terluka!!!
Ummee
iyaa... knp si edgar bebal banget, gengsi kali ya mau ngaku salah

semoga lekas sembuh kak, sehat²...
Arin
Biar Edgar tau sebab dan akibatnya karena berusaha mencelakai Lorenzo. Akibat dendam lama yang salah sasaran
Ummee
lah... ternyata pengkhianat nya orang yg ditolong dulu, apa motifnya coba?
tau gitu dulu jgn ditolong
Inooy
ternyata teman lucknat yg udh bikin Edgar salah paham dn mengakibatkan Lorenzo jd bulan bulanan dendam nya Edgar....
Pabio dn Darius kalian layak nya anjing yg lg kejepit d tolongin, tp ngebalas gigit orang yg nolongin kalian ckckck....
seandai nya dulu kalian g d tolongin Lorenzo, aq yakin kalian g akan hidup kaya sekarang..kalian benar2 teman durjanaa, g mikir apa ketika Lorenzo mati matian nolongin kalian..sampe2 Lorenzo mempertaruhkan nyawa nya jg??? 😡
sekarang malah kalian memutarbalikkan fakta..ingaaat hukum tabur tuai Pabio, Dariuuus!!!! 😤
Halimah
Makanya Gar....Edgar jd orang tuh yg pinter jgn bodoh.Cuma dr potongan sebuah video singkat km lgsg menyimpulkan sendiri tanpa km cari tau kejadian sebelumnya gmn Malu ga Lo skrg???? pasti malu laaaah
Halimah
Emang iya bebal bgt si Edgar...Getok aja thor pake palu biar pinteran dikit🤣🤣🤣
Semangat thor semoga lekas sehat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!