NovelToon NovelToon
Pesugihan Tuyul

Pesugihan Tuyul

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Misteri
Popularitas:46.9k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.

"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.

Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 05. melihat bocah

Rania menoleh ke belakang beberapa kali ketika dia dibonceng oleh Rina saat pulang membeli ponsel, rasanya sejak tadi seperti ada bocah kecil yang mengejar di belakang motor mereka ini sehingga membuat Rania merasa bingung dan juga masih merasakan ketakutan juga di dalam hati, namun berulang kali menoleh dia tidak melihat ada sesuatu.

Rina terlihat santai saja seolah dia tidak merasakan sesuatu yang aneh malam ini, sebab memang malam berjalan seperti biasa dan banyak juga orang yang lewat di sekitar mereka, hanya Rania saja yang merasakan hal itu sehingga membuat dirinya merasa Kian aneh dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang telah terjadi.

''Ada bayangan juga yang aku Lihat sepintas.'' batin Rania Kian merasa resah.

Dia sudah mau berpikir positif saja namun Entah kenapa bayangan itu mendadak saja muncul di sebelah dirinya, dengan jelas bayangan itu menampakkan bahwa dia adalah sosok bocah kecil dan kemungkinan bila Rania berdiri sekitar sepinggang dirinya saat ini.

''Ada sesuatu yang mengejar Kita sejak tadi.'' Rania akhirnya membuka suara.

''Apa?'' Rina menoleh untuk memastikan namun dia tidak melihat ada sesuatu yang aneh.

''Ukuran dia agak kecil dan kemungkinan dirinya itu adalah anak-anak yang sedang main.'' Rania menjelaskan apa yang sudah dia lihat.

''Lah kan dia tidak mungkin kalau ada anak kecil bisa belajar motor.'' Rina tidak percaya dengan hal itu.

''Aku yakin kalau itu bukan anak-anak biasa.'' Rania menoleh ke belakang beberapa kali untuk mencari keberadaan bocah tersebut.

''Astaga, Nia! jangan bilang kau mau mengatakan bahwa itu adalah bocah hantu.'' Rina berteriak kesal kepada sang adik.

Tentu saja Rania jadi bungkam karena dia memang kepikiran bahwa bisa saja yang mengejar mereka saat ini adalah sosok arwah gentayangan, sebab rasa nya memang tidak mungkin juga bila ada bocah kecil yang mampu berlari secepat itu untuk mengejar laju motor milik mereka berdua saat ini, tapi mau bilang bahwa itu hantu ada rasa malu juga di dalam hati.

''Kau kalau terus bergerak saja seperti itu maka lebih baik turun dan tidak usah naik motor lagi.'' Rina agak kesulitan karena Rania yang tidak mau diam.

''Dia itu seolah mengejar sehingga aku Mana mungkin bisa tenang di atas motor ini.'' Rania rasa ingin menangis.

Rina yang Mendengar hal itu tentu saja langsung menghentikan laju motor mereka saat ini, tanpa banyak kata dia segera turun dan menyuruh Rania yang ada di depan karena bila tidak melakukan tindakan itu makanan yang ada Rania akan terus banyak tingkah sehingga bisa saja mereka akan jatuh di tanah keras itu.

''Masih jam sembilan saja sudah sibuk dengan hantu!'' sewot Rina.

''Coba lah rasakan sendiri nanti, aku itu sama sekali tidak bohong kok!'' kesal Rania.

''Sudah lah, Cepat bawa motor itu dan kita pulang ke rumah karena aku mau istirahat ini.'' Rina sudah tidak sabar lagi.

Rania segera melajukan motor mereka namun sesekali dia masih melirik ke arah spion untuk memastikan bocah yang tadi, batin ini tidak bisa tenang karena dia sangat penasaran Siapa yang sudah mengejar mereka berdua, sebab dia yakin sekali bahwa itu semua bukan halusinasi tapi memang ada yang mengejar mereka saat ini.

''Itu!'' Rania berteriak keras ketika dia melihat dari kaca spion.

Duuuuk.

''Aduh sakit sekali kepalaku.'' Rina menjerit karena Rania menarik rem secara mendadak.

''Maaf, tapi aku memang melihat itu dia tadi tersenyum di dalam kaca spion ini.'' Rania tetap saja.

''Apa yang sebenarnya sedang kamu bicarakan ini dan siapa yang tersenyum di dalam kaca spion?!'' Rina berteriak dengan emosi.

Rani yang sudah gemetar karena dia mau sendiri bahwa bocah itu Memiliki taring pada mulutnya dan ketika tersenyum terlihat sangat mengerikan sekali, belum lagi telinga runcing pada kepala sehingga membuat Rania terus saja merinding dan tidak sanggup untuk mengingat wajah bocah menyeramkan itu.

Rina masih ingin marah-marah kepada Rania namun dia memilih untuk bungkam ketika mendadak saja Rania menarik gas dengan begitu kencang meninggalkan kawasan tersebut, bodo amat dengan jalan yang berlubang-lubang itu karena menurut Rania saat ini lebih baik untuk segera pulang dan berlindung di dalam rumah agar aman.

...****************...

''Jadi sekarang jatahnya punya Ilham dikasih pada siapa?'' bu RT bertanya kepada sang suami.

''Itu Yanto kan hidupnya juga Melarat jadi bisa diberikan kepada dia saja.'' Pak RT menjawab dengan sangat angkuh.

''Tidak baik mengetahui orang seperti itu karena mereka juga memiliki perasaan.'' bu RT berusaha menasehati sang suami.

''Loh, kan aku berbicara fakta kalau Yanto itu memang hidup Melarat sama seperti Ilham dulu.'' Pak RT sama sekali tidak merasa bersalah dengan ucapan dia.

''Mereka hanya sedang susah, Siapa tahu setelah ini Yanto juga bisa hidup membaik seperti Ilham.'' ujar bu RT sehingga membuat sang suami bertambah emosi saja.

Entah Kenapa Pak RT ini begitu emosi kalau sedang membicarakan Ilham, padahal pria itu sama sekali tidak memiliki salah kepada dia. terlebih hidup Melarat itu juga bukan pilihan, andai saja mereka bisa memilih maka dapat di pastikan mereka akan memilih jadi orang kaya saja tanpa harus memikirkan sengsara seperti itu.

''Ilham itu juga mendadak kaya dan entah dapat harta dari mana.'' ujar Pak RT dengan nada yang sangat kesal.

''Ya kan dia bekerja keras untuk mencari uang sehingga wajar saja kalau kehidupan mereka saat ini mulai membaik.'' bu RT terus berpikir positif.

''Alah banyak itu kerja yang sampai jungkir balik namun mereka tidak mampu merubah hidup seperti Ilham, aku yakin ada sesuatu yang tidak beres dengan manusia hina itu.'' Pak RT berkata dengan nada mencemooh.

Mendengar ucapan sang suami yang sangat menyakitkan sekali itu, maka bu RT memilih untuk bungkam saja karena bila mereka terus melanjutkan perdebatan Maka nanti yang ada dia yang akan mendapat hinaan dari sang suami. bu RT adalah anak dari orang tidak berpunya saat menikah dengan sang suami sehingga terkadang dia juga mendapat hinaan pedas.

''Tunggu saja nanti masa itu tiba maka semua akan terungkap kalau dia itu memiliki kekayaan yang tidak beres.'' ujar Pak RT dengan sangat yakin.

''Ah Ya sudah terserah kamu saja.'' bu RT segera berlalu pergi dari sana.

Sebab dia sudah sangat muak sekali dan akan membiarkan sang suami larut dalam pikiran bahwa Ilham memiliki kekayaan yang tidak biasa, Padahal dia tetap berpikir positif bahwa Ilham memang mendapatkan harta kekayaan itu dengan cara bekerja keras selama ini.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔✰͜͡v᭄
ya ampun Pur ..bocil kau ajak bicara tentang birahi segala 🤣...semoga aja ya Rania selamat bisa di bantu purnama sampai tuntas
Eli Rahma
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Eli Rahma
hai..itu ketuamu loh..😆😆
neni nuraeni
brrti disini Zidan juga sudah metong ya kak,, dan purnama sudah kmbli pulih sperti sedia kala makanya dia trjun lagi,,,
Raffaza Direzky87
biarkan aja gak usah di bantu
Ass Yfa
setidaknya Rania..nggk dikejar tuyul itu lagi kalo Delisa mau nikah sama Ilham
Ayuk Witanto
ah moga saja purnama mau membantu...
Ayuk Witanto
biarlah si Delisa jadi ibu susunya si tuyul
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
Linda itu apa yang tinggal di rumah kosong
Ayuk Witanto
apa itu rina
Ayuk Witanto
Alhamdulillah
Ela Jutek
emang perlu di tabok si Pur sekali kali
Iis Dawina
kan yg di judul sebelumnya Zidan meninggal makan jamur beracun
vania larasati
lanjut kak
ismi
ini gimana rina kok main setuju saja adiknya disusu tuyul,,
Yeyet Rohaeti
siang thor, di sini Zidan udah meninggal ya thor?
Tri Lestari
yang di untungkan si Ilham ini
putri wahyu
siang jg Bess..
Ani_Sudrajat
Kok gak punya lawan thor emang Zidan kemana??
MiilaaManurung: Racun yang tertinggal
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!