Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.
Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.
Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.
**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 — Daftar Pengembalian
Pagi berikutnya, Gu Chenxiao menerima tujuh buku pencatatan.
Bukan dua atau tiga buku yang berkaitan langsung dengan tugas Xu Ren dan Fang De, melainkan seluruh daftar pengembalian pekerjaan administrasi selama periode dua tahun.
Dia sengaja memperluas permintaan itu.
Jika dia hanya meminta dokumen yang berkaitan dengan aset wilayah barat, petugas arsip mungkin akan menganggap penyelidikan tersebut sebagai pemeriksaan khusus. Kabar itu bisa menyebar ke bagian lain sebelum dia memperoleh informasi yang dibutuhkan.
Dengan meminta seluruh daftar pengembalian, dia memperoleh alasan yang wajar untuk meneliti prosedur umum.
Sekaligus, dia bisa melihat apakah kejanggalan yang ditemukan sebelumnya memang khusus atau hanya bagian dari kebiasaan administrasi yang buruk.
Paman Fu menatap tujuh buku yang menumpuk di meja.
“Kalau kita memeriksa semuanya, ini bisa memakan waktu beberapa hari.”
“Kalau kita memeriksa semuanya tanpa metode, bahkan tujuh hari belum tentu cukup.”
Gu Chenxiao membuka buku pertama.
“Pisahkan berdasarkan empat kategori: tugas dikembalikan kepada pemilik dokumen, tugas dikembalikan kepada penyusun, tugas dialihkan kepada bagian lain, dan tugas yang dibuka kembali setelah pengembalian.”
Han Yu segera mengambil lembar pencatatan.
“Bagaimana dengan tugas yang kategorinya tidak jelas?”
“Masukkan ke kelompok tersendiri.”
“Bukankah itu akan memperlambat pemeriksaan?”
“Justru itulah kelompok yang paling menarik.”
Gu Chenxiao mulai membaca.
Dia tidak mencari nama terlebih dahulu. Dia mencari pola.
Pengembalian Bukan Penyelesaian
Dalam prosedur keluarga Gu, sebuah tugas dapat dikembalikan karena beberapa alasan.
Dasar administrasi tidak lengkap.
Lampiran tidak sesuai.
Wewenang pengesah belum jelas.
Atau ruang lingkup pekerjaan perlu diperbaiki.
Pengembalian semacam itu tidak menghapus tugas sebelumnya. Catatan awal tetap disimpan, sementara pihak yang menerima pengembalian harus menentukan apakah pekerjaan akan dilengkapi, diajukan ulang, dialihkan, atau dibatalkan secara resmi.
Secara teori, sistem ini cukup baik.
Masalah muncul ketika orang-orang yang mengoperasikannya mulai mengandalkan kebiasaan alih-alih aturan.
Pada beberapa halaman, Gu Chenxiao menemukan tugas yang dikembalikan kepada penyusun, tetapi tidak memiliki catatan bahwa penyusun menerima pengembalian tersebut.
Pada halaman lain, sebuah pekerjaan tercatat selesai meskipun lampiran terakhir baru diterima tiga hari setelah tanggal penyelesaian.
Dua kejanggalan itu tidak otomatis menunjukkan pelanggaran. Keterlambatan pencatatan bisa menjelaskan keduanya.
Namun, pola tersebut memberi Gu Chenxiao satu informasi penting: status tugas dalam indeks tidak selalu sama dengan keadaan pekerjaan yang sebenarnya.
Dia menulis kalimat itu di sudut kertas.
Kemudian dia menambahkan:
Periksa catatan penerimaan dan penutupan secara terpisah.
Paman Fu, yang membaca catatan tersebut dari samping, berkata, “Kalau begitu, daftar tugas saja tidak cukup.”
“Tidak pernah cukup.”
“Bahkan jika statusnya sudah selesai?”
“Terutama jika statusnya sudah selesai, tetapi dokumen pendukungnya tidak lengkap.”
Gu Chenxiao membalik halaman.
“Status adalah klaim administrasi. Kita perlu menemukan catatan yang membuat klaim itu sah.”
Mereka melanjutkan pemeriksaan hingga matahari naik cukup tinggi.
Dari ratusan catatan, mereka menemukan empat puluh tiga tugas yang dikembalikan karena dasar administrasinya tidak lengkap.
Sebelas di antaranya kemudian diajukan ulang.
Enam menggunakan nomor baru.
Lima menggunakan nomor lama dengan tambahan kode lanjutan.
Tidak ada yang langsung membuktikan bahwa sistem telah disalahgunakan.
Akan tetapi, hasil itu membantah satu dugaan awal mereka: penggunaan nomor baru setelah pengembalian bukanlah sesuatu yang mustahil atau selalu melanggar prosedur.
Gu Chenxiao tidak kecewa.
Dia mencoret satu kemungkinan dari daftar hipotesisnya.
“Setidaknya, sekarang kita tahu bahwa nomor baru tidak cukup untuk membedakan pekerjaan baru dari pekerjaan lanjutan,” kata Han Yu.
“Lebih tepatnya,” jawab Gu Chenxiao, “nomor baru tidak cukup jika berdiri sendiri. Kita masih perlu melihat apakah catatan pengajuan ulang diwajibkan untuk mencantumkan nomor tugas sebelumnya.”
Dia membuka buku pedoman revisi.
Aturannya ternyata lebih rinci daripada yang mereka temukan sehari sebelumnya.
Tugas yang diajukan ulang setelah dikembalikan boleh menerima nomor baru apabila ruang lingkup atau dasar administrasinya berubah secara material.
Namun, catatan pengajuan ulang harus menyertakan nomor tugas sebelumnya.
Jika ruang lingkupnya tidak berubah, tugas harus menggunakan kode lanjutan atau mencantumkan rujukan silang yang jelas.
Han Yu segera memeriksa tiga tugas aset wilayah barat yang mereka miliki.
Xu Ren: nomor tugas baru, tanpa catatan penyelesaian.
Fang De: nomor tugas baru, dikembalikan karena dasar administrasi tidak lengkap.
Tugas peninjauan daftar bangunan: nomor tugas baru, dengan catatan penyelesaian lengkap.
“Pada tugas Fang De, kita belum tahu apakah ruang lingkupnya berubah secara material,” ujar Han Yu.
“Benar.”
“Jadi, kita belum bisa mengatakan bahwa ketiadaan nomor rujukan merupakan pelanggaran.”
“Benar.”
Gu Chenxiao meletakkan pena.
“Tetapi sekarang kita punya pertanyaan yang dapat dijawab. Apakah ruang lingkup tugas Fang De benar-benar berbeda dari tugas Xu Ren?”
Dua Pekerjaan, Satu Tujuan?
Menjelang siang, Gu Chenxiao meminta dokumen lengkap tentang tugas Fang De.
Bukan hanya lembar indeks, melainkan permintaan awal, dasar penugasan, catatan pengembalian, serta dokumen yang dipakai untuk menilai apakah pekerjaan tersebut layak diterima.
Permintaan itu memerlukan persetujuan bagian administrasi karena sebagian dokumen termasuk arsip internal.
Sambil menunggu, dia meminta Han Yu membuat perbandingan sementara berdasarkan deskripsi tugas.
Tugas Xu Ren berbunyi:
Penyusunan keputusan penilaian aset wilayah barat.
Tugas Fang De berbunyi:
Peninjauan administrasi aset wilayah barat.
Perbedaan itu tampak sederhana, tetapi memiliki makna yang mungkin besar.
Penyusunan keputusan berarti menghasilkan dokumen keputusan berdasarkan penilaian yang sudah tersedia.
Peninjauan administrasi berarti memeriksa apakah dasar dan kelengkapan dokumen cukup untuk melanjutkan proses.
Keduanya dapat berkaitan, tetapi tidak harus merupakan pekerjaan yang sama.
“Jika Xu Ren diminta menyusun keputusan, mengapa Fang De kemudian ditugaskan meninjau administrasi?” tanya Paman Fu.
“Setidaknya ada tiga kemungkinan.”
Gu Chenxiao mengangkat satu jari.
“Pertama, pekerjaan Xu Ren belum selesai, lalu seseorang menyadari bahwa dasar administrasinya tidak cukup. Fang De kemudian ditugaskan memeriksa kekurangan itu.”
Jari kedua terangkat.
“Kedua, kedua tugas memang terpisah. Satu berkaitan dengan penyusunan keputusan, yang lain dengan pemeriksaan administrasi yang lebih luas.”
Jari ketiga.
“Ketiga, seseorang menggunakan uraian tugas yang berbeda untuk menghindari hubungan pencatatan antara dua pekerjaan.”
Paman Fu mengamati ketiga jari tersebut.
“Mana yang paling mungkin?”
“Belum ada dasar untuk menentukan.”
“Kalau begitu, apa gunanya membuat daftar kemungkinan?”
“Supaya kita tahu bukti apa yang harus dicari.”
Gu Chenxiao menunjuk kemungkinan pertama.
“Jika ini satu rangkaian pekerjaan, kita perlu menemukan dokumen yang menunjukkan kekurangan pada tugas Xu Ren dan alasan penunjukan Fang De.”
Kemudian kemungkinan kedua.
“Jika keduanya terpisah, ruang lingkup dan dasar penugasannya seharusnya berbeda.”
Terakhir, kemungkinan ketiga.
“Jika seseorang sengaja memisahkan pencatatan, kita perlu menemukan bukti bahwa orang tersebut mengetahui hubungan kedua tugas, lalu mengambil tindakan yang menyimpang dari prosedur.”
Dia menatap Paman Fu.
“Perhatikan perbedaannya. Kita tidak mencari bukti yang sekadar cocok dengan dugaan. Kita mencari bukti yang dapat membedakan satu dugaan dari dugaan lainnya.”
Paman Fu mengangguk perlahan.
Di usia sembilan belas tahun, Gu Chenxiao masih berada di tingkat menengah Pembangunan Fondasi. Dalam pertarungan langsung melawan kultivator yang jauh lebih kuat, tubuhnya tidak akan mendadak menjadi lebih tangguh hanya karena pikirannya tajam.
Namun, dalam ruangan yang dipenuhi dokumen, kelemahan fisik itu tidak terlalu berarti.
Di sini, keunggulannya terletak pada kemampuannya menolak kesimpulan yang terlalu cepat.
Dan itu jauh lebih langka daripada kecerdasan biasa.
Petugas yang Tidak Mengingat
Dokumen Fang De tiba pada sore hari.
Ada enam lembar.
Lembar pertama berisi dasar penugasan. Lembar kedua memuat ruang lingkup pemeriksaan. Lembar ketiga merupakan daftar kekurangan administrasi. Lembar keempat mencatat pengembalian tugas. Dua lembar terakhir adalah lampiran mengenai dokumen pendukung yang belum tersedia.
Gu Chenxiao membaca semuanya tanpa berbicara.
Tugas Fang De ternyata diajukan setelah bagian administrasi menemukan bahwa sejumlah dokumen penilaian aset wilayah barat tidak memiliki rujukan pendukung yang lengkap.
Tujuannya adalah memeriksa apakah dokumen-dokumen tersebut masih dapat digunakan sebagai dasar administrasi.
Salah satu lampiran menyebut adanya perbedaan antara daftar penilaian dan daftar dokumen pendukung.
Namun, lampiran itu tidak mencantumkan nama Xu Ren.
Tidak ada pula nomor tugas Xu Ren.
Tugas Fang De dikembalikan karena dokumen pendukung yang dibutuhkan belum ditemukan. Tidak ada catatan bahwa tugas tersebut kemudian dilanjutkan.
“Ini lebih dekat dengan pekerjaan Xu Ren daripada yang kita ketahui sebelumnya,” kata Han Yu.
“Lebih dekat bukan berarti sama.”
Gu Chenxiao menunjuk bagian tujuan tugas.
“Xu Ren diminta menyusun keputusan berdasarkan penilaian aset. Fang De diminta memeriksa apakah dasar administrasinya memadai. Keduanya berada dalam satu jalur proses yang mungkin sama, tetapi satu tidak otomatis merupakan kelanjutan dari yang lain.”
Paman Fu membaca lampiran terakhir.
“Dokumen yang hilang itu mungkin merupakan lampiran pemeriksaan aset wilayah barat.”
“Mungkin.”
“Kalau benar, kita akhirnya menemukan hubungan antara tugas-tugas ini.”
“Tidak. Kita menemukan alasan mengapa tugas Fang De mungkin membutuhkan dokumen yang sedang kita cari.”
Gu Chenxiao mengambil lembar kosong dan menulis:
Hubungan yang mungkin: kekurangan dasar administrasi.
Di bawahnya, dia menambahkan:
Belum diketahui apakah dokumen yang hilang sama dengan lampiran pemeriksaan aset wilayah barat yang ditemukan di bundel lama.
Dia tidak mengizinkan kata-kata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih tegas.
Sebuah laporan yang tidak lengkap dapat menyebabkan keputusan tertunda. Sebuah keputusan tertunda dapat membuat tugas lain tidak dapat diselesaikan. Dan dokumen yang tidak ditemukan dapat menjelaskan mengapa seseorang mengembalikan pekerjaan.
Rangkaian itu masuk akal.
Tetapi rangkaian yang masuk akal belum tentu merupakan rangkaian yang benar-benar terjadi.
Gu Chenxiao meminta Paman Fu mencari nama petugas yang menyerahkan lampiran kepada Fang De, sementara Han Yu menelusuri daftar dokumen yang dirujuk dalam pengembalian tersebut.
Mereka mungkin menemukan orang yang sama.
Mereka mungkin menemukan dua jalur administrasi berbeda.
Kedua hasil itu berguna.
Tamu yang Datang Membawa Jawaban
Malam hampir tiba ketika seseorang meminta bertemu Gu Chenxiao.
Namanya Gu Liang.
Pegawai administrasi yang sehari sebelumnya meminta salinan wawancara Zhou Shiming.
Dia datang sendirian, membawa map tipis yang disegel dengan cap bagian administrasi internal.
Paman Fu berdiri di samping pintu ketika Gu Liang masuk.
“Pewaris Muda,” katanya sambil membungkuk, “saya datang untuk menjelaskan permintaan dokumen yang saya ajukan.”
Gu Chenxiao mempersilakannya duduk.
“Silakan.”
Gu Liang membuka map dan mengeluarkan satu lembar formulir.
“Saya sedang memeriksa kelengkapan dokumen terkait pemindahan arsip lama. Dalam daftar pemeriksaan, terdapat catatan bahwa wawancara Zhou Shiming dibuat setelah ditemukan ketidaksesuaian dalam riwayat pemindahan kotak arsip.”
“Lalu?”
“Saya ingin memastikan apakah wawancara tersebut termasuk dokumen pendukung yang harus disimpan bersama catatan pemindahan.”
“Siapa yang menugaskan Anda memeriksa itu?”
“Kepala pencatatan administrasi. Pemeriksaan ini bagian dari penataan dokumen lama.”
Gu Chenxiao memandang formulir itu.
“Apakah ada daftar tugas tertulis?”
“Ada.”
“Bolehkah aku melihatnya?”
Gu Liang menyerahkan lembar kedua.
Gu Chenxiao membacanya. Tugas tersebut memang tercatat, tetapi uraian pekerjaannya bersifat umum: pemeriksaan kelengkapan arsip hasil audit internal.
Tidak ada nama Zhou Shiming.
Tidak ada penyebutan aset wilayah barat.
Tidak ada pula instruksi khusus untuk mengambil salinan wawancara.
“Siapa yang menambahkan wawancara Zhou ke dalam daftar dokumen yang Anda periksa?”
Gu Liang menjawab setelah jeda singkat.
“Dokumen itu muncul dalam daftar silang yang saya terima dari bagian pencatatan.”
“Siapa yang membuat daftar silang tersebut?”
“Saya tidak tahu, Pewaris Muda. Saya hanya menerima salinannya bersama daftar pekerjaan.”
Gu Chenxiao menatap wajahnya.
Gu Liang tidak tampak ketakutan. Namun, ketenangannya tidak cukup untuk membuktikan bahwa dia jujur. Orang yang sedang menjalankan tugas biasa juga bisa gugup ketika berhadapan dengan pewaris keluarga.
Sebaliknya, orang yang menyembunyikan sesuatu bisa mempersiapkan jawabannya dengan baik.
Gu Chenxiao tidak mencoba membaca pikirannya.
Dia memeriksa dokumennya.
“Apakah Anda menyimpan salinan daftar silang itu?”
“Tidak. Saya mengembalikannya bersama dokumen pekerjaan.”
“Apakah Anda ingat nomor registrasinya?”
Gu Liang menyebutkan sebuah nomor.
Han Yu, yang berdiri di belakang meja, segera mencatatnya.
Gu Chenxiao kemudian menutup map.
“Permintaan salinan wawancara Anda dikembalikan karena dasar kewenangan belum lengkap. Jika memang diperlukan untuk pekerjaan Anda, ajukan kembali melalui jalur yang benar.”
“Baik.”
“Dan satu hal lagi. Jangan menganggap bahwa karena suatu dokumen muncul dalam daftar silang, Anda otomatis berhak memperoleh salinannya. Daftar itu hanya menunjukkan kemungkinan relevansi, bukan kewenangan akses.”
Gu Liang membungkuk.
“Saya mengerti.”
Setelah dia pergi, Paman Fu menutup pintu.
“Apakah dia berbohong?”
Gu Chenxiao tidak menjawab langsung.
Dia meminta Han Yu memeriksa nomor registrasi yang disebutkan Gu Liang.
Beberapa saat kemudian, hasil pemeriksaan tiba.
Nomor itu terdaftar sebagai bagian dari sebuah indeks yang dibuat untuk penataan arsip hasil audit internal. Indeks tersebut memang mencantumkan wawancara Zhou Shiming.
Namun, pembuat indeks bukan Gu Liang.
Indeks itu disusun oleh bagian pencatatan pusat, lalu dikirim kepada beberapa unit administrasi untuk pemeriksaan kelengkapan.
Gu Liang ternyata memiliki alasan administratif yang masuk akal untuk melihat daftar tersebut.
Akan tetapi, alasan itu tidak menjawab pertanyaan paling penting.
Mengapa wawancara Zhou Shiming masuk dalam daftar silang yang menghubungkan arsip hasil audit dengan dokumen penataan lama?
Jawabannya mungkin sederhana: karena wawancara itu memang bagian dari arsip audit.
Atau mungkin ada seseorang yang ingin memastikan dokumen tersebut ditemukan.
Gu Chenxiao menyimpan hasil pemeriksaan itu.
“Jangan ganggu Gu Liang lagi,” katanya.
Paman Fu tampak sedikit terkejut.
“Bukankah kita harus mencari tahu apakah dia menerima instruksi dari orang lain?”
“Kita sudah tahu dia menerima daftar silang dari bagian pencatatan pusat. Sekarang kita periksa asal daftar itu.”
“Kalau dia hanya perantara?”
“Kalau begitu, dia tidak berguna untuk saat ini.”
Gu Chenxiao mengetuk meja dengan ujung jarinya.
“Orang yang membawa informasi tidak selalu orang yang menciptakannya. Jangan membuang waktu mengejar pembawa pesan ketika kita sudah memiliki jalur menuju sumbernya.”
Sebuah Nama di Kolom Penyusun
Malam itu, Gu Chenxiao menerima salinan halaman pertama indeks silang.
Halaman tersebut mencantumkan tiga nama:
Penyusun: He Zong.
Pemeriksa: seorang petugas pencatatan pusat yang namanya tidak berkaitan dengan penyelidikan sebelumnya.
Pengesah: pejabat administrasi yang menandatangani keseluruhan indeks.
Gu Chenxiao menatap nama He Zong cukup lama.
Supervisor pencatatan aset wilayah barat itu pernah bereaksi ketika mendengar penyebutan lampiran pemeriksaan aset. Dia juga pernah menyarankan agar nomor kategori lama dan baru diperiksa dengan teliti.
Sekarang namanya muncul sebagai penyusun indeks yang memuat wawancara Zhou Shiming.
Itu adalah hubungan baru.
Namun, hubungan tersebut tidak membuktikan bahwa He Zong sengaja memasukkan wawancara itu. Sebagai supervisor pencatatan aset wilayah barat, dia mungkin memang bertanggung jawab menyusun sebagian indeks yang diperlukan untuk penataan arsip.
Bahkan jika dia sengaja memasukkan wawancara tersebut, alasannya belum diketahui.
Dia bisa saja membantu audit.
Dia bisa saja memastikan dokumen yang relevan tidak terlewat.
Atau dia bisa saja ingin melihat siapa yang tertarik pada catatan pemindahan arsip.
Gu Chenxiao menutup mata sejenak, menyusun kemungkinan-kemungkinan itu di dalam pikirannya.
Lalu dia tersenyum.
Bukan karena telah menemukan pelaku.
Melainkan karena penyelidikan akhirnya menghasilkan sesuatu yang lebih berharga daripada kecurigaan: sebuah jalur pencatatan yang dapat diperiksa dari awal hingga akhir.
“Besok,” katanya, “kita cari versi asli indeks itu.”
Paman Fu bertanya, “Mengapa bukan langsung menemui He Zong?”
“Karena jika kita menemuinya sekarang, kita hanya akan memperoleh penjelasan dari orang yang namanya tercantum di dokumen.”
“Dan itu belum cukup?”
“Penjelasan seseorang adalah satu sumber informasi. Catatan yang dibuat sebelum orang itu tahu bahwa kita akan bertanya merupakan sumber yang berbeda.”
Dia berdiri dan mengambil mantel luarnya.
“Cari tanggal penyusunan indeks, nomor surat pengantar, dan daftar penerima awal. Periksa apakah ada perubahan antara versi pertama dan versi yang diterima Gu Liang.”
Paman Fu mengangguk.
“Jika semua versi sama?”
“Kita mengurangi satu kemungkinan.”
“Jika berbeda?”
Gu Chenxiao menatapnya dengan mata tenang.
“Barulah kita bertanya siapa yang mengubahnya, kapan perubahan itu terjadi, dan apakah perubahan tersebut memiliki alasan yang sah.”
Di luar, lonceng malam berbunyi satu kali.
Penyelidikan mereka belum mendekati jawaban akhir. Gudang nomor tujuh masih menyimpan rahasianya, lampiran pemeriksaan aset wilayah barat belum ditemukan secara utuh, dan keputusan penghapusan tetap menjadi lubang di tengah rangkaian dokumen.
Namun, satu hal mulai terlihat jelas.
Masalah ini tidak hanya berkaitan dengan dokumen yang hilang.
Masalahnya juga berkaitan dengan bagaimana dokumen yang berbeda dapat disatukan, dipisahkan, dan diberi status resmi.
Seseorang tidak perlu menghancurkan seluruh arsip untuk mengubah sejarah administrasi.
Kadang-kadang, cukup dengan memastikan bahwa dua catatan yang seharusnya saling merujuk tidak pernah bertemu dalam indeks yang sama.
Gu Chenxiao belum tahu siapa yang memahami kelemahan itu.
Tetapi mulai malam ini, dia tidak lagi hanya mencari dokumen yang hilang.
Dia mencari tangan yang mengatur hubungan di antara dokumen-dokumen yang masih ada.
Dan ketika tangan itu akhirnya ditemukan, dia tidak berniat langsung memotongnya.
Jika tangan tersebut dapat membawanya menuju sesuatu yang lebih besar, Gu Chenxiao akan membiarkannya bergerak.
Untuk sementara.
Bersambung — Bab 26: Indeks Asli