Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18: Tebasan Pemutus Takdir & Kotak Kepala untuk Sekte
Teknik Pedang Terbang — Naga Api Menelan Langit!"
Liu Zhen membentuk segel tangan dengan kedua jarinya. Pedang Terbang Api Merah miliknya melesat di udara dengan kecepatan suara, berubah wujud menjadi seekor naga api sepanjang tiga tombak yang menerjang lurus ke arah dada Lin Xuan dengan suhu panas yang melelehkan ubin batu halaman!
Inilah keunggulan mutlak kultivator Ranah Pembangunan Fondasi: mengubah Qi gas menjadi Qi cair dan mengendalikan senjata terbang dari jarak jauh dengan daya hancur berlipat ganda!
"Mati kau, bajingan bertopeng!" teriak Liu Haoran dari belakang teras dengan mata berbinar penuh harapan.
Namun di bawah terpaan cahaya api merah itu, Lin Xuan justru melangkah maju satu tindak.
"Pembangunan Fondasi Awal yang ditempa menggunakan pil murahan sepertimu... bahkan tidak lebih kuat dari Buaya Naga Buta yang kubunuh kemarin!"
Di dalam tubuh Lin Xuan, dua belas Meridian Dewa Purba di sisi kanan dan dua belas Meridian Iblis Primordial di sisi kiri berputar serempak hingga mengeluarkan suara gemuruh bagaikan guntur bawah tanah!
BZZZZT—KLING!
Bilah Pedang Pemutus Takdir di tangan Lin Xuan menyala dengan cahaya emas dan hitam yang berpilin membentuk pusaran senja. Lin Xuan melompat maju menembus gelombang panas dan menebaskan pedangnya tepat ke kepala Naga Api tersebut!
CRAAAAASH!
Terjadi benturan dahsyat yang meruntuhkan seluruh atap teras aula utama!
Di tengah tatapan tak percaya Liu Zhen, Naga Api kebanggaannya langsung terbelah menjadi dua dari kepala hingga ekor! Lebih mengerikan lagi, ketika bilah Pedang Pemutus Takdir menghantam langsung Pedang Terbang Api Merah milik Liu Zhen—
KRAAAK—PYAAAR!
Artefak Roh Tingkat Tinggi milik Liu Zhen itu retak dan patah menjadi tiga potong oleh ketajaman logam bintang Pedang Pemutus Takdir!
"PUH!"
Karena ikatan spiritualnya dengan pedang terbangnya hancur, Liu Zhen memuntahkan seteguk darah segar dan tubuhnya terhuyung mundur tiga langkah!
Namun belum sempat Liu Zhen mengatur napasnya, bayangan hitam Lin Xuan telah melesat menembus pecahan pedang di udara menggunakan Langkah Bayangan Senja!
Tidak—! Perisai Qi Api Pelindung Tubuh!" Liu Zhen dengan panik mengerahkan seluruh sisa Qi cair di Dantiannya untuk membentuk kubah perisai api setebal satu kaki di depan dadanya.
"Jari Peremuk Dewa! Cakar Pembelah Iblis!"
SRAAAK—DOOOOM!
Cakar hitam di tangan kiri Lin Xuan merobek kubah perisai Qi cair milik Liu Zhen bagaikan merobek kain lapuk, dan pada detik berikutnya, bilah Pedang Pemutus Takdir di tangan kanan Lin Xuan menembus bahu kanan Liu Zhen dan memakukannya hidup-hidup ke tiang batu aula!
"AAAAARGHHH!"
Liu Zhen menjerit melolong saat energi Api Abu Senja dari pedang Lin Xuan langsung mengalir masuk dan membakar habis seluruh Qi di dalam Dantian Pembangunan Fondasinya!
Sementara itu, di sudut teras, Liu Haoran yang melihat pamannya—kultivator Pembangunan Fondasi yang selama ini ia banggakan—dikalahkan dan ditusuk bagai ayam potong hanya dalam dua jurus, langsung jatuh terduduk dengan celana basah karena ketakutan luar biasa!
Lin Xuan berjalan perlahan di depan Liu Zhen yang tergantung tak berdaya di tiang batu. Di halaman yang telah sunyi karena seluruh penjaga lainnya telah tewas atau kabur, Lin Xuan mengangkat tangan kirinya dan membuka sedikit Topeng Perunggu Rubah Malam-nya di hadapan wajah Liu Zhen dan Liu Haoran.
Cahaya bulan menyinari wajah tampan yang dingin dan sepasang mata yang tak akan pernah bisa mereka lupakan.
"Kau... KAU?!" bola mata Liu Zhen dan Liu Haoran nyaris melompat keluar dari rongganya, tubuh mereka berdua menggigil hebat seolah melihat hantu paling mengerikan dari neraka! "Lin... Lin Xuan?! Kau... bukankah Akar Spiritualmu sudah dicabut oleh Ketua Sekte Gu dan tubuhmu sudah dilempar ke dasar Jurang Tulang Iblis oleh Ruyan dan Gu Changge?!"
"Benar," sahut Lin Xuan tenang sambil memasang kembali topeng perunggunya. "Dan racun Bubuk Pelumpuh Jiwa Sembilan Hari yang dicampurkan Liu Ruyan ke dalam supku malam itu... kaulah yang membelinya di Kota Kabut Hitam ini, bukan?"
"Ampun... Lin Xuan, ampuni kami!" Liu Zhen menangis darah ketakutan. "Itu semua ide Gu Changge dan Ruyan! Aku hanya disuruh mencarikan racunnya! Kalau kau mengampuni nyawaku, seluruh harta Klan Liu di kota ini akan kuserahkan padamu!"
"Harta Klan Liu memang sudah menjadi milikku malam ini," ujar Lin Xuan dingin. "Sedangkan nyawa kalian... adalah bunga pertama dari hutang darah yang harus dibayar Liu Ruyan dan Sekte Pedang Awan Biru!"
SWING! SWING!
Kilatan cahaya senja berkelebat dua kali.
Kilatan cahaya senja berkelebat dua kali.
Teriakan Liu Zhen dan Liu Haoran terputus seketika saat kepala keduanya terpenggal jatuh ke lantai!
Lin Xuan mengosongkan seluruh brankas rahasia Kediaman Klan Liu—mendapatkan lebih dari delapan ribu keping Batu Spiritual Tingkat Rendah, puluhan gulungan teknik dan tanaman obat—lalu memanggil Lentera Abu Senja untuk memurnikan esensi Qi Pembangunan Fondasi dari jasad Liu Zhen menjadi sebutir Pil Esensi Fondasi Darah yang sangat berharga!
Sebelum meninggalkan kediaman yang mulai terbakar oleh api tersebut, Lin Xuan memasukkan kepala Liu Zhen dan Liu Haoran ke dalam sebuah kotak kayu berlapis es pengawet, serta menulis sebaris kalimat dengan darah di atas tutup kotaknya:
"Hadiah pertama untuk Gu Changge dan Liu Ruyan. Sampai jumpa di Puncak Awan Biru."
kalo bisa alur ceritax dibuat liku2 jgn baru 100 chapter sudah sampai di alam atas...buat panjang ceritax....