NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:602.6k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7 Kembali kabur

Jantung Clara berpacu makin liar di dalam rongga dadanya, seolah hendak melompat memecahkan tulang rusuknya. Ia merapatkan tubuhnya di balik tiang penyangga yang kokoh. Napasnya tertahan dan matanya tak berkedip menatap sosok tegap yang selama lima tahun ini selalu menjadi bayang-bayang di setiap mimpinya.

Ada rasa akrab yang menjalar cepat di sekujur tubuhnya. Postur tubuh yang tegap, cara pria itu memancarkan aura dominan, hingga sorot mata abu-abu yang tajam, semua terasa begitu identik dengan sosok yang mendekapnya di malam panjang lima tahun silam.

"Apakah mungkin... dia pria yang sama?" tanya Clara dalam hati, pikirannya mulai berputar kacau. "Atau hanya orang asing lain yang kebetulan memiliki kemiripan fisik? Atau... ini cuma halusinasiku saja?!"

Namun, keraguan itu segera berubah menjadi teguran keras pada dirinya sendiri. Clara menggeleng pelan di balik persembunyiannya, menggigit bibir bawahnya untuk menepis pemikiran konyol itu.

"Sadar, Clara! Kalaupun dia pria yang sama, memangnya apa yang akan kamu lakukan?" cecar batinnya tajam, berusaha menenangkan detak jantungnya.

"Apa kamu akan meminta pertanggungjawabannya setelah lima tahun berlalu? Bukankah kamu sudah berjanji malam itu, apa pun yang terjadi, kamu tidak akan menuntut apa pun darinya? Apa kamu mau menjilat ludahmu sendiri?" jerit batinnya mengikatkan.

Ia menarik napas panjang, berusaha menguatkan kembali hatinya yang sempat goyah.

"Lagipula ini sudah lima tahun," lanjutnya dalam hati dengan rasa getir yang meremas dada.

"Pria setampan dan seberkuasa dia... mana mungkin tidak punya kekasih? Bahkan mungkin dia sudah punya istri dan anak. Jika tiba-tiba kamu muncul, dia pasti mengira kamu wanita pemeras harta, atau lebih buruk lagi: wanita gila! Jangan mempermalukan dirimu sendiri, Clara. Cukup fokus saja menjadi pelindung untuk Ken dan Key!"

Namun, saat ia masih tenggelam dalam keresahan, samar-samar sebuah suara bariton yang berat dan dingin tertangkap oleh pendengarannya. Clara menajamkan telinga.

"Kau lihat anak kembar tadi? Yang berambut pirang, bermata abu-abu... dan wanita yang menggandengnya? Cari tahu siapa mereka. Aku ingin laporan lengkap secepatnya. Jangan sampai ada satu detail pun yang terlewat."

Darah Clara seketika berdesir hebat. Seluruh bulu kuduknya meremang mendengar nada perintah yang begitu kalkulatif dan mengancam itu.

"Menyelidiki? Dia ingin menyelidiki anak-anakku dan Ketty?! Untuk apa?!" jerit hatinya panik. Imajinasi buruk mulai berlarian liar di kepalanya.

Pandangannya menatap kembali sosok pria yang berdiri berwibawa di ujung lorong itu.

Namun di mata Clara saat ini, aura kemewahan itu mendadak berubah menjadi topeng monster yang menakutkan. Kenangan buruk masa lalunya kembali menyerang.

"Dulu keluarga Smith mau menjualku demi uang. Jangan-jangan... pria itu komplotan sindikat perdagangan manusia kelas atas yang menyamar?!" serunya dalam hati, napasnya mulai memburu.

"Pasti dia mengincar anak-anakku karena genetik mereka terlihat langka dan cerdas! Dia pasti mafia yang mau menculik anak-anakku! Dasar manusia berhati iblis!"

Kepanikan itu kian membulatkan keputusan besarnya.

"Kota ini sudah tidak aman! Aku tidak boleh tinggal lebih lama di sini sedetik pun. Aku tidak akan membiarkan masa laluku terulang pada anak-anakku!"

Di sisi lain lorong, Alexio masih berdiri mematung. Ada tarikan magnet tak kasat mata yang memintanya bertahan di sana, seolah ada kepingan jiwanya yang tertinggal di gedung ini, tanpa menyadari bahwa pemilik kepingan jiwa itu sedang mengawasinya dengan ketakutan luar biasa.

Tanpa membuang waktu, Clara berbalik dengan setengah berlari menyusul arah perginya Ketty dan si kembar.

Di sudut ruang pameran yang lain, Ketty sedang duduk di bangku panjang, menemani Ken dan Key yang asyik menyesap permen lolipop di tangan mungil mereka.

"Bunda, secara logis, kenapa Papa tidak ikut kita pulang ke rumah?" tanya Ken dengan dahi berkerut kecewa. Kacamata kecilnya kembali melorot ke pangkal hidung. Ia menatap pintu keluar tempat Alexio menghilang dengan pandangan analitis yang tak biasa untuk anak balita.

Key mengangguk semangat, bibirnya mengerucut cemberut. "Iya! Papa bertindak tidak efisien sekali! Padahal Key belum sempat meminta dokumentasi visual untuk dikirim ke grup Caca dan Onci! Biar mereka tahu Key punya Papa dengan simetri wajah yang sangat tampan! Mereka pasti iri melihat validitas genetik kita!"

Ketty tertawa kecil sambil mengelus kepala keduanya, meski di dalam hati rasa penasaran makin merayap tajam. Ia masih ingat betul sorot mata Alexio saat menatap si kembar, itu bukan sekadar tatapan orang asing. Ada rasa rindu, syok, dan posesif yang sangat mendalam. Dan yang tak bisa dipungkiri... kemiripan fitur wajah mereka bertiga memang gila-gilaan.

"Bunda kan sudah bilang, pria itu bukan Papa kalian, Sayang. Kalau dia Papa kalian, probabilitasnya dia pasti akan langsung mengenali kalian dan ikut pulang, kan?" ujar Ketty, meminjam gaya bahasa si kembar untuk meyakinkan mereka.

"Hipotesis Bunda tidak valid!" bantah Ken serius, menegakkan punggung kecilnya. "Analisis dataku memiliki tingkat akurasi 99 persen! Pigmentasi mata kita sama, struktur tulang hidungnya identik, bahkan postur berdirinya persis seperti gestur tubuhku kalau sedang mengintimidasi lawan! Dia pasti Papa!"

Ketty tertegun tak berkutik menghadapi argumen ilmiah balita itu. Belum sempat ia mencari celah untuk membalas, Clara muncul dengan wajah seputih kertas dan napas tersengal. Sorot matanya memancarkan ketegangan yang nyata.

"Mama!" seru keduanya serempak, langsung melompat dari bangku dan berlari menerjang masuk ke dalam pelukan sang ibu.

Clara mendekap mereka sangat erat, seolah takut si kembar akan menguap di udara. "Maaf ya, Sayang, Mama lama. Kalian tidak apa-apa, kan? Tidak ada orang aneh yang mendekati kalian?"

"Tentu tidak, Ma. Sistem pertahanan kami cukup kuat bersandar pada Bunda," jawab Ken tersenyum lebar menenangkan ibunya.

"Syukurlah! Kalau begitu kita langsung pulang sekarang, ya. Rencana berubah, kita percepat pengepakan. Kita harus segera terbang ke Indonesia secepat mungkin!"

"Dimengerti, Kapten!" seru keduanya penuh semangat.

Clara beralih menatap Ketty dengan pandangan penuh arti, memberi isyarat bahwa ada ancaman besar yang mendekat dan mereka harus segera angkat kaki dari sana.

Ketty yang sangat peka langsung mengerti. Wajahnya seketika berubah waspada. Ia mengangguk pelan, lalu berdiri seraya merapikan mantel Key.

"Baiklah, ayo kita selesaikan misi ini dan berbenah untuk perjalanan panjang kita!

"Let's go!" seru Ketty seraya menggandeng tangan Ken dan Key.

Saat melangkah melewati pintu utama gedung pameran, Clara menoleh ke belakang sekali lagi.

Lorong itu kini telah lengang. Ia mengembuskan napas lega, namun radar kewaspadaannya tetap menyala penuh, bersiap membawa lari dua harta paling berharga dalam hidupnya menuju belahan bumi yang lain.

Bersambung ...

 

1
Tatiw
org dewasa ny pda bodoh si clara dan ketty bisa ny cuma panik pinteran bocil 🤭
Tatiw
jgn ada yg ganggu kebahagiaan clara suami dan twins.. semoga gk ada ulet keket penghancur rumah tangga org😭
C2nunik987
suka sama semua karakter tokoh di novel ini terutama ma kerja sama keluarga kecil papa Xio dan cara dia bangun kerajaan yg tak tersentuh oleh lawan manapun ....cerita hdp Clara yg happy ending di cintai ugal ugalan sama suami tampan yg cerdas 🫰😍🙏♥️
C2nunik987
keren sukaaaa keluarga papa Xio dan uncle Reno akhirnya bahagia dgn segala macam ujian dan keharmonisan pasangan yg absolut 😅😅😍😍
C2nunik987
selamat iahhh uncle Reno dan bund Ketty sbntr lagi juga punya baby 😍😍
C2nunik987
karena mereka semua kerja sama nya bgs antara feeling dan logika jalan blm di support 2 bocil ajaib punya papa Xio 😍😍😂😂
C2nunik987
keren bgt kecebong papa Xio ....jd penasaran kehebatan Kael dan Klarine nanti saat udh umur 3thn keatas 😍😍😂😂
C2nunik987
anak bayik premium Klarine jgn bikin kakak key deg degan iahhh ma kecerdasan mu kelak ....hrs sayang ma kak Key dan kak Ken 😅😅😅
C2nunik987
anak bayik berteman ma luchifer kuda kesayangan papa Xio ....perkenalan boss kecil ma kuda nya papa 😂😂😍😍
C2nunik987
ini novel luar biasa ....balita mau home schooling....anak anak bocil papa Xio memang beda ma yg lain 😅😅😅
C2nunik987
papa Xio udh punya harta paling mewah dan mahallll di hdpnya yaitu mama Clara dan 4 calon pewaris Van Der Berg 😍😍cucu cicit kesayangan kakek buyut Alexander 😍😍
C2nunik987
yuhuuuu uncle Reno jet pribadi mu udh ready gasss honeymoon 😍😍
C2nunik987
congrats uncle Reno dan bund Ketty samawa bikin anak yg banyak biar rame di hdp kalian ....biar uncle Reno tidak kaku lagi 😂😂😂😂
V3
kalau model nya sdh membatalkan kontrak dan menghilang ,,,,, yaa dh lah mending Ketty atau Clara ja yg JD model nya 🤣🤣🤣
atau Oma nya si Kembar ja yg JD Model Dadakan nya 🤣🤣🤣
V3
mmg cari mati si keluarga Smith ,, sdh gali lobang kuburan nya sndri 🤣🤣🤣
V3
si kembar gercep bgt ,,, tangan Jenius nya lngsung dapat siapa tikus-tikus itu 👏👏
kini tugas papa Xio yg akan menghancurkan semua tikus-tikus itu 🤣🤣
V3
hahahaha ..... Keluarga Smith mo meretas servernya Clara ,, mana bisa 🤣🤣
yg ada kalian skrg yg hancur di bantai oleh anak kembarnya Clara 🤣🤣🤣
V3
naaah bgtu donk Clara ,, skrg mah kamu jgn nunduk trs ,, skrg sdh waktunya kamu mengangkat kepala mu dr orang-orang jahat spt tu 👏👏👏
V3
setelah sekian tahun Clara hidup susah dan sllu Nomaden hidup nya bersama si kembar ,,,, kini kesusahan itu berbuah manis.
kini hidup Clara sdh bahagia dan sejahtera 🤗💃💃🤗
V3
knp di sensor sich ,,, kn JD gak bisa ikutan traveling Loch aku nya 😔😔🤣🤣🤣🤣
V3: hahahaha ...... benar jg sich ,, Baik lah 🤗🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!