Kematian beruntun datang menghantui desa ujung pandang, banyak warga yang meninggal secara mendadak dan akhirnya menimbulkan fitnah kejam di dunia iblis.
Arwah suci bernama Sukma harus membersihkan nama, dia mendapatkan tuduhan keji bahwa dia yang sudah menyebar racun tersebut.
sebab kematian para warga sangat mengerikan dan para dokter juga tidak menemukan ada yang janggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 05. Sudah berjaga
Para Warga sibuk mendekat dan melihat sendiri bagaimana keadaan mayat Tohir sekarang untuk mematikan Apakah pria itu meninggal dunia karena santet, ini kabar santet sudah semakin parah saja karena para warga yakin bahwa Pak Bonar pasti sengaja melakukan itu semua dalam keluarga Pak Bayan akibat rasa sakit hati yang ada di dalam diri pria tua itu.
Sebab Rasanya aneh saja karena baru kemarin Pak Bayan meninggal dunia dan kemudian susul pula dengan kematian Tohir, sangat tidak mungkin bila ini di katakan secara kebetulan karena cukup aneh saja kematian mereka berdua yang terlihat mirip seolah memang sengaja dibuat menjadi seperti itu.
Banyak malah yang beranggapan bahwa sebentar lagi pasti keluarga lain juga akan mengalami nasib yang sama, Oleh sebab itu para warga sudah sibuk sekali untuk mendesak kepada Pak RT agar segera mendatangkan purnama dan meminta bantuan, Amel juga setuju dengan usul dari para warga karena dia tidak ingin bila nanti keluarga yang lain juga ikut meninggal.
Bahkan bisa saja setelah ini dirinya yang akan menyusul Pak Bayan dan juga Tohir, jadi setelah penguburan mayat Tohir maka mereka segera berdiskusi untuk memanggil Purnama agar wanita itu mau datang dan mengatasi masalah yang sedang terjadi pada Desa mereka saat ini dengan bantuan gaib.
Ada yang merasa sungkan dengan purnama dan mereka berdiskusi untuk memberikan sesuatu yang berharga, sebab memang baru kemarin Desa mereka ini mendapat pertolongan dari purnama dan mereka juga sama sekali tidak ada memberikan imbalan, kalau memberi uang jelas Purnama menolak karena wanita itu menolong tanpa pamrih kepada para warga.
''Kan kita juga baru mendapat bantuan dari dia beberapa minggu yang lalu.'' Bu Endang berkata kepada semua orang.
''Kan yang mendapat bantuan itu hanya para korban pencuri kepala saja, sementara kami tidak mendapat bantuan kok dari dia.'' Prakasa menjawab ucapan Bu Endang.
''Loh kok kamu malah ngomong seperti itu?!'' Bu Warti juga merasa tidak suka dengan ucapan Prakasa tadi.
''Masalah iblis pencuri kepala itu kan hanya kalian berdua yang benar-benar ditolong oleh Purnama, kami tidak ada mendapat pertolongan karena keluarga kami tidak ada yang menjadi korban!'' Prakasa mengeluarkan pendapat.
''Ya tapi kan saat ini kau juga tinggal di sini dan kau juga ketakutan.'' ucap Bu Endang.
''Tapi yang jelas itu Purnama hanya menolong kalian berdua Dan kami tidak ada hutang budi dengan dia untuk sekarang!'' Prakasa tidak mau kalah.
''Enggak gitu juga dong Mas, kita tinggal bersama di desa ini dan Purnama datang ke desa untuk membantu kita semua.'' Revan mulai emosi dan dia membuka suara.
''Tidak, aku dengan tegas mengatakan bahwa saat ini tidak ada hutang budi dengan Purnama!'' Prakasa tetap kekeh.
''Padahal saat itu kau juga ketakutan dan malah memohon agar kami menemani dirimu di dalam rumah.'' Davin membuka suara juga karena mulai kesal dengan ucapan Prakasa.
Prakasa yang mendengar ucapan Davin tentu saja menjadi semakin emosi karena dia merasa seorang di sini tidak ada yang berpendapat sama seperti dia, padahal Purnama datang ke desa itu hanya menolong keluarga Bu Endang dan juga keluarga Bu Warti setelah anak mereka berdua menjadi korban dari iblis pencuri kepala itu.
''Sudah cukup!'' Pak RT menghentikan perdebatan yang sedang terjadi.
''Kalau memang pendapatnya seperti itu maka biar keluarga kami saja yang meminta tolong kepada mbak Purnama.'' Danu mengambil jalan tengah.
''Benar, karena ini masalah keluarga kami maka kami sendiri yang akan meminta bantuan kepada mbak Purnama kok.'' Amel juga setuju dengan ucapan Danu.
''Nanti saya yang akan berbicara langsung kepada mbak Purnama untuk meminta bantuan.'' ujar Danu kembali.
''Nah itu rasanya lebih bagus karena sebenarnya kami tidak ada hutang budi dengan Purnama, Jangan karena masalah kalian ini maka aku jadi ikut hutang Budi kepada dia!'' Prakasa masih tetap menjawab dengan sangat sengit.
''Aku rasanya kesal sekali melihat wajah dia itu.'' Lutfi berbisik kepada Davin.
''Dasar tidak tahu diri maka pasti bersikap seperti itu karena dia merasa mampu hidup sendiri dan tidak ingin hutang budi dengan orang lain.'' Davin juga merasa begitu kesal.
''Awas saja nanti sampai dia meminta bantuan kepada Purnama.'' Andi kesal sekali.
Rasanya sebuah orang yang ada di dalam sana merasa begitu kesal dengan ulah Prakasa yang merasa dia tidak pernah meminta bantuan kepada orang lain itu, pada saat tragedi tentang penculikan kepala maka dia juga ada di sana dan begitu ketakutan sehingga membuat orang yang mendengar keangkuhan dia itu menjadi semakin marah.
...****************...
''Ini kenapa sih mendadak kita datang ke desa ini untuk memantau?'' Arini bertanya kepada Andini.
''Kan Purnama takut kalau seandainya Iis itu datang dan menyebar racun di tempat ini.'' Andini menjawab sambil memperhatikan sekitar tempat.
''Aku sebenarnya juga senang kalau datang ke desa ini sehingga bisa memantau keponakanku juga.'' Arini tersenyum kecil.
''Ya tidak masalah juga karena aku sudah lama tidak tugas dengan kalian.'' ucap Andini.
Andini memang sibuk di dalam air sehingga dia jarang berkumpul dengan yang lain, hanya sesekali saja dan kali ini dia ikut tugas bersama dengan Arini untuk mencari keberadaan sosok iblis yang tidak lain adalah Iis, berusaha untuk dia cari supaya segera menemukan keberadaan iblis itu.
''Aku sudah kepikiran kalau sebenarnya mungkin saja Iis itu bangkit dan membuat masalah.'' Andini menoleh kepada Arini.
''Tapi Sukma sendiri mengatakan kalau dia terus berjaga di dalam kuburan Iis sehingga tidak mungkin kalau dia bangkit tanpa mengetahui.'' jawab Arini.
Sukma memang selalu berjaga di dalam kuburan Iis untuk memantau Apakah Gadis itu sudah bangkit untuk membalas dendam kepada mereka semua, Sukma adalah arwah yang paling bertanggung jawab karena Iis meninggal dunia akibat racun yang telah dia berikan dengan sangat sengaja sehingga pasti mungkin saja Iis akan balas dendam.
''Dia kalau bangkit dan jadi arwah gentayangan maka pasti akan memiliki kejahatan yang begitu besar.'' Arini sudah bisa menebak ke arah sana.
Sebab Gadis itu semasa hidup saja memiliki sifat yang tidak baik dan terlebih lagi yang paling penting dia meninggal dunia karena racun, pasti dendam yang ada di dalam diri dia semakin menyala dan akan mencari Siapa saja yang telah membuat dirinya menderita seperti itu.
''Salsa dulu paling sering berdebat dengan dia sehingga aku agak khawatir dengan keselamatan wanita itu.'' Arini mengatakan dengan jelas.
''Bila dia sampai menyakiti adik yang sangat aku sayangi itu maka Iis akan berhadapan langsung dengan diriku.'' Andini menjawab dengan lantang.
''Sebab mereka sering berdebat Dulu ketika Iis masih hidup, Intan malah mengatakan ketika sedang memandikan jenazah Iis dia melihat tangan yang tidak biasa.'' ujar Arini.
''Nah ini tinggal Sukma saja bagaimana dia saat menjaga kuburan Iis.'' Andini juga sudah mulai tidak tenang.
Dari cerita Intan yang melihat tangan tidak biasa ketika sedang memandikan jenazah gadis itu, maka pasti ada sesuatu yang akan terjadi dan kemungkinan besar saat ini Iis akan datang untuk membalas dendam kepada mereka semua agar rasa sakit hati di dalam diri dia bisa terbalas dengan setimpal.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
jagain para member ya mak...
janji loh jangan ada yang musnah lagi..
ok mak... 👍👍👍👍
nenek2..🤔🤔siapa ya..