Dua puluh tahun lalu, malam berdarah menghancurkan Klan Lin di Ibu Kota Yanjing. Lin Xuan, yang saat itu baru berusia lima tahun dan menderita keracunan meridian mematikan, diselamatkan oleh seorang pertapa misterius menuju Lembah Kabut Abadi di Pegunungan Kunlun. Di sana, ia digembleng oleh Tujuh Guru Agung yang masing-masing merupakan legenda hidup di bidangnya: pengobatan kuno, bela diri dalam (Neigong), alkimia, formasi/fengshui, senjata rahasia, strategi finansial bawah tanah, dan intelijen global.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5: Perjamuan di Hotel Grand Royal dan Provokasi Sang Tuan Muda
Pukul delapan malam, Hotel Grand Royal—hotel bintang enam paling mewah yang menjulang setinggi delapan puluh lantai di jantung kawasan finansial Kota Jianghai—bermandikan cahaya lampu kristal.
Deretan mobil sport Supercar mulai dari Ferrari, Lamborghini, hingga Rolls-Royce Phantom berjejer rapi di depan karpet merah lobi utama. Malam ini, Wang Teng, putra mahkota dari Klan Wang (salah satu dari Empat Keluarga Besar Jianghai), sengaja mengundang puluhan direktur perusahaan, pejabat perbankan, dan tokoh dunia bawah tanah Jianghai dengan satu tujuan utama: mempertontonkan kehancuran Su Group dan menaklukkan wanita tercantik di Jianghai, Su Qingxue.
Ketika sebuah sedan Mercedes-Benz hitam milik Keluarga Su berhenti di depan lobi, seluruh kamera wartawan hiburan dan tatapan para tamu langsung mengarah ke sana.
Pintu mobil terbuka. Su Qingxue melangkah turun mengenakan gaun malam sutra berwarna biru es yang anggun, memperlihatkan bahu mulus seputih porselen dan siluet tubuh yang begitu memukau hingga membuat para pria di lobi menahan napas. Namun, kejutan sesungguhnya terjadi ketika sosok kedua keluar dari sisi pintu yang lain—dan Su Qingxue dengan alami melingkarkan tangannya di lengan pemuda itu.
Pemuda itu masih mengenakan kemeja putih kasual tanpa dasi, dengan tangan kiri dimasukkan santai ke dalam saku celana.
"Siapa pemuda di samping CEO Su itu?! Bukankah selama tiga tahun ini Nona Su tidak pernah membiarkan pria mana pun menyentuh lengannya, bahkan Tuan Muda Wang sekalipun?!"
"Kau belum dengar kabar sore tadi? Itu Lin Xuan, tunangan dari gunung yang katanya dipilihkan oleh Kakek Su! Dia yang tadi sore mematahkan gigi Dokter Zhao Ming di rumah sakit!"
"Gila! Berani sekali bocah tanpa latar belakang itu datang ke perjamuan Wang Teng dengan pakaian seperti itu! Dia benar-benar sedang mengantar nyawa!"
Bisik-bisik penuh cemoohan dan rasa kasihan mengiringi langkah Lin Xuan dan Su Qingxue memasuki Ballroom Utama di lantai puncak. Di belakang mereka, Liu Fang ikut membuntuti dengan wajah pucat pasi, berkali-kali menarik ujung gaun putrinya sambil berbisik panik agar Su Qingxue melepaskan tangan Lin Xuan.
Di tengah aula megah yang diterangi lampu gantung berlian, seorang pria muda berwajah tampan namun pucat dengan setelan jas bespoke Italia warna merah marun sedang duduk di sofa kulit harimau sambil memutar gelas anggur merah.
Di belakang sofa Wang Teng, berdiri seorang pria bertubuh raksasa setinggi dua meter dengan bekas luka pisau melintang di wajahnya. Sepasang lengannya yang sebesar paha orang dewasa memancarkan tekanan udara berat yang membuat lantai marmer di bawah sepatunya sedikit retak. Dialah Master Hei Xiong (Beruang Hitam), petarung tingkat Tenaga Dalam (Neijin) Awal yang dibayar Klan Wang seharga dua puluh juta dolar per tahun!
Begitu melihat Su Qingxue masuk sambil menggandeng lengan Lin Xuan, mata Wang Teng langsung menyipit tajam. Gelas anggur di tangannya diremas hingga pecah berkeping-keping, membuat anggur merah menetes di sela-sela jarinya seperti darah!
"Bagus, bagus sekali!" Wang Teng bangkit berdiri sambil bertepuk tangan pelan dengan senyum dingin yang mengerikan. "Su Qingxue, aku mengundangmu malam ini untuk menebus kesalahan keluargamu, tapi kau justru membawa anjing peliharaan dari gunung ini ke hadapanku?!"
Su Qingxue berdiri tegak, aura dingin seorang CEO memancar dari wajah cantiknya. "Wang Teng, urusan di rumah sakit tadi sore adalah masalah internal Keluarga Su, dan dokter suruhanmu yang lebih dulu membuat taruhan. Aku datang malam ini untuk membicarakan pembukaan blokir bahan baku Su Group secara bisnis, bukan untuk menuruti ancaman kotor kalian!"
"Bisnis?" Wang Teng tertawa terbahak-bahak, diikuti tawa mengejek dari belasan direktur perusahaan dan kepala cabang bank yang duduk di mejanya. "Su Qingxue, apa kau masih belum sadar siapa yang memegang leher perusahaanmu sekarang?! Direktur Li dari Bank Konstruksi Jianghai dan Tuan Zhang dari Otoritas Pelabuhan ada di meja ini bersamaku! Hanya dengan satu kalimat dariku, besok pagi lima ribu karyawan Su Group akan turun ke jalan menuntut gaji, dan kau akan menanggung hutang penalti sebesar tiga ratus juta dolar!"
Wang Teng menunjuk ke arah meja bundar di depannya, tempat tiga gelas besar berisi minuman keras beralkohol tinggi telah disiapkan, bersama selembar dokumen pengalihan saham.
"Kalau kau ingin Su Group selamat malam ini, syaratku berubah," ujar Wang Teng sambil menatap Lin Xuan dengan tatapan menghina. "Pertama, bocah gunung ini harus berlutut di depanku sekarang juga, mematahkan kedua tangannya sendiri yang tadi berani menyentuh orangku, lalu menjilat sepatu kulitku sampai bersih! Kedua, kau, Su Qingxue, harus menghabiskan tiga gelas anggur ini dan menemaniku di kamar suite总统 (Presidential Suite) lantai atas malam ini! Bagaimana? Murah hati sekali aku, bukan?"
"Wang Teng, kau keterlaluan!!" tubuh Su Qingxue gemetar karena marah dan terhina.
Sebaliknya, Liu Fang justru langsung menarik lengan Lin Xuan dengan kasar. "Lin Xuan! Kau dengar itu?! Cepat berlutut dan minta maaf pada Tuan Muda Wang sekarang juga! Jangan karena harga diri sampahmu, keluarga kami ikut hancur!"
Lin Xuan menepis tangan Liu Fang dengan gerakan ringan yang membuat wanita paruh baya itu mundur tiga langkah, lalu ia berjalan maju dengan tenang menuju meja utama Wang Teng.
"Kalian semua di ruangan ini mengira Klan Wang adalah langit di Kota Jianghai?"
Lin Xuan mengambil salah satu gelas anggur dari atas meja Wang Teng, mencium aromanya sekilas, lalu tersenyum tipis.
"Wang Teng, kau menyiapkan tiga gelas anggur yang sudah dicampur dengan Obat Perangsang Saraf Merah untuk tunanganku, memblokir pelabuhan, dan menyuruhku mematahkan kedua tanganku sendiri?" Lin Xuan menatap lurus ke mata Wang Teng dari jarak dua meter. "Sejak aku turun dari Gunung Kunlun kemarin, sudah ada dua orang yang menyuruhku berlutut. Yang pertama sekarang sedang merangkak sambil menggonggong di jalanan, dan yang kedua sedang menunggu organ hatinya membusuk."
Lin Xuan menuangkan isi gelas anggur itu perlahan ke atas lantai marmer tepat di depan sepatu Wang Teng.
"Sekarang aku juga memberimu dua pilihan, Tuan Muda Wang: berlututlah dan jilat anggur di lantai ini sampai kering, lalu serahkan lima puluh satu persen saham Klan Wang sebagai permintaan maaf kepada Qingxue... atau malam ini juga aku akan membuat Klan Wang kehilangan satu-satunya pewaris laki-laki mereka."