Setelah akar spiritual emasnya dirampas secara paksa oleh sepupunya sendiri dan tubuhnya dibuang ke Jurang Abu Api, Lin Xuan—seorang pemuda klan cabang yang sekarat—justru menyatu dengan Tungku Abu Takdir peninggalan zaman purba. Dari abu kehancuran, ia menempuh jalur kultivasi terlarang yang mampu melebur kutukan, meracik pil dari racun mematikan, dan menebas tatanan langit yang korup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Saat fajar menyingsing di ufuk timur, bunyi lonceng perunggu raksasa dari puncak Gunung Awan Biru menggema menembus sembilan lapisan awan, menandai dimulainya Ujian Penerimaan Murid Baru Tahunan.
Di alun-alun batu di kaki gunung utama, lebih dari sepuluh ribu pemuda dan pemudi dari seluruh penjuru Wilayah Timur berdiri berbaris menatap ke arah tangga batu putih yang membentang lurus menembus kabut hingga ke panggung awan di ketinggian ribuan tombak.
Itulah Gerbang Sembilan Ribu Tangga—ujian tahap pertama yang dirancang oleh pendiri Sekte Awan Biru untuk menguji ketahanan fisik, kemurnian Qi, dan keteguhan mental para calon murid.
Di atas panggung pengawas yang melayang di dekat gerbang tangga, berdiri tiga orang tetua sekte. Salah satunya tak lain adalah Tetua Zhao Wuji, sementara tidak jauh di belakangnya berdiri seorang pria paruh baya berwajah tirus dengan tatapan mata sekejam ular berbisa: Diakon Lin Cang, ayah kandung Lin Tianhao yang berada di Alam Fondasi Roh Lapis Tiga!
Di samping Lin Cang, duduk Lin Tianhao di atas kursi roda giok. Meski meridiannya yang rusak telah ditambal sementara menggunakan pil darah terlarang milik ayahnya, wajah pemuda itu tampak pucat dan dipenuhi kebencian mendalam saat menatap sosok Lin Xuan di barisan bawah.
"Ayah, Paman Zhao," desis Lin Tianhao sambil mencengkeram pegangan kursinya. "Jangan biarkan bocah itu lolos dari Tangga Tekanan Roh dengan mudah!"
Diakon Lin Cang melirik ke arah Tetua Zhao Wuji. "Kakak Zhao, hari ini kau yang memegang kendali piringan formasi gravitasi di jalur tengah tangga. Kau tahu apa yang harus dilakukan, bukan?"
Tetua Zhao Wuji tersenyum dingin. "Tenang saja. Begitu dia menginjak anak tangga ke-delapan ribu, aku akan melipatgandakan tekanan formasi di sekitar tubuhnya hingga lima kali lipat—setara dengan tekanan puncak Alam Fondasi Roh! Jika dia memaksa melangkah di bawah tekanan itu, pembuluh darah dan jantungnya akan meledak dengan sendirinya dan dianggap tewas karena gagal ujian!"
DONG!
Begitu lonceng pembukaan ditabuh, sepuluh ribu peserta langsung melesat menaiki anak tangga bagaikan gelombang pasang!
Pada tiga ribu anak tangga pertama, tekanan gravitasi baru setara dua kali lipat berat tubuh normal. Namun ketika memasuki anak tangga ke-lima ribu dan ke-enam ribu, ribuan peserta mulai bertumbangan dengan napas tersengal-sengal dan lutut gemetar. Hanya segelintir jenius di Alam Pembukaan Meridian Lapis Lima ke atas yang masih sanggup mendaki melewati tangga ke-tujuh ribu.
Namun di antara ribuan peserta itu, ada satu sosok berjubah hitam yang sejak anak tangga pertama hingga anak tangga ke-tujuh ribu lima ratus tetap berjalan dengan kecepatan langkah yang sama persis—tenang, stabil, dan bahkan setetes keringat pun tidak terlihat di dahinya!
Dialah Lin Xuan!
"Lihat pemuda berjubah hitam itu! Dia sudah melewati Zhao Feng dan para jenius dari klan besar seperti sedang berjalan-jalan di taman belakang!" seru para penonton di kaki gunung dengan decak kagum.
Di panggung atas, wajah Tetua Zhao Wuji menggelap saat melihat Lin Xuan menginjakkan kaki di anak tangga ke-delapan ribu—berada di posisi paling depan di antara seluruh sepuluh ribu peserta!
"Sekarang, rasakan kehancuranmu, bocah!"
Tetua Zhao Wuji diam-diam mengalirkan Qi Fondasi Roh miliknya ke piringan formasi di balik lengan bajunya, mengunci area sepuluh langkah di sekeliling tubuh Lin Xuan!
BOOOOM!
Udara di sekitar tubuh Lin Xuan mendadak bergetar hebat. Tekanan gravitasi tak kasatmata yang tadinya hanya sebesar lima ribu kati tiba-tiba melonjak gila-gilaan menjadi dua puluh lima ribu kati! Ubin tangga batu kuno di bawah telapak kaki Lin Xuan bahkan langsung retak karena tak kuasa menahan beban formasi yang disabotase tersebut!
Para peserta lain yang berada seratus anak tangga di belakang Lin Xuan langsung terpental jatuh hanya karena terkena imbas pinggiran gelombang tekanan itu!
"Tetua Zhao curang! Tekanan di tangga ke-delapan ribu itu jelas-jelas melampaui batas ujian normal!" seru Pang Dahai yang sedang merangkak di anak tangga ke-enam ribu dengan wajah marah.
Di atas tangga ke-delapan ribu, bahu Lin Xuan sempat merendah satu inci akibat hantaman beban dua puluh lima ribu kati tersebut. Tulang-tulangnya mengeluarkan bunyi derak keras, dan darah di nadinya bergejolak hebat.
Lin Xuan mengangkat kepalanya, menatap lurus ke arah seringai kejam Tetua Zhao Wuji dan Diakon Lin Cang di panggung atas.
"Ingin meremukkan tulangku dengan energi formasi gunung ini?" bisik Lin Xuan dingin. "Kalau begitu, terima kasih atas hadiah penempaan tubuh gratisnya!"
WUUUUUNG!
Alih-alih menggunakan Qi untuk melawan tekanan gravitasi dari luar, Lin Xuan justru membuka seluruh pori-pori tubuhnya dan memutar Tungku Abu Takdir di dalam Dantian-nya dengan kecepatan maksimal!
Daya hisap mengerikan dari Tungku Abu Takdir langsung menyedot energi murni formasi bumi yang menekan bahunya, meleburnya menjadi Abu Esensi Gunung, lalu mengalirkannya langsung ke dalam sumsum tulang dan otot-ototnya!
Krak! Krak! Boom!
Setiap langkah kaki yang diayunkan Lin Xuan melewati anak tangga ke-8.200... 8.500... hingga 8.800 bukan lagi menjadi siksaan, melainkan menempa fisik dan tulang-tulangnya hingga sekeras baja roh tingkat tinggi!
Senyum di wajah Tetua Zhao Wuji dan Diakon Lin Cang perlahan membeku.
"M-mustahil! Piringan formasi di tanganku malah kehabisan energi karena tersedot oleh tubuhnya?!" Tetua Zhao Wuji terbelalak ngeri saat melihat batu roh penggerak di piringan formasinya retak menjadi debu!
TAP!
Di hadapan sepuluh ribu pasang mata yang terpana membisu, Lin Xuan melangkahkan kakinya dengan gagah menginjak anak tangga ke-9.000—menjadi orang pertama yang menaklukkan Gerbang Sembilan Ribu Tangga sekaligus memecahkan rekor tercepat Sekte Awan Biru dalam seratus tahun terakhir!