NovelToon NovelToon
TERIKAT DENDAM SANG CEO

TERIKAT DENDAM SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu, dr. Naya. Sekarang, giliran aku yang akan menghancurkan segalanya darimu."

​Tujuh tahun lalu, Aksa Dirgantara dibuang secara tak hormat dari fakultas kedokteran akibat sebuah skandal kelam. Ia kehilangan masa depan, harga diri, dan wanita yang paling dicintainya, Naya—yang ia yakini telah memfitnahnya demi merebut satu-satunya kuota beasiswa spesialis bedah ke luar negeri.

​Kini, Aksa kembali. Bukan lagi sebagai pria yang bermimpi memakai jas putih, melainkan sebagai CEO miliarder dingin dan tak kenal ampun yang baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat Naya bekerja. Niat Aksa hanya satu: menghancurkan karir gemilang Naya yang kini telah sukses menjabat sebagai Kepala Bedah, dan memaksanya berlutut di bawah kakinya.


​Siksaan demi siksaan diberikan. Aksa mencekiknya dengan jadwal operasi yang mustahil, tekanan dari para direksi, dan hinaan yang menggores harga diri. Namun, betapapun kerasnya Aksa menyiksa, Naya tetap berdiri tegak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8.Pasien VVIP

"Tunggu," panggil Aksa tertahan. Suaranya terdengar serak di udara steril yang dingin.

Namun, pintu kaca otomatis itu sudah bergeser menutup. Langkah kaki Naya semakin menjauh dari balik kaca buram, meninggalkan Aksa yang mematung di tengah ruang sterilisasi.

Rasa perih di dadanya mendadak menyebar, mengalahkan ego angkuh yang sejak tadi ia bangun tinggi-tinggi. Tangan Aksa mengepal kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih pasi. Kenapa ucapan lirih wanita itu masih bisa mengendalikan emosinya dengan begitu mudah?

Belum sempat Aksa memproses rasa nyeri di hulu hatinya, kesunyian ruang itu pecah oleh dering nyaring dari ponsel di saku jas Dokter Bima yang berdiri tak jauh darinya.

Bima buru-buru mengangkat panggilan itu. Dalam hitungan detik, wajah pria berwajah licik itu berubah seputih kapas. Matanya melotot panik menatap Aksa.

"Pak Aksa! Gawat darurat!" seru Bima dengan suara bergetar ketakutan, langsung mematikan sambungan teleponnya. "Menteri Wijaya mengalami kecelakaan tunggal! Mobilnya menabrak pembatas jalan tol akibat rem blong. Beliau dilarikan ke IGD kita detik ini juga karena rumah sakit ini yang paling dekat. Kondisinya sangat kritis, pendarahan masif di area dada!"

Wajah Aksa langsung mengeras kaku. Insting bisnisnya berputar sangat cepat. Menteri Wijaya adalah pejabat negara yang sedang memegang proyek vital. Jika petinggi itu tidak tertolong dan mati di rumah sakitnya, reputasi Grup Dirgantara akan hancur lebur malam ini juga. Saham perusahaannya bisa anjlok drastis ke titik terendah.

"Kosongkan semua akses utama dari IGD ke lorong operasi sekarang juga!" perintah Aksa tajam tak terbantahkan. "Siapkan ruang operasi VVIP! Dan seret Dokter Naya ke sana. Dia yang harus memimpin operasi besar ini, tanpa terkecuali."

Bima menelan ludah kasar. "Tapi, Pak Aksa... Naya baru saja keluar. Fisiknya sudah melewati batas maksimal. Dia bahkan mengeluh tangannya gemetar. Kalau terjadi apa-apa di meja operasi..."

"Lakukan perintahku, Bima! Jangan banyak alasan!" bentak Aksa keras, suaranya menggema menakutkan. "Pastikan dia sudah berdiri di depan ruang VVIP dalam waktu lima menit!"

Sementara itu, Naya baru saja melangkah gontai memasuki ruang istirahat dokter. Kepalanya berdenyut-denyut seperti dihantam godam berkali-kali. Ia baru saja menjatuhkan bokongnya di sofa, berniat meneguk segelas air putih untuk membasahi tenggorokannya yang sekering gurun pasir.

Namun, belum sempat gelas itu menyentuh bibirnya, pintu ruangan didorong terbuka dengan sangat kasar.

Suster Rina menerobos masuk dengan napas tersengal-sengal. Perawat itu langsung menarik lengan Naya tanpa ampun. "Dokter Naya, gawat! Pasien VVIP masuk. Pak Menteri Wijaya kecelakaan parah! Bos besar turun tangan langsung dan memerintahkan Dokter Naya yang harus pegang kendali mutlak di meja bedah sekarang juga!"

Darah Naya berdesir hebat. Rasa lelahnya seketika tergantikan oleh kepanikan. Ia memaksakan kedua lututnya yang gemetar untuk berlari-lari kecil menyusuri koridor rumah sakit menuju area operasi VVIP.

Setibanya di sana, suasana sudah sangat kacau. Aksa berdiri menjulang di depan pintu otomatis ruang bedah, dikelilingi belasan pengawal menteri berjas hitam berwajah tegang.

"Kamu benar-benar gila, Aksa!" cecar Naya dengan napas terengah-engah begitu berhadapan dengan CEO arogan itu. "Aku sudah menangani empat operasi besar berturut-turut hari ini! Tanganku kram, mataku berkunang-kunang. Panggil Dokter Hendra atau konsultan bedah toraks senior lainnya sekarang juga!"

Aksa maju selangkah, menatap Naya dengan kilat mata mengancam.

"Hendra tidak punya rekam jejak sebersih dirimu dalam menangani trauma dada sefatal ini," desis Aksa pelan, sengaja mencondongkan wajahnya ke dekat Naya agar para pengawal menteri tidak mendengar. "Ini ujian sesungguhnya untukmu, Naya. Buktikan padaku kalau kamu masih pantas mempertahankan posisi Kepala Bedah Umum."

"Ini bukan soal egomu, Aksa! Ini soal nyawa orang penting!" balas Naya berani, menantang tatapan membunuh pria itu tanpa berkedip. "Alat-alat di dalam sana baru saja diganti oleh Bima dengan kualitas sampah rongsokan. Tanganku sudah mati rasa. Kalau terjadi komplikasi dan pasien ini gagal diselamatkan, siapa yang mau tanggung jawab?"

Aksa mencengkeram bahu Naya kuat-kuat, menarik tubuh mungil wanita itu mendekat hingga dada mereka nyaris bersentuhan.

"Kamu yang akan menanggung semuanya sendirian," bisik Aksa mematikan, menyemburkan aura iblis yang membuat bulu kuduk Naya meremang. "Dengar aku baik-baik, Naya. Menteri Wijaya adalah aset penting. Kalau sampai dia mati di atas meja operasimu malam ini, aku pastikan kamu tidak hanya kupecat dengan tidak hormat. Aku akan menyewa barisan pengacara terbaik di negara ini untuk menyeretmu ke penjara atas tuduhan pembunuhan berencana dan malapraktik tingkat tinggi."

Tubuh Naya gemetar parah mendengar ancaman itu. Aksa benar-benar sudah kehilangan nuraninya. Pria ini ingin menghancurkannya sampai ke akar-akarnya, tak peduli siapa pun yang harus dikorbankan.

"Kamu benar-benar monster," desis Naya bergetar menahan tangis dan amarah.

"Masuk ke ruang operasi sekarang, atau polisi yang akan menjemputmu dengan borgol malam ini juga," balas Aksa tanpa ampun, melepaskan cengkeraman di bahu Naya dengan kasar.

Naya tidak punya pilihan lain. Mundur berarti ia menyerahkan lehernya sendiri ke dalam jerat Aksa. Dengan sisa tenaga yang entah datang dari mana, ia melangkah masuk ke ruang transisi. Ia mencuci tangannya kembali dengan gerakan mekanis, membiarkan perawat memakaikan gaun bedah steril baru ke tubuhnya, lalu melangkah mantap masuk ke ruang VVIP.

Hawa dingin pendingin ruangan langsung menusuk tulang belakangnya. Di tengah ruangan, tubuh pasien VVIP itu terbaring tak berdaya dengan dada hancur lebur, terhubung pada puluhan kabel monitor yang terus berkedip merah.

"Tekanan darah enam puluh per empat puluh, Dokter Naya," lapor dokter anestesi dari sudut ruangan dengan wajah sepucat mayat. "Kita berpacu dengan waktu. Pendarahannya sangat masif di area jantung dan paru."

Naya menarik napas panjang-panjang, memejamkan mata sedetik untuk memblokir semua rasa sakit di tubuhnya dan melupakan ancaman Aksa. Begitu matanya terbuka, insting dokternya mengambil alih sepenuhnya.

"Berikan pisau bedahku," perintah Naya tegas.

Asisten bedah meletakkan sebilah pisau bermerek murahan ke atas telapak tangannya. Gagang logam itu terasa sangat asing dan licin, tapi Naya memaksakan buku-buku jarinya mencengkeram alat itu kuat-kuat agar tidak meleset.

Ia menunduk, memposisikan ujung mata pisau tepat di atas garis kulit dada pasien, bersiap melakukan sayatan pertama.

Namun, baru saja ujung logam dingin itu menembus lapisan kulit terluar, bunyi peringatan melengking yang sangat memekakkan telinga meledak di dalam ruangan operasi yang tegang itu.

Tit tit tit tit tiiiiit!

"Dokter Naya!" teriak dokter anestesi dengan kepanikan luar biasa, menunjuk layar monitor mesin di sampingnya. "Suplai oksigen dari mesin anestesi tiba-tiba berhenti total! Mesinnya mati! Pasien mengalami gagal napas akut!"

1
Muft Smoker
waah garcep. juga nih Pak CEO ,,


si bima jgn sampe kluar lagi dr penjara ,, biarin bocah tantrum tu duduk manis di penjara selama-lamanya 😏
Muft Smoker: butut aj kak ,, udh cukup si bima nikmati kemewahan ,, 🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
duuuh bisa aj bayi beruang akal ny😒😒😒
Muft Smoker: bnr kak ,, 🤭🤭🤭anak ny sypa siih ,, jitak dkit boleh laa🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
udh nikah kah mereka kak???
koq gx ngundang2🤔
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ElHi
ya..ya..ya
pijat aja semua...obatin aja...kalo perlu operasi jg sendiri...dokter lain mah cm remahan peyek...serah lu dah...gw yg cm baca tapi pengen nyakar lu Aksa 😤
Muft Smoker: sabar kakk ,, sabar ,, jgn emosii ,, jgn emosii ,, tarik napas buang pelan pelan ,, naah klo udh tenang ,, silahkan mauu di tendang ke laut si Aksa ,, waktu dann tempat di persilahkan🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ryuka
eeaaaa... bisa banget
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Savana Liora: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
ryuka
eeaaaaa... ada yg panasss 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bayi gede niih gx liat tempat cemburu ny ,, 😒😒😒 ,,
mau liat Naya cepat sembuh gx ,, cemburu ny simpan dlu di kantong celana pak bos ,,
Muft Smoker: hihihihi greget kak🤭
total 2 replies
ElHi
mulai...mulai dah......heh
..yg bikin kek gini sapa cobak??? trus skrg butuh tenaga fisioterapi msh jg dicemburuin??? mau kau apa Bambang???😤😤😤
Savana Liora: ada besti adaa
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak Savana ,,
cerita ny seruuu ,,
semoga Naya bisa sembuh lgi tangan ny ,,
Jelita S
jgn lama2 up nya y thor
ryuka
👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥
ElHi
percakapan billionaire yg baru saja siuman dari koma kyk gini ya ternyata...mo beli kacang goreng yg wujudnya rumah sakit??😤😤
Muft Smoker: bnr kak 🤭😁
total 4 replies
MamDeyh
Lagiii dong kak
Savana Liora: sabar
total 1 replies
MamDeyh
/Sob//Sob//Sob/
Muft Smoker
koq deg2an yx ,, ayoo aksaa km harus baik2 kalo gx mau Naya pindah k RS sebelah ,,
ryuka
aksa kamu harus brrtahan biar naya ga gila
Muft Smoker
aduuuuuh kak Savana ,,, di gantuung ,, semoga mereka baik2 aj ,,


lanjuuut kak
Muft Smoker: yx pake perasaan 🤭🫣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
apa bnr gx bisa di sembuhin tangan Naya kak ,, Mimpi ny loo tu ,, 😭😭😭😭😭
Muft Smoker: udh sabar banget loo nii 😁
total 2 replies
Muft Smoker
hai kak ,, mampir lgii niih ,, akhirnya ny kak Savana ad cerita terbaru ny 😉
Savana Liora: haaaii selamat datang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!