Karin gadis pemalas yang punya hobby nonton Drakor dan Dracin sepanjang masa remajanya, tidak menyangka bahwa nasibnya akan seperti di drama drama yang pernah ia tonton.
Diumur ke 20 tahun ia dipaksa menikah muda dengan Om Om yang di jodohkan Oleh Ayahnya.
Om Om itu adalah kolega bisnis Ayah Karin bernama Arjuna Prayoga.
Meskipun hanya berbeda 7 tahun tapi Karin yang saat itu masih kuliah, sangat sulit untuk menerima perjodohan dan pernikahan itu.
Apalagi Karin sudah memiliki pacar yang telah dipacarinya selama bertahun tahun bernama Kai Bagaskara seorang cowok populer dan sangat dicintainya.
Dapatkan Karin Lolos dari perjodohan yang disiapkan Ayahnya?
Ataukah pada akhirnya ia akan benar benar menikah dengan Om Arjuna?
Selamat membaca semoga kalian suka dengan karyaku, saranghae 🩷
BTW karena ini cerita tentang pernikahan Harap bijak sebelum membaca okey...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan Yang Terbuka
1 Hari yang lalu
Kai terheran heran dengan sikap Sekar terhadap Karin di depan gebang kampus baru saja.
Di dalam mobil Sekar Kai melamun.
"Woy bocil, kalau mau galau di larang di hadapannya gue ya." Peringat Sekar pada Kai membuyarkan lamunannya.
"Tadi si Karin percaya kali ya mba sama omongan Lo? Dia kayak mau nangis loh mba"
"Ya percaya lah, dia kan masih polos Kai, emang kenapa, Lo takut dia nangis, Lo masih peduli padahal dia udah ninggalin lo?"
Kai mengangguk, dia sangat khawatir terhadap Karin, Kai sangat tau sekali gadis itu manja dan cengeng. Juga mudah overthinking.
Waktu fakta bahwa Kai pernah jadi hostes di Bar dan melayani Tante Tante sekilas terungkap saja Karin galau sekali, apalagi langsung bertemu dengan Sugar mommynya. Secara langsung di depan matanya.
"Udah gak usah di fikirin justru gue lagi nguji mental dia Kai, lagi gue tatar biar jadi cewek kuat gak menye menye."
Kai menggaruk kepalanya ia tak mengerti maksud ucapan Sekar.
"Lo pasti bingung kan?"
Kai mengangguk "Maksud gue kayak apaan gitu mba, emang Lo siapanya si Karin, sampe harus bilang kayak tadi, dan apapun yang terjadi sama gue, gue kan gak ada niatan balas dendam sama dia mba, gue gak paham kenapa lo harus sejauh itu kayak tadi mba."
"Kai sebenernya si Karin itu Kakak Ipar gue."
Kai terperangah "Jadi mba adiknya Arjuna Prayoga suami Karin?"
Sekar mengangguk "Iya bener, itu abang gue Kak Yayang."
"Mba sumpah gue gak tau." Ucap Kai menjadi tak enak hati, saat malam dimana mba Sekar menemukannya di jalanan Kai curhat, dia mengutuki dan memaki maki kasar sekali Arjuna Prayoga di depan Sekar.
Sekar cengengesan "Sori ya Kai, gue adik dari orang yang udah ngerebut cinta Lo, Lo marah gak sama gue Kai?"
Kai menggeleng "Mba sebenernya ada satu hal yang bahkan Arjuna gak tau tapi gue tau mba, dan itu bikin gue gak mungkin membenci dirinya maupun Karin, sekarang setelah di fikir fikir gue malah sangat sadar diri."
"Maksud Lo apa Kai?"
"Gue emang sakit hati mereka menikah, dan gue ditinggal begitu aja sama si Karin mba, tapi sebenernya ada alasan kenapa bokapnya nikahin paksa Karin sama Bang Arjuna"
Kai menarik nafas panjang "Jadi beberapa bulan lalu Ayah Karin Bagas pernah sempet nyamperin gue mba."
Sekar fokus menyetir tapi telinganya mendengarkan Kai dengan seksama.
"Bagas minta gue buat menikahi Karin mba, disitu gue menolak, gue gak siap Karena gue gak punya apa apa, Om Bagas gak nyerah dia bilang asalkan gue mau menikahi Karin gue tinggal membantu Karin saja mengelola aset yang dia kasih."
"Terus?"
"Gue gak siap mba, lagian gue gak mau hidup dari hasil kerja keras orang lain, disitu om Bagas mohon mohon sama gue, tetep gue tolak, gue bilang saat gue lulus pasti gue akan menikahi Karin."
"Dan akhirnya tanpa sengaja gue kepergok lagi jadi hostes di Bar, dan melayani Tante Tante, Om Bagas Murka sekali ke gue, dia minta gue buat menjauhi Karin, dan dia juga mencabut permintaan dia yang meminta gue menikahi Karin, disitu dia nangis mba."
"Hah nangis, kok bisa.?" Sekar keheranan.
"Bagas bilang kalau umurnya gak lama lagi, makanya dia begitu ngebet menikahkan Karin, bukan karena di suka sama gue, tapi karena bener bener terpaksa."
CCCCIIIIITTT
Suara ban mobil berdecit karena saking kagetnya Sekar jadi menghentikan mobilnya tiba tiba.
"Om Bagas sakit?"
Kai mengangguk "Dia terkena kanker mba."
"Ya Allah."
Sekar terdiam karena jadi merasa bersalah. Ternyata selama ini dia sudah terlalu keras pada Karin, pasti anak itu sangat terpukul kalau nanti tau alasan kenapa ayahnya buru buru menikahkan dia.
Sekar juga suudzon tadinya menganggap Om Bagas, aji mumpung karena pernah memberikan investasi pada Kakaknya, saat Yayang sukses seperti saat ini, dia jadi menuntut balas Budi agar Kakaknya mau menikahi gadis super manja seperti Karin.
Itu salah satu alasan dia punya guilty sendiri terhadap gadis manja itu, dan selalu merasa ingin menyerangnya.
Ternyata Om Bagas sakit. Tenyata disini bahkan mungkin bocil itu yang paling dirugikan dan menderita, Kakaknya Arjuna jelas tidak rugi karena dia menyukai Karin, tapi Karin gadis itu telah kehilangan cinta juga kebebasannya.
Kini Sekar berbalik menjadi Iba pada gadis itu.
Kai bicara lagi "Begonya gue ya mba, setelah kejadian itu gue jadi menyesal dan bilang ke Om Bagas kalau gue mau menikahi Karin dan menjaga Karin, tapi semua udah terlambat, lelaki seperti gue mana pernah bakal pantas lagi buat Karin mba, saat ini gue miskin, kelakuan gue juga buruk, Om Bagas sudah kecewa sama gue, dan akhirnya dia menikahkan Karin sama Bang Arjuna."
"Kai makasih Lo udah berani ceritain fakta ini ke gue." Ucap Sekar ia merasa iba melihat bocah itu kini berkaca kaca.
Kai menangis, dia merasa sungguh bodoh dan juga tidak tau diri
"Kai it's okey honey, Lo gausah sedih berlarut larut, dan lo gausah mikirin Karin terlalu juga, masalah hari ini nanti gue minta maaf sama si Karin"
"Maaf ya mba gak cerita lebih awal, gue emang berengsek." Ujarnya.
"Enggak kai, Lo masih kecil, wajar Lo gak sanggup kalau di suruh menikahi si Karin, mungkin ini emang udah takdir Tuhan buat Abang gue dan Karin, tapi gue yakin lo juga nanti pasti bahagia Kai." Sekar menasehati Kai untuk tidak terlalu menyalahkan dirinya.
"Iya mba"
"Btw Tuhan juga gak mungkin kan mempertemukan kita tanpa tujuan, Lo mau tau kenapa gue hari ini ajak Lo?"
Kai menggeleng "Lo mau gue kerja sama Lo kan mba? Tapi maaf mba gue gak bisa jadi Sugar Baby, gue udah insyaf."
Sekar ngakak brutal "Bukan Ki Lo gak gue suruh pose buat jadi Sugar Baby bocil."
"Lah terus apa mba?"
"Tiba tiba aja butik gue butuh talent model dan gue kepikiran kalau cuma Lo yang pantes jadi modelnya."
"Serius mba?"
"Yoi cil, mulai sekarang Lo jadi model brand gue ya."
"Iya mba gue mau." Terima Kai tanpa fikir panjang lagi, baginya Sekar adalah penyelamatnya diapun nyaman berada di dekat Sekar seperti memiliki seorang Kakak Perempuan.