NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Janda

Wanita Yang Kubuat Janda

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Angst / Amnesia
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Bagaimana rasanya dicintai oleh orang yang telah merenggut kebahagiaan keluarga kecilnya? Dan bagaimana jika ia juga terlanjur mencintai pria yang telah menghilangkan nyawa suaminya?
Dalam keadaan amnesia total, Raya menjalani hidupnya dalam ketidaktahuan akan siapa dirinya yang sebenarnya. Di balik kehangatan dan kemewahan hidup yang diberikan oleh pria di sisinya, tersembunyi kebohongan besar yang merenggut masa lalunya.
Ketika benih cinta mulai tumbuh di atas tanah kebohongan dan rasa bersalah, kenyataan kelam perlahan terkuak. Bisakah cinta bertahan saat fakta terungkap bahwa pria yang dipujanya adalah dalang di balik kehancuran hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Transformasi Pagi Hari

Beberapa hari kemudian...

Raya terbangun dari tidurnya. Tidak ada mimpi buruk yang menghantuinya kali ini, tidak ada rasa sesak di dada seperti malam-malam sebelumnya ketika bayangan nama "Ardiansyah" atau potongan berita kecelakaan itu mencoba menghantam kepalanya.

Ia duduk bersandar di atas ranjang king size, menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya dengan perlahan. Kedua tangannya terulur untuk merapikan helaian rambut hitam gelombangnya yang sedikit berantakan.

Selama beberapa hari terakhir, sejak insiden amplop cokelat itu dan penjelasan yang diberikan oleh Aris, pikiran Raya berkecamuk hebat.

Ia terus-menerus memaksa otaknya untuk bekerja keras, mencoba menggali lubang hitam di dalam memorinya demi mencari potongan ingatan tentang masa lalunya. Namun, setiap kali ia melakukannya, yang ia dapatkan hanyalah rasa sakit kepala yang luar biasa dan air mata keputusasaan.

"Untuk apa aku terus menyiksa diriku sendiri dengan masa lalu yang bahkan tidak mau kembali?" batin Raya merenung dalam keheningan pagi.

Ia menatap sekeliling kamarnya yang megah. Ia melihat bagaimana Aris memperlakukannya dengan kesabaran yang luar biasa. Pria itu tidak pernah menuntut apa pun darinya, dan selalu memastikan ia merasa aman, merawat Cyla dengan penuh kasih sayang, dan melindunginya dari segala hal yang bisa melukai mentalnya.

Aris telah mendedikasikan seluruh perhatiannya tanpa celah sedikit pun.

Penerangan batin itu perlahan-lahan merembes ke dalam hati Raya. Ia sadar, hidup dalam bayang-bayang amnesia dan ketakutan tidak akan mengubah apa pun. Ia tidak bisa terus-menerus menjadi wanita yang rapuh dan ketakutan, yang bergantung pada bayangan masa lalu yang kelam.

Raya menarik sudut bibirnya, hingga mengukir sebuah senyuman tipis namun terlihat tulus.

"Mulai hari ini, aku tidak akan menunggu ingatanku kembali," tekad Raya di dalam hatinya. "Aku adalah Raya yang sekarang. Wanita yang hidup di masa kini, bersama pria yang mencintaiku dan anak yang kubesarkan."

Tekad itu mengubah segalanya. Sorot mata Raya yang tadinya sering meredup oleh keraguan kini memancarkan binar baru, binar semangat, ketegaran, dan keceriaan alami yang selama ini terpendam di balik trauma kecelakaan.

Pukul delapan pagi, Aris sudah duduk di ruang kerjanya setelah memastikan laporan dari Hendra terkait keberangkatan Surya ke luar negeri berjalan lancar. Pria itu menatap layar laptopnya dengan pikiran yang masih dibebani oleh rasa bersalah yang pekat.

Meskipun ancaman luar telah musnah, Aris tahu bayang-bayang dosa masa lalunya tidak akan pernah benar-benar lenyap dari jiwanya. Ia merenggangkan dasinya dengan napas berat karena merasa lelah luar biasa.

Tiba-tiba, suara ketukan pintu kamar utama yang berada di koridor seberang terdengar samar-samar hingga membuat Aris mendongak.

Biasanya, pada jam-jam seperti ini, Raya masih berada di dalam kamar dengan suasana hati yang tenang atau membaca majalah sambil menunggu Suster Santi membawakan sarapan untuk Cyla.

Aris lantas bangkit dari kursi kerjanya, dan melangkah keluar ke koridor dengan langkah pelan dan berniat mengecek keadaan Raya.

Namun, saat ia mendekati pintu kamar utama, langkahnya terhenti seketika di ambang pintu. Napasnya tertahan, dan matanya membelalak tak percaya.

Raya keluar dari area walk-in closet.

Wanita itu sudah tidak mengenakan piyama tidur sederhana atau pakaian rumah yang longgar. Hari ini, Raya mengenakan sebuah gaun midi kasual berwarna peach lembut dengan motif bunga kecil yang sangat elegan.

Gaun itu memeluk tubuh indahnya dengan sempurna, memperlihatkan aura anggun yang selama ini tertutup oleh balutan pakaian rumah sakit dan baju tidur.

Rambut hitam panjangnya yang biasanya dibiarkan tergerai acak-acakan kini tertata rapi dengan jepitan mutiara kecil di sisi kiri, dan memperlihatkan leherjenjangnya yang indah.

Wajah cantiknya dipoles dengan riasan tipis yang sangat natural, pulasan lipstik nude kemerahan di bibirnya membuat senyuman yang tersungging di sana tampak begitu memukau dan bercahaya.

Aris berdiri membeku di tempatnya. Jantungnya berdegup kencang seolah melompat keluar dari rongga dadanya.

Pemandangan di depannya begitu kontras dengan wanita pucat pasi yang penuh air mata dan ketakutan beberapa hari lalu. Raya tampak begitu hidup, segar, dan... sangat cantik hingga membuat Aris kesulitan bernapas.

Raya berbalik saat menyadari kehadiran Aris yang berdiri mematung di pintu. Alih-alih merasa canggung atau menunduk seperti biasa, Raya justru tersenyum lebar, senyuman ceria yang belum pernah Aris saksikan sebelumnya sejak hari pertama mereka bertemu.

"Aris?" panggil Raya dengan suara riang, seraya melangkah mendekati pria itu. "Kenapa kamu berdiri mematung begitu? Apakah penampilanku aneh?"

Aris mengerjap beberapa kali, dan mencoba menarik kesadarannya kembali. Suaranya tercekat di tenggorokan saat ia menjawab dengan nada serak, "T-tidak... Kamu... kamu terlihat luar biasa, Raya."

Raya tertawa kecil, suara tawa yang begitu renyah dan merdu di telinga Aris. Ia kemudian mengangkat kedua tangannya, dan merapikan kerah kemeja Aris yang sedikit berlipat dengan gerakan yang sangat natural.

"Aku sudah memutuskan sesuatu, Aris," ucap Raya penuh antusias, manik matanya menatap lekat-lekat manik mata Aris.

Glek.

Aris menelan ludahnya yang terasa kering, jantungnya makin bergemuruh hebat menghadapi jarak yang sangat dekat ini. "Memutuskan... apa?"

"Aku tidak mau terus-menerus menjadi wanita yang murung dan terjebak dalam ketidakpastian masa laluku," kata Raya mantap, senyumannya makin merekah indah. "Mulai hari ini, aku tidak akan menunggu ingatanku kembali. Aku mau menjalani hidupku di masa sekarang, menjadi wanita yang ceria seperti diriku yang sebenarnya... dan..." Raya sedikit berjinjit, dan mendekatkan wajahnya ke telinga Aris, "...menjadi kekasih yang baik untukmu. Kamu sudah terlalu banyak berkorban dan bersabar merawatku selama ini."

Teg!

Ucapan itu menghantam dada Aris dengan gelombang kejut emosional yang sangat dahsyat.

Kata-kata itu bukan sekadar kalimat manis, melainkan sebuah pengakuan tulus dari seorang wanita yang menaruh seluruh hidupnya di tangan pria yang sebenarnya adalah pembunuh suaminya.

Bagi Aris, kebaikan dan senyuman itu terasa seperti tetesan embun penyejuk di tengah padang pasir yang membakar, namun di saat yang sama, setiap inci ketulusan Raya terasa seperti tusukan pisau belati beracun yang menghujam ulu hatinya tanpa henti.

"Dia begitu tulus... dan aku adalah pembohong terbesar di muka bumi ini," batin Aris menjerit kesakitan.

Melihat Aris terdiam cukup lama dengan tatapan mata yang berkaca-kaca, kerutan halus pun muncul di dahi Raya. Ia menarik mundurkan sedikit tubuhnya, dan menatap Aris dengan cemas.

"Aris? Ada apa? Kenapa kamu diam saja? Apakah... apakah aku tidak boleh bersikap seperti ini?" tanya Raya ragu, binar ceria di matanya meredup seketika digantikan oleh rasa khawatir.

Mendengar pertanyaan itu, Aris langsung tersadar dari keterpurukan mentalnya. Ia tahu ia tidak boleh menunjukkan kelemahannya sekarang. Ia harus menyambut uluran tangan dan senyuman itu, karena itulah satu-satunya hal yang ia miliki di dunia ini.

Aris segera mengerjap, dan menghapus genangan air mata di sudut matanya, lalu memasang senyuman terhangat yang bisa ia berikan. Ia meraih kedua tangan Raya, dan menggenggamnya erat-erat di dadanya.

"Tidak, Raya... Bukan begitu," jawab Aris dengan suara yang sedikit bergetar namun sarat akan kelembutan. "Aku hanya... merasa sangat bahagia. Sangat tersentuh melihatmu tersenyum selebar ini lagi. Kamu tidak pernah merepotkan aku, Raya. Justru kehadiranmulah yang membuat hidupku di rumah ini terasa utuh."

Raya menghela napas lega, senyumannya pun kembali mengembang. "Baguslah kalau begitu. Kalau begitu, sebagai kekasih yang baik, aku sudah menyiapkan kejutan kecil untukmu pagi ini."

"Kejutan?" alis Aris terangkat sebelah.

"Iya! Turunlah ke bawah sekarang. Aku sudah menyiapkan sarapan spesial di meja makan untuk kita berdua, dan Cyla sudah menunggu dengan gaun cantiknya," ajak Raya penuh semangat. Ia menarik tangan Aris pelan, dan menuntun pria itu menuruni anak tangga bersama-sama menuju lantai bawah.

Bersambung...

1
YuWie
aris jg menderita..klo mental raya sdh kuat..jujur saja pak aris.. drpada broken semuanya
YuWie
masih di kota yg sama mana bisa sembunyi terus menerus pak aris..pindah gih ke luar negri
YuWie
lhaa gimn.. katanya semua sdh dijauhkan..kok malah terbaca tuh berita
YuWie
Luar biasa
YuWie
dang nikahi raya nya pak aris.
YuWie
klo ingatan raya kembali, apa jadinya pak aris
Aurora: kita cari tau jawaban di next episode-episode berikutnya...😃🤗
total 1 replies
YuWie
kebetulan ya ris..cintamu kau dptkan 😁
Aurora: Xixixi... hanya terbalut banyak boong 😅😅
total 1 replies
YuWie
pandangan pertama langsung jatuh cinta, suami nya pas is death..mmg jodohmu si raya ini pak arus..tapi sayang nya..jalannya tragis.
Aurora: yup, cinta pada pandangan pertama tak jarang terjadi 🤗
total 1 replies
YuWie
mabuk kok nyopir sendiri pak aris...
YuWie
secantik apa wanita itu aris..sehingga membuatmu falling inlove in first moment
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!