NovelToon NovelToon
SIMPUL KIRANA : TAKDIR ENAM NEGERI

SIMPUL KIRANA : TAKDIR ENAM NEGERI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem / Penyelamat
Popularitas:431
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Bhaskara hanyalah pemuda biasa ... hingga sebuah kecelakaan merenggut hidupnya.
Saat membuka mata, ia telah berada di Jagaddhita—dunia yang perlahan ditelan kegelapan. Sebuah sistem misterius muncul di hadapannya.

《Misi Utama》
-Pulihkan Prisma Kirana.
-Satukan Enam Negeri.
-Selamatkan Jagaddhita.

Untuk menyelesaikan misi itu, Bhaskara harus mencari lima putri pewaris elemen—Anala, Nirmala, Sekar, Samira, dan Vajra.

Namun, menyatukan mereka tidak cukup. Ia harus membentuk Simpul Kirana, ikatan suci yang dapat membangkitkan kembali cahaya dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: SORAK-SORAI DI ALTAR AGUNG

Suara terompet tanduk raksasa menggelegar membelah keheningan pagi di Altar Agung Agnivara. Tempat itu bukanlah balai sidang biasa, melainkan sebuah arena batu melingkar berundak-undak yang dipahat langsung di dinding tebing kawah aktif.

Suasananya tak ubahnya Colosseum purba yang megah sekaligus Mencekam.

Di tribun-tribun batu yang melingkar tinggi, puluhan pejabat, hakim kerajaan, dan ratusan prajurit berzirah baja merah berdiri berdesakan. Di bawah sana, di tengah arena yang beralaskan tanah vulkanik hitam, hawa panas membumbung tinggi dari celah-celah tebing yang dialiri lahar cair.

Pangeran Dahana berdiri di mimbar tertinggi, mengenakan jubah sutra kebesaran yang bersulam benang emas. Di sampingnya, beberapa Senopati yang telah diintimidasi berdiri menundukkan kepala.

Dengan raut wajah yang dibuat sangat berduka—namun matanya memancarkan keserakahan yang membara—Dahana menghentakkan tongkat besinya ke lantai batu.

BAM!

Gema hentakan itu seketika membungkam riuh rendah ribuan orang di arena.

"Wahai rakyat Agnivara! Para pejabat, hakim, dan para Senopati yang menjunjung tinggi hukum Agni!" suara Dahana menggelegar, bergema kuat menabrak dinding-dinding Colosseum batu. "Hari ini, aku berdiri di hadapan kalian dengan hati yang koyak oleh duka dan kemurkaan yang tak tertahan!"

Para pejabat saling berbisik, sementara para prajurit mempererat genggaman pada tombak mereka.

"Kemarin malam, sebuah tragedi berdarah telah mencoreng kehormatan bangsa kita!" Dahana mengepalkan tangannya ke udara, nadanya bergetar penuh drama. "Bait Pawaka yang suci telah disusupi oleh iblis berkulit manusia! Seorang penyusup, seorang pengacau yang dikirim dari tanah pembawa badai—Kerajaan Vajragiri—telah menerobos benteng kita!"

Seruan terkejut membanjiri tribun arena. Gemuruh bisik-bisik ketakutan dan amarah mulai menjalar seperti api tersiram minyak.

"Pria dari Vajragiri itu tidak hanya merusak tempat suci kita," lanjut Dahana dengan tatapan tajam membakar massa. "Dia telah menculik Sang Putri tercinta kita, Putri Anala! Dia melarikannya ke balik batas kerajaan untuk dijadikan tawanan perang!"

"Perang! Ini pemicu perang!" teriak salah seorang pejabat di tribun atas.

"Vajragiri telah menginjak kehormatan Agnivara!" sahut prajurit di barisan depan.

Dahana menyunggingkan senyum kemenangan yang sangat tipis, hampir tak terlihat di balik cengkeraman tangannya yang makin erat pada tongkat kerajaan. Ia mengangkat tangannya, menenangkan gelombang kemurkaan massa yang kini memenuhi Colosseum.

"Oleh karena itu!" teriak Dahana, suaranya mencapai puncak dramatisasi. "Demi mengisi kekosongan takhta dan menyelamatkan negeri ini dari ancaman musuh, aku—sebagai Wali Raja sah Agnivara—menyatakan hari ini: Agnivara mengumumkan perang terbuka terhadap Kerajaan Vajragiri! Dan siapapun yang menghalangi jalan ini, akan dianggap sebagai pengkhianat bangsa!"

"PERANG! PERANG! PERANG!"

Sorak-sorai ribuan prajurit dan pejabat membahana, menggetarkan debu-debu vulkanik di arena. Dahana menghembuskan napas puas, bersiap mengangkat stempel kerajaan untuk meresmikan kekuasaannya.

Namun, sebelum stempel itu menyentuh prasasti hukum, sebuah ledakan petir merah membumbung tinggi dari pintu gerbang utama Colosseum.

BOOM!

Debu tebing membumbung tinggi. Suara sorak-sorai ribuan orang seketika terputus, berganti dengan kesunyian yang mencekam saat dua sosok melangkah tenang memasuki arena Colosseum yang membara.

"Kau berpidato sangat indah, Paman Dahana," suara lantang yang sangat dikenal seluruh rakyat Agnivara bergema, menembus riuh rendah angin kawah. "Tapi sayang sekali... semua yang keluar dari mulutmu hanyalah kotoran bualan seorang pengkhianat!"

Bisik-bisik kasak-kusuk seketika pecah bagai sarang lebah yang terusik di sepanjang tribun berundak. Para hakim saling bertukar pandang penuh ketidakpercayaan, para menteri mencondongkan tubuh melewati pembatas batu untuk memastikan penglihatan mereka, sementara para Senopati melangkah maju dengan kerutan tajam di dahi.

"Gusti Putri Anala... masih hidup?!" bisik seorang hakim senior dengan tangan bergetar, menjatuhkan gulungan kertas hukum yang dipegangnya.

"Tapi... siapa pria asing di samping beliau?" sahut seorang menteri dari tribun tengah, matanya meneliti zirah dan pakaian Bhaskara yang jelas-jelas bukan berasal dari Kerajaan Vajragiri, apalagi memiliki tanda-tanda kebangsawanan lima negeri. "Pakaiannya ganjil. Auranya tidak memancarkan energi petir Vajragiri sama sekali!"

"Lihat bagaimana Gusti Putri berdiri di sampingnya," gumam seorang Senopati berbadan tegap kepada bawahannya, menyipitkan mata melihat kedekatan yang tak biasa di antara keduanya. "Tidak ada tanda-tanda beliau disandera. Justru... Gusti Putri berjalan berdampingan dengannya sebagai sekutu!"

Di tengah arena, Bhaskara melangkah tenang dengan dagu terangkat. Di sudut matanya, Lontar Emas kembali berpendar halus, merekam gejolak batin ribuan orang yang memenuhi Colosseum batu tersebut:

> [RESPON MASSA: ALTAR AGUNG]

> 🔥 Tingkat Kebingungan Publik: 80%

> ⚠️ Dominasi Pengaruh Dahana: Meredup Cepat

> [STATUS HUBUNGAN: PUTRI ANALA]

> Tingkat Kepercayaan (Trust): ❤️ 75% (Terikat & Sepenuhnya Percaya)

> Notifikasi: Keberanianmu berdiri di sisinya di hadapan seluruh kerajaan mengukuhkan kepercayaan Sang Putri.

Anala melirik Bhaskara sekilas, menyerap ketenangan dari pria di sampingnya itu sebelum melempar tatapan mematikan ke arah mimbar tertinggi.

Pangeran Dahana berdiri membeku. Wajahnya yang tadi memancarkan kemenangan kini pucat pasi, matanya membelalak lebar melihat keponakannya berdiri tegap di bawah sana—lengkap dengan seluruh kebenaran yang siap ditumpahkan ke atas tanah Colosseum.

"Jangan percaya dengan apa yang kalian lihat!" jerit Pangeran Dahana, suaranya melengking penuh kepanikan saat ia menunjuk ke arah arena dengan tangan bergetar. "Dia bukan Putri Anala! Dia adalah siluman penjelajah dari Vajragiri yang menyamar untuk meracuni pikiran kalian semua! Prajurit, bunuh mereka berdua sekarang!"

Tuduhan tak masuk akal itu menyulut amarah yang luar biasa di dalam dada Anala. Kehormatan darah bangsawan dan kesetiaannya pada Agnivara diinjak-injak begitu hina oleh paman kandungnya sendiri di depan ribuan rakyatnya.

"Kurang ajar!" seru Anala murka.

Manik matanya berubah menjadi merah membara sepekat darah. Dengan geraman keras, Anala menghentakkan kakinya ke tanah. Lidah-lidah api murni meletup liar dari kedua telapak tangannya, menyembur tinggi ke udara dan siap dihantamkan langsung ke arah mimbar Dahana untuk membumihanguskan sang pengkhianat.

Namun, sebelum gelombang api destruktif itu meluncur, sebuah cengkeraman tangan yang hangat dan mantap menahan pergelangan tangan Anala.

"Tahan, Anala!" bisik Bhaskara cepat namun sarat akan ketenangan yang magis.

Anala menoleh tajam, menatap Bhaskara dengan mata yang masih membara oleh api kemurkaan. "Lepaskan aku, Bhaskara! Dia telah mencemarkan namaku dan mendustai seluruh rakyatku! Aku akan membakarnya menjadi abu!"

Bhaskara tidak melepaskan genggamannya. Ia justru memajukan langkahnya, menatap lurus ke dalam manik merah Sang Putri Api tanpa ada rasa takut sedikit pun. Di saat bersamaan, pendar emas lembut dari Prasasti Gaib memancar tipis dari sela-sela jemari Bhaskara yang menggenggam Anala, mendinginkan hawa panas yang bergejolak liar di sekitar mereka.

> 《Cahaya tidak memilih yang terkuat. Cahaya memilih yang layak.》

> [RESONANSI BATIN: PUTRI ANALA]

> ⚠️ Status Emosi: Kemurkaan Murni (Api Tak Terkendali)

> 💡 Petunjuk System: Api yang membakar tanpa arah hanya akan membakar kebenaran. Tunjukkan takhta melalui bukti, bukan abu.

"Jika kau membakarnya sekarang di hadapan mereka semua," ujar Bhaskara lembut, suaranya yang tenang menembus gemuruh amarah di kepala Anala, "kau hanya akan membuktikan tuduhannya bahwa kau adalah monster emosional yang tidak layak memimpin. Pamanmu ingin kau mengamuk, Anala. Jangan berikan apa yang dia inginkan."

Anala terpaku. Isapan napasnya yang memburu perlahan-lahan menstabil. Pendar api liar yang membungkus tangannya meredup pelan-pelan, meninggalkan kehangatan alami yang kini mengalir selaras dengan denyut nadi Bhaskara.

> [STATUS HUBUNGAN: PUTRI ANALA]

> Tingkat Kepercayaan (Trust): ❤️ 80% (Terikat & Sepenuhnya Pasrah Pada Petunjukmu)

> Notifikasi: Keberhasilan menenangkan kemurkaan Sang Putri memperdalam ikatan batin emosional di antara kalian.

Anala menurunkan kedua tangannya, menghembuskan napas panas yang membawa sedikit asap tipis. Ia menatap Bhaskara dengan pendar keharuan dan kebanggaan yang tak terlukiskan.

"Kau benar..." bisik Anala pelan, mengangguk kecil. Ia lalu membalikkan badan, kembali menatap Dahana yang gemetar di mimbarnya dengan senyum dingin penuh kemenangan. "Pusaka murni Agnivara tidak butuh kobaran api untuk membuktikan siapakah pemilik sahnya."

...****************...

1
Europa.
seperti biasa, novel baru, nunggu insect
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Phrolova
naiknya cepet banget
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: pacing cepatt 🤣🤣
total 1 replies
Yui
masterpiece /Angry//Angry/ aku nunggu insectnya/Drool//Drool//Drool/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: gak ada insect /Curse//Hammer/
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Waw, othor romance nulis fantasi! patut dilihat /Doge//Good/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: /Awkward/ waduhhh
total 1 replies
Ironside
Wah /Hunger/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: /Panic/
total 1 replies
Teteh Lia
nama tokoh na dari bahasa Sanskerta semua 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: Isekai tema Nusantara 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!