NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Perjalanan Dewa Alkemis Di Alam Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

*𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘼𝙡𝙠𝙚𝙢𝙞𝙨 𝙎𝙚𝙢𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣 𝘽𝙚𝙣𝙪𝙖 𝙎𝙚𝙖𝙨𝙤𝙣 𝘿𝙪𝙖*

Ini adalah kisah Lin Xuan Sang Dewa Alkemis yang tidak sengaja bertemu dengan musuh terkuatnya Mo Xie, dua orang dari alam bawah yang tanpa sengaja terjerumus ke alam semesta yang jauh lebih tinggi.

Namun, mereka segera menyadari bahwa gelar agung, bahkan kekuasaan yang dianugerahkan oleh para Dewa dan Iblis Kuno bukanlah berkah, melainkan umpan untuk memelihara tubuh mereka hingga matang sebelum akhirnya dijadikan santapan.

Alih-alih terus saling membunuh, dua anomali ini akhirnya mengesampingkan permusuhan mereka untuk sementara.

Sebab sebelum menentukan siapa yang akan mati di tangan siapa, mereka sepakat melakukan satu hal terlebih dahulu...

Membantai para dewa serta iblis munafik dan membuat seluruh Alam Tinggi berlumuran darah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Tetua Utusan Taichu

Langkah Lin Xuan nyaris tanpa suara saat menyusuri lorong kristal menuju puncak Menara Penguasa setelah keluar dari perpustakaan.

Para Ksatria Emas yang berjaga di sepanjang jalan segera menundukkan kepala. Tak seorang pun berani menatapnya terlalu lama.

Kabar tentang Jenderal Lie Yan yang dihancurkan dari jarak puluhan ribu li telah menyebar ke seluruh Kota Suci Tianyu.

Di mata mereka, Lin Xuan bukan lagi orang yang berlindung di bawah kekuasaan Putri Mahkota. Ia telah menjadi monster berwujud manusia yang mampu merobek hukum ruang hanya dengan kekuatan tubuhnya.

Begitu pintu kamar Shen Ziyue terbuka, Lin Xuan langsung merasakan suasana yang berbeda.

Tidak ada dipan awan atau suasana menggoda seperti biasanya. Ruangan itu justru gelap dan sunyi. Di tengahnya melayang sebuah peta bintang raksasa yang menampilkan wilayah luas Kekaisaran Suci Dewa Kuno.

Shen Ziyue berdiri di hadapan peta tersebut dengan mengenakan Zirah Bintang. Wajahnya dingin dan penuh ambisi. Namun begitu melihat Lin Xuan, tatapannya segera melunak.

"Kau sudah selesai dari perpustakaan bawah tanah?" Ziyue berjalan mendekat. "Apakah menemukan sesuatu yang menarik?"

"Hanya beberapa catatan lama," jawab Lin Xuan tenang. "Cukup untuk membuatku sadar bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang benar-benar tak terkalahkan."

Ucapan itu menyimpan makna lain.

Namun Ziyue hanya menganggapnya sebagai keyakinan Lin Xuan terhadap kekuatannya sendiri.

Ia tersenyum, lalu menggenggam tangan Lin Xuan dan membawanya mendekati peta bintang.

"Kau benar. Bahkan pilar yang menopang kekaisaran ini mulai retak dari dalam."

Jarinya menunjuk sebuah bintang emas raksasa di pusat peta.

"Ibu Kota Suci Taichu." Tatapan Ziyue berubah tajam.

"Insiden Lie Yan hanyalah awal. Ayahanda... Kaisar Taichu... mulai kehilangan kendali."

Di dalam Lautan Roh Lin Xuan, Hun Yuan mendengus.

"Dia tidak tahu apa-apa. Kaisar itu bukan melemah karena usia. Tubuhnya sedang hancur dari dalam karena gagal menembus Level 14 Tungku Daging."

"Biarkan dia percaya begitu," jawab Lin Xuan melalui jiwa. "Itu lebih baik bagi kita."

Di luar, wajah Lin Xuan tetap tenang seolah mendengarkan dengan saksama.

"Kekuasaannya telah mandek selama sejuta tahun," lanjut Ziyue. "Karena itu, keretakan mulai muncul. Kedua kakakku sudah diam-diam mengumpulkan kekuatan dari militer dan para Tetua. Mereka hanya menunggu napas Ayahanda berhenti untuk merebut Takhta Suci."

Tangannya mengepal.

"Jika salah satu dari mereka berhasil naik takhta, aku akan menjadi orang pertama yang mereka bunuh. Mereka takut pada Cahaya Pemusnah yang diwariskan kepadaku."

Ziyue berbalik. Ia mendekat hingga jarak di antara mereka hampir tidak tersisa. Tatapan dipenuhi ambisi.

"Aku tidak akan menunggu mereka membunuhku."

Suaranya merendah.

"Xuan, dengan kekuatan tubuhmu dan kedudukanku di Kota Suci Tianyu, kita memiliki kesempatan. Bantu aku merebut takhta. Singkirkan kedua saudaraku dan para Tetua yang menghalangi jalanku."

Ia menatap langsung ke mata Lin Xuan.

"Setelah itu, aku akan menjadi Permaisuri Tunggal Kekaisaran Suci. Kau akan berdiri di sisiku dan memerintah bersamaku."

Bagi orang lain, tawaran itu mungkin merupakan puncak impian.

Namun bagi Lin Xuan, Takhta Taichu tidak lebih dari sebuah alat.

Yang benar-benar ia pikirkan adalah bagaimana bertahan hidup sebelum Kaisar Taichu menjadikannya bahan untuk menyempurnakan Pil Keabadian Mutlak.

"Kudeta bukan perkara keberanian saja, Yang Mulia." Lin Xuan mengalihkan pandangan pada peta bintang.

"Jika aku harus berhadapan dengan seluruh kekaisaran, bahkan dengan Kaisar Taichu sendiri, aku membutuhkan kekuatan yang cukup."

"Apa yang kau inginkan?"

"Aku ingin otoritas penuh atas perbendaharaan Kota Suci Tianyu."

Lin Xuan mengulurkan tangan.

"Berikan aku akses ke seluruh material berharga, batu urat nadi dimensi, dan inti bintang yang tersimpan di kota ini. Jika aku adalah pedangmu, jangan batasi batu asahku."

Dalam keadaan biasa, seorang jenderal yang berani mengajukan permintaan seperti itu pasti sudah dihukum mati.

Namun Shen Ziyue bahkan tidak ragu.

Ia mengangkat tangan kanannya.

Sebuah cincin kristal emas terlepas dari jarinya dan melayang ke telapak tangan Lin Xuan.

"Cincin Inti Kota Suci Tianyu. Ambillah." Senyum Ziyue justru semakin dalam.

"Jika seluruh kekayaan Tianyu dapat membuatmu semakin kuat, gunakan semuanya. Nyawa seluruh kota ini ada di tanganmu sekarang."

Tatapannya dipenuhi keyakinan yang hampir fanatik.

"Asah pedangmu. Lalu bawa aku ke singgasana."

Lin Xuan menggenggam cincin tersebut. Tungku Daging Level 10 di dalam tubuhnya bergetar pelan.

Dengan sumber daya sebesar ini, jalan menuju Level 11 tidak lagi sejauh sebelumnya.

"Keputusan yang bijak." Senyum tipis muncul di wajah Lin Xuan.

Jantung Ziyue berdegup lebih cepat.

Namun sebelum mereka sempat membicarakan langkah berikutnya, seluruh Menara Penguasa tiba-tiba bergetar.

Lonceng peringatan tertinggi Tianyu menggema ke seluruh kota.

Suara itu berbeda dari tanda serangan Iblis Kuno.

Ini adalah bunyi yang hanya akan terdengar ketika utusan dari Ibu Kota Suci datang membawa titah Kaisar.

Cahaya dua matahari di luar jendela tiba-tiba meredup.

Bayangan raksasa menutupi langit.

Ziyue segera berlari menuju balkon. Lin Xuan menyusul di belakangnya.

Awan kosmik terbelah.

Sebuah kapal perang raksasa perlahan turun dari langit. Ukurannya bahkan menyerupai sebuah benua kecil.

Kapal itu dibangun dari tulang belakang naga suci purba dan dilapisi emas murni. Dari tubuhnya memancar hukum penindasan yang begitu berat hingga seluruh formasi pelindung Kota Suci Tianyu bergetar.

Puluhan ribu panji emas berkibar di atas geladaknya. Lambang matahari emas dan pedang perak terpampang jelas.

Faksi Tetua Taichu.

Tekanan dari kapal perang itu menyapu seluruh kota.

Jalanan bergetar. Para prajurit dan rakyat Tianyu berjatuhan berlutut. Bahkan para Ksatria Emas tidak mampu berdiri tegak di bawah tekanan tersebut.

Wajah Ziyue seketika memucat. "Mustahil. Mereka datang terlalu cepat."

"Siapa?"

"Utusan Pusat Taichu."

Ziyue menggertakkan gigi.

"Mereka pasti menggunakan Formasi Teleportasi Bakar Darah setelah menerima kabar tentang Lie Yan. Mereka tidak datang untuk membantuku."

Tatapannya beralih kepada Lin Xuan.

"Mereka kayaknya datang untuk mengujimu."

Hun Yuan tertawa dingin di dalam Lautan Roh. "Bagus. Ikan besar akhirnya datang sendiri."

Ziyue menatap kapal perang itu dengan wajah suram.

"Mereka ingin mencari tahu asal-usulmu. Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, mereka akan membawamu ke Ibu Kota."

Lin Xuan tidak menjawab.

Tatapannya hanya tertuju pada kapal perang yang memenuhi langit.

Jika ia dibawa ke Ibu Kota sekarang, rahasia Tungku Daging miliknya mungkin akan terbongkar. Dengan kekuatan Level 10, ia masih belum cukup kuat untuk menghadapi Kaisar Taichu secara langsung.

Pada saat itu, suara tua yang penuh wibawa menggema dari atas geladak dan menyebar ke seluruh Kota Suci Tianyu.

"Putri Mahkota Shen Ziyue!"

"Majelis Tetua Pusat telah tiba untuk mengambil alih Kota Suci Tianyu."

"Serahkan Komandan Bintang yang tidak diketahui asal-usulnya untuk menjalani Ujian Darah. Jika menolak, kami akan menghancurkan menara ini dan menyeretnya keluar dengan paksa!"

Suara itu mengguncang langit.

Ziyue mengepalkan tangannya.

Namun Lin Xuan justru melangkah maju. Jubah putihnya berkibar diterpa angin.

Di balik kain itu, otot-otot tubuhnya perlahan menegang. Kekuatan yang tersembunyi di dalam tubuhnya mulai bangkit seperti binatang buas yang baru terbangun.

Ia tidak datang ke Tianyu untuk bersembunyi selamanya.

Jika faksi Taichu ingin mengujinya, maka ia akan membuat mereka membayar harga yang cukup mahal untuk mengingat namanya.

Lin Xuan menatap kapal perang raksasa itu dan tersenyum tipis.

"Sepertinya para tetua tua itu belum belajar dari nasib Lie Yan"

Ia melangkah ke ujung balkon.

"Kalau begitu, mari kita sambut mereka, Yang Mulia."

1
Raju
jossssss
Raju
alankah terjadi perang besar dan menghancurkan kota atau awal dri sebuah aliansi ??
Raju
lin xuan sang kaisar obat jadi pegawai dadakan ....😁😁
Celestial Quill: hahahah, mungkin cape jadi kaisar terus😄
total 1 replies
Raju
hm... lin xuan... keanya serba bisa ni org... dri kultivator, pemusnah massal, pembuat drama terbaik, hingga jadi tukang bengkel pun bisa keanya ...🤣🤣🤣
Celestial Quill: hahaha😄😄
total 1 replies
Raju
poin yg q kumpulkan selama ribuan tahun Meluncur Thor....!! 😁😁
Raju
ternyata pendatang lbih ganas dri pada penunggu....🤣🤣🤣
Raju
perebutan kristal dimulai...
Raju
vote meluncur buat karyamu Thor...!!
Celestial Quill: Terimakasih, semoga karya baru dapat menghibur. Selamat membaca
total 1 replies
Green Boy
Mantap Thor
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!