Sinopsis:
Ethan Vance—Panglima Tertinggi Pasukan Gabungan Bumi dan jenius biomekanika—tewas mengenaskan akibat sabotase reaktor fusi. Namun, bukannya masuk neraka, jiwanya justru terlempar ke dunia Murim dan lahir kembali sebagai Cheon Ryeon, bayi dari klan paling bawah di Kultus Iblis.
Keluarga Cheon yang dulunya berjaya kini hanya dianggap sampah dan terus ditindas oleh klan-klan utama lainnya. Tidak punya pil energi mahal atau kitab pusaka? Tidak masalah. Bagi seorang mantan jenderal, Dantian manusia tidak ada bedanya dengan reaktor mikro, dan jurus pedang tak lebih dari kalkulasi arah dan sudut jatuh!
Bersama sahabat-sahabat senasib yang tak kalah aneh—mulai dari anak buangan ahli racun yang matre, gadis perkasa bertulang tebal, sampai pembunuh jalanan yang sinis—Ryeon mulai membangun kekuatannya dari nol.
"Dunia ini bertarung pakai takdir dan mistis? Lucu sekali. Mari kuajarkan cara bertarung menggunakan logika dan sains!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Mikyail Ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23: Detik-Detik Terakhir di Ruang Reaktor
Sirine darurat melengking memekakkan telinga. Dinding-dinding baja komposit bergetar hebat, memercikkan arus listrik liar ke sekeliling lorong. Suara gemuruh ledakan dari gerbang depan menandakan pasukan Aliansi Ortodoks makin dekat, tapi protokol pembersihan diri (Self-Destruct) sudah menghitung mundur tanpa ampun.
[MUNDUR MURNI: 04 MENTI 12 DETIK]
"Cepat! Jangan sampai ada data yang tertinggal!" seru Jaegal So-yeon lincah. Dengan jemarinya yang lincah, ia menarik keluar kaset memori kristal dari konsol utama dan menyimpannya rapi di balik jubah sutranya.
"Jalur menuju ruang reaktor utama ada di bawah!" pimpin Baek Hyun sambil menunjuk pintu baja raksasa yang sudah merekah akibat tekanan hawa panas dari dalam.
Cheon Ryeon menendang pintu itu hingga roboh.
BAM!
Pemandangan di balik pintu membuat seluruh tim menahan napas. Ruang Reaktor Utama adalah sebuah kubah raksasa berdiameter seratus meter. Di tengah-tengahnya, bola Reaktor PROJECT CORE SOVEREIGN melayang di dalam tabung pengungkung magnetik. Cahaya emas kebiruan terpancar sangat menyilaukan, membawa gelombang radiasi kinetik yang membuat udara terasa sangat berat dan panas.
Namun, di depan reaktor tersebut, berdiri sesosok pria berjanggut panjang mengenakan jubah keemasan—Tetua Agung Sekte Pedang Qingcheng, salah satu petinggi Aliansi Ortodoks!
Di sekelilingnya, belasan pengawal topeng besi Ordo Mata Dantian sudah tewas bergelimpangan dengan luka tebasan pedang Gang-Qi.
"Hahaha! Akhirnya! Artefak dewa kuno ini milik Aliansi Ortodoks!" tawa Tetua Agung itu bergema penuh ketakutan dan keserakahan. Ia mengangkat pedang pusakanya, hendak memotong pipa pengungkung magnetik untuk merebut Inti Reaktor secara paksa.
"Jangan sentuh pipa itu, Tua Bangka Bodoh!" bentak Ryeon dengan suara dingin yang memotong tawa pria itu.
Tetua Agung berbalik dengan mata merah penuh amarah. "Siapa kalian?! Anak-anak Kultus Iblis dan... Putri Keluarga Jaegal?!"
"Pipa itu menahan tumpukan energi fusi bertekanan lima ratus atmosfer!" tegas Ryeon, melangkah maju tanpa rasa takut. "Kalau kau memotong pipa magnetik itu pakai Ki mentahmu, energi kinetiknya bakal meledak seketika dan meratakan seluruh lembah ini jadi debu!"
"Bicara omong kosong!" cemooh Tetua Agung murka. "Kalian cuma mau merebut pusaka dewa ini untuk Kultus Iblis! Mati kalian semua!"
Tetua Agung menghentakkan kakinya. Aura Ranah Grandmaster (Ki Form/Gang-Qi Puncak) meledak hebat dari tubuhnya! Sebuah bayangan pedang raksasa sepanjang puluhan meter terbentuk di atas kepalanya, memancarkan tekanan yang sanggup meremukkan tulang manusia biasa.
"Gila! Dia berada di Ranah Grandmaster!" jerit Jin-Bao ketakutan, bersembunyi di balik perisai Son-mi.
"So-yeon, Son-mi! Tahan tekanan aura luarnya dari kiri dan kanan!" komando Ryeon kilat bagaikan komputer tempur. "Baek Hyun, amankan konsol pelepas Inti Reaktor!"
"SIAP!"
So-yeon membuka kipas sutranya lebar-lebar, melempar delapan koin perak untuk membentuk Formasi Delapan Penjuru buat membendung rambatan aura Grandmaster. Son-mi menghentakkan perisai kompositnya ke lantai, menyalurkan benturan gelombang ke tanah!
BOOM!
Di saat tekanan aura Grandmaster tertahan selama satu detik emas, Ryeon melesat maju bagaikan kilat malam!
Ia tidak menyerang Tetua Agung. Ryeon mengarahkan pedang tipis mikro-karbonnya tepat ke poros transmisi daya magnetik di bawah tabung reaktor!
Menggunakan Sistem Kompresi Kinetik Kuantum berfrekuensi 6.000 Hertz, Ryeon menusukkan pedangnya ke sakelar darurat pemutus arus!
BZZZZZZT!
KLIK!
Seketika itu juga, medan magnetik tabung reaktor mati secara teratur! Bola Inti Reaktor yang membara perlahan jatuh dan terkunci aman di dalam wadah isolasi komposit pelindung yang sudah disiapkan Ryeon!
"Pusaka-ku!" jerit Tetua Agung histeris melihat Inti Reaktor terkunci di wadah pelindung. Ia menebaskan pedang raksasanya secara liar ke arah Ryeon!
Namun, karena aliran energi magnetik reaktor mendadak putus, terjadi Defleksi Gelombang Balik. Aura Gang-Qi milik Tetua Agung berbalik menghantam dirinya sendiri!
BOOOM!
"GUAAGH!"
Tetua Agung terlempar ke udara, memuntahkan darah segar dan menghantam dinding kubah dengan keras hingga terkulai pingsan tak sadarkan diri!
[MUNDUR MURNI: 00 MENIT 45 DETIK]
Dinding kubah mulai runtuh! Reruntuhan batu raksasa berjatuhan dari atap!
"Inti Reaktor sudah aman!" seru Ryeon sambil menyambar wadah isolasi komposit yang berisi Inti Reaktor tersebut. "Evakuasi lewat lorong pembuangan air di sebelah kiri! Cepat!"
Seluruh tim melesat keluar menembus lorong pembuangan tepat saat hitungan mundur menyentuh angka nol.
BOOOOOOOOOOMMMMM!
Sebuah ledakan dahsyat mengguncang seluruh Lembah Kabut Jiwa! Fasilitas bawah tanah Ordo Mata Dantian runtuh total ditelan tanah, mengubur seluruh bukti dan sisa-sisa eksperimen gelap mereka di bawah ribuan ton reruntuhan batu.
Satu jam kemudian, di puncak tebing aman yang jauh dari lokasi ledakan.
Asap hitam membumbung tinggi di langit malam Lembah Kabut Jiwa. Pasukan Aliansi Ortodoks yang tersisa kocar-kacir panik menyelamatkan diri dari reruntuhan.
Ryeon berlutut di atas batu datar, menatap wadah isolasi komposit di depannya. Di balik kaca pelindung, bola Inti Reaktor CORE SOVEREIGN memancarkan pendar cahaya biru keemasan yang sangat murni dan tenang.
So-yeon melangkah mendekat, menyapu debu di jubah sutra peraknya, lalu menatap Ryeon dengan rasa takjub dan kagum yang tak terbatas.
"Kau beneran berhasil mengamankan Inti Reaktor itu di tengah ledakan dan gempuran Grandmaster..." bisik So-yeon dengan senyum paling indah di wajahnya.
"Ini bukan pusaka dewa," sahut Ryeon tenang, menatap So-yeon lurus. "Ini adalah kunci sumber energi terbarukan dan bukti teknologi sains masa lalu. Dengan Inti Reaktor ini dan data kaset memori di tanganmu... kita punya modal mutlak buat membongkar seluruh jaringan Ordo Mata Dantian di Central Plains."
Jin-Bao, Son-mi, dan Baek Hyun mendekat, menatap Inti Reaktor itu dengan mata berbinar penuh rasa bangga.
Ryeon berdiri, menyapu jubah hitamnya yang berdebu. Di dadanya, pin Roda Bintang bersinar makin terang di bawah naungan cahaya rembulan malam.
Pertempuran di Lembah Kabut Jiwa telah usai. Dan kini, dengan sains biomekanika di otaknya, teknologi reaktor fusi di tangannya, serta aliansi kokoh bersama Jaegal So-yeon... Sang Jenderal Sains siap melangkah masuk ke Central Plains untuk menundukkan seluruh benua Murim!