NovelToon NovelToon
CINTA YANG JATUH LEBIH DULU

CINTA YANG JATUH LEBIH DULU

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jivana

Kirana, mantan putri sultan yang kini harus bekerja demi bertahan hidup, selalu bentrok dengan Rangga, CEO dingin dan galak yang tak pernah menemukan karyawan seberani dirinya.

Tanpa Kirana sadari, Rangga justru jatuh cinta lebih dulu. Di balik sikap kerasnya, ia diam-diam selalu melindungi dan memperhatikan Kirana. Sementara Kirana perlahan melihat sisi lembut pria yang selama ini dianggapnya sebagai bos toxic.

Namun cinta mereka diuji oleh kesalahpahaman, mantan kekasih, konflik keluarga, serta perjuangan Kirana membangun kembali hidupnya tanpa kemewahan. Dari pertengkaran dan cinta yang awalnya bertepuk sebelah tangan, keduanya akhirnya menyadari bahwa mereka adalah tempat pulang satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jivana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 — Serangan Pertama

Dua minggu berlalu sejak Kirana dan Rangga resmi menjalin hubungan diam-diam, dan segalanya berjalan dengan indah—hingga suatu pagi, kabar mengejutkan menyebar cepat di kalangan media bisnis Jakarta.

Kirana baru saja tiba di kantor ketika salah satu rekan kerja menghampirinya dengan wajah pucat, menyodorkan ponsel yang menampilkan artikel berita online dengan judul mencolok: "CEO Arka Corporation Diduga Berpacaran dengan Karyawan, Ancam Reputasi Perusahaan di Mata Investor."

Kirana membaca artikel itu dengan jantung berdebar kencang, matanya menelusuri setiap kalimat yang memutarbalikkan fakta—disebutkan bahwa dirinya sengaja mendekati Rangga demi mengembalikan status sosialnya yang hilang, bahkan ada tudingan bahwa ia sengaja menjebak sang CEO dengan berbagai cara manipulatif sejak hari pertama bekerja.

"Ini... ini nggak bener," Kirana bergumam, tangannya gemetar memegang ponsel itu.

"Kirana, ini beneran soal kamu sama Pak Rangga?" tanya rekan kerjanya, matanya penuh keterkejutan.

Sebelum Kirana sempat menjawab, suasana kantor sudah berubah heboh, bisik-bisik mulai menyebar cepat ke seluruh lantai, beberapa karyawan bahkan mulai memotret dan membagikan artikel itu ke grup chat kantor.

Kirana bergegas menuju toilet, mengunci diri di salah satu bilik, mencoba mengatur napas yang tiba-tiba terasa sesak. Ia tidak habis pikir, bagaimana hubungan yang mereka jaga diam-diam dengan begitu hati-hati bisa bocor ke media, apalagi dengan narasi yang begitu jahat dan tidak sesuai kenyataan.

Ponselnya bergetar, pesan dari Rangga. "Kamu udah baca beritanya? Jangan panik, saya lagi urus ini. Temui saya di ruangan saya sekarang."

Kirana bergegas naik ke lantai eksekutif, mendapati Rangga sedang berdiri di depan jendela ruangannya, wajahnya tegang dengan ponsel masih tergenggam di tangan.

"Pak—Rangga," Kirana buru-buru mengoreksi diri, meski situasi genting itu membuatnya lupa sejenak dengan kesepakatan mereka untuk lebih santai saat berdua. "Ini gimana bisa kejadian?"

"Saya masih coba lacak sumbernya," jawab Rangga, rahangnya mengeras menahan amarah.

"Tapi dari gaya penulisannya, ini keliatan jelas kayak ada yang sengaja nyebar informasi buat menjatuhkan kamu."

"Siapa yang bakal setega itu?" Kirana bertanya, meski di lubuk hatinya sebuah nama mulai muncul, meski ia belum berani mengucapkannya.

Ponsel Rangga berdering, ia melirik layarnya, alisnya berkerut melihat nama yang tertera. "Ini dari ibu saya."

Ia mengangkat telepon dengan wajah tegang, Kirana bisa mendengar suara Bu Ratna yang terdengar tegas dari seberang, meski tidak sepenuhnya jelas kata-katanya.

"Iya, Ma, saya udah baca," jawab Rangga, nadanya berusaha tenang meski jelas menahan emosi.

"Ma tahu sesuatu soal ini?"

Hening sejenak, Rangga mendengarkan dengan seksama, wajahnya semakin tegang seiring detik berlalu.

"Ma, ini bukan cara yang benar buat nyelesain masalah," Rangga akhirnya berkata tegas, suaranya meninggi sedikit, sesuatu yang jarang sekali Kirana dengar dari pria itu. "Kalaupun Ma nggak setuju sama hubungan saya, ini bukan alasan buat ngerusak reputasi Kirana di publik!"

Kirana menahan napas, akhirnya paham dari nada percakapan itu bahwa dugaannya benar—entah bagaimana caranya, Bu Ratna terlibat dalam penyebaran berita yang merusak reputasinya itu.

Setelah menutup telepon, Rangga menatap Kirana dengan wajah penuh penyesalan. "Kirana, saya minta maaf. Sepertinya ibu saya yang ada di balik ini, meski dia nggak secara langsung mengakuinya."

"Kenapa Ibu bisa setega itu, Pak—Rangga?"

Kirana bertanya, suaranya bergetar menahan air mata yang mulai menggenang.

"Saya nggak tahu pasti, tapi dia sempet bilang ada yang 'membantu memberikan informasi' soal kamu," Rangga menjelaskan, tampak semakin curiga dengan siapa sebenarnya yang terlibat dalam skema ini.

Kirana mendadak teringat sesuatu, wajahnya memucat. "Alex."

"Siapa?"

"Mantan tunangan saya, yang saya certain waktu itu," Kirana menjelaskan, tangannya mengepal menahan amarah dan rasa dikhianati. "Dia yang paling mungkin tahu detail masa lalu saya sedetail itu buat dibikin narasi kayak di artikel tadi."

Rangga mengangguk, rahangnya semakin mengeras. "Saya akan cari tahu kebenarannya. Tapi yang paling penting sekarang, kita harus lindungi kamu dari dampak berita ini."

"Gimana caranya, Pak? Semua orang di kantor udah baca beritanya," Kirana berkata putus asa, air matanya akhirnya mengalir tidak tertahankan lagi.

Rangga mendekat, menggenggam kedua tangan Kirana dengan lembut namun penuh tekad. "Saya akan bikin pernyataan resmi, klarifikasi ke publik dan ke seluruh karyawan. Saya nggak akan biarkan kamu jadi korban fitnah kayak gini, Kirana. Saya janji."

Kirana menatap Rangga, mencoba menemukan kekuatan dari ketegasan yang terpancar di mata pria itu, meski hatinya masih dipenuhi ketakutan akan apa yang mungkin akan terjadi selanjutnya—sebuah pertarungan yang baru saja dimulai, jauh lebih besar dan lebih rumit dari sekadar gosip kantor yang pernah mereka hadapi sebelumnya.

1
Rian Moontero
mampiiirr👍
moana family: terima kasih kk🥰
total 1 replies
moana family
hiii readers mohon dukungan yaa...🥰🥰
ini novel saya pertama🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!