NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Putri Asli "Dendam Sang Alkemis"

Kembalinya Sang Putri Asli "Dendam Sang Alkemis"

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Di balik kemegahan dan keagungan Kerajaan Veldora, tersimpan rahasia busuk yang menjijikkan. Kalyca, sang putri kandung yang sah, dibuang sejak bayi ke sebuah gubuk reot di pinggiran kota dan hidup dalam penderitaan. Sementara itu, gadis licik, Edelyn putri palsu yang merampas takhtanya, menikmati kemewahan istana.

Rasa sakit dan ketidakadilan, membuat jiwa lemah itu membangkitkan jiwa gelap dari seorang alkemis genius, berdarah dingin, yang sudah mati ribuan tahun yang lalu.

Di tengah misi balas dendam dan intrik berdarah di istana, takdir mempertemukannya dengan Grand Duke Erik Klaus, pria bermata tajam yang dijuluki sebagai dewa perang yang terkenal kejam pada musuh, namun menyimpan rahasia kelam.

“Ribuan tahun lalu, aku gagal melindungi mu. Kali ini, biarkan aku merobek dunia ini untuk membawamu pulang...”

~Grand Duke Erik Klaus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KURANG AJAR

"Sudah sana ibu keluar dari kamar ku," potong Edelyn mengusir Ratu Alice.

Ratu Alice menghela nafas nya panjang, dengan masih memasang senyum nya.

"Yasudah, kalau kamu memang mau pergi, hati-hati ya," ucap Ratu Alice, keluar dari kamar Edelyn.

Edelyn menatap pintu kamar yang sudah tertutup itu dengan tatapan jijik.

"Dasar wanita tua bodoh, tunggu saja sebentar lagi aku akan menyingkirkan mu dari istana ini," batin Edelyn, dengan tatapan dingin nya.

"Putri..."

Suara gemetar Mia terdengar dari ambang pintu yang terbuka setengah.

Gadis pelayan itu kembali masuk dengan membawa sebuah kotak beludru merah berisi kalung berlian besar yang diminta oleh Edelyn, kepalanya masih tertunduk dalam-dalam demi menyembunyikan pipinya yang bengkak dan kebiruan.

Edelyn menoleh, mendengus keras, lalu merampas kotak beludru itu dari tangan Mia dengan kasar.

"Lama sekali! Kamu sengaja ingin membuatku terlambat, hah?" bentak Edelyn sinis, memeriksa kalung berlian di dalam kotak itu dengan mata menyipit tajam.

"Bagus. Setidaknya barang ini cukup pantas untuk dipakai menyambut Grand Duke," ucap Edelyn tersenyum miring.

"M-maafkan saya, Putri," jawab Mia lirih.

"Sudah, pergi sana! Jangan tunjukkan wajah menjijikkan mu itu lebih lama di hadapanku!" usir Edelyn dengan kibasan tangan penuh jijik, membuat Mia segera berbalik dan melangkah mundur terburu-buru keluar dari ruangan.

Edelyn kembali menghadap ke arah cermin besar, dia melihat kalung berlian itu ke leher jenjangnya, lalu tersenyum puas melihat pantulan dirinya yang tampak begitu sempurna dan memukau.

"Calon istri Grand Duke Klaus... Ya, gelar itu memang diciptakan untukku," gumam Edelyn pelan, mengangkat dagunya tinggi-tinggi dengan angkuh.

Sementara itu, di istana utama yang jauh lebih sunyi, suasana tegang menyelimuti kamar tidur utama.

Ratu Alice baru saja melangkah keluar dari kamar Edelyn dengan hati yang terasa berdenyut sakit.

Senyum lembut yang selalu dia pasang di hadapan rakyat perlahan luntur, menyisakan guratan lelah dan kecemasan yang mendalam di wajahnya yang masih tampak awet muda.

Dia berjalan cepat menuju kamar utama, dikawal oleh seorang pengawal setia istana, hingga dia tiba di depan pintu besar kamar tidur Raja Veldora.

Ceklekk...

Pintu dibuka pelan oleh Ratu Alice, di dalam ruangan yang beraroma rempah obat dan dupa penenang itu, tampak seorang pelayan senior sedang mengganti handuk hangat di dahi sang penguasa.

Ratu Alice segera mendekati ranjang besar tempat Raja Veldora terbaring, wajah sang Raja tampak sangat pucat, dan bibirnya membiru tubuh pria yang dulunya gagah perkasa itu kini kurus kering, terkulai lemah akibat racun yang telah menggerogoti organnya selama bertahun-tahun.

"Yang Mulia..." bisik Ratu Alice pilu, duduk di tepi ranjang, menggenggam tangan suaminya yang terasa dingin.

Tes

Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya tumpah juga.

"Bagaimana keadaanmu hari ini? Apakah dadamu masih terasa sesak?" tanya Ratu Alice, lembut.

Raja Veldora membuka matanya perlahan, pandangannya sayu dan kabur, butuh beberapa detik bagi sang Raja untuk mengenali wanita di hadapannya.

"Alice..." suara Raja terdengar sangat parau, nyaris seperti gesekan angin.

"Jangan... jangan menangis sayang..." bisik Raja Veldora, berusaha mengangkat tangan nya.

Ratu Alice menggenggam tangan suaminya dan mencium nya lembut.

Raja Veldora bukan lah seorang Raja yang memiliki banyak Selir, cinta beliau hanya untuk Ratu Alice, satu-satunya Ratu di istana dan juga Ratu di hati nya, itulah salah satu keberuntungan Ratu Alice, dia mendapatkan cinta yang utuh dari sang Raja.

"Bagaimana aku tidak menangis, Yang Mulia?. Tabib istana sudah meracik berbagai ramuan, tetapi racun itu seolah menolak keluar dari tubuhmu," ucap Ratu Alice mengusap air matanya, mencoba tersenyum tegar meski hatinya hancur berkeping-keping melihat pria yang dicintainya tersiksa.

Raja Veldora menarik napas pendek yang terdengar sesak, pria paruh baya itu menggelengkan kepalanya pelan.

"Aku tahu... hari-hariku tidak akan lama lagi, Alice, kerajaan ini... dan Edelyn... aku menyerahkannya padamu..." ucap Raja Veldora lemah.

Mendengar nama Edelyn disebut, Ratu Alice mendadak tertegun, bayangan sikap putrinya yang tadi membentak dan mengusirnya dengan kasar kembali melintas di benaknya, ada secercah rasa nyeri dan kecewa yang menusuk dada sang Ratu, meski ia segera menepisnya, mengira itu hanyalah sifat manja Edelyn sebagai seorang putri mahkota yang terlalu disayang.

"Jangan bicara begitu, kamu pasti sembuh," ucap Ratu Alice dengan suara bergetar, mencoba menepis firasat buruknya.

Raja Veldora hanya memejamkan mata lelahnya, tidak menjawab, racun itu kembali mencengkeram dadanya, membuat sang Raja meringis menahan sakit tanpa bisa berbuat apa-apa lagi di atas ranjang nya.

Di saat yang sama, di luar gerbang istana, kereta kuda mewah berlogo keluarga kerajaan Veldora yang dihiasi ukiran emas mulai bergerak meninggalkan halaman istana.

"Cepatlah sampai di kediaman Grand Duke," ucap Edelyn pada kusir gerbong, tidak sabar untuk segera menaklukkan pria paling berbahaya di kekaisaran tersebut.

"Baik Putri."

Kereta kuda dengan lambang kerajaan Veldora itu melaju dengan kecepatan sedang, menuju kediaman Grand Duke Klaus.

"Erik Klaus, hanya aku yang pantas mendapatkan pria itu," batin Edelyn, penuh percaya diri.

Setelah perjalanan cukup panjang, akhirnya berhenti di depan kediaman Grand Duke Klaus.

Bangunan mewah dan megah itu berdiri tegak, memancarkan aura dingin yang membuat siapa pun merasa kecil, tetapi tidak bagi Edelyn.

Dengan dagu terangkat tinggi dan senyum penuh percaya diri, Edelyn turun dari kereta kuda nya, gaun mewahnya tersapu angin pagi yang dingin, melangkah anggun, dikawal oleh dua orang pengawal pribadi nya.

"Katakan pada Grand Duke Erik bahwa Putri Mahkota Edelyn datang berkunjung untuk menemuinya," ucap Edelyn kepada kepala pelayan kediaman Klaus, seorang pria paruh baya yang berdiri kaku di depan pintu gerbang besar.

"Selamat pagi, Yang Mulia Putri Edelyn, mohon maaf, tetapi Grand Duke sedang tidak menerima tamu hari ini. Beliau baru saja kembali dari medan perang dan memerlukan waktu istirahat," ucap Kepala pelayan itu, sopan.

Senyum di wajah Edelyn sedikit memudar, digantikan oleh tatapan kesal.

"Kau bercanda?" ucap Edelyn, marah.

"Aku adalah Putri Mahkota! Calon penguasa masa depan! Beraninya pelayan rendahan sepertimu menyuruhku pulang? Cepat antar aku menemui Grand Duke!" perintah Edelyn tanpa tahu malu.

"Saya hanya menyampaikan titah dari Yang Mulia Grand Duke, Putri, tidak seorang pun diizinkan masuk ke kediaman utama tanpa janji temu, tanpa terkecuali," jawab kepala pelayan itu tenang, namun penuh ketegasan yang menyebalkan di mata Edelyn.

"Kurang ajar! Cepat menyingkir dari hadapanku, atau aku akan pastikan kepala mu dipenggal atas tuduhan tidak menghormati keluarga kerajaan!" maki Edelyn, wajahnya memerah karena marah.

1
Nawi
kenapa cuma 1 up nya thor nanggung
Tiara Bella
thor kurang....
kaylla salsabella
semoga gagal kabur nya
Nawi
cemungut thor lanjut 💪
TT: Jejaktinta14: terimakasih sayangggg 🫶🏻
total 1 replies
kaylla salsabella
sabar bentar lagi... ratu kamu tahu siapa kalyca
Anisa Tanjung
👍👍gas tor
kaylla salsabella
dia bukan lawan mu Joel
kaylla salsabella
seru..... lanjut
Heni Setiyaningsih
tetap sehat dan semangattt
makaci crazy up nya 😍👍
kaylla salsabella
semangat kalyca dan erik
kaylla salsabella
lanjut
Tiara Bella
kompaknya kalyca sm Erik....
Maria Lina
😍😍
Heni Setiyaningsih
/Heart/
Kusii Yaati
oalahhh pantes orang emak kandungnya edelyn ternyata seorang penyihir hitam pantes anaknya kayak Dajjal,...
Kusii Yaati
bukannya sadar akan kesalahannya semakin menjadi brutal iya.lagian aneh ibunya lembut ayahnya juga lembut hatinya nah anaknya kayak Mak Lampir suka teriak", kasar, sombong dan angkuh. di tes DNA aja biar tahu itu anaknya atau anak demit
Tiara Bella
wow makasih thor up nya banyak puas bngt bacanya.....
TT: Jejaktinta14: kembali kasih sayangggg
total 1 replies
kaylla salsabella
cari mati aja kamu carollita
kaylla salsabella
ratu alice terlalu lembek
Maria Lina
heran deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!